Nasihat Untuk Kaum Muslimin

Tematik

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Rabu, 3 September 2025

🏢 Masjid Al Hidayah, Krajan, Yogyakarta

Majlis ilmu adalah majlis yang diberkahi sebagaimana sabda Nabi ﷺ, dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhuma, mereka berdua berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir (mengingat) Allah, melainkan mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan sakinah (ketenangan), dan mereka disebut oleh Allah di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.’” (HR. Muslim, no. 2700)

KIta akan membahas ayat-ayat dalam Al Quran, kita tahu bahwa Al Quran mengandung hikmah yang banyak, berbeda dengan perkataan manusia, berulang-ulang kita membaca Al Quran tidak akan pernah bosan, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Luqman Ayat 27

لَوْ أَنَّمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَٰمٌ وَٱلْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَٰتُ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ayat yang dimaksud adalah firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Asy-Syu’ara Ayat 88;

وْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

Artinya: (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,

لَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya: Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,[Surat Asy-Syu’ara Ayat 89]

Ayat ini bercerita tentang Nabi ibrahim ketika mendakwahi kaumnya dan ayahnya untuk bertauhid namun ayahnya menolak, ada 4 hal dialog antara Nabi Ibrahim dengan ayahnya ;
1. Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?
2. Wahai ayahku, jangan menyembah setan
3. Wahai ayahku, aku memiliki ilmu yang tidak engkau miliki
4. Wahai ayahku, sesungguhnya aku khawatir bahwa engkau akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka engkau menjadi kawan bagi syaitan

Kondisi terakhirnya mereka tidak mau menerima dakwahnya Nabi Ibrahim, kemudian beliau menyatakan permusuhan atas perbuatan mereka, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Al-Mumtahanah Ayat 4;

دْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ إِذْ قَالُوا۟ لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءَٰٓؤُا۟ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةُ وَٱلْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَحْدَهُۥٓ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ أَمْلِكُ لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۖ رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

Artinya: Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali".

Sifat akhirat adalah hari dimana harta dan anak-anak tidak bermanfaat kecuali datang dengan hati yang selamat, hal ini merupakan sikap teladan dari Nabi Ibrahim untuk menjaga keselamatan aqidah dari kesyirikan.

Wallahu 'alam

3
Isi Ceramah Lengkap

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi wa mawalah. Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Shawatu rabbi wasalamu alaih wa ala alihi wa ashabih waman tabial huda ila yaumil kiamah.
Ahlan wasahlan bikuduri fadilati syekh Muhammad alhasyimi hafidahullahu taala waraa fi hadal masjid almubarak.

Alhamdulillah, insyaallah nanti tema materi kajian kita berkaitan dengan nasihat untuk umat Islam yang sangat kita butuhkan. Dan dalam kajian ini akan disampaikan oleh beliau kurang lebih sampai pukul setengha delapan. Nanti ketika datang waktu isya kita jeda sebentar untuk mendengarkan adzan Isya. Kemudian kita lanjut dan beliau tadi menyanggupi jika materi sudah selesai namun masih ada waktu yang tersisa akan dibuka kesempatan tanya jawab.

Bismillahirrahmanirrahim.
Innal hamda lillah nahmaduhu wa nasta’inuhu, wa nastaghrifuh, wa na’udzu billahi min syuruuri anfusinaa wa sayyiaati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lahu, wa mayudhlil falaa haa diya lahu. Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuuluhu.

Naam, setelah beliau menyampaikan mukadimah dan beliau berdoa kepada Allah taala semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan urusan kita. Rabbisrohli sadri wayassirli amri. Kemudian beliau menyampaikan kata pengantar terkait ucapan selamat datang di salah satu masjid Allah Taala. Semoga Allah subhanahu wa taala memberkahi pertemuan kita dan Allah jadikan tempat pertemuan kita ini sebagai tempatyang barokah. Di mana Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan, "Sebagaimana yang disabdakan Nabisallallahu alaihi wasallam, apabila ada sekelompok umat yang berkumpul di salah satu rumah Allah, maka Allah subhanahuwa taala akan menurunkan rahmat, menurunkan assakinah, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah berikan banyakkeutamaan yang lainnya".
Naam.

