Sampai Kapan Kita Berselisih?
Tematik
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
*Sampai Kapan Kita Berselisih?*
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Ahad, 29 Juni 2025
🏢 Masjid Al Ikhlas, Ciledug
Pembahasan kajian pagi adalah tentang sampai kapan kita berselisih, hal ini merupakan sunnatullah karena dalam Al Quran, telah ditegaskan dengan firman Allah سبحانه و تعالى ;
لَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةً وَٰحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ
Artinya: Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,[Hud Ayat 118]
لَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Artinya: Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.[Hud Ayat 119]
Selain itu telah dikabarkan Rasulullah ﷺ dalam sabdanya, dari Abu Najih Al-‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah ﷺ memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang membuat hati menjadi bergetar dan mata menangis, maka kami berkata, ‘Wahai Rasulullah! Sepertinya ini adalah wasiat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah wasiat kepada kami.’ Nabi ﷺ bersabda,
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَي اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun kalian dipimpin seorang budak. Sungguh, orang yang hidup di antara kalian sepeninggalku, ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan Sunnah khulafaur rosyidin al-mahdiyyin (yang mendapatkan petunjuk dalam ilmu dan amal). Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, serta jauhilah setiap perkara yang diada-adakan, karena setiap bidah adalah sesat.” (HR. Abu Daud, no. 4607 dan Tirmidzi, no. 2676. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).
Yang lebih penting adalah bagaimana cara kita menyikapi perbedaan karena kelak kita akan mempertanggungjawabkannya di akhirat, dapat kita sampaikan bahwa secara umum perbedaan pendapat ada 2, yakni;
1. Perselisihan yang bersumber dari ajaran Nabi ﷺ (beragam, tanawwu'), semisal redaksi doa iftitah, perbedaan ini dapat kita bagi menjadi 2 yakni ;
- sudah disatukan, karena proses nasikh & mansukh, maupun karena adanya ijma sahabat, semisal model qira'ah
- tidak mungkin dihilangkan, semisal redaksi doa dalam shalat
2. Perselisihan tadhad, konsekuensinya hanya satu yang benar sedangkan yang lainnya salah, dapat kita petakan menjadi ;
a. Semangat mengikuti kebenaran, terjadi dikalangan para ulama ahlus sunnah baik dalam perkara fiqih ibadah, muamalah, disebabkan karena cara pandang yang berbeda di antara para ulama ahlus sunnah, termasuk di dalamnya adalah ;
- perbedaan karena sisi pendalilan yang kuat (mu'tabar)
- perbedaan karena sisi pendalilan yang lemah (ghairu mu'tabar)
b. Disebabkan karena keyakinan yang menyimpang, semisal perbedaan antara Ahlus Sunnah dengan Syiah, pada perkara nikah mut'ah, Ahlus Sunnah dengan Mu'tazilah, Ahlus Sunnah dengan Khawarij dan firqah sesat lainnya.
wallahu 'alam
Isi ceramah lengkap