12. Al-Qur'an Adalah Kalam Allah #2

Kitab Lum'atul I'tiqad (Karya Ibnu Qudamah al-Maqdisi)

Ustadz Muhammad Rezki Hr

حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

/

3
Isi Ceramah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaikalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalaikums s Alhamdulillah Alhamdulillahi wa Kafa asalatu wasalamu ala rasulil Mustofa wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum biihsanin Ila Yaumil Wafa allahummaimna Ma yanfauna wfana bimaamtana waidna Ilma ikhwani fillah wa akhwati fiddin bapak-bapak ibu-ibu para pemirsa di manapun Anda berada Azani Allah waakum Jamian Alhamdulillah di malam hari ini kembali kita bisa bertemu di masjid ini dalam rangka kita melanjutkan pelajaran kita membaca kitab lum'atul tikad karya Ibnu qudamah almaqdisi rahimahullahu taala dan langsung saja kita akan lanjutkan pembahasan kita mengenai al-qur'an bahwasanya di antara keyakinan ahlusunah Wal Jamaah adalah al-qur'an merupakan kalamullah Apa itu kalamullah yaitu firman Allah subhanahu wa taala al-qur'an bukanlah makhluk Allah al-qur'an bukan makhluk namun al-qur'an adalah kalamullah artinya al-qur'an merupakan di antara sifat Allah subhanahu wa taala di antara sifat Allah adalah kalam ya sifat kalam ya kalam adalah di antara sifat Allah subhanahu wa taala Allah berbicara sehingga al-qur'an adalah di antara contoh Apa yang dibicarakan apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala dan dia bukan makhluk bukan makhluk yang berdiri sendiri dan kita akan mulai membaca di sini Bapak Ibu sekalian beberapa paragraf yang dibawakan oleh penulis tentang keyakinan sebagaimana mestinya atau seperti apa harusnya kita berkeyakinan terkait al-qur'an barangkali nanti ada sebagian kita ketika mendengarnya atau ketika membacanya sedikit merasa bingung namun ketahuilah Bapak Ibu sekalian apa yang disampaikan oleh penulis di sini mayoritasnya ada tujuannya apaud maksudnya tujuannya Ibnu qudamah menyebutkan poin-poin tertentu terkait al-qur'an untuk menunjukkan bahwasanya yang benar harusnya seperti ini karena ada sebagian orang yang berkeyakinan yang bertolak belakang dengan hal tersebut nanti sebagiannya akan saya Sebutkan Kenapa Ibnu qudamah menjelaskan seperti itu akidah yang benar dan akidah yang keliru yang dimiliki oleh sebagian orang seperti apa namun tidak semuanya akan saya Sebutkan karena saya khawatir nanti akan membuat ee sebagian jemaah akan kebingungan Saya akan sebutkan sebagiannya saja namun yang penting bagi kita adalah untuk meyakini yang benar harusnya Seperti apa kalau kita bahas satu persatu yang keliru Seperti apa nanti saya khawatirkan akan makan waktu dan akan menyebabkan kebiungan di sebagian jemaah nanti namun demikianlah tipikalnya Pak dalam pembahasan akidah termasuk jadi dulu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan akidah kepada para sahabat itu mudah Pak pembahasannya tidak banyak seluk-beluknya nabi sampaikan apa kemudian para sahabat samna waana mereka mendengar dan mereka taat mereka beriman secara Zahir apa yang disampaikan oleh Nabi Sallallahu wasallam tidak banyak pikiran-pikiran jelimetnya tidak banyak berputar-putar bermain kata-kata baru Kemudian datang zaman belakangan orang-orang kemudian membuat segala sesuatunya itu menjadi ribet diputar-putar mencoba mencari penakwilan sana dan sini mencoba membahas tentang kaifiat sifat Allah subhanahu wa taala sebagaimana sudah kita bahas dulu para sahabat tidak ada bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana istiwanya Allah Seperti apa tidak pernah muncul di zamannya Imam