13. Melihat Allah Pada Hari Kiamat
Kitab Lum'atul I'tiqad (Karya Ibnu Qudamah al-Maqdisi)
Ustadz Muhammad Rezki Hr
حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
/
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaikalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Nab Muhammadin wa alihibii a bapak-bapak ibu-ibu para pemirsa di manaun anda berada rahimani warahimakumullahu Jamian Alhamdulillah di kesempatan sore hari yang berbahagia ini kita kembali bisa berkumpul di masjid ini dalam rangka kita melanjutkan pelajaran kita Insyaallah membahas kitab latulqad karya Ibnu qudamahmaqisi rahimahullahu taalamatan kita akan melompat kita tidak akan membahas sampai detail dan sampai Ee kita tidak akan membaca semua yang dibawakan oleh Ibnu qudamah mengenai pembahasan bahwasanya al-qur'an adalah kalamullah intinya sudah kita sampaikan pada pertemuan sebelumnya bahwasanya di antara sifat Allah subhanahu wa taala adalah Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalam wajib bagi kita beriman Bahwasanya Allah memiliki sifat Kalam dan kalam Allah adalah kalam yang bisa didengar bagi makhluk-makhluk yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk mendengarnya maka inilah keyakinan kita keyakinan ahlusunah Wal Jamaah Allah memiliki sifat kalam ini ditentang oleh mutazilah di antaranya muktazilah tidak berkeyakinan Allah berbicara Allah tidak berfirman dan kita berkeyakinan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala berfirman secara hakiki secara hakiki maksudnya adalah bisa didengar ada kalimatnya ada susunan kata-katanya ada susunan huruf-hurufnya yang itu bisa didengar maka ini keyakinan kita yang ini ditolak oleh sebagian kelompok bahwasanya mereka mengatakan kalam Allah adalah kalam Nafsi bukan kalam Hakiki bukan kalam Hakiki bukanlah kalimat yang bisa didengar kata mereka namun semacam bahasa isyarat Ya Allah berbicara dengan bahasa isyarat yang Ini diterjemahkan oleh Jibril Jibril paham apa yang diinginkan oleh Allah lalu Jibril menerjemahkannya disampai disampaikan kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam demikian keyakinan sebagian orang Adapun kita berkeyakinan Allah subhanahu wa taala berfirman secara hakiki ada kata-katanya ada kalimatnya ada huruf-hurufnya yang bisa didengar ya tentu tidak sama dengan makhlukNya tetap kita beriman berbeda dengan makhluk namun Allah berfirman dengan cara yang sesuai dengan kesempurnaan Allah subhanahu wa taala dan di bagian akhir di bagian yang kita lewati ini ya cukup panjang Ibnu qudamah membawakan dalil-dalil naqli dan dalil-dalil aqli ya dalil dari al-quran dan Dalil secara akal beliau ingin menunjukkan bahwasanya yang namanya kalamullah itu ada huruf-hurufnya ya al-quran itu adalah kalamullah di antaranya ya di antara kalamullah adalah Alquran di antara firman Allah adalah al-quran maka Ibnu qudamah ingin menunjukkan bahwasanya yang namanya firman Allah itu ada huruf-hurufnya ya di anaranya yang beliau kutipkan di sini adalah sabda Nabi Sallallahu Alaihi wasallamangapa yang baca al-qur'an dengan AB sebagaimana kaidahnya maka dia mendapatkan pada setiap huruf yang dibaca 10 kebaikan coba di sana Ibnu qudamah berdalil Dengan hadis ini untuk menunjukkan bahwasanya al-qur'an itu terdiri dari huruf-huruf dan al-qur'an adalah Firman Allah artinya di antara keyakinan kita firman Allah subhanahu wa taala itu ada kalimatnya ada kata-katanya dan ada huruf-hurufnya ya eh cukup cukup eh perlu pembahasan detail di sana Namun kita sengaja untuk melewatinya bagi Bapak Ibu yang ingin membacanya silakan dibaca di buku ee sampai halaman 48 ya cukup panjang ada berapa halaman Ibnu qudamah menjelaskan terkait hal ini Namun kita akan melompat pada pertemuan kali ini kita akan membahas pembahasan yang baru bab yang baru yang disampaikan oleh Ibnu qudamah dalam kitab lumatulqad yaitu mengenai