11. Al-Qur'an Adalah Kalam Allah #1

Kitab Lum'atul I'tiqad (Karya Ibnu Qudamah al-Maqdisi)

Ustadz Muhammad Rezki Hr

حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

/

3
Isi Ceramah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaikalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalikumsalam Alhamdulillah Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu wassalamu ala asrofil ambiyaai wal mursalin nabiina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain waman tabiahum biihsanin Ila yaumiddin Amma ba'duh bapak-bapak ibu-ibu ikhwan dan akhwat para hadirin hadirat para pemirsa di mana pun anda berada aazani Allah wakum Jamian Alhamdulillah di malam hari ini kembali kita bisa berkumpul di majelis ini dalam rangka kita melanjutkan pelajaran kita bersama-sama Insyaallah membaca kitab lumatulqad karya Ibnu qudamah almaqdisi rahimahullahu taala rahmatan wasiatan dan langsung saja kita masih di dalam pembahasan yang sama di antara akidah ahlusunah Wal Jamaah sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu qudamah di dalam bab ini kita wajib beriman Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalam Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalam sifat kalam yang qadim apa maksudnya sifat kalam yang qadim Allah subhanahu wa taala itu berfirman berbicara sudah sejak dahulu kala Ya Allah subhanahu wa taala sudah berbicara sejak dahulu kala sejak awal ya atau bahkan tanpa awalan sudah sejak dahulu kala bukanlah kemampuan Allah subhanahu wa taala atau sifat Allah subhanahu wa taala baru bisa berbicara itu belakangan Bukan tapi Allah subhanahu wa taala sudah berbicara berfirman memiliki sifat kalam sejak dahulu kala Adapun firman-firman Allah susunan-susunan kalimatnya inilah yang sifatnya hadis sesuatu yang baru kalimat-kalimat Allah adalah sesuatu yang baru yang baru Allah firmankan ketika Allah berkehendak ya firman Allah adalah Firman yang hadis dalam artian kalimat-kalimatnya susunan-susunan firman Allah subhanahu wa taala itulah yang baru sudah kita baca banyak keterangan terkait hal ini sudah banyak ayat yang kita baca namun kita masih menyisakan sebagian di antaranya yang akan kita baca pada kesempatan malam hari ini kita akan baca ada dua ayat dari Surah Thaha lalu kita akan baca beberapa hadis dan beberapa riwayat terkait hal ini sebelum nanti kita kalau masih sempat kita masuk ke tema yang sudah disampaikan tadi yaitu di antara pembahasan yang terkait dengan hal ini keimanan kita bahwasanya al-qur'an adalah kalamullah baik kita baca terlebih dahulu Surah Thaha ayat 11 sampai 12 di halaman 37 subhanendnya aha yang dis Quran surah tha ayat 11 S 12 lanjutkana firmannyah sesguhnya Aku Allah yang tidak adabahan yang berhak disah kec aku aku maka Bapak Ibu sealian ini Diara lainnya ayat dari al-qur'an yang menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat Kalam dan kalamnya Allah subhanahu wa taala adalah kalam yang bisa didengar firman Allah bisa didengar oleh makhluk-makhluk yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk mendengarnya sekali lagi kita ulangi di antara makhluk yang Allah pilih untuk Mendengar secara langsung firman Allah subhanahu wa taala adalah musa alaih salam kita ulangi lagi ceritanya Musa ketika dia pindah ke negeri madyan lalu dia menikah di negeri madyan dengan istri mertuanya dia berkeinginan untuk memboyong istrinya kembali ke negeri Mesir Dalam perjalanan pulang inilah kemudian Musa