Malik orang bertanya kepada Imam Malik Bagaimana Allah itu beristiwa baru kemudian muncul kaidah-kaidah yang sudah kita baca istiwaun ma'lum waifu majhul ya waifu giriru maquul dan seterusnya itu jadi poinnya ingin saya sampaikan Bapak Ibu sekalian Kenapa pembahasan Akidah itu semakin ke sini semakin rinci sebabnya karena penyimpangan-penyimpangan dalam hal akidah itu semakin banyak sehingga para ulama mereka memiliki tanggung jawab ketika mulai muncul pemikiran yang baru dijelaskan harusnya tidak seperti itu harusnya yang benar demikian di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah nabi menjelaskan kepada para sahabat pembahasan khusus al-qur'an adalah kalamullah bukan makhluk tidak ada kalimat seperti itu di zaman Nabi karena para sahabat mereka sudah paham yang namanya al-qur'an kalamullah firman Allah baru muncul kemudian pemahaman belakangan pemahaman muktazilah al-qur'an adalah makhluk baru kemudian para ulama mereka muncul mereka menjelaskan di dalam kitab-kitab mereka secara detail untuk membantah pemahaman yang keliru tersebut oleh karena itulah ini contohnya Pak Kenapa Ibnu qudamah nanti rinci sekali menyebutkan tentang al-qur'an ada beberapa poin Ibnu qudamah menyebutkan hal tersebut ada tujuannya untuk membantah beberapa pemikiran yang keliru terkait al-qur'an paragraf yang pertama sudah kita baca kita baca sedikit lagi kita ulangi lagi secara ringkas Wamin kalamillahi Subhanahu alquranul Aim di antara firman Allah subhanahu wa taala di antara bentuk kalamullah adalah al-quranul azim ya Sehingga ingat di sana Bapak Ibu sekalian di antara firman Allah subhanahu wa taala itu tidak terbatas Allah berfirman sesuai dengan kehendaknya kapanpun Allah berkehendak untuk berbicara untuk berfirman maka Allah mampu untuk berfirman makanya Alquran itu hanya salah satu firman Allah subhanahu wa taala sedangkan firman Allah Subhanahu Wa taal jumlahnya tidak terhingga itulah yang Allah sebutkan di dalam surah alkahfi yang kita baca setiap hari Jumat coba perhatikan kata Allah subhanahu wa taala Katakanlah seandainya lautan itu dijadikan sebagai tinta untuk mencatat firman-firman Allah subhanahu wa taala maka sungguh akan habis lautan tersebut sebelum habisnya ditulis firman-firman Allah subhanahu wa taala laut dijadikan tinta ada penanya untuk menuliskan firman Allah subhanahu wa taala kata kata Allah subhanahu wa taala akan habis laut tersebut sebelum selesai menuliskan firman Allah subhanahu wa taala Wada meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula didatangkan laut yang lainnya tetap tidak cukup untuk menulis firman Allah subhanahu wa taala karena firman Allah subhanahu wa taala jumlahnya sangat banyak tidak terbatas oleh karena itulah sekali lagi al-qur'an itu di antara firman Allah subhanahu wa taala k Alquran itu adalah kitabullahin Alquran adalah kitab Allah yang jelas hablu Alin talinya yang kokoh jalannya yang lurus watanilulamin yang diturunkan oleh RAB semesta alam Nai Rul Amin yang dibawa turun oleh ruh yang amanah Apa itu roh yang Amanah itulah Malaikat Jibril alaihalam sehingga Bapak Ibu sekalian Allah bukannya tidak ada tujuannya Kenapa Allah memberikan gelar kepada Jibril sebagai Ruhul Amin ada hikmahnya Allah memberikan gelar Ruhul Amin kepada Malaikat Jibril hikmahnya adalah Allah ingin menekankan bahwasanya jibril tidak mungkin salah dalam menyampaikan wahyu baik di antaranya apa yang diturunkan oleh Jibril sekarang kita bahas Pekan lalu yang saya saya janjikan Bagaimana proses diturunkannya al-qur'an al-qur'an itu difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala al-qur'an difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala didengarkan oleh Jibril Jibril mendengar langsung firman Allah subhanahu wa taala ada kata-katanya ada huruf-hurufnya ya setelah Jibril mendengarkannya kemudian Jibril pun menyampaikan apa yang didengarkannya kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dalam proses pengajaran kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam inilah yang Allah firmankan di dalam surah al-qiyamah dari surat dari ayat 16 sampai ayat 19 kata Allah subhanahu wa taala wahai Muhammad Jangan engkau jangan engkau Muhammad gerakkan lidahmu untuk membaca Alquran karena hendak cepat-cepat menguasainya jadi nabi sahu wasallam saking bersemangatnya ya beliau lebih duluan menggerakkan lisan beliau daripada malaikat Jibril harusnya Jibril terlebih dahulu membacakan sampai selesai kepada nabi kita Muhammad sahu wasallam baru setelah itu diikuti oleh Nabi Muhammad was ya jadi Jibril itu dia mengajarkan Alquran secara talaqi ya Secara tatap muka Jibril membacakan kepada nabi kita Muhammad lalu diikuti hleh Nabi Muhammad wasam in kata Allah subhahu wa taala kamilah yang mengumpulkanquran itu di dalam dadamu dan membacakannya apabila kami telah selesai membacakannya maka Ikutilah bacaannya in kemudian sesungguhnya kamilah yang menjelaskannya jadi prosesnya setelah Jibril mendengar Allah berfirman Jibril turun datang kepada nabi kita Muhammad Sallahu alaii wasallam dikumpulkan di dada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Alquran baru setelah itu dibacakan oleh Jibril dijelaskan cara membacanya setelah dibaca oleh Jibril barulah kemudian diikuti oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diikuti nah dalam proses inilah Nabi Muhammad ditegur oleh Allah jangan tergesa-gesa untuk mengikutinya terkadang Nabi Muhammad belum Jibril selesai membaca tapi sudah membacanya duluan ditegur oleh Allah subhanahu wa taala biarkan Jibril selesai membacanya terlebih dahulu baru ikuti maka Jibril kemudian membacakan al-quran kepada Nabi Muhammad Lalu setelah itu diikuti oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam setelah tahu cara membacanya baru diberikan bayannya diberikan penjelasannya sehingga Jibril menjelaskan maksud ayat ini seperti ini dan seperti itu inilah proses diturunkannya al-qur'an kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam setelah itu barulah para sahabat mendengar langsung al-qur'an tersebut dari nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam melalui lisan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kata Ibnu qudamah dibawa turun oleh Ruhul Amin yaitu Jibril kepada hati penghulu para rasul yaitu hati Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dengan bahasa Arab yang jelas ini contohnya ada hikmahnya Kenapa Ibnu qudamah menyebutkan bahwasanya al-qur'an itu diturunkan dengan berbahasa Arab ditegaskan oleh Ibnu qudamah karena ada sebagian orang yang mereka beranggapan Allah tidak berfirman dengan menggunakan bahasa arab Allah berfirman dengan bahasa jiwa Ya Allah berfirman dengan bahasa jiwa tapi kemudian Jibril yang membahasakan bahasa tersebut dengan bahasa Arab ini bukan Jibril yang membahasakan namun memang firman Allah subhanahu wa taala ketika Allah berfirman menggunakan bahasa arab Allah berfirman menggunakan bahasa apapun yang dikehendaki olehnya ini hak Allah subhanahu wa taala makanya Ibnu qudamah menjelaskan di sana dengan bahasa Arab yang jelas ada hikmahnya Kenapa Ibnu qudamah menjelaskan al-qur'an itu diturunkan oleh Jibril menggunakan bahasa Arab yang jelas dan yang diturunkan