keyakinan kita yaitu keyakinan ahlusunah Wal Jamaah bahwasanya kita semua orang-orang beriman akan melihat Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat kita akan melihat Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat maka kita wajib untuk beriman demikian di antara rincian iman kepada Allah subhanahu wa taala rincian iman kepada hari akhir bahwasanya orang-orang beriman akan melihat Allah pada hari kiamat sekali lagi kenapa para ulama mereka sampai membahas rinci seperti ini al-qur'an dibahas bahwasanya al-quran adalah kalamullah bukan makhluk dibahas lagi secara rinci kalamullah itu ada hurufnya ada kalimatnya dan seterusnya itu semua dibahas dengan susunan seperti itu oleh para ulama karena kemudian muncul kelompok-kelompok yang munculnya belakangan memiliki pemaham Aman yang berbeda ya memiliki pemahaman yang berbeda sebagaimana yang diajarkan oleh Allah dalam al-qur'an sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah makanya kemudian para ulama mengkhususkan pembahasan tertentu dalam rangka meluruskan kesalahpahaman ini Nah makanya di sini ada pembahasan bahwasanya kita semua akan melihat Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat karena perlu diketahui ada kelompok dalam tubuh umat Islam yang Mereka menolak Mereka menolak bahwasanya Allah subhanahu wa taala itu akan dilihat pada hari kiamat yang pertama mtazilah mtazilah menolak secara total Allah tidak akan dilihat pada hari kiamat Allah tidak akan dilihat Kenapa ada dua alasan utama Mereka menolak Allah subhanahu wa taala bisa dilihat pada hari kiamat yang pertama kata mereka kalau Allah bisa dilihat artinya ada jisimnya jis itu fisiknya ada fisiknya yang bisa dilihat sesuatu itu bisa dilihat kata orang-orang mtazilah kalau ada fisiknya dan kata mereka logika mereka tidak mungkin Allah memiliki jisim kalau Allah miliki jisim ini sama dengan makhluk sedangkan Allah berbeda dengan makhluk sehingga mereka berkesimpulan Allah subhanahu wa taala tidak bisa dilihat meskipun pada hari kiamat nanti ini di antara dalil logika Adapun dalil yang mereka gunakan Dari ayat Alquran ya mereka hanya memahami dari satu sisi saja hanya memegang salah satu ayat ayat-ayat yang lain Mereka tolak mereka juga berdalil dengan ayat al-quran di mana Allah subhanahu wa taala menyebutkan laudriku Al ABS Allah subhanahu wa taala itu tidak bisa digapai atau diliputi oleh pandangan Allah sebutkan demikian la yudrikuhu Al absar Allah tidak bisa di gapai atau tidak bisa dicakup oleh pandangan kita lihat dalam surat al-an'am ayat 154 Allah sebutkan demikian la tudrikuhu Al absar kata Allah subhanahu wa taala di dalam surat al-an'am 103 Maaf Diat alanam 103 la tudrikuhu Al absar Allah Subhanahu taala tidak dicapai tidak bisa dicapai oleh penglihatan mata Allah sebutkan seperti itu tidak bisa dicapai oleh penglihatan mata maka mereka memotong ayat ini mereka jadikan hujah Bahwasanya Allah tidak bisa dilihat oleh manusia tidak bisa dilihat oleh mata dan Mereka menolak ayat ayat yang lainnya maka pemahaman yang benar ayat tadi dalam surat al-an'am ayat 1053 103 tadi ketika Allah mengatakan Allah tidak bisa digapai oleh pandangan ini maksudnya ketika di dunia pak ini maksudnya ketika di dunia demikian cara kita mengkompromikan ayat-ayat yang ada nanti kita akan lihat ayat yang yang dibawakan oleh Ibnu qudamah almaqdisi yang menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala bisa dilihat pada hari kiamat nanti Allah bisa dilihat pada hari kiamat namun dalam surah al-an'am Allah katakan Allah tidak bisa dilihat oleh pandangan lalu Bagaimana bentuk komprominya dua ayat ini seakan-akan bertentangan seakan-akan bertentangan Bagaimana bentuk komprominya komprominya adalah yang dimaksudkan dalam surat al-an'am 103 tadi adalah Allah tidak bisa dilihat ketika di dunia tidak bisa dilihat kita tidak mampu