Penyimpangan Aqidah
Ustadz Maududi Abdullah, Lc.
حَفِظَهُ الله تعالى
Cabang ketaatan kepada rasul tercinta sallallahu alaihi wasallam Kita disuruh berbakti kepada orang tua kita namun berbakti dalam bab yang sifatnya sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah kalau melenceng maka bak yang benar adalah tidak taat
Tidak juga pantas untuk seorang wanita yang mukminah apabila Allah dan rasulnya telah menyatakan sebuah pendapat sebuah perkara tidak pantas bagi mereka punya pilihan lain dalam perkara itu wajib patuh dan taatnya kepada apa yang Allah nyatakan dan kepada apa yang Rasul katakan dan itu yang dibuktikan oleh para sahabat Ridwan di antara mereka adalah orang-orang yang sangat terkenal dengan baktinya kepada orang tuanya namun untuk kemaksiatan tidak sekarang di antara kita hidup di permukaan bumi umat Islam yang tahu itu adalah kematian tetap mereka kerjakan dengan alasan ini bakti kepada orang tua lain kita patuh dan taat tapi ketaatan dan kepatuhan kepada rasul di atas ketaatan dan kepatuhan kepada kedua orang tua semoga Allah ta'ala ke atas dan kepatuhan kepada Allah dan rasulnya di atas segala-galanya amin ya rabbal alamin merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya pertemuan sebelumnya kita telah berbicara tentang kaidah apabila kita ingin akidah kita benar dan tidak melengking dan tidak menyimpang ada tiga kaidah kita sebutkan kalau ada di antara kita yang masih ingat kaidah yang pertama kita ingin akidah kita sahih benar tidak salah wajib bersumber daripada Alquran dan yang kedua wajib memahaminya sesuai dengan pemahaman yang ketiga jangan main akal tidak dalam bab-bab yang gaib termasuk Bapak tidak jangan akal menjadi modal utama atau atau dalil utama tapi dalil utama dalam Alquran dan Sunnah atau harus mengikut akan digunakan tapi mengikut kepada dalil yang ada di dalam Alquran dan sunnah dan tidak boleh bertolak belakang dengan Alquran dan nah ini yang telah kita sampaikan pada kesempatan yang berubah pada kesempatan yang lalu dan juga kita sampaikan kalau kita pegang teguh kaidah ini tiga kaidah penting ini dalam ingin memiliki akidah yang benar Insya Allah Insya Allah Insya Allah perlahan tapi pasti sesuatu yang salah yang pernah kita yakini terkikis
Secara tempat jauh secara waktu juga sudah jauh daripada masa kenabian ibarat air mengalir dari sumbernya yang jernih dan dia telah berjalan dengan sangat panjang akan tetapi Allah berjanji menjaga agamanya zikir agama Allah kami yang turunkan kami pasti menjaganya kalau bukan karena penjagaan Allah sudah lama hilang saya lihat Rasul kita tercinta Muhammad shallallahu alaihi wasallam dengan perjalanan waktu yang sangat panjang bercampur dengan adat istiadat bercampur dengan musuh yang memasukkan ke dalam agama Allah sesuatu yang bukan bagian daripada agama Allah bercampur dengan orang yang ingin menolong agama Allah dengan cara yang salah bercampur dengan adat istiadat dari aneka ragam negeri kalau bukan Allah yang menjaga kita tidak akan bisa mempertahankan agama Allah yang murni agama Allah yang shahih sampai ayat ini bukan kekuatan manusia namun Allah yang telah berjanji menjaga agamanya sehingga perjalanan panjang tersebut bagi orang-orang yang di hatinya masih ada keseriusan untuk mencari mana yang benar itu janji Allah di akhir surah alangkah kabut orang-orang yang benar-benar serius mencari jalan kami kami pasti akan tunjukkan kepadanya jalan itu serius dia bermujahadah berjuang dia untuk mencari mana yang benar dan perhatikan yang ada dalam agama Islam ketika mereka mencari kebenaran muaranya adalah Alquran dan Sunnah di atas pemahaman dari kelompok b obat daripada kelompok dari kelompok pengkafir dan orang obat daripada kelompok bunuh membunuh tempat dari kelompok takwil sifat Allah subhanahu Wa ta'ala kepada muaranya mana mereka bertaubatnya kepada pemahaman Alquran dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salah itu mereka menemukan apa yang mereka cari selama ini walau di aneka ragam kelompok dan sekte yang ada dalam agama Islam dan tidak sedikit di antara mereka yang bercerita kepada kita sudah melarang buana aneka ragam di dalam agama Islam dan mungkin di antara kita ada mantan-mantannya juga mungkin walaupun yang senyum-senyum anda rasa mungkin itulah orangnya anak-anak nggak tahu cari kebenaran di kelompok ini tak menemukan menjadi kebenaran di kelompoknya ini yang benar hindari beda lagi cari lagi di tempat ini loh kok begini sampai dia bertemu Alquran dan sunah sesuai dengan pemahaman masalah akidah yang kemarin kita katakan pada pertemuan sebelumnya yang tidak menggunakan akal kecuali menyesuaikan akal dengan Alquran apabila keluar dari kaidah ini maka manusia akan terjebak kepada akidah aqidah yang melenceng dan menyeleweng menyimpang keanekaragaman yang pertama orang tua orang tua yang menyampaikan kepada kita yang salah sehingga dari kecil dikatakan ini akidah ini akidah kita ini akidah kita ini akidah kita dan dalilnya hadis Nabi Muhammad