Materi kita akan membahas satu ayat yang terkandung dalam Al-Qur'an.
Kemudian beliau menyampaikan, "Kita tahu bahwasanya semua ayat-ayat dalam Al-Qur'an berisi hidayah, hikmah-hikmah yang sangat banyak dan semua pernyataan manusia disampaikan secara berulang itu akan membuat orang jadi merasa bosan, kecuali kalam Allah, firman-firman Allah. Berkali-kali kita membaca kalamullah, berkali-kali dan tidak ada istilah kita bosan dengannya dan kita selalu bisa menggali dan mengambil pelajaran darinya. Dan ini salah satu di antara pembenar firman Allah Subhanahu wa taala yang Allah sebutkan di surat Luqman; "Andaikan seluruh pohon di muka bumi dijadikan oleh Allah sebagai pena, sedangkan air lautan dijadikan sebagai tintanya bahkan dilipatkan sampai tujuh kali lautan itu tidak akan bisa menghabiskan kalimat-kalimat Allah saking banyaknya hikmah yang bisa kita gali dari kalam-kalam Allah.

Dan insyaallah di kesempatan kali ini kita akan mengambil pelajaran dan hikmah dari beberapa ayat yang nanti akan kita bahas. Naam.

Ayat yang dimaksud adalah firman Allah Subhanahu wa taala, "Pada hari di mana harta dan anak keturunan tidak akan memberikan manfaat kecuali bagi mereka yang datang menghadap Allah dengan hati yang salim.
Ayat ini disebutkan oleh Allah di surat Asyuara, bercerita konteksnya tentang kisah Nabi Ibrahim Alaih Salam ketika beliau mendakwahi kaumnya dan mendakwahi ayahnya, mengajak mereka untuk beriman dan kembali kepada ajaran tauhid. Namun kita tahu ayahnya menolak dan Allah Subhanahu wa taala jelaskan lebih detail sebagaimana yang Allah Subhanahu wa taala sebutkan di surah Maryam.

Allah Taala berfirman, "Wa Adhkur Fi Al-Kitabi Ibrahima Innahu Kana Siddiqaan Nabiyaan. idh Qala Liabihi Ya Abati Lima Ta'budu Ma La Yasmau Wa La Yubsiru Wa La Yughni Anka Shayaan. Ya Abati Inni Qad Jaani Mina Al-Ilmi Ma Lam Yatika Fa Attabini Ahdika Sirataan Sawiyaan. Ya Abati La Tabudi Ash-Shaytana Inna Ash-Shaytana Kana Lilrrahmani Asiyaan. Ya Abati Inni Akhafu An Yamassaka Adhabun Mina Ar-Rahmani Fatakuna Lilshaytani Waliyaan.

Qala Araghibun Anta An Alihati Ya Ibrahimu Lain Lam Tantahi Laarjumannaka Wa Ahjurni Maliyaan. Qala Salamun Alayka Saastaghfiru Laka Rabbi Innahu Kana Bi Hafiyaan. Wa Atazilukum Wa Ma Taduna Min Duni Allahi Wa Adu Rabbi Asa Alla Akuna Biduai Rabbi Shaqiyaan.

Dialog Nabi Ibrahim hiwar nabawi. Dialog seorang nabi yang dilakukan adalah Ibrahim dengan ayahnya. Semuanya diawali dengan panggilan sayang kepada ayahnya.
Ya abati, wahai ayahku. Padahal ayahnya menolaknya.
Dalam poin-poin itu, Nabi Ibrahim menyampaikan empat hal.
Yang pertama, Nabi Ibrahim menyampaikan, "Ya Abati Lima Ta'budu Ma La Yasmau Wa La Yubsiru Wa La Yughni Anka Shayaan" - Wahai ayahku, kenapa engkau menyembah makhluk yang tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, dan tidak bisa memberikan rezeki speser pun kepada ayah?
Wahai ayahku, janganlah ayah menyembah setan. Sesungguhnya setan itu musuh bagi Arrahman.
Wahai ayahku, aku memiliki ilmu yang tidak kau miliki. Maka ikutilah aku.
Wahai ayahku, aku takut engkau akan dihukum oleh Allah. Fatuna waliya. Sehingga kau akan menjadi teman bagi setan.