ya bukan mustahil tapi tidak mampu kita apa dalilnya kisah tentang Musa ketika Musa Dia meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar bisa melihat Allah secara langsung agar bisa melihat Allah secara langsung lalu apa yang Allah perintahkan sudah kita ceritakan Allah perintahkan Musa untuk melihat kepada gunung kata Allah subhanahu wa taala Kalau engkau masih bisa melihat gunung tersebut maka aku di situ ternyata Musa tidak bisa melihatnya gunung tersebut sudah hancur lebur menjadi debu Musa tidak bisa melihat sehingga kata para ulama Bapak Ibu sekalian rahimani warahimakumullah Jamian Allah tidak bisa dilihat di dunia dengan kemampuan melihat kita sekarang dengan kemampuan fisik kita sekarang tidak mampu hancur Pak tubuh kita melihat zat Allah subhanahu wa taala tidak mampu baru kita mampu nanti di hari kiamat di hari kiamat orang-orang beriman akan melihat Allah subhanahu wa taala pada dua kesempatan kesempatan yang pertama adalah di padang mahsyar di padang mahsyar umat manusia akan melihat Allah subhanahu wa taala bahkan berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala nanti akan kita bahas dalil-dalilnya ini yang pertama di mana manusia akan melihat Allah yang pertama di padang mahsyar yang kedua adalah ketika umat manusia sudah masuk ke dalam surga ketika orang-orang beriman sudah masuk ke dalam surga maka kemudian nanti di dalam surga kembali orang-orang beriman akan melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung nah kenapa di akhirat nanti orang-orang beriman bisa melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung sudah pernah kita sampaikan karena tubuh kita itu adalah tubuh yang berbeda dengan tubuh kita sekarang ketika Allah membangkitkan umat manusia ditiup sangkakala dengan dua tiupan tiupan pertama tiupan yang mematikan seluruh manusia ditiup sangkakala dengan tiupan yang kedua tiupan kebangkitan Allah bangkitkan seluruh umat manusia Allah berikan kepada mereka tubuh yang baru Maka tubuh ini Pak tubuh yang berbeda dengan tubuh kita sekarang yang Daya tahannya lebih kuat Kenapa Daya tahannya lebih kuat dengan tiga alasan yang pertama kita ulangi lagi manusia mampu ketika itu berdiri di padang mahsyar yang satu harinya adalah 50.000 tahun satu hari di hari kiamat nanti di hari akhir nanti termasuk di padang mahsyar satu hari di padang mahsyar 50.000 tahun hari di dunia dan manusia dalam keadaan berdiri bahkan di sebagian riwayat disebutkan tidak berkedip mata P 50.000 tahun bisa kita di dunia berdiri tidak berkedip mata tidak bisa tidak kuat tubuh kita tapi ini di hari kiamat tubuh kita bisa seperti itu meskipun tetap menderita tetap tetap kesulitan tetap tapi tubuhnya tidak hancur yang kedua ketika Allah subhanahu wa taala mendekatkan matahari jaraknya 1 mil ya orang-orang bermandi keringat sampai yang paling tinggi sampai mulut nabi berisyarat kepada mulut ini yang paling tinggi orang tenggelam dengan kelingatnya sendiri lihat matahari jaraknya 1 mil Pak tubuh kita sekarang jelas tidak akan mampu menahan matahari yang jaraknya 1 mil tersebut tubuh pada hari kiamat nanti lebih kuat lebih tahan banting makanya tidak leleh tapi tetap merasakan penderitaan panas tetap lalu yang ketiga Kenapa tubuh kita nanti pada hari kiamat dibuatkan oleh oleh Allah subhanahu wa taala lebih kuat dalilnya adalah tadi dalam masalah melihat Allah subhanahu wa taala kalau kita pakai standar sekarang mata kita sekarang tubuh kita sekarang akan hancur lebur kalau kita diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk melihat zat Allah secara langsung Adapun pada hari kiamat karena ini tubuhnya sudah lebih kuat lebih tahan banting secara fisik maka mampu untuk melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung kita akan lihat beberapa dalil yang dibawakan oleh Ibnu qudamah kita baca kata Ibnu qudamah Wal mukminuna