bukan makhluk diturunkan bukan makhluk darinya dia berawal Minu bada waaihiudu baik ini juga ada p kenapa Ibnu qudamah menyebutkan minhu bada untuk membantah akidah sebagian orang ya Jadi maksud Ibnu qudamah minhu bada Alquran itu bermula dari Allah subhanahu wa taala al-quran difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala didengar oleh Jibril disampaikan kepada Nabi Muhammad makanya disebut Alquran itu bermula dari Allah Allah yang pertama kali memfirmankannya Kenapa disebut seperti itu karena ada anggapan sebagian orang-orang jahmiyah mereka memiliki anggapan Allah menciptakan makhluk di dalam Lauhul mahfuz Allah ciptakan al-qur'an Allah tempatkan di dalam Lauhul mahfuz kata mereka ini makhluk ya al-qur'an itu adalah makhluk Allah tempatkan dalam Lauhul mahfuz kemudian Jibril melihat apa yang ada di dalam Lauhul Mahfud baru kemudian disampaikan baru kemudian disampaikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak demikian akidah kita ahlusunah Wal Jamaah akidah kita Allah subhanahu wa taala berfirman langsung didengar oleh Jibril dibawa oleh Jibril disampaikan kepada Nabi Muhammad bukan prosesnya Allah menciptakan makhluk diletakkan di lauhil mahfuz itulah yang Kemudian dilihat oleh Jibril bukan seperti itu makanya penulis menyebutkan di di berawal al-qur'an tersebut dari Allah subhanahu wa taala wa ilaihi yaud dan kepada Allahlah al-qur'an tersebut akan dikembalikan apa maksudnya akan dikembalikan perlu diketahui di akhir zaman nanti al-quran itu akan terhapus Pak akan diangkat oleh Allah subhanahu wa taala terhapus dari lembaran lembaran tidak ada lagi huruf-huruf di mushaf-mushaf al-quran di lembaran-lembaran al-quran pada hari kiamat nanti sudah tidak ada lagi yang bisa dibaca dan juga Allah akan menghapusnya mengat mengangkat nya dari dada-dada para hamb-nya sehingga pada hari kiamat menjelang ditegakkannya hari kiamat tidak ada lagi al-qur'an yang tertulis dan tidak ada lagi al-qur'an yang dihafalkan itulah maksud penulis bahwasanya al-qur'an itu akan dikembalikan kepada Allah subhanahu wa taala Ia adalah kumpulan surat-surat yang muhkamat ayat-ayat yang jelas dan huruf-hurufnya maupun kalimat-kalimatnya baik sampai di sana kita membaca pada pertemuan yang lalu kita baca kalimat berikutnya yang disampaikan oleh Ibnu quamah almaqisi di dalam pada halaman 41 Fi muhkamun waasabihunun waun warun wa nahyuniladai w filat 42 at Ar Mak diaendnya ak di datanginya dari depan dan tidak pula dari belakang ia diturunkan dari Yang Maha bijaksana dan maha terpuji baik ini di antara rincian terkait al-qur'an Bagaimana harusnya kita beriman kepada al-qur'an poin yang berikutnya yang disampaikan oleh Ibnu qudamah dan di sana sebenarnya juga sangat syarat akan ee faedah Bapak Ibu sekalian Maksudnya masing-masing apa yang diucapkan oleh Ibnu qudamah Di sana ada tujuannya sebenarnya Namun kita tidak akan membahasnya secara detail satu persatu kita akan lihat sebagiannya saja kita baca terlebih dahulu dari awal kata Ibnu qudamah Siapa yang membaca al-qur'an dengan RAB Yaitu sesuai dengan kaidah bahasa Arab maka dia akan mendapat 10 kebaikan pada setiap hurufnya Ia memiliki awal dan akhir al-qur'an itu berjuz-juz dan terbagi-bagi ada bagian-bagiannya yang terbaca dengan lisan terjaga di hati didengar di telinga tertulis di mushaf kita ambil contoh di sini apa hikmahnya Ibnu qudamah al-maqdisi menyebutkan bahwasanya al-qur'an itu dia terbaca dengan lisan terjaga di hati didengar di telinga tertulis di mushaf ada hikmahnya Ibnu qudamah ingin mengajarkan kepada kita bahwasanya meskipun al-qur'an itu dia tertulis di