Pertolongan Allah Di Penghujung Harapan
(Nasehat Singkat)
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
*Pertolongan Allah Di Penghujung Harapan*
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Jumat, 30 Mei 2025
🏢 Masjid Al Aman, Sidoarum, Yogyakarta
Ketetapan syar'i adalah semua perintah, larangan, maupun aturan yang hukumnya mubah, wajib, makruh, sunnah, haram, ibadah kita terkait ketetapan syar'i kepada Allah adalah dengan ketaatan.
Ketetapan kauni adalah takdir apapun yang terjadi pada hambaNya, itu semua merupakan ketetapan kauni, aktivitas ketetapan kauni ada 2 yakni ;
1. Sebelum terjadi ; merencanakan kegiatan namun tidak bisa menentukan hasilnya
2. Pasca terjadi ; berhasil atau gagal, ketika berhasil kita diajarkan untuk bersyukur agar tidak ujub (merasa hebat) karena keberhasilan murni pemberian dari Allah, seperti Nabi Sulaiman عَلَيْهِ السَّلَامُ contoh hamba yang pandai bersyukur, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah سبحانه و تعالى ;
الَ ٱلَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌ مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ كَرِيمٌ
Artinya: Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia".[An-Naml Ayat 40]
Ketika gagal maka diajarkan untuk bersabar, agar selalu berbaik sangka kepada Allah (khusnudzon), karena apabila gagal biasanya emosi dan justru su'udzon kepada Allah, maka orang yang sabar ridha terhadap ketetapan Allah.
Ibadah kita terhadap ketetapan kauni adalah ;
1. Tawakal sebelum kejadian
2. Ridha setelahnya kejadian
Tawakal diajarkan agar hamba memahami bahwasanya setiap masalah itu tidak mampu diselesaikannya sendiri karena hamba itu lemah, sehingga serahkan urusannya kepada Allah. Ketika menyerahkan urusan kepada Allah yang Maha Kuasa, maka beban hamba akan menjadi lebih ringan dan tidak menjadi pikiran.
مَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا
Artinya: ..Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.[At-Talaq Ayat 3]
Untuk bisa tawakal maka hamba harus memupuk keimanan dan keyakinan, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى
ن يَنصُرْكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا ٱلَّذِى يَنصُرُكُم مِّنۢ بَعْدِهِۦ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Artinya: Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.[Ali ‘Imran Ayat 160]
Semakin kuat keimanan & keyakinan maka akan semakin kuat tawakalnya, sehingga pertolongan Allah semakin dekat, jika tawakalnya setengah-setengah maka pertolongan Allah juga setengah-setengah.
wallahu a'lam
wallahu a'lam