Meskipun ayahnya menolak. Sehingga ketika Nabi Ibrahim menyampaikan dakwah semacam ini, ayahnya mengatakan, "Laillam tantahiarjumannak wahjurni maliya." Kalau kau tidak berhenti dari dakwahmu itu, maka aku akan melemparimu dan tinggalkan aku dari sini. Namun Ibrahim tetap menghormati ayahnya. Dan ini salah satu di antara bagian dari bentuk ihsan dan upaya birrul walidain. Memberikan sikap yang terbaik bagi orang tua sebagaimana yang Allah pesankan dalam Al-Qur'an. "Jika orang tuamu memaksamu untuk berbuat syirik dengan cara yang tidak benar, maka janganlah kalian mentaatinya."
Naam

Seusai dialog yang disampaikan oleh Ibrahim. Dan ternyata kondisi terakhirnya mereka tidak mau menerima dakwahnya Nabi Ibrahim alaihialatu wasalam. Hingga beliau putus asa untuk bisa mendapatkan pengikut baik dari keluarganya maupun dari masyarakatnya. Setelah semua telah disampaikan, maka Ibrahim menyatakan sikap albaraah, menyatakan sikap permusuhan dengan praktik perbuatan mereka, kesyirikan. Dan berikut pelakunya sebagaimana yang Allah Subhanahu wa taala tegaskan di surah almumtahanah; "Qod kaat lakum uswatun hasanatun fi Ibrahima walladzina maah." - Sungguh ada contoh dan teladan yang baik bagi kalian pada diri Ibrahim dan orang-orang yang mengikuti beliau. ketika mereka mengatakan kepada kaumnya, inna burau minkum wimma taudun minunillah - Kami berlepas diri dari kalian kami tidak ikut campur dengan kalian dan semua sesembahan yang kalian sembah selain Allah.

Dalam ayat ini memberikan kita pelajaran bagaimana sikap yang tepat seorang ahli tauhid, seorang muslim ketika dia sudah menyatakan Islamnya dan mengajak masyarakat yang lain untuk masuk Islam atau untuk menjauhi syirik. Namun ketika mereka tidak menerima, maka kita harus menyatakan saya dan kalian beda. Aku tidak mau bersatu dengan kalian.Menyatakan sikap mufasalah, menyatakan sikap berbeda. Aku tidak mau bersatu dengan kalian..

Sebagaimana yang rinciannya Allah Subhanahu wa taala sebutkan di surat Asyuara tentang Qolbun Salim tadi. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Qala afaritum ma kuntum tabudun." Ibrahim mengatakan, "Tahukah kalian Tuhan yang kalian sembah?" Antum wa abaukum alqdamun, yang disembah oleh kalian dan leluhur kalian di masa silam. Mereka semua adalah musuhku kecuali Allah rabbul alamin. Alladzi khalaqani fahua yahdin walladzi hua wa maru fahua yasin. Kemudian Ibrahim menyebutkan sifat-sifat Allah. Sampai pada akhir kalimat Ibrahim berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Rabbi hab lii hukmanw wa alhiqnii bis saalihiin. Waj'al lii lisaana sidqin fil aakhiriin. Waj'alnii minw warasati Jannnatin Na'iim. Waghfir li abiii innahuu kaana mind daalliin. Wa laa tukhzinii Yawma yub'asuun. Yawma laa yanfa'u maalunw wa laa banuun. Illaa man atal laaha biqalbin saliim. (QS. Asy-Syu’ara: 83 - 89)

Dalam doa-doa rentetan doa Ibrahim tadi, Ibrahim menyampaikan banyak permohonan. Lalu diakhiri dalam doa beliau, beliau menjelaskan sifatnya akhirat. Bagaimana sifatnya akhirat? Yauma la yanfau maun wala banun. Pada hari di mana harta dan anak tidak akan bermanfaat. Illa man atallaha biqalbin salim. Kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.
Ayat ini memberikan kita pelajaran bahwa Ibrahim memasang permusuhan dengan orang musyrikin, tidak mau bergabung dengan mereka, tidak pro dengan mereka untuk menjaga keselamatan batin. Untuk menjaga keselamatan batin. Sehingga inilah contoh maukiful muslim, bagaimana sikap seorang muslim pada saat dia berdakwah di jalan Allah. Maka pada saat sudah tidak ada lagi peluang untuk bisa mempengaruhi orang diajak kepada kebaikan, titik terakhir adalah menyatakan pisah dengan mereka dalam rangka untuk menjaga hati agar hati kita tetap dalam kondisi salim, dalam kondisi selamat sehingga saat kita menghadap Allah Subhanahu wa taala di yaumil kiamah kita dalam kondisi selamat. Naam.

