1. Pengantar Ilmu Akidah

Kitab Lum'atul I'tiqad (Karya Ibnu Qudamah al-Maqdisi)

Ustadz Muhammad Rezki Hr

حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

/

3
Isi Ceramah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah alhamdulillahiabbil alamin asatu wasalamu ala asursal nabi Muhammadin waibihi AJ bapak-bapak ibu-ibu ikhwan akhwat para jemaah sekalian para pemirsa di mana pun anda berada rahimani warahimakumullahu Jamian kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala kembali kita dipertemukan di majelis ini setiap Ahad Badal magrib di masjid Baiturrahman setelah pekan sebelumnya kita libur dan di pertemuan kali ini sebagaimana sudah diumumkan tadi kita akan memulai pembahasan yang baru sebelumnya kita sudah menamatkan kitab tabsiratul Anam Bil huq fil Islam kita membahas tentang puluhan hak di dalam Islam satu persatu kita bahas maka di pertemuan kali ini kita akan berpindah ke buku yang baru yang akan kita kaji bersama-sama sebuah buku yang berjudul lum'atul ikkad Apa yang akan kita bahas dalam kitab lumatulkad yaitu kita akan membahas tentang akidah Apa itu akidah secara bahasa iktikad atau akidah bermakna kepercayaan akidah secara bahasa maknanya adalah kepercayaan keyakinan seseorang dan secara istilah makna akidah yaitu keyakinan yang kuat yang diyakini oleh seseorang di dalam hatinya keyakinan yang kuat yang diyakini oleh seseorang di dalam hatinya maka ini yang dimaksud dengan Akidah sehingga Akidah itu sebenarnya istilahnya sama dengan iman Pak Sebagian ulama menyebutkan definisi Akidah itu sama dengan iman sebagaimana kita sebutkan saya beriman artinya saya percaya saya berkeyakinan maka dimulai malam hari ini kita akan membahas tentang akidah dan tentu ilmu tentang akidah adalah ilmu yang sangat penting Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat rahimani warahimakumullahu Jamian makanya para ulama menyebut ilmu Akidah itu dengan ilmu usul ilmu inti Pak akidah disebut dengan ilmu Ushul ilmu yang inti fikih itu disebut dengan furu cabang ya fikih disebut dengan ilmu furu kalau dibandingkan dengan Akidah maka Apa pentingnya bagi kita untuk mempelajari akidah saya sampaikan satu sudut pandang saja Pak sebagai pengantar kita untuk memotivasi kita supaya kita bersemangat untuk mempelajari akidah supaya kita tetap termotivasi untuk hadir di majelis ini selama beberapa pertemuan ke depan tentang pentingnya belajar akidah maka Akidah itu ibarat pondasi dari sebuah bangunan atau ibarat akidah Maaf ibarat akar dari sebuah pohon Allah sampaikan terkait hal ini dalam Surah Ibrahim ayat 24 Allah subhanahu wa taala berfirman alam kaiaallahu matalan Kalimatan thaibatanajaratin thaibatin asluhaitun wauha fama Surah Ibrahim ayat 24 kata Allah subhanahu wa taala Tidakkah engkau melihat Bagaimana Allah itu memberikan permisalan tentang kalimat thayibah Apa itu kalimat thayibah yaitu Iman kata para ahli tafsir maksud kalimat thayibah itu adalah Iman maka Allah memberikan permisalan untuk iman itu kasajaratin thtin seperti sebuah pohon yang baik ibarat iman itu seperti pohon yang baik seperti apa dia asluhaitun akarnya menancap kokoh di dalam tanah dan cabangnya ranting-rantingnya menjulang tinggi ke arah langit maka ini permisalan iman yang mana yang Iman yaitu akar yang mengokoh di bawah tanah menancap kokoh di bawah tanah maka ini ibarat Iman Pak Adapun far fama cabangnya yang meninggi ke arah Langit Itu adalah amal maka yang namanya Amal itu Pak ditopang oleh iman yang namanya Amal itu ditopang oleh iman ibarat pohon sebagai satu kesatuan pohon Islam landasannya yang membuat pohon itu berdiri adalah iman dan amal dibangun di atas Akar tersebut ranting dibangun di