mushaf di lembaran-lembaran meskipun dia meskipun dia dibaca oleh orang-orang meskipun dia didengarkan oleh telinga meskipun dia terhafal di dalam hati-hati manusia tidak mengubah status al-qur'an yang merupakan kalamullah tidak kemudian berubah menjadi makhluk tidak meskipun dia posisinya tertulis di mushaf al-qur'an meskipun dia diucapkan oleh orang lain meskipun dia didengarkan oleh telinga tetap itu semua yang tertulis yang dibaca yang didengar itu semua statusnya tetap kalamullah itu semua tetap firman Allah subhanahu wa taala tidak kemudian berubahnya media mengubah statusnya menjadi makhluk Allah subhanahu wa taala maksud penulis adalah seperti itu makanya ada ungkapan yang disebutkan oleh para ulama asutuutul Qi Wal kalamu kalamul Bari kalau ada orang membaca al-qur'an ada orang yang membaca al-qur'an suara yang kita dengar itu adalah suaranya si pembaca al-qur'an ini bukan suara Allah subhanahu wa taala ya ini adalah suara yang membaca al-qur'an namun Firman tersebut adalah Firman Allah subhanahu wa taala Dia sedang membaca firman Allah subhanahu wa taala suara yang kita dengar itu suara si pembaca namun yang dia baca adalah Firman Allah subhanahu wa taala ya Sehingga demikian asutuutul khi Wal kalamu kalamul Bari kemudian di dalam al-qur'an tersebut ada ayat-ayat ayat-ayat muhkam dan ada ayat-ayat mutasyabihat ada Nasikh dan mansuk nah ini saya sebutkan contohnya lagi kenapa Ibnu qudamah menjelaskan Nasik dan mansuk ada hikmahnya Jadi Bapak Ibu sekalian perlu diketahui ada istilah Nasikh dan mansuk apa itu Nasik Nasik itu adalah ayat yang menghapus berlakunya ayat yang lainnya mansuk itu adalah ayat yang terhapus hukumnya hukumnya tidak lagi berlaku ya maka ada ayat di dalam al-qur'an yang demikian turun ayat ini sehingga ayat yang sebelumnya tidak lagi berlaku ini namanya Nasik dan mansuk di antara keyakinan kita ahlusunah Wal Jamaah ada ayat yang seperti itu Pak Ayat Dia turun menghapus ayat yang lainnya tidak lagi berlaku ayat yang lainnya tersebut karena ada sebagian orang yang mereka tidak berkeyakinan adanya Nasih dan mansuk kata mereka tidak ada yang terhapus dari al-qur'an ya Ada hukum dari al-quran itu ada yang terhapus saya sebutkan contohnya di sini disebutkan oleh Syekh Muhammad bin shh alusimin contoh ayat yang terhapus itu adalah masalah iddah wanita masa iddah ya masa iddah adalah masa di mana seorang wanita itu tidak boleh menikah iddah wanita yang ditinggal wafat oleh suaminya pertama kalinya Allah tetapkan S tahun kalau suami meninggal seorang wanita tidak boleh menikah setelahnya selama S tahun Allah firmankan hal tersebut Di dalam surah albaqah orang-orang yang meninggalunia diaraalian daninggalkanend wasiat kepada istri-istrinya yaitu diberi nafkah hingga setahun lamanya dan tidak disuruh pindah dari rumahnya Ya intinya di sana iddah wanita ditinggal wafat oleh suaminya pertama kalinya berdasarkan surah Albaqarah 240 tadi wanita masa Idahnya 1 tahun ini hukum awalnya demikian kemudian Ayat tersebut dinask dihapus tidak lagi berlaku dengan dengan Allah menurunkan Albaqarah 234 ya Albaqarah ayat 234 lihat Pak tadi yang pertama turun apa Albaqarah 240 yang belakangan turun 234 sehingga perlu kita ketahui sebagian banyak sebagian orang yang tidak paham terkait hal ini urutan ayat itu tidak menunjukkan urutan diturunkannya urutan masa diturunkannya Ayat tersebut Paham maksud saya Pak ayat 240 kan lebih di belakang daripada ayat 234 Namun ternyata yang lebih duluan turun adalah ayat Albaqarah 240 ayat 234 al-baqarah 234 yang turunnya belakangan malah ditempatkan lebih awal ya Sehingga belum