Lima Keistimewaan Nabi ﷺ

Tematik

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Ahad, 7 September 2025

🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Yogyakarta

Pembahasan kajian sore ini perihal sikap sang guru terhadap murid yang salah, sebuah kisah perjalanan dakwah dan jihad Khalid bin Walid bersama guru beliau Nabi Muhammad ﷺ, Khalid bin Walid dikenal dengan pedang Allah yang terhunus, hampir di setiap perang yang dijalaninya tidak lepas dari 2 kemungkinan jika tidak menang maka selamat pasukannya.

Dalam perang Yarmuk bertemu pasukan kaum muslimin dengan pasukan kaum nasrani (romawi), muncul anggapan dari Jurjah seorang Nasrani bahwa Khalid memiliki pedang sakti namun ditanggapi oleh Khalid bin Walid dengan jawaban tidak benar demikian, maka kemudian Khalid mengajak Jurjah masuk islam & Jurjah masuk islam berperang bersama kaum muslimin. Kita tahu dalam islam bahwa para sahabat tidak dibekali dengan ilmu kanuragan, senjata sakti, maupun kemampuan untuk bisa terbang, namun dibekali dengan iman dan tawakal kepada Allah yang sangat tinggi, sehingga dengan bekal itulah bisa menghadapi risiko kehidupan di jalan Allah.

Khalid bukanlah seorang ulama mujtahid, bukan orang yang lebih senior dibandingkan sahabat yang lain sebagaimana Ibnu Abbas, Abdullah bin Umar dan sahabat lainnya, Khalid bin Walid masuk islam di tahun 8 H. Beliau masuk islam belakangan dibanding sahabat lainnya, maka beliau pernah ditanya kenapa baru sekarang masuk islam, beliau menjawab bahwasanya ditengah-tengah kami itu ada orang yang kami anggap akalnya itu seperti gunung, lebih cerdas, lebih kaya, lebih berpengalaman dari Nabi Muhammad ﷺ. Dengan alasan itu Khalid tidak mengikuti Rasulullah ﷺ. Terkadang orang terkesima dengan gelar dan jabatan sehingga terhalangi dari hidayah islam, ada sebagian orang menolak masuk islam padahal bukti-bukti kuat telah menunjukkan kebenaran islam, namun karena parameternya adalah teknologi & sains di negara eropa lebih maju dari negara-negara islam. Ini anggapan yang keliru, tidak ada hubungan antara kebenaran dengan sains & teknologi. Allah سبحانه و تعالى berfirman;

قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِىَ ٱلرَّأْىِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍۭ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَٰذِبِينَ

Artinya: Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".[Hud Ayat 27]

Nabi ﷺ suatu kali mengirim Khalid bin Al Walid ke bani Jidzamah dengan misi mengajak mereka masuk Islam, namun rupanya mereka belum fasih mengucapkan; "Aslamnaa" (kami masuk Islam) sehingga mereka keceplosan mengucapkan Shabba'naa (yang makna secara harfiah kami sembah matahari), mereka terus saja mengucapkan Shabba'na, Shabba'na -sekalipun maksudnya aslamnaa-Maka Khalid membantai diantara mereka dan sebagian lain ia tawan, dan ia serahi masing-masing kami seorang tawanan yang ia perintahkan untuk dibunuh di hari selanjutnya. Saya protes "Demi Allah, saya tak akan membunuh tawananku, dan setiap kawanku juga tak akan membunuh tawanannya." Hingga akhirnya kami menemui Nabi ﷺ dan kami utarakan kasusnya kepada beliau ﷺ. Serta merta Nabi ﷺ mengangkat tangannya sembari bersabda: ALLAAHUMMA INNII ABRA'U ILAIKA MIMMAA SHANA'A KHALID (Ya Allah, saya berlepas diri kepada-MU dari perbuatan-perbuatan Khalid bin Al Walid. Beliau ulang dua kali.[Hadits Shahih Al-Bukhari No. 3994 - Kitab Peperangan]

Wallahu 'alam

3
Isi Ceramah Lengkap

wallahu a'lam