atas akar sehingga dari sini kita bisa menyimpulkan semakin kuat akar maka akan semakin tinggi ranting itu menjulang semakin kuat akar maka ranting akan semakin tinggi menjulang maka demikian juga di dalam kita beramal Pak seseorang ketika amal Maaf ketika Iman dia sudah kuat menancap dengan kokoh maka amal yang akan dibangun olehnya adalah amal yang menjulang tinggi Tidakkah Kita Renungkan hal tersebut Bapak Ibu sekalian dari Bagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan Islam kepada para sahabat Pak pendidikan Islam yang sempurna itu adalah pendidikan yang disampaikan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kita lihat Bagaimana Nabi mendidik para sahabat mendidik kaum muslimin ketika itu nabi berdakwah 13 tahun di Kota Mekah Bapak Ibu sekalian perlu kita ketahui fokus dakwah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di Kota Mekah selama 13 tahun adalah berdakwah tentang iman membenarkan keyakinan terlebih dahulu menancapkan iman yang benar di dalam hati-hati kaum muslimin ini konsentrasi perama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selama 13 tahun Makanya kalau kita lihat Pak sejarahnya sebut saja rukun iman misalnya Maaf rukun Islam satu persatu kita lihat rukun Islam itu salat salat memang sudah diwajibkan sejak awal Islam sejak fase Makkah memang sudah diwajibkan namun perlu kita ketahui Bapak Ibu sekalian awalnya salat itu ringan baru Allah tambah kewajiban salat itu ketika sudah di fase Madinah Ketika Nabi sudah berhijrah kota Madinah baru salat itu diubah oleh Allah subhanahu wa taala syariatnya yaitu di antaranya Allah ubah dengan menambah jumlah rakaat awalnya di fase Mekah salat itu semuanya dua rakaat Pak semua salat setelah pindah ke kota Madinah para kaum muslimin setelah berhijrah baru Allah tambah jumlah rakaatnya termasuk juga perubahan dalam hal salat Allah ubah arah kiblat Kenapa demikian Allah ingin iman itu menancap kokoh terlebih dahulu di hati-hati orang yang beriman yang pertama rukun Iman rukun Islam yang kedua rukun Islam yang berikutnya zakat zakat baru diwajibkan oleh Allah subhanahu wa taala pada tahun 3 Hijriah 3 tahun di Madinah baru wajib zakat puasa bulan Ramadan Baru diwajibkan oleh Allah subhanahu wa taala pada tahun 2 Hijriah Haji baru diwajibkan oleh Allah subhanahu wa taala dalam pendapat yang lebih kuat pada tahun 9 Hijriah berhijab bagi wanita bagi kaum muslimin bagi kaum muslimat baru diwajibkan oleh Allah Subhanahu taala setelah turunnya al-ahzab ya saya tidak ingat tahun pastinya namun al-ahzab ini termasuk surat Madaniah Allah turunkan di kota Madinah di fase Madinah baru wajib kaum muslimat menggunakan hijab dan syariat-syariat yang lainnya amalan-amalan yang lainnya begitu banyak Allah wajibkan setelah kaum muslimin berada di kota Madinah sehingga apa pelajarannya dari hal tersebut sekali lagi lagi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika di fase Mekah 13 tahun pertama fokus dakwah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah menancapkan keimanan yang benar akidah yang benar Seperti apa sehingga ketika sudah kuat keimanan itu barulah Allah secara bertahap mensyariatkan berbagai amal karena tadi prinsipnya Akidah itu adalah dasar pondasi akar yang menancap di dalam tanah sehingga kita lihat hasil didikan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya para sahabat itu betul-betul ketaatan itu sempurna Pak begitu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mewajibkan sesuatu mengharamkan sesuatu langsung taat ya kita lihat contohnya juga dalam masalah khamar khamar baru diwajibkan di kota Madinah Pak di Makkah Allah belum mengharamkan Maaf di di Mekah Allah belum