diajak berbicara oleh Allah subhanahu wa taala ya Jadi ceritanya Musa kedinginan di suatu malam di perjalanannya bersama keluarganya dia kedinginan lalu sampailah dia kemudian melihat api yang dia ambil api tersebut pada kejadian itulah kemudian Allah subhanahu wa taala mengajak Musa berbicara makanya gelar Musa adalah kalimullah manusia yang pernah diajak berbicara secara langsung oleh Allah subhanahu wa taala di antara hal yang di Allah ee di antara firman Allah subhanahu wa taala yang Allah firmankan ketika berbicara dengan Musa adalah dalam surat At thaaha ayat 11 sampai 12 ini ceritanya nya kata Allah subhanahu wa taala ketika Musa mendatangi Lembah tua maka Musa diseru oleh Allah subhanahu wa taala ya Musa wahai Musa inni Ana rbuk Sesungguhnya aku adalah rabmu faklaika lepaslah kedua sandalmu innaka Bil wadil muqadasi tua karena sesungguhnya kamu berada di lembah tua nama lembahnya lembah yang disucikan oleh Allah subhanahu wa taala maka di sana jelas sekali Musa mendengarkan firman Allah subhanahu wa taala dan manusia yang diizinkan oleh Allah subhkan firman Allah ketika ketika dinaikkan ke langit keetu barulah kemudian nabi kita Muhammad wasam mendengar firman Allah secara langsung kemudian di anara firman Allah subhanahu wa taala yang Allah firmankan kepada Musa adalah Firman Allah subhahu wa taala wahai Musa Sesungguhnya aku adalah Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku maka sembahlah aku saja ini di antara firman Allah subhanahu wa taala yang Allah sampaikan kepada Nabi Musa alaih salam sehingga jelas sekali Bapak Ibu sekalian Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalam Allah subhanahu wa taala berbicara dengan pembicaraan dengan kalimat-kalimat yang bisa didengar karena sekali lagi kita ulangi Ada Kenapa kita perlu membahas ini Pak ya pembahasan seperti ini perlu kita rinci sampai seperti itu karena semenjak munculnya kelompok-kelompok yang kemudian mereka memiliki anggapan yang bertentangan dengan hal tersebut itu akidah yang benar ada kaum muslimin mengaku sebagai orang muslim yang berkeyakinan pertama Allah tidak memiliki sifat kalam ya Yang keyakinan Allah tidak memiliki sifat Kalam Di anaranya adalah jahmiah di anaranya adalah mtazilah kelompok jamiah kelompok mtazilah menolak Allah tidak bisa berbicara Allah tidak miliki sifat kalam Allah tidak berfirman makanya nanti pembahasan yang terkait dengan hal ini di antara keyakinan mtazilah adalah Alquran itu makhluk yang Allah ciptakan itu bukan firman Allah ini keyakinan mtazilah apa akarnya Kenapa mereka bisa berkeyakinan seperti itu karena mereka menolak Allah miliki sifat berfirman kita ahlusunah Wal Jamaah berkeyakinan Allah subhanahu wa taala berfirman yang kedua akidah kita ahlusunah Wal Jamaah Allah subhanahu wa taala berfirman dengan firman yang bisa didengar kalimatnya adalah kalimat-kalimat Hakiki yang bisa didengar karena ada sekelompok kaum muslimin yang berkeyakinan Allah berfirman namun firman Allah itu istilahnya adalah kalam Nafsi Allah berbicara pada dirinya sendiri tanpa ada suaranya yang bisa didengar namun Jibril paham Nabi Muhammad paham kemudian jibrilah yang membahasakan apa yang Allah firmankan di dalam dirinya sendiri sehingga al-qur'an itu kata sebagian orang adalah ungkapan Jibril ketika Jibril berupaya memahami apa yang Allah firmankan diungkapkan oleh Jibril melalui susunan-susunan kalimat tidak demikian Allah subhanahu wa taala berfirman dengan