Selanjutnya,
Ayat ini dengan tegas mengajarkan kepada kita mengenai arti penting keselamatan hati. Dan salah satu di antara kunci dari keselamatan hati itu adalah menyadari akan bahayanya punya kecenderungan yang besar terkait kehidupan dunia. Allah Subhanahu wa taala membandingkan antara kondisi dunia dengan keselamatan batin seorang hamba. Digambarkan oleh Allah dalam ayat ini yang paling berharga bagi hamba dalam kehidupan dunianya adalah harta dan anak. Harta dan anak. Lalu Allah Subhanahu wa taala menyebutkan bahwa keberadaan harta seberapa pun jumlahnya dan keberadaan anak sehebat apapun dia, bukan menjadi sebab selamat ketika manusia datang ke akhirat yang kita semuanya pasti akan datang ke akhirat yang itu merupakan ma'alu kullilq yaitu merupakan tempat akhir dari semua makhluk sehingga kita semuanya pasti akan mati dan kita akan tinggalkan harta ini. Itu kita tinggalkan anak-anak itu sama sekali tidak memberikan manfaat bagi pemiliknya kelak ketika dia menghadap Allah. Lalu apa yang bermanfaat bagi hidupnya? Yang bermanfaat adalah salamatul qalbi, keselamatan batin. Ketika sang hamba menghadap Allah dalam keadaan hatinya selamat. Walaupun di sini ayatnya konteksnya berita, konteksnya tapi bimaknaal insya bimaknaal amr berita tapi memberi makna perintah. Walaupun konteksnya berita pada hari di mana tidak ada yang bisa memberikan manfaat kecuali yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat. Maksudnya adalah jadikan hatimu hati yang selamat. Ada perintah untuk menjadikan hati kita hati yang selamat. Karena hanya ini satu-satunya yang bisa memberi manfaat bagi hamba. Ketika di yaumul qiyamah.
Naam

Selanjutnya, beliau akan menjelaskan tentang makna qolbun salim.
Diawali dengan menyampaikan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam: "Ketahuilah dalam badan ini ada segumpal daging. Kalau baik-baik semuanya, jahat-jahat semuanya. Itu adalah alqalbu".

Alqalbu secara makna bahasa artinya jantung.
Lalu beliau menjelaskan, inilah arti penting organ jantung. Organ jantung baik secara fisik maupun secara fungsi memberikan peran penting dalam kehidupan manusia. Lalu beliau menyampaikan secara fisik organ jantung ini seperti motor inti. Seperti motor yang ketika dia bisa bergerak maka gerakan yang lain akan berjalan. Tapi ketika jantung berhenti, maka gerakan yang lain akan diam. Manusia mati. Demikianlah penjelasan secara fisik. Sehingga jantung ini secara fisik punya peran yang besar dalam kehidupan fisik manusia. Di saat yang sama adalah secara maknawi.

Secara maknawi jantung ini malikul a'd, raja bagi semua anggota badan. Karena itu setiap hari disebutkan dalam sebuah riwayat, setiap hari seluruh anggota badan berpesan kepada jantung. Mereka mengatakan, "Ittaqillaha fina." Wahai jantung, bertakwalah kepada Allah. Jaga aturan-aturan Allah. Kalau kamu baik, maka kami semuanya akan jadi baik. Kalau kamu jahat, kami semuanya akan ikutan jahat.

Sebab jantung itu sumber perintah. Dan beliau menyampaikan perintahnya berawal dari jantung dikirim ke otak. Lalu dari situ jadilah gerakan jasad. Maka dia merupakan penggerak utama secara fungsi. Sebagaimana jantung secara fisik merupakan organ paling vital di badan, maka secara maknawi jantung juga memberi peran yang paling besar untuk membangun karakter hamba. Karena itulah jika kita memahami ini, layak bagi kita untuk fokus memperbaiki alqalbu tadi. Memperbaiki batin dengan mengisinya dengan manhaj yang salim, manhaj yang selamat. Dan memperhatikan keselamatan batin akan memberikan pengaruh sehingga seorang hamba bisa istiqamah, bisa inabah, banyak kembali kepada