yarbahum Bi absihim orang-orang yang beriman akan melihat Rabb mereka di akhirat nanti dengan penglihatan Bi absar dengan penglihatan Pak dengan mata ini keyakinan kita kenapa Ibnu qudamah sampai mengatakan seperti itu karena ada sebagian kelompok di dalam tubuh umat Islam yang mereka berkeyakinan Allah dilihatnya dengan hati tidak dilihat dengan pandangan melihatnya Allah di hari kiamat nanti kata mereka dengan hati Adun kita berkeyakinan Allah subhanahu wa taala dilihat dengan mata pandangan lalu kata ibnudamah bahkan orang-orang beriman akan mengunjung Allah subhanahu wa taala kalau yang melihat tadi dalam dua kesempatan melihat di padang mahsyar melihat di dalam surga adapun yang kedua ini orang-orang beriman mengunjungi Allah subhanahu wa taala ini kasusnya bagi para penduduk surga artinya kejadiannya di dalam surga terdapat hadis sahih yang berbicara terkait Hal ini disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah bahwasanya para penduduk surga mereka akan mengunjungi Allah subhanahu wa taala setiap hari Jumat setiap hari Jumat yang itu seukuran dengan hari Jumat dunia ya jadi di di akhirat di surga ada harinya juga ada hari Jumat nah yang itu setara dengan hari Jumat di dunia yang pada hari inilah orang-orang beriman akan mengunjungi Allah subhanahu wa taala Lalu Allah akan menampakkan dirinya di hari tersebut oleh karena itulah hari Jumat di surga disebut sebagai Yaum mazid sebagai hari tambahan Apa maksudnya yaitu hari tambahan nikmat di mana Allah menambahkan kenikmatan bagi para penduduk surga di hari Jumat ini karena Allah mengizinkan para penduduk Surga untuk melihat zat Allah secara langsung setiap hari Jumat hadisnya adalah hadis yang sahih diriwayatkan oleh Abu Hurairah Dari Abu Hurairah diriwayatkan oleh Imam at-tirmidzi dan juga diriwayatkan oleh Ibnu ee Majah dan dinilai sahih oleh beberapa ulama baik kemudian kata Ibnu qudamah waukallimum waukallimahu di surga nanti Allah akan mengajak para penduduk Surga itu berbicara dan juga mereka yaitu para penduduk surga juga akan mengajak Allah subhanahu wa taala berbicara bisa dilihat dan bisa diajak berbicara dalilnya sudah banyak kita baca sebagiainya lagi kita baca Pada kesempatan kali ini ya bagaimana atau nanti kita bahas ketika kita membahas ee surat Yunus ayat 26 nanti kita baca hadisnya yang menunjukkan bahwasanya para penduduk surga berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala baik kita baca dalil yang pertama yang dibawakan oleh Ibnu qudamah dalam bab ini firman Allah subhanahu wa taala dalam surah al-qiamah ayat 22 wujuhu yaumaidin nadirah Ila rbiha nadirah kata Allah subhanahu wa taala wajah-wajah orang-orang yang beriman pada hari itu berseri-seri kejadiannya di padang mahsyar wajah orang-orang beriman pada hari itu berseri-seri Apa sebabnya sebabnya karena mereka melihat tuhan merekabiha nazirah kepada Rabb Mereka melihat kepada Rabb mereka Mereka melihat inilah yang menjadi sebab wajah orang-orang beriman pada hari kiamat nanti menjadi berseri-seri saking senangnya mereka Akhirnya bisa melihat Allah subhanahu wa taala sehingga jelas sekali pak ya Ya bagaimana lancangnya orang-orang yang mengatakan Allah subhanahu wa taala tidak bisa dilihat itu muktazilah mengatakan Allah tidak bisa dilihat Bagaimana lancangnya Mereka menolak ayat ini Allah katakan wujuhu yaumaidin nirohbiha niroh wajah mereka ketika itu bersiri-siri disebabkan Mereka melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung datang orang mtazilah kata mereka tidak kita tidak akan melihat Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat ya bagaimana lancangnya mereka menafikan ayat Allah subhanahu wa taala ini Allah yang menjelaskan Allah akan dilihat oleh orang-orang beriman tapi orang-orang muktazilah berani mengatakan tidak Allah tidak dilihat itu dia dalil yang pertama yang dibawakan