kalimat-kalimat yang bisa didengar masmuun bisa didengar bahkan ini Pak ya yang luar biasanya Pak demikian Pak kita itu repot kalau berakidah tidak seperti akidah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu serba repot Pak repot kemudian harus takwil sini takwil sana harus meluruskan ini harus meluruskan itu contohnya Pak tadi kita katakan di antara kelompok yang tidak beriman Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat berfirman adalah jahmiyah jahmiyah menolak Allah berfirman Lalu bagaimana mereka menafsirkan ayat-ayat dalam Surah at thaa tadi dalam Surah Thaha tadi Allah berfirman kepada Musa apa apa tafsiran orang jahmiyah terhadap ayat ini kata jahmiyah yang berkata seperti itu adalah pepohonan yang ada di sekitar lembah tua ya yang berbicara kepada Musa itu adalah pohon wallahuam bagaimana maksudnya mekanismenya apakah pohon paham kalimat Allah ataukah Allah misalnya menggerakkan pohon untuk menyampaikan sesuatu tapi kata orang-orang jahmiyah yang menyampaikan kalimat-kalimat tadi kepada Musa adalah pepohonan yang ada di lembah itu sampai seperti itu Pak repot jadinya kita kalau berakidah seperti itu ya Adapun kalau kita pasrah menerima Ya sudah Allah berfirman dengan firman yang bisa didengar sudah selesai memang itulah yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa taala waman ahsanu minallahi haditaa tidak ada kalimat yang lebih baik itu daripada kalimat-kalimat Allah Allah berfirman demikian dalam al-qur'an itu sudah kalimat yang paling bagus itu sudah kalimat yang paling mudah untuk dipahami sebagaimana kita memahaminya maka seperti itulah yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa taala tidak kemudian jelimet-jelimet muter-muter menafsirkan ayat-ayat untuk membenarkan apa yang diyakini makanya di situ kemudian kata penulis ahah di halaman 37 tidak boleh mengatakan seperti ini pihak selain Allah Maksudnya tadi kan yang difirmankan oleh Allah dalam Surah tha Inah aku adalah Allah tidak mungkin pohon yang mengatakan seperti itu seperti tafsirannya orang-orang jahmiah Ya seperti tafsirannya orang-orang jahmiah tidak mungkin pohon mengatakan innaniallah Aku adalah Allah baik hadis berikutnya kita baca waq Abdullah in Masud Radiallahu anhu waqala Abdullah Ibnu Masud radallahuu takahuah aii was Abdah Abdullah Bin Masud radallahu anu berkata apabila Allah berbicara Wahyu maka suaranya didengar oleh penduduk langit ini diriwayatkan nabi dari nabi sallallahu alaihi wasallam hadis riwayat albukhari 91 atau sebelum nomor 7481 yang benar Mauk baik ini di antara dalil dari hadis yang menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala yang pertama Allah memiliki sifat kalam Allah berfirman Allah berbicara yang kedua pembicaraan Allah firman-firman Allah itu bisa didengar oleh para makhluk yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala dalilnya sangat tegas dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud Abdullah bin Mas'ud berkata Za takallamallahu Bil wahyi samiutahu ahlus sama apabila Allah berbicara dengan sebuah Wahyu berbicara Wahyu maka suaranya didengar oleh penduduk langit yaitu didengar oleh para malaikat jelas sekali di sana dikatakan oleh Abdullah bin Mas'ud dan riwayat-riwayat yang semisal dengan ini ini hadis maukuf hadis maukuf itu maksudnya yang mengucapkan adalah Abdullah bin Mas'ud ya yang mengucapkan adalah Abdullah bin Mas'ud sahabat nabi namun kalau kita mau cari hadis-hadis yang