tentu ayat di dalam al-qur'an itu ketika dia tempatnya lebih di belakang itu turunnya lebih lama bukan bisa jadi itu termasuk ayat yang awal-awal turun maka demikian ee bagaimana kita memahami urutan dalam al-qur'an ya kalau kita mau tahu bagaimana al-qur'an disusun sesuai dengan urutan turunnya maka ada kitab sendiri ya Sebagian ulama mereka menyusun kitab-kitab tafsir menyusun kitab asbabun nuzul itu sesuai timeline turunnya ayat al-quran disusun ayat-ayat al-quran tersebut berdasarkan waktu turunnya kapan yang mana yang paling pertama setelah itu turun ayat apa setelah itu turun ayat apa sampai yang terakhir turun ayat apa Nanti kita akan dapati hasilnya tidak seperti al-qur'an yang kita pegang ya Namun kita kembali lagi ke pelajarannya adalah tadi pada awalnya turun ayat 240 menjelaskan masa idah wanita 1 tahun kemudian Allah Hapuskan dengan turun Albaqarah 2 3 4 Allah ubah masa idah wanita menjadi 4 bulan 10 hari berubah ini contoh nask dan mansuk GU Pak ada ayat yang menghapus dan ada ayat yang dihapus keberlakuannya tidak lagi berlaku maka itulah yang disebutkan oleh Ibnu qudamah Kenapa beliau menjelaskan seperti itu karena ada orang-orang yang tidak berkeyakinan demikian mereka Menolak adanya nask dan masuk di dalam al-qur'an kemudian ada pembahasan tentang ayat yang khas ada yang am ini kita lewati terlebih dahulu dan ada ayat-ayat yang berupa perintah dan larangan lalu Beliau mengutipkan firman Allah subhanahu wa taala dari surah fusilat ayat 42 bahwasanya kebatilan tidak mendatangi Alquran tersebut dari depan dan tidak pula dari belakang ia diturunkan dari Yang Maha bijaksana dan maha terpuji baik berikutnyaran atyat 88 juga firmannyaaknya manus dan J Seran mereka tidak akan du yang ser dengan dia sekipun sebag Mere menjadiembantu seb yangin baik ini di anara sifat Alquran ya bahwasanya Alquran itu tidak bisa ditandingi Allah dalam beberapa ayat di dalam al-qur'an membuat semacam tantangan membuat semacam sayembara Barang siapa yang bisa mendatangkan sesuatu semisal dengan al-qur'an maka silakan datangkan Inilah dia yang disebut ya dengan tantangan yang abadi Pak tantangan ini berlaku sampai hari kiamat Barang siapa yang dia bisa membuat sesuatu dengan al-quran silakan datangkan tidak akan ada yang yang mampu maka ini di antara bentuk mukjizat al-qur'an ya para ulama mereka berbeda pendapat tentang apa esensi dari mukjizat al-qur'an ya al-qur'an kita beriman al-qur'an itu adalah mukjizat namun letak kemukjizatan al-quran itu ada di mana Sebagian ulama berpendapat bentuk kemukjizatan dari al-qur'an adalah tidak akan ada yang pernah menyamai al-qur'an seberapapun manusia mereka berkumpul S untuk membuat sesuatu yang semisal dengan Alquran tidak akan bisa ya makanya dulu pernah ada Musailamah alkazzab nabi palsu dia sama dia mengklaim diturunkan kitab kepada dia ketika ada salah seorang sahabat meminta kepada Musailamah alkazzab bukan salah seorang sahabat ada seseorang ya dia dia tidak beriman ketika itu bukan orang Islam bukan orang beriman dia meminta kepada Musa lamah al-kazzab bacakan kalau kamu benar Seorang nabi bacakan apa yang Allah turunkan kepadamu ya kemudian dia membacakan sebuah surat yang dia klaim sebagai firman Allah subhanahu wa taala dari Allah subhanahu wa taala ya yang dia beri nama surah al-wabr ya alwabr alwabr Ya saya cuma ingat dua ayat pertamanya ayat Berikutnya saya tidak ingat Apa itu alwabr alwabr yaitu ee semacam kelinci ya E kelinci-kelinci seperti itu lalu dia membacakan ayat-ayat berikutnya maka kata orang yang mendengar demi Allah saya tahu itu cuma buat-buatan kamu Ya saya