Lima Keistimewaan Nabi ﷺ
Tematik
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Jumat, 5 September 2025
🏢 Masjid Al Aman, Sidoarum, Yogyakarta
Pembahasan kajian pagi ini tentang taubatnya Bani Israil tafsir surah Al Baqarah 54, kisah bani Israil adalah salah satu yang paling banyak diceritakan dalam Al Quran hikmahnya adalah karena ada banyak kemiripan antara umatnya Nabi Muhammad ﷺ dengan umatnya Nabi Musa, ada yang mendapatkan pahala dan ada yang mendapatkan hukuman dari Allah, keberadaan kisah-kisah tersebut untuk menguatkan hati sebagaimana Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Al-Furqan Ayat 32;
قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلْقُرْءَانُ جُمْلَةً وَٰحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَٰهُ تَرْتِيلًا
Artinya: Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).
Kisah Bani Israil berawal dari apa yang dijelaskan Allah سبحانه و تعالى dalam firmanNya Surat Al-Baqarah Ayat 51;
إِذْ وَٰعَدْنَا مُوسَىٰٓ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ ٱتَّخَذْتُمُ ٱلْعِجْلَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَنتُمْ ظَٰلِمُونَ
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim.
Taurat turun dalam satu kitab utuh, ini berbeda dengan Al Quran yang diturunkan secara bertahap melalui Jibril kepada Nabi Muhammad ﷺ yang ditulis oleh para sahabat selama masa dakwah beliau di Mekkah & Madinah kurang lebih 22-23 tahun. Hikmah dari diturunkannya Al Quran secara berangsur-angsur tersebut adalah menepis tuduhan kaum musyrikin bahwasanya Al Quran buatan Muhammad ﷺ.
Perbuatan syirik Bani Israil merupakan kufur nikmat karena dilakukan pasca Bani Israil diselamatkan Allah dari kejaran tentara firaun, sebagaimana dijelaskan Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Al-Baqarah Ayat 50;
إِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ ٱلْبَحْرَ فَأَنجَيْنَٰكُمْ وَأَغْرَقْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.
Bani Israil enggan beriman kepada Allah sebelum melihat Allah, dalilny firmanNya Surat Al-Baqarah Ayat 55;
إِذْ قُلْتُمْ يَٰمُوسَىٰ لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى ٱللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ
Artinya: Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya".
مَّ بَعَثْنَٰكُم مِّنۢ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.[Surat Al-Baqarah Ayat 56]
Cara taubatnya Bani Israil adalah mereka saling membunuh diantara mereka.
إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ يَٰقَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنفُسَكُم بِٱتِّخَاذِكُمُ ٱلْعِجْلَ فَتُوبُوٓا۟ إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَٱقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ عِندَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang".[Surat Al-Baqarah Ayat 54]
Wallahu 'alam
wallahu a'lam