bersambung sampai nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam banyak seali Pak yang mengatakan bahwasanya para malaikat mereka mendengar firman Allah subhanahu wa taala ya di anaranya saya bacakan salah satu hadis hadis dari naas bila seb wahuang atau berguncang dengan keras bila hal itu didengar oleh penghuni langit maka mereka akan pingsan para malaikat itu pingsan ketika mendengar firman Allah subhanahu wa taala mereka sujud kepada Allah para malaikat malaikat pertama yang mengangkat kepalanya setelah mereka pingsan setelah mendengar firman Allah adalah Jibril alaih salam Lalu Allah menyampaikan wahyu yang dikehendaki oleh Allah kemudian Jibril melewati penghuni langit para malaikat setiap kali melewati penghuni sebuah langit maka penghuni langit tersebut akan bertanya kepada Jibril wahai Jibril apa yang telah difirmankan oleh RAB kita Mereka bertanya wahai Jibril tadi yang sudah sudah difirmankan oleh Allah apa kemudian Jibril alaih salam mengatakan Allah subhanahu wa taala berfirman dengan kebenaran dan Dia Maha Tinggi lagi mahaar sehingga sangat-sangat jelas Allah subhahu wa taal firman dan firman Allah bisa didengar Bagaimana mungkin ada kemudian sebagian orang berakidah Allah tidak bisa berfirman Allah tidak berbicara dan bagaimana mungkin firman-firman Allah dikatakan adalah firman-firman yang tidak bisa didengar sangat bertentangan dengan ayat-ayat dan hadis-hadis yang ada hadis berikutnya akan kita baca kita baca terjemahnya saja nanti Namun sebagai pengantar hadis inilah Pak yang diceritakan pernah saya sampaikan di awal pertemuan pertama dikisahkan bahwasanya sahabat Jabir bin Abdillah rela menempuh perjalanan 2 bulan bolak-balik untuk mencari Abdullah bin unais dalam rangka mendengarkan sebuah hadis Jabir bin Abdillah di kota Madinah Abdullah bin unais di Syam Abdullah bin eh Jabir bin Abdillah dia tahu Abdullah bin unais pernah mendengar sesuatu dari Rasulullah tapi dia tidak pernah mendengarnya secara langsung maka Jabir bin Abdillah kemudian mencari unta membeli unta melakukan perjalanan pergi sat bulan pulang satu bulan sampai di negeri Syam dia langsung mengetuk pintunya Abdullah Bin unais keluar pembantunya Abdullah bin unais kata Jabir bin Abdillah sampaikan kepada tuanmu bahwasanya Jabir berada di pintu rumahmu disampaikan oleh pembantunya kepada Abdullah bin unais Abdullah bin unais sama-sama sahabat Pak dulu sama-sama di Madinah tapi kemudian Abdullah bin unais ikut berjihad tinggal di negeri Syam disampaikan oleh pembantunya kepada Abdullah bin unais dari dalam Abdullah bin unais langsung berteriak Jabir bin Abdillah yang ada di pintu rumah itu apakah Jabir bin Abdillah dari kota Madinah kata Jabir bin Abdillah Naam betul diriwayatkan Abdullah Bin unais Langsung gelagapan langsung dia mencari sarungnya mencari pakaiannya berlari ke muka pintu langsung dipeluknya Jabir bin Abdillah dia terkejut Ada apa gerangan engkau sampai dari kota Madinah mengetuk pintu rumahku kata Jabir bin Abdillah saya mendengar engkau meriwayatkan sebuah hadis yang saya belum pernah mendengar hadis tersebut dari Rasul wasam secara langsung dan Saya khawatir kata Jabir engkau wafat dalam kondisi saya belum pernah mendengar hadis tersebut secara langsung maka kemudian Jabir bin Abdillah meminta Abdullah bin unais menyampaikan hadisnya maka inilah Dia hadisnya yang disampaikan oleh Abdullah bin unais kepada sahabat Jabir bin Abdillah Radiallahu anhu k kata Abdullah