tahu demi Allah itu cuma akal-akalanmu dari segi bahasa dari keindahan bahasa orang sudah bisa merasakan bahwasanya itu bukan berasal dari Allah subhanahu wa taala adapun al-qur'an dalam banyak ee buku Sirah kita mempelajari kita membaca Bagaimana dulu banyak orang-orang kafir mereka mengakui ini bukan bahasa Manusia Biasa Ini bukan bahasanya Muhammad ya ini sesuatu yang berbeda kata mereka bahkan mereka dalam kondisi kafir pun ikut menangis ketika mendengar al-qur'an ikut bersujud ketika mendengarkan al-qur'an mereka mengatakan ini sihir ini sihir ini bukan perkataan biasa demikian di antara bentuk kemukjizatan al-qur'an makanya sekali lagi al-qur'an Allah tantang manusia seluruhnya berkumpul kalian membuat sesuatu yang semisal dengan Alquran ini kalian tidak akan mampu baik yang berikutnyaabiadzi Q Fina kafarual Quran waq bauhum in illaqahu subhahu wa taa il kit Arab yang kafir dan akannyaera sebk bahiringatan dan yang jel berik Sir dan menetapkannya sebagai bacaan maka tidak ada lagi kesamaran bagi yang memiliki akal cerdas bahwa Alquran adalah kalamullah berbahasa Arab yang kata-katanya huruf-hurufnya dan ayat-ayatnya karena jika benar bukan seperti itu tentu tidak ada yang mengatakannya syair baik di sini Sebenarnya Bapak Ibu sekalian pembahasannya cukup butuh mikir agak keras sebenarnya karena ini untuk membantah syubhat sebenarnya sebagian orang-orang yang terpengaruh dengan ilmu filsafat Mereka kemudian punya keyakinan bahwasanya al-quran itu adalah kalam Nafsi istilahnya Apa itu kalam Nafsi bahasa jiwa Allah subhanahu wa taala Allah berfirman tidak bisa didengar tidak ada kalimatnya tidak ada kata-katanya mereka berkeyakinan seperti itu lalu muncullah para ulama mereka membantah keyakinan disebut Allah berfirman bisa didengar dan kata-katanya itu ada hurufnya itu ada ya itu sebenarnya yang ingin dituju oleh Ibnu qudamah dalam dua paragraf terakhir dan beberapa paragraf e sebelumnya namun saya sampaikan terlebih dahulu bahwasanya ada sebagian orang yang mereka terpengaruh oleh ilmu filsafat yang ini juga diyakini dalam ee akinan asyairah dalam akidah asyairah saya bacakan di antaranya perkataan terkait hal ini para ulama asyairah baik di anaranya dikatakan oleh Al Imam alghazali kata Al Imam alghazali kami berkeyakinan bahwasanya mustahil adanya suara dalam zat Allah subhanahu wa taala Imam Gazali dalam kitabqad mengatakan kami berkeyakinan mustahil ada suara dari zat Allah subhanahu wa taala dan mustahil Allah Taala berbicara dengan sifat semacam ini Adapun huruf-huruf maka huruf adalah sesuatu yang muhdas sesuatu yang baru sehingga sifat kalam adalah sifat kalam qadim yang ada pada zat Allah subhanahu wa taala bukan huruf dan bukan pula suara jadi kalau keyakinan Imam al-ghazali dalam kitab alqad fil altisad filqad kata kata beliau Allah berfirman namun tidak ada suaranya namun tidak ada kata-katanya tidak ada huruf-hurufnya beliau tidak berkeyakinan seperti itu ya beliau berkeyakinan seperti itu tidak ada kata-kata dan tidak ada suara pada firman Allah subhanahu wa taala contoh lainnya adalah saya kutipkan perkataan Fakhruddin arazzi ya salah seorang ulama dalam mazhab asyairah kata Fakhruddin arazzi kalau ada yang bertanya Bagaimanakah Jibril mendengar kalamullah sedangkan kalamullah itu tidak berupa huruf dan tidak ada suaranya demikian perkataan rozizi pendapat arrazi keyakinan dia firman Allah itu tidak ada hurufnya tidak ada kata-katanya dan tidak ada suaranya Lalu bagaimana caranya Jibril Mendengar hal tersebut kata ada dua ada berapa peluang peluang yang pertama Allah menciptakan bagi Jibril