oleh Ibnu qudamah dalam bab ini bahwasanya orang-orang beriman akan melihat Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti dalil yang kedua firman Allah subhanahu wa taala dalam surah almuaifin kata Allah subhanahu wa taala tentang orang-orang kafir ka innahumbihim yaumaidin lahjubun ya tentang orang-orang kafir kata Allah subhanahu wa taala yang artinya sekali-kali tidak sesungguhnya mereka pada hari itu benar benar terhalang dari melihat Allah subhanahu wa taala mereka akan terhalang dari melihat Tuhan mereka sehingga ada sekelompok orang pada hari kiamat nanti yang tidak diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk melihat Allah ya mereka akan terhalang kita baca di sana Kenapa Ibnu qudamah membawakan hadis ini kata Ibnu qudam membawakan Ayat tersebut kata Ibnu qudamahun ketika orang-orang kafir itu mereka dihijabi dihalangi untuk melihat Allah subhanahu wa taala dalam keadaan mereka itu dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala ini menunjukkan bahw ya kaum mukminin Mereka melihat Allah subhanahu wa taala saat keadaan Allah subhanahu wa taala sedang Rida jadi Maksudnya seperti ini Pak Allah Rida terhadap orang-orang beriman pada hari kiamat nanti makanya Allah izinkan mereka untuk melihat melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung dan Allah halangi orang-orang kafir untuk melihat Allah subhanahu wa taala Allah berikan hijab kepada mereka sehingga mereka tidak bisa melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung sebabnya apa karena Allah murka terhadap mereka karena Allah murka terhadap mereka Maka di sana ada perbedaan antara orang-orang kafir dan kondisinya orang-orang yang beriman Allah bedakan seperti itu artinya sekelompok orang bisa melihat sekelompok orang tidak bisa melihat kalau tidak demikian kata Ibnu qudamah al-maqdisi maka tidak ada artinya perbedaan dari kedua kelompok tersebut Maksudnya orang-orang mtazilah ya beranggapan bahwasanya ayat-ayat ini ayat-ayat semacam ini mereka katakan ini berlaku untuk seluruh manusia manusia ketika itu l mahjubun ya mereka akan terhalangi untuk melihat Allah subhanahu wa taala tidak bisa melihat Allah subhanahu wa taala ayat ini digunakan oleh mtazilah Demikian maka kata Ibnu qudamah kalau ini berlaku untuk semua orang ayat ini Maka Apa hikmahnya konteksnya Allah subhanahu wa taala mencela orang-orang yang kafir itu Allah cela mereka dalam konteks Allah memurkai mereka sehingga Allah halangi mereka dari melihat Allah subhanahu wa taala ya Adapun orang-orang beriman Allah Rida terhadap mereka Allah izinkan mereka untuk melihat ya Sehingga adanya ayat-ayat yang menyebutkan Bahwasanya Allah murka dengan orang-orang kafir dan di antara akibat kemurkaan Allah subhanahu wa taala adalah Allah halangi mereka untuk melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung ini menunjukkan bahwasanya Allah subhanahu wa taala bisa dilihat oleh orang-orang beriman pada hari kiamat nanti kemudian sebelum kita berpindah ke hadis yang dibawakan oleh Ibnu qudamah terdapat ayat lainnya sebenarnya yang berbicara tentang bahwasanya kaum mukminin orang-orang beriman akan melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung baik dibawakan ada sebuah Firman ada ada sebuah ayat dalam surah Yunus ayat 26 ketika Allah subhanahu wa taala berfirman lilladzina Ahsanul Husna waziadah bagi orang-orang yang berbuat baik mereka akan mendapatkan al-husna dan juga mereka akan mendapatkan ziadah orang-orang yang berbuat baik kata Allah subhanahu wa taala mereka akan mendapatkan alhusna dan juga akan mendapatkan ziadah apa itu al-husna ditafsirkan langsung oleh Nabi Sallallahu wasallam dalam sebuah hadis sahih Makna alhusna adalah surga Makna alhusna adalah surga dan dalam ayat ini kebaikan al-husna itu kebaikan maksudnya kebaikan di sana Adalah surga maka orang-orang berbuat