binaii was yahsurullahul khq yaumalqiamah Atan hufatan urlan buhman funadihim butin yasmau Man bauda Kama yasmauhu manquba anal mulku anad Dayan atau anal Malik anad Dayan rahu Al aimmah wastashada bihi Al buukhariyu kita baca terjemahnya di halaman 38 diriwayatkan dari Abdullah bin unais dari nabiahuaihi was bersabda Allah menghimpun manusia pada hari kiamat keadaan telanjang tanpa danangeng ja diun nomor 2081 dan Ahmad nomor 1950 juga dijadikan penguat oleh albukhari nomor 3349 baik Bapak Ibu sekalian itu dia terjemah hadisnya namun di sana ada sedikit koreksi Ya baik kita baca saja terlebih dahulu kata Abdullah bin unais Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya allah akan menghimpun manusia pada hari kiamat dalam keadaan telanjang tanpa beralat kaki tanpa berkhitan dan tidak membawa Apun tidak ada satuun yang dibawa ya dalam keadaan telanjang tidak beralas kaki tidak dikhitan maka dalam kondisi seperti itu lalu dia memanggil mereka bukan ada yang memanggil bukan funadi ya bentuknya aktif fi'il maklum bukan fi'il majhul sehingga silakan diganti ada Yangnya itu dicoret mengganti dia lalu dia memanggil mereka dia di sana adalah maksudnya Allah subhanahu wa taala Lalu Allah subhanahu wa taala memanggil mereka seluruh umat manusia di padang mahsyar nanti dengan suara yang didengar oleh orang yang jauh seperti didengar oleh orang yang dekat apa yang diseru oleh Allah subhanahu wa taala apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala di padang mahsyar nanti an Malik itu arabnya juga Keliru bukan mulku tapi Ana almik aku adalah raja an dayyan Aku adalah addayyan yaitu zat yang maha membalas terjemahnya juga keliru ya aku adalah raja aku adalah raja yang maha membalas Aku adalah zat yang maha membalas sehingga salah satu nama Allah subhanahu wa taala adalah addayan dalam sebuah Hadis disebutkan Wadan Dalam Hadis disebutkan albirru la yabla kebajikan itu tidak akan usang wambuunsa dosa tidak akan dilupakan Wadan la yamut addayan tidak akan pernah mati Pak Apa itu adddayan yaitu Allah subhanahu wa taala zat yang maha membalas tidak akan pernah mati berbuatlah semaumu karena seperti Apun kamu berbuat maka seperti itu pulah balasan yang akan engkau balasan yang akanau dapatkan sehinggaan diantara nama Allah zat yang maha membalasah namun yang menjadi pelajaran kita adalah di sana disebutkan ole nabi kita Muhammad wasallam had yangiwayleh Abdah binis bahwasanya Allah berfirman di padang mahsyar nanti didengar oleh seluruh umat manusia anal Malik an Dayan Aku adalah almalik Aku adalah Adan sehingga pelajarannya yang pertama Allah berfirman yang kedua firman Allah mampu didengar oleh umat manusia nanti seluruhnya di padang mahsyar riwayat berikutnya yang terakhir terkait hal ini kita baca terjemahnya saja di halaman 39 dalam sebuah B musam Mat ap berjakhnyaetnyanyau di di di dan di dia pun menyadari bahwa sifat ini tidak layak kecuali milik Allah Taala Musa berkata engkau Tuhanku Apakah ini kalammu yang aku dengar atau kalam utusanmu jawabnya bahkan kalam kalamku Hai Musa maka ini dia riwayat yang terakhir ikhwani fillah wa akhwati fidin yang dibawakan oleh penulis untuk menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalam Allah berfirman ini riwayat yang dikisahkan tentang Bagaimana kejadian Musa tadi dalam perjalanan dia dari negeri madian menuju Mesir kemudian dia kedinginan di sebuah malam dia kemudian melihat ada kobaran api dia mendatangi kobaran