pendengaran untuk mendengar kalam Nafsi untuk mendengar kalam Nafsi tadi bahasa jiwa Allah subhanahu wa taala Allah ciptakan Jibril memiliki kemampuan dengan pendengaran tertentu sehingga Jibril bisa paham apa yang diinginkanh Allah subhanahu wa taala ini peluang pertama kata peluang yang kedu Allah cakan di dalam Lauhul mahfuz sebuah kitab dengan susunan yang khusus seperti al-qur'an Lalu Allah lalu Jibril membaca apa yang ada di dalam Lauhul mahfuz lalu dihafalnya disampaikan kepada Nabi Muhammad ini peluang yang kedua kata arrazi bisa jadi caranya seperti itu Allah ciptakan sesuatu dalam lahul mahfuz yang semisal dengan al-qur'an dibaca oleh Jibril dihafal disampaikan kepada Nabi Muhammad atau peluang yang ketiga Allah menciptakan suara yang terpisah-pisah dengan susunan yang khusus pada jisim tertentu kemudian diambil atau ditangkap oleh Jibril Allah Taala ciptakan untuk Jibril berupa ilmu bahwa hal tersebut adalah ibarah adalah ee ungkapan yang mengungkapkan kalam Nafsi yang qadim dari Allah subhanahu wa taala demikian Pak sulit bagi kita pak ya sulit bagi kita untuk memahami hal tersebut ya makanya kita pak kalau datang kepada orang awam yang jauh dari agama Pak kita mengajar akidah kita sebutkan Allah subhanahu wa taala beristiwa di atas Arsy mudah bagi mereka untuk menerima Pak kita sampaikan Allah subhanahu wa taala berfirman firman Allah bisa didengar oleh malaikat Jibril Jibril menyampaikan kepada Nabi Muhammad mudah untuk diterima sesuai dengan fitrah orang Pak Tapi kalau kemudian kita sampaikan kepada orang awam Allah caranya Allah menurunkan al-qur'an Allah berbicara dengan Bahasa jiwa kemudian Jibril memiliki kemampuan tertentu untuk mendengar lalu Jibril menjelaskan mengungkapkan dengan bahasanya itulah bahasa Arab kemudian bahasa Arab tersebut disampaikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bingung orang atau dengan dua penjelasan lainnya yang disampaikan oleh arrazi tersebut akan membuat orang kebingungan untuk memahami akidah Islamiyah itu seperti apa seharusnya ya oleh karena itulah ya tadi akidahnya pun kita sulit untuk memahami makanya kita juga memahami bantahannya juga agak sulit Sebenarnya ya sebenarnya yang disampaikan oleh Ibnu qudamah di sini adalah bantahan-bantahan untuk keyakinan-keyakinan tersebut ya kita tidak mendetail membahasnya di sana Saya khawatir nanti akan menyebabkan e kebingungan pada jemaah sekalian namun intinya adalah bahwasanya Alquran adalah kalamullah Allah memfirmankan Alquran didengar oleh Jibril sampaikan oleh Jibril kepada nabi kita Muhammad sallallahu alaii wasallam sudah sampai situ saja ya mudah bagi kita untuk memahaminya karena memang demikianlah yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad sallallahu alaii Wasallam kepada para sahabat beliau radhiallahu anhum kita cukupkan demikian Insyaallah kita lebih Eh detailkan lagi pada pertemuan yang berikutnya pembahasan yang lebih lanjut masih terkait hal ini lebih kurangnya mohon maaf wasallallahu ala Nabina Muhammad waa alihi wasbihi Wasallam subhanakallahumma wabihamdika amualaikum warahmatullah wabarakatuh

wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi mwabarakatuh

Daftar Isi | Kajian | Muhammad Rezki Hr | Kitab Lum'atul I'tiqad | Al-Qur'an Adalah Kalam Allah 2

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary
Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku, agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku.
[al Jumu’ah/62 : 10]
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung“.

Kontak

Ukhuwah, kritik, saran, masukan silakan hubungi:

Klik Di Sini