baik akan mendapatkan surga dan juga akan mendapatkan ziadah ziadah secara bahasa maknanya adalah tambahan pak Apa maknanya tambahan makna tambahan adalah tambahan nikmat itulah Tadi kenapa disebut sebagai Yaum masjid sebagai hari tambahan nikmat Apa yang dimaksudkan dengan tambahan dalam surah Yunus ayat 26 tadi tambahan di sana maksudnya adalah tambahan nikmat bagi para penduduk surga yaitu mereka diizinkan untuk melihat wajah Allah subhanahu wa taala mereka diizinkan untuk melihat wajah Allah subhanahu wa taala sehingga surat Yunus ayat 26 ini juga berbicara tentang bagaimana Nanti para penduduk surga akan melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung sebagaimana hal tersebut disebutkan dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh imam muslim Baik saya carikan hadisnya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh imam muslim ketika para penghuni surga telah masuk ke dalam surga maka Allah subhanahu wa taala akan berfirman turiduna saian azidukum Maukah kalian wahai para penduduk surga aku tambahkan kenikmatan kepada kalian ditawari para penduduk surga mau tidak diberikan tambahan kenikmatan maka para penduduk surga mereka akan mengatakanamjam Wahai Allah bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga bukankah Engkau sudah menyelamatkan kami dari api neraka Maksudnya apa masih ada lagi tambahan nikmat dari yang engkau telah berikan kepada kami selama ini kepada para penduduk surga sudah dimasukkan ke dalam surga mereka sudah menduga ini nikmat yang paling Puncak Tidak ada yang lebih nikmat lagi daripada hal tersebut maka kemudian kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka ketika itu Allah pun membuka hijabnya membuka penghalangnya yaitu hijab atau ee tirai yang menutupi wajah Allah yang Maha Mulia lalu kata Nabi Sallallahu alaii wasallam maka Ketika itu para penghuni surga tidak pernah mendapatkan suatu kenikmatan yang lebih mereka sukai daripada melihat wajah Allah subhanahu wa taala tidak ada kenikmatan yang lebih besar yang dirasakan oleh para penduduk surga melebihi kenikmatan melihat wajah Allah subhanahu wa taala maka setelah Menjelaskan hal tersebut Nabi Sallallahu Alaihi wasam kemudian mengutipkan surah Yunus ayat 200 ayat 26 tadi kata Allah subhanahu wa taala alladzina Ahsanul Husna waziadah bagi orang-orang yang berbuat baik alhusna yaitu surga dan juga ziadah tambahan yaitu tambahan ekstra diberikan kenikmatan melihat wajah Allah subhanahu wa taala sehingga jelas sekali dari sana hadisnya hadis sahih riwayatkan oleh imam muslim bahwasanya orang-orang beriman di surga pun mereka akan melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung kemudian yang berikutnya dibawakan dalil dari hadis yang dibawakan oleh Ibnu qudamah rahimahullahu taala waq Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda inakumum Sesungguhnya kalian akan melihat RAB kalian seperti kalian melihat rembulan Ini laamuna Fi ryatihi kalian tidak akan berdesak-desakan untuk melihat Allah subhanahu wa taala artinya semuanya akan melihat Allah subhanahu wa taala tanpa perlu berebut tanpa perlu berdesak-desakan secara puas melihat langsung kepada Allah subhanahu wa taala sebagaimana manusia Mereka melihat Rembulan ya kita melihat misalnya ban bulan purnama kita semua berada di tempat satu tempat maka k kita tidak perlu berdesak-desakan untuk melihat rembulan tersebut maka demikianlah permisalan yang disampaikan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika orang-orang beriman melihat Allah subhanahu wa taala di hari kiamat nanti mudah melihatnya tidak perlu berdesak-desakan kemudian paragraf yang terakhir yang dibawakan oleh Ibnu qudamah almaqdisi wah tasbihun liruyah penyerupaan Ini kata Ibnu qudamah adalah penyerupaan mengenai tata cara melihatnya kita melihat Allah subhanahu wa taala sebagaimana kita melihat