api tersebut kemudian terjadilah percakapan antara Musa dengan Allah subhanahu wa taala sebagaimana tadi riwayat yang sudah kita baca baik kemudian kita akan berpindah ke pembahasan yang berikutnya yang masih berkaitan dengan dengan sifat Allah subhanahu wa taala yaitu sifat kalam Allah berfirman keyakinan kita bahwasanya al-qur'an adalah Firman Allah subhanahu wa taala al-qur'an adalah kalamullah ini keyakinan yang wajib untuk kita miliki Bapak Ibu sekalian karena ada sebagian orang yang berkeyakinan bahwasanya al-qur'an itu bukan kalamullah namun mereka berkeyakinan al-qur'an adalah makhluk di antara yang berkeyakinan ak al-qur'an adalah makhluk adalah kelompok yang bernama muktazilah di zaman dulu Bapak Ibu sekalian perlu diketahui fitnah al-qur'an adalah makhluk adalah fitnah yang luar biasa fitnah maksudnya adalah cobaan bagaimana kaum muslimin ahlusunah di zaman dulu mereka dicoba diberikan ujian oleh Allah subhanahu wa taala terkait keyakinan yang benar bahwasanya al-quran adalah kalamullah di antara yang mendapatkan ujian tersebut adalah Imam Ahmad bin hambal rahimahullahu taala kita tahu muktazilah ketika itu sangat berkuasa mereka dekat dengan penguasa dengan khalifah mereka dekat sehingga khalifah di zaman itu itu berakidah-akidah mtazilah di antara akidah mtazilah menolak Allah berfirman Allah tidak punya sifat Kalam dan menolak Alquran itu adalah Firman Allah kata mereka Alquran adalah makhluk inilah keyakinan yang dimiliki oleh khalifah ketika itu makanya kemudian khalifah karena berkeyakinan seperti itu menguji para ulama yang ada Ketika itu dipanggili para ulama disampaikan ujian Menurut kalian Alquran itu makhluk atau firman Allah maka para ulama yang mereka menjawab al-quran adalah makhluk selamat para ulama yang kemudian tidak mau mengatakan Alquran sebagai makhluk sebagian mereka dibunuh sebagian mereka dipenjara sebagian mereka disiksa Imam Ahmad termasuk yang kek Sebagian ulama mereka mau Pak dalam rangka menyelamatkan jiwa kalau mau mengatakan al-quran sebagai makhluk selamat sehingga mereka menganggap ini kondisi darurat kita menyelamatkan jiwa kita akhirnya mereka ngetrik Pak mereka katakan al-quran injil taurat zabur Ini semua adalah makhluk Ini semua adalah makhluk apa maksudnya pak triknya seperti apa maksud mereka adalah yang makhluk itu adalah jari jemari mereka ini mereka seperti itu al-qur'an Taurat Injil Zabur Ini semua adalah makhluk Allah sampai seperti itu pak di zaman dulu kalau tidak seperti itu ditangkap dibunuh tapi Imam Ahmad tetap kekeh tidak mau mengatakan bahkan seperti itu pun Imam Ahmad tidak mau karena Imam Ahmad adalah Imam terkemuka seandainya Imam Ahmad Mau mengatakan seperti itu atau bahkan mengatakan al-qur'an makhluk maka terkorbankanlah kondisi umat ketika itu umat kemudian akan berkeyakinan seperti itu tapi pintu tetap bertahannya ahlusunah Wal Jamaah di zaman itu adalah Imam Ahmad yang kekah rela Imam Ahmad disiksa rela Imam Ahmad dipenjara bertahun-tahun berganti banyak khalifah Pak berganti banyak khalifah sampai akhirnya khalifah yang terakhir menerima dakwahnya Imam ah Ahmad dia berkeyakinan dengan keyakinan ahlusunah Wal Jamaah baru Imam Ahmad dilepaskan makanya kata para ulama yang menjaga Islam itu setelah sepeninggalan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ada dua yang jasanya sangat besar yang pertama adalah Abu Bakar jasa Abu Bakar adalah memerangi orang-orang murtad banyak sahabat ketika itu yang tidak sepakat tidak setuju jangan kita perangi orang-orang yang tidak mau bayar zakat jangan bahkan termasuk juga kebijakan Abu Bakar memerangi orang yang tidak mau bayar zakat memerangi dan menjaga orang-orang yang murtad ini ini peran besar Abu Bakar ketika itu membuat stabil kembali umat Islam karena banyak yang murtad tidak mau bayar zakat setelah Rasulullah wafat peran Abu Bakar yang pertama yang kedua adalah perannya Imam Ahmad bin hambal seandainya Imam Ahmad bin hambal mengatakan al-qur'an adalah makhluk maka terjadi fitnah yang luar biasa di tengah-tengah kaum muslimin tidak terjaga akidah yang benar tapi Imam Ahmad mengorbankan dirinya makanya Imam Ahmad disebut sebagai imamnya ahlusunah Wal Jamaah maka seperti itu Bapak Ibu sekalian keyakinan kita terhadap al-qur'an al-qur'an adalah kalamullah sebelum kita bahas kita lihat penjelasan Ibnu qudamah almaqdisi pertanyaan mendasar Pak Sebenarnya Pak Memangnya kenapa Ustaz kalau kita berkeyakinan Alquran itu makhluk al-quran itu kalamullah memangnya kenapa Apakah ada konsekuensi amal kita ini sama pertanyaannya Pak seperti dulu tahun 2011-22 ada muncul film yang judulnya 2012 ingat ini berasal dari ramalan bahwasanya tahun 2012 itu kiamat ya 2012 kiamat muncul film untuk menangkap momentum itu sebagian Ustaz kemudian mendakwahkan Jangan percaya dengan hal tersebut Jangan percaya dengan hal tersebut sebagian orang kemudian protes Memangnya Ustaz Kenapa Ustaz Enggak usah diurus seperti itu memangnya kenapa kalau orang percaya Memangnya kenapa membuat dia tidak beramal atau malah dia tambah rajin beramal atau seperti apa ini pertanyaannya sama ketika kita membahas Allah subhanahu wa taala di atas Arsy atau di mana memangnya kenapa kalau kita tidak beriman Allah di atas Arsy konsekuensi terhadap amal kita apa apakah kemudian orang itu jadi tidak salat tidak mau naik haji Misalnya ini pertanyaan yang sering kita dapati maka jawabannya Bapak Ibu sekalian jawaban paling mendasar Apa pentingnya kita berakidah dengan Akidah yang benar adalah karena ini kaitannya dengan keimanan yang namanya keimanan itu adalah masalah pembenaran kita membenarkan Alquran arkan hadis atau tidak perkaranya itu Pak ketika kita mengatakan al-qur'an itu adalah kalamullah kita berkeyakinan al-qur'an adalah kalamullah artinya kita membenarkan al-quran dan hadis Kita percaya kepada firman Allah kita percaya kepada Sabda Rasulullah S wasallam hanya perkaranya itu Pak ketika orang itu mengatakan saya tidak beriman al-qur'an adalah kalamullah keimanan saya adalah al-quran itu makhluk artinya dia menolak ayat-ayat Alqur'an dia menolak hadis-hadis Rasulullah sahu Wasallam yang sangat gamblang tadi sudah kita baca dia mendustakan Allah dan rasulnya meskipun pada tataran amal barangkali tidak berkonsekuensi ketika orang dia berkeyakinan Alquran makhluk Alquran kalamullah ya sama-sama salatnya l waktu masih sama sama-sama hajinya ke Baitullah ya masih sama pada tataran amal tapi ini kita berbicara tentang iman yang namanya iman itu adalah pembenaran membenarkanquranenarkan yang sangat jelas sebelum kita baca paragraf pertama di sini Allah sebutkan dalam surahbah kata Allah subhahu wa taal k Allah ta kalau ada salah satu dari kalangan-orang itu perlan kep lindungan tersebut sehingga mereka bisa mendengar kalam Allah Apa yang dimaksud kalam Allah di sana al-qur'an jelas sekali dalam surah at-taubah Allah mengatakan kalamullah yaitu al-qur'an sehingga