Penyebab menyebarnya aqidah yang tak sesuai dengan Alquran karena tidak kembali kepada Alquran kembalinya kepada apa yang didikkan oleh orang tua kalau logika yang sehat bagaimana mungkin kecil itu Tuhan kita itu Tuhan kita yang harus kita hormati kedua kita yang tidak boleh kita itu Tuhan kita telah berbuat baik sehingga manusia cerdas profesor pun mempertuhankan itu logika dengan akidah karena kalau dari kecil faktor penyebab utama juga adalah kebiasaan di tengah masyarakat di lingkungan yang lebih besar yaitu adat istiadat yang ada di tengah masyarakat kita kita dengar dari tetangga ini kita dengar tetangga itu kita dengar dari sahabat kita ini kita dengar dari ketua kampung kita akhirnya masuk ke dalam di dalam keyakinan kita aqidah kita atau dari seorang guru yang berbicara tanpa ilmu lalu kita ikut saja patuh saja kepada apa yang dia katakan walau tidak ada dalilnya dari
Terbukti zaman sekarang umat Islam tidak bisa bersatu karena telah mengambil jalan yang bervariasi dan tidak menjadikan satu itu jalan itu saja sebagai panduan hidup dalam kehidupan beragama kalau itu bebas mengikuti apa saja yang dia inginkan untuk dia ambil hancur agama kita namun sebelum itu ada dua hal penting yang ingin anda sampaikan poin yang pertama kita memuliakan orang tua kita memuliakan orang tua kita kita diperintahkan Allah untuk memuliakan orang tua kita dua kita memuliakan guru kita kita memuliakan orang tua di tengah masyarakat wajib untuk memuliakan orang tua Kirana tidaklah kelompok kita orang yang tidak pandai menyayangi anak kecil dan tidak pandai memuliakan orang tua maka kita memuliakan orang tua orang tua di kandung kita kita memuliakan memuliakan guru-guru kita kita memuliakan ketua-ketua kampung kita harus akan tetapi ingat bahwa memuliakan mereka kembali kepada ketaatan kepada Allah dan dan rasulnya setidaknya ada dari orang tua kita sesuatu yang tahu kita tidak sesuai dengan Alquran dan Sunnah terutama dalam bab akidah sebagaimana yang kita kita bicarakan sekarang bukanlah ketaatan kepada orang tua bukanlah memuliakan orang tua tetap mengikuti orang tua walau berbeda dengan apa yang ada di dalam Alquran anda dan sunah seperti yang telah kita sampaikan di dalam awal mula dan akan mendatangkan kepada manusia itu orang tampak tuh orang tuanya itu orang tak memuliakan orang tuanya Orang tuanya pengen dia enggak mau hingga akhirnya banyak sekarang ini orang yang sudah tahu kebenaran akhirnya meninggalkan kebenaran karena dia merasa harus patuh dan taat kepada orang tua batu dan taat kepada orang tua Ilham di dalam kebenaran bukan kepada orang tua Vita dalam ketaatan kepada Allah dan rasulnya bukan ilmu tegak dari nabi kita tercinta sahabat tidak boleh patuh dan taat kepada siapapun daripada makhluk kalau itu dalam perbuatan maksiat kepada Allah wahai orang tua yang saya cintai wahai guru yang saya muliakan wahai tertua tertua kampung yang saya hormati saya ikuti kalian
Mendengar langsung mata ini menyaksikan langsung salah seorang ahli ilmu mengatakan di Masjid Nabawi mengatakan menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang ada di tengah masyarakat tidak mampir menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang ada di tengah masyarakat itu lebih outbound selagi tidak selagi tidak maksiat ini kaidah seperti yang anda katakan tadi telinga ini mendengar langsung mata ini menatap langsung kepada yang berbicara salah seorang ulama di kota nabi menyampaikan materi nya ini mendengar langsung di Masjid Nabawi beliau mengatakan dan ketika itu beliau ditanya tentang posisi celana di atas mata kaki pertanyaannya adalah lebih baik dalam memakai celana persis Di atas mata kaki mata kaki di atasnya dikit sekarang lah karena juga mungkin setengah betis mana yang seharusnya kita lakukan atau beliau semuanya baik yang setengah begitu sesuai dengan sunnah Rasul di bawahnya sesuai di atasnya sesuai dengan sunnah rasul yang tidak sesuai di bawah mata kaki yang bersih itu semuanya sunah mulai dari atas mata kaki sampai ke dalam sunnah dan silakan amalkan namun penting sesuai dengan kebiasaan masyarakat juga perlu untuk diperhatikan apabila antum mengangkatnya setengah betis dan itu tidak sesuai dengan kebiasaan di tengah masyarakat antum lebih ampun apabila meletakkannya di atas mata kaki saja yang berbeda jauh dari kegiatan di tengah masyarakat apalagi masyarakat sekarang yang sudah mulai mentalkan nanti akan berubah percayalah dan itu tergantung arus bawah yang membuatnya dan manusia pengekor arus.