rembulan di dunia ini sebagai permisalan tentang caranya yaitu caranya maksudnya tentang caranya adalah tidak perlu berdesak-desakan tidak perlu berebutan semuanya akan melihat Allah subhanahu wa taala secara langsung dengan puas la Lil mari ya penyerupaan di sini maksudnya bukan penyerupaan zat Ya maksudnya bukan maksudnya adalah ketika nabi sallahui wasallam menyebutkan kalian akan melihat Allah subhanahu wa taala seperti kalian melihat rembulan bukan maksud nabi sallallahuai wasallam itu Allah seperti rembulan Bukan tapi yang dipermisalkan oleh Nabi adalah mengenai cara melihatnya Ya Adapun zat Allah subhanahu wa taala tidak ada yang serupa dengan Allah subhanahu wa taala fainallaha taala Lau Wir karena Allah subhanahu wa taala tidak ada yang menyerupainya dan tidak ada pula yang sebanding dengannya demikian Bapak Ibu sekalian di antara keyakinan kita ahlusunah Wal Jamaah sebagaimana disampaikan oleh Ibnu qudamah almaqdisi di antara bagian dari keimanan kita kita kita beriman Bahwasanya Allah subhanahu wa taala akan dilihat secara langsung dengan mata dengan pandangan oleh orang-orang yang beriman pada hari kiamat nanti di dua kesempatan di padang mahsyar dan juga di surga Allah subhanahu wa taala demikian yang kita bahas wallahuam wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam waktu yang tersisa kalau masih ada bisa kita gunakan untuk tanya jawab barangkali ada bapak-bapak atau Ikhwan sekalian yang ingin bertanya silakan angkat tangan Pak jadi pertanyaannya Apakah berhubungan ya kalau Mak dalam surat Sajadah Min quatu y'yun ya itu berbicara tentang ee Min quatti y'yun ya kita cek terlebih dahulu tafsirnya dalam surah Sajdah ya ayat 17 dari surah sajadah kita cek tafsirnya ya Secara makna maka tidak ada seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu berupa macam-macam nikmat yang menyenangkan hati mereka kalau dalam tafsir saadi tidak ada disebutkan ini ini tidak berbicara tentang melihat Allah namun ini berbicara tentang seluruh kenikmatan yang ada di dalam surga ya karena istilah quratu y'yun itu adalah penyejuk mata Pak ya penyejuk mata itu dalam bahasa Arab digunakan untuk sesuatu segala sesuatu yang menyenangkan seseorang ya penyujuk mata itu tidak harus sesuatu yang dia lihat dengan matanya tapi segala sesuatu yang menyenangkan dia maka itu disebut sebagai penyejuk mata quratu y'yun Maka kalau kata eh Syekh sa'di ini berbicara tentang nikmat surga wallahuam saya belum mendapati keterangan apakah Ayat tersebut berbicara ee tentang melihat Allah subhanahu wa taala di surga ataukah tidak saya belum ee mendapati keterangannya barangkali ada ya barangkali ada saya yang tidak tahu wallahuam baik Cukup mongoanam I Benar E Alquran di diturunkan ke langit dunia kemudian baru dia diturunkan secara bertahap ya Apakah kalimat baru diturunkan kalau ada kejadian-kejadian ini kalimat yang benar saya tidak tahu namun secara tahapan seperti itu ya diturunkan ke langit dunia baru kemudian dia diturunkan secara bertahap kepada nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang jelas secara bertahapnya Iya tapi apakah kalimatnya menunggu kejadian-kejadian itu saya kurang paham wallahuam Monggo Pak t kita sampan lamanya masa50 t Dian Sat hari di akhirat tahun ya Ada komprominya Pak itu sudah dibahas oleh para ulama wallahuam saya buka referensi terlebih dahulu nanti saya sampaikan ya bagaimana bentuk komprominya tapi saya pernah membaca bentuk komprominya ketika ayat yang menyebutkan ee Kana miqdaruhu alfanah ya Eh 1000 tahun ya sebagian ayat disebutkan 1000 tahun sebagian ayat lagi menyebutkan 50.000 tahun ada bentuk komprominya nanti saya coba cek refensi terlebih dahulu saya akan sampaikan pada pertemuan berikutnya Insyaallah kita cukupkan demikian lebih kurangnya mohon maaf wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi mwabarakatuh