al-qur'an adalah kalamullah ketika ada orang mengatakan al-quran itu bukan kalamullah al-qur'an adalah makhluk Allah dia menolak ayat ini dia menolak ayat dari surah at-taubah yang sudah kita bacakan tadi baik kita baca paragraf pertama yang dibawakan oleh Ibnu qudamah terkait pembahasan bahwasanya Alquran kalamullah di halaman 40 kita baca terjemahnya saja Alquran kalamullah dan termasuk kalamullahal alquranim yaitu kitabullah yang jelas talinya yang kokoh dan jalannya yang lurus yang diturunkan semestaam turun oleh Ruhul Amin yaitu Jibril kepada Hari penghulu para rasul dengan bahasa Arab yang jelas yang diturunkan bukan makhluk darinya ia berawal dan kepadanya ia kembali Ia adalah kumpulan surat-surat muhkamat dan ayat-ayat yang jelas huruf-hurufnya maupun kalimat-kalimatnya baik ada terjemah yang keliru Di sana ada Taipo saya bacakan saja termasuk kalamullah ya atau ee al-qur'an dan kalamullah al-qur'an kalamullah dan itu dicoret Pak itu bukan bukan termasuk bagian dari paragrafnya Ya mulai paragrafnya itu dimulai dari termasuk kalamullah di antara bagian dari firman Allah adalah al-quranul azim Allah berfirman di antara yang Allah firmankan itu itulah dia al-qur'an al-qur'an dari awalnya sampai akhirnya seluruhnya adalah Firman Allah sehingga al-quran itu adalah kitabullah yang jelas talinya yang kokoh dan jalannya yang lurus diturunkan oleh RAB semesta alam diturunkan dari Allah subhanahu wa taala dibawa turun oleh Ruhul Amin yaitu Jibril kepada hati bukan hari ya kepada hati penghulu para rasul dengan bahasa Arab yang jelas yang diturunkan bukan makhluk yang turunkan itu bukan makhluk tapi firman Allah darinya dia berawal dan kepadanya akan dikembalikan pada hari kiamat menjelang hari kiamat al-qur'an akan ditarik oleh Allah subhanahu wa taala dikembalikan kepada Allah subhanahu wa taala dia adalah kumpulan-kumpulan surat-surat yang muhkamat dan ayat-ayat yang jelas huruf-hurufnya maupun kalimat-kalimatnya jelas jadi nanti akan kita rincikan di pertemuan berikutnya terkait hal ini namun secara umum yang namanya nya al-qur'an adalah Firman Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman didengar oleh Jibril Jibril mendengar apa yang didengarkan oleh Jibril inilah kemudian dibawa turun oleh Jibril diajarkan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dibacakan langsung oleh malaikat jibril sehingga menancap ke dalam hati nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dijelaskan prosesnya dalam surah alqiamah ya dijelaskan proses ketika Allah menurunkan al-qur'an Allah berfirman di bawah Jibril Lalu bagaimana Jibril menjelaskan mengajarkan kepada nabi kita Muhammad sallallahu Ali wasallam dijelaskan dalam surat al-qiyamah akan kita rincikan pada pertemuan berikutnya Insyaallah kita cukupkan pada pertemuan kali ini demikian mohon maaf atas berbagai kekurangan mudah-mudahan ada manfaatnyaallahu ala nabi muhhanakallah wihamda asadu allaahailla Anta astagfirukaubu ilalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi mwabarakatuh

Daftar Isi | Kajian | Muhammad Rezki Hr | Kitab Lum'atul I'tiqad | Al-Qur'an Adalah Kalam Allah 1

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary
Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku, agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku.
[al Jumu’ah/62 : 10]
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung“.

Kontak

Ukhuwah, kritik, saran, masukan silakan hubungi:

Klik Di Sini