mengharamkan masalah khamar baru diharamkan di fasa Madinah lihat bagaimana dampaknya Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sudah menancapkan keimanan terlebih dahulu kepada para sahabat ketika Allah kemudian mengharamkan khamar serta-merta para sahabat dengan mudahnya mereka menumpahkan khamar itu Pak sampai jalanan kota Madinah becek oleh khamar padahal itu sudah mendarah Daging sudah menjadi kebudayaan mereka Pak khamar itu bagi orang-orang Arab itu seperti teh bagi kita pak ya kalau ada tamu datang yang disajikan teh sore hari pagi hari yang diminum teh maka seperti itu juga dengan khamer bagi masyarakat Arab ketika itu namun lihat bagaimana ketika keimanan itu sudah menancap mudah bagi mereka untuk mencampakkan khamar itu maka demikian juga pak Bagaimana kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu begitu mudahnya untuk menaklukkan berbagai kota mengalahkan berbagai pasukan nabi dan para sahabat beliau ya para sahabat dulu diajak berperang ke sana kemari ayo Siap tangguh mental mereka karena memang iman mereka sudah ditancapkan dengan kokoh oleh nabi kita Muhammad sallallahu wasallam Oleh karena itu juga Pak perlh kita ketahui Nur Nurdin zangki lalu dilanjutkan oleh Salahuddin alayyubi mereka berdua inilah yang berjasa dalam menaklukkan Baitul Maqdis mereka di dalam menaklukkan Baitul Maqdis dan di dalam ke berhasilan mereka memenangi berbagai peperangan pak perlu diketahui Nurdin zangki dan Salahuddin al-ayyubi di antara karakter yang paling menonjol dalam kepemimpinan mereka Kenapa mereka begitu harumnya nama mereka dalam sejarah Islam Karena Mereka berdua adalah pemimpin yang sangat perhatian dengan pendidikan akidah mereka bersihkan terlebih dahulu kepercayaan kaum muslimin dari berbagai kesyirikan dari berbagai khurafat pasukan kaum muslimin itu menurut ut pandang mereka nurdun zangki dan juga salhuddin al-ayyubi ini pasukan kaum muslimin itu imannya harus benar akidahnya harus murni terbih dahulu Jangan sampai ada yang memiliki penyimpangan lebih-lebih yang mereka waktu itu sangat tegas adalah jangan sampai ada pasukan kaum muslimin ini yang terpengaruh dengan pemahaman Syiah mereka bersihkan terlebih dahulu akidah setelah mereka tarbiah dengan pendidikan Iman pendidikan akidah barulah dia membawa pasukan ini untuk menaklukkan dan berhasil menaklukkan berbagai daerah mengalahkan orang-orang kafir sehingga demikian Pak Sekali lagi tentang pentingnya pelajaran kita mengenai akidah sehingga ini juga pada tataran praktis kita di zaman sekarang Bapak Ibu sekalian barangkali bapak ibu ada yang bertanya saya ini kok dari dulu rasa-rasanya amal Saya tidak bertambah amal sejak muda Sampai tua kok rasa-rasanya seperti seperti itu seperti itu saja tidak ada peningkatan dalam hal amal maka salah satu jawabannya yang patut kita curigai Bapak Ibu sekalian jangan-jangan akarnya tadi yang belum kuat Pak akidahnya ini yang belum tertancap secara kuat sebelum belum tertancap secara kokoh makanya tidak bisa bertambah tinggi ranting-ranting amal tadi Pak sehingga kalau demikian kondisinya harus bersabar untuk mempelajari akidah dan mayoritas pelajaran kita tentang akidah Bapak Ibu sekalian saya sampaikan di awal Pak saya sampaikan di awal pelajaran akidah itu adalah pelajaran tentang keimanan keyakinan bahasa sebagian orang itu abstrak Pak Ya saya baru mengisi tentang akidah beberapa pekan yang lalu Pak oleh panitia dipesani disampaikan pesan Ustaz kalau bisa setiap pertemuan kita membahas akidah ada poin-poin amalan ada poin-poin Amaliah Ustaz karena Kami merasa pelajaran akidah ini sesuatu yang abstrak bagi kami Ustaz sesuatu yang abstrak mohon ada poin-poin Amaliah yang bisa kami ambil dari setiap pertemuan demikian komentar sebagian jemaah maka Bapak Ibu sekalian perlu diketahui memang mayoritas pembahasan kita terkait akidah ini adalah sesuatu yang abstrak Pak nanti kita akan membahas tentang keyakinan kita terhadap nama-nama Allah sifat-sifat Allah keyakinan kita terhadap para malaikat keyakinan kita terhadap para sahabat nabi bagaimana kita memandang para sahabat nabi dan seterusnya ini sesuatu yang abstrak memang tempatnya adalah keyakinan dalam hati kita namun ketahuilah Bapak Ibu sekalian ini merupakan pondasi bagi kita untuk beramal ini pondasi bagi kita untuk beramal sehingga Bersabarlah untuk mempelajari akidah kita sedang menguatkan pondasi kita kemudian kita akan berpindah ke buku ini secara singkat kita kita akan bahas tentang lumatulqad secara bahasa Makna lum'ah adalah pancaran ya sesuatu yang bercahaya sesuatu yang memancar cahayanya maka dalam bahasa Arab disebut sebagai lum'ah ikkad yaitu maknanya sama dengan Akidah yaitu kepercayaan sehingga lumatulqad yaitu pancaran akidah ya pancaran akidah buku ini ditulis oleh Ibnu maka disebut sebagai almaqdisi atau Sebelumnya saya bacakan tentang biografi Ibnu qudamah almaqdisi secara ringkas Ibnu qudamah almaqdisi lahir pada bulan syakban tahun 541 Hijriah jadi ulama yang hidup sekitar 900 tahun yang lalu Pak ini buku sudah Sudah ditulis sekitar 900 tahun yang lalu oleh Ibnu qudamah al-maqdisi Kenapa disebut sebagai almaqdisi gelar beliau almaqdisi karena nisbah kepada Baitul Maqdis ya nisbah kepada Baitul Maqdis Ibnu qudamah al-maqdisi adalah ulama besar di zaman dulu beliau punya banyak karya baik dalam bidang akidah lebih-lebih dalam bidang hadis dan bidang fikih kalau ikhwan dan akhwat sekalian pernah mendengar kitab almugni almugni ini kitab tingkat tinggi dalam Bab fikih ya dalam pelajaran fikih pelajaran paling tinggi itu Perbandingan antar mazhab kalau kita mau belajar Perbandingan antar mazhab biasanya mempelajarinya kitab almugni karyanya Ibnu qudamah almaqdisi ya dan beliau eh sepupu dengan Abdul Gani almaqdisi sama-sama ulama hidup se zaman dan mereka dulu belajarnya bersama-sama melakukan rihlah thbil Ilmi secara bersama-sama Ibnu qudamah dan juga Abdul Ghani almaqdisi kalau Abdul Ghani almaqdisi penulis umdatul Ahkam penulis Kitab alqad altisad filqad ya sama-sama ulama dan Mereka bersaudara sama-sama ee sepupu ya satu satu kakek mereka maka kita akan mempelajari kitab ini yaitu kitab itikad yang ditulis oleh Ibnu qudamah al-maqdisi secara umum kita lihat di daftar isi bagi yang memegang bukunya kita akan bacakan secara umum apa yang akan kita pelajari selama beberapa pertemuan ke depan yang pertama nanti kita akan mempelajari tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah bagaimana akidah yang benar terkait nama-nama dan sifat-sifat Allah kemudian kita akan melihat nanti keyakinan kita terkait Apakah kaum mukminin akan melihat Allah subhanahu wa taala ataukah tidak di hari kiamat nanti kemudian kita akan membahas masalah takdir akan membahas tentang hakikat Iman akan membahas tentang berbagai kabar yang disampaikan oleh Rasulullah sallu Wasallam akan membahas tentang kedudukan para sahabat lalu akan membahas tentangonis surga daneraka dan juga akan membahas mengenai ketaatan kepada Ulil Amri yang ini merupakan di antara pokok-pokok keyakinan ahlusunah Wal Jamaah itu dia secara umum garis besar Apa yang akan kita pelajari pada pertemuan-pertemuan berikutnya dengan kita mengharapkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala baik langsung saja kita menuju apa yang disampaikan oleh penulis yaitu Ibnu qudamah al-maqdisi rahimahullahu taala bagi yang memegang buku panduannya kita akan menuju ke halaman 9 kita akan membaca mukadimah yaitu kata pengantar yang disampaikan oleh Ibnu qudamah al-maqdisi Ibnu qudamah al-maqdisi memulai buku beliau dengan menuliskan Bismillahirrahmanirrahim maka Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat perlu kita ketahui ini di antara adab dalam menulis kita kalau menulis sesuatu menulis sebuah karya menulis surat menulis buku menulis pesan dianjurkan untuk memulai dengan Bismillahirrahmanirrahim kita melakukan hal yang demikian Dalam rangka mencontoh apa yang Allah lakukan di dalam al-qur'an dan juga apa yang dilakukan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allah subhanahu wa taala Memulai al-qur'an Dengan Bismillahirrahmanirrahim demikian juga kebiasaan nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam beliau dalam menulis surat selalu dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim surat-surat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalau kita mau telusuri di zaman ini masih bisa kita lihat disimpan di sebagian museum karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dulu dalam banyak kesempatan beliau berkirim surat kepada para raja sehingga karena ini konteksnya adalah kerajaan orang-orang kaya orang-orang terpandang biasa misanya pengarsipan di kerajaan Itu rapi makanya surat-surat Nabi di sebagian kerajaan itu masih disimpan diriwayatkan turuntemurun sehingga masih ada di sebagian museum namun perlu kita ketahui surat yang dituliskan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu bukan surat yang beliau tulis dengan tangan Beliau sendiri Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah nabi yang ummi Apa itu nabi yang ummi nabi yang tidak bisa membaca dan nabi yang tidak bisa menulis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak bisa menulis sehingga apa yang beliau lakukan beliau selalu mendiktekan mendikteakan apa yang beliau sampaikan lalu ditulis oleh sebagian sahabat sehingga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam punya para kutab yaitu para penulis di antara penulis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah Ali bin Abi Thalib di antara penulis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah muawiyah bin Abi Sufyan dan yang lain-lainnya maka dianjurkan untuk kita menulis dimulai dengan basmalah sehingga ada istilah Basmalah ada istilah tasmiah ya Pak ya kalau Basmalah Bismillahirrahmanirrahim kalau tasmiah Apa Pak tasmiah itu adalah bismillah saja ya Sehingga ini kita perlu sensitif Pak ya kita perlu lebih perhatian untuk amal ini yang dibaca bismillah atau tasmiah untuk amal-amal tertentu karena dalam banyak kesempatan kita dianjurkan untuk membaca tasmiah dalam beberapa kesempatan dianjurkan untuk membaca basmalah ini hukumnya berbeda Pak hukum Basmalah dan hukum tasmiah itu berbeda Kalau menulis surat menulis pengumuman menulis buku dianjurkan adalah Basmalah bismillahirrahmanirahim namun untuk beberapa amal semacam berwudu semacam mau makan ya maka yang dianjurkan adalah tasmiah cukup bismillah saja Pak cukup bismillah ya Meskipun di sana ada perbedaan pendapat di kalangan ulama Sebagian ulama membahas boleh tidak kalau makan itu kita lengkapkan Bismillahirrahmanirrahim Sebagian ulama mengatakan ini yang dianjurkan versi lebih lengkap tapi seb ulama mengatakan tidak cukup bismillah saja ya namun poinnya yang ingin saya sampaikan adalah hendaknya kita lebih sensitif amal-amal tertentu ini bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim karena dia hukumnya berbeda baik kata Ibnu quramah almaqdisi setelah beliau mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kata beliau alhamdulillahil Mahmud bikulli lisan segala puji bagi Allah yang Maha terpuji lewat setiap lisan maka pelajaran berikutnya yang bisa kita ambil ini juga kebiasaan para ulama yang ini juga mencontoh al-qur'an dan mencontoh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu kebiasaan para ulama Kalau menulis sesuatu kalau membuka majelis kalau mengumumkan sesuatu dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim lalu memuji Allah demikian Pak kita kalau membuka majelis mengumumkan sesuatu menulis surat hendaknya setelah kita mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kita mulai dengan puji-pujian kepada Allah subhanahu wa taala sehingga segala puji bagi Allah yang Maha terpuji lewat setiap lisan Al ma'bud Fi kulli zaman yang disembah di setiap waktu sehingga Allah subhanahu wa taala itu disembah di setiap waktu Pak tidak mengenal musim tidak mengenal bulan betapa ada sebagian orang yang mereka hanya menyembah Allah subhanahu wa taala di bulan Ramadan selesai Ramadan mereka tinggalkan peribadatan kepada Allah subhanahu wa taala bahkan kata Sebagian ulama seakan akan Tuhan yang mereka sembah itu berbeda antara yang mereka sembah di bulan Ramadan dengan di luar bulan Ramadan Allah subhanahu wa taala adalah sesembahan yang disembah di setiap zaman di setiap waktu makan yang tidak ada tempat manapun yang bebas dari ilmu Allah subhanahu wa taala maka ilmu Allah mencakup setiap tempat W Allah subhanahu wa taala tidak disibukkan oleh urusan demi urusan maksudnya tidak kemudian Allah sibuk mengurusi satu urusan Lalu Allah terlalaikan dari urusan yang lainnya ini bukan karakter Allah subhanahu wa taala bukan sifat Allah subhanahu wa taala ya tidak seperti kita pak kita kalau hadir di majelis ilmu ini tentu ada pekerjaan yang lain yang kita tinggalkan ya ada pekerjaan lain yang kita tinggalkan Adapun Allah subhanahu wa taala tidak demikian Allah ketika sibuk memberikan rezeki kepada para hambanya Allah tidak lalai dari urusan-urusan yang lainnya Allah tidak lalai dari menyembuhkan hamba-hambanya yang sakit Allah tidak lalai dari mematikan hamba-hambanya yang memang telah datang ajalnya meskipun pada kesempatan yang lainnya Allah subhanahu wa taala sibuk dalam hal memberikan rezeki kepada hamba-hambanya makanya Bapak Ibu sekalian pendapat yang lebih kuat malaikat maut itu hanya satu pak malaikat maut itu hanya satu ya malaikat maut itu tidak banyak tapi dia hanya satu dan kita menyaksikan orang yang mati dalam satu waktu itu sangat besar peluangnya ada banyak ya Ada banyak orang yang mati dalam satu waktu lalu Bagaimana caranya malaikat mautnya hanya satu lalu mencabut nyawa yang begitu banyak maka tidak ada yang sulit bagi Allah subhanahu wa taala sebagaimana tadi disebutkan oleh Ibnu qudamah almaqdisi laun Allah itu kalau mengurusi satu hal tidak terlalaikan dari mengurusi hal yang lain sehingga Allah Maha Kuasa untuk memberikan kemampuan kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa hamba-hambanya dalam satu waktu secara bersamaan meskipun malaikat maut itu hanya satu ini contohnya Allah tidak terlalaikan dari urusan yang lainnya ketika Allah mengurusi urusan-urusan yang lain kulla yaumin Hua Fi syaan kata Allah subhanahu wa taala dalam surat Arrahman Allah itu setiap hari berada dalam kesibukan Pak Allah itu setiap hari berada dalam kesibukan sibuk mengurusi hamba-hambanya mencabut nyawa hambanya memberikan rezeki hamba-hambanya memudahkan urusan hamba-hambanya dan seterusnya kemudian J jalail asbahi walad Allah subhanahu wa taala itu Maha Tinggi dari segala bentuk keserupaan dan Maha Tinggi dari segala bentuk tandinganti a Allah subhanahu wa taala tersucikan dari istri dan juga tersucikan dari anak Allah maha suci dari istri maha suci dari anak tidak memiliki istri tidak memiliki anak lam yalid walam yulad Allah tidak melahirkan dan tidak juga dilahirkan sehingga Allah sama sekali tidak punya anak pak ya tidak seperti klaimnya orang-orang Nasrani orang-orang Nasrani mengatakan Allah punya anak yaitu siapa Isa Isa bnullah kata mereka Isa adalah anak Allah tidak juga seperti orang-orang Yahudi yang mengatakan siapa Anak Allah kata orang-orang Yahudi uzair uzair ibnullah kata orang-orang yahud tidak juga seperti orang-orang Quraisy kafir Quraisy yang mengatakan para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah Abu Bakar pernah bertanya kepada orang-orang kafir Quraisy kata Abu Bakar kalau kalian mengatakan malaikat adalah anak-anak perempuan Allah siapa ibunya kata Abu Bakar maka maha suci Allah dari apa yang mereka katakan kata orang-orang kafir Quraisy ibu-ibunya malaikat itu adalah para Jin jin-jin terpilih adalah ibunya para malaikat ini perkataan orang-orang kafir Quraisy yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir di dalam tafsir Asa subhanallahiun maha suci Allah dari apa yang mereka ucapkan tersebut Allah sama sekali tidak memiliki anak dan Allah tidak pula diperanakan kemudian kata Ibnu qudamah almaqdisi WF hukmuiil Ibad hukum Allah subhanahu wa taala berlaku kepada seluruh hamba la tumulul bfkir Allah subhanahu wa taala itu tidak bisa digambarkan dengan akal pikiran kita wu wi dan juga hati kita tidak bisa membayangkan dengan khayalan sehingga seberapapun Bapak Ibu sekalian kita berupaya membayangkan Allah subhanahu wa taala tidak akan sampai dan tidak akan benar apapun yang terbesit Pak Bagaimanapun kita terbesit di benak kita di hati kita di pikiran kita tentang Allah subhanahu wa taala itu semua pasti salah dan kita semua tidak mungkin melihat Allah subhanahu wa taala di dunia ini tidak mungkin melihat dengan mata tidak mungkin juga melihat dengan hati dengan pikiran tidak mungkin kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ahadahu Hatta yamuta dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim kata Nabi Sallallahu alaii wasallam salah seorang Di Antara Kalian sekali-kali tidak akan mungkin melihat rabnya sampai dia mati kita baru melihat Allah subhanahu wa taala nanti di negeri akhirat di negeri akhirat kita baru akan berjumpa melihat Allah subhanahu wa taala Adapun di dunia tidak mungkin melihat dengan mata tidak mungkin juga melihat dengan hati oleh karena itulah pendapat yang lebih kuat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika Isra Mikraj nabi pun pun tidak melihat Allah subhanahu wa taala ya nabi pun tidak melihat Allah subhanahu wa taala kemudian kita tutup pertemuan ini dengan firman Allah subhanahu wa taala di halaman 10 kata Allah subhanahu wa taala Lais kamliiiun wahu samiul Basir tidak ada yang serupa dengan Allah dan dia maha mendengar lagi maha melihat demikian kita cukupkan pembahasan kita pada pertemuan yang pertama ini Insyaallah akan kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya mudah-mudahan ada manfaatnya wasah ala Nabina Muhammad waa alihibihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika asadu Alla ilahailla Anta astagfiruka wubualamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi mwabarakatuh

Daftar Isi | Kajian | Muhammad Rezki Hr | Kitab Lum'atul I'tiqad | Pengantar Ilmu Akidah

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary
Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku, agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku.
[al Jumu’ah/62 : 10]
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung“.

Kontak

Ukhuwah, kritik, saran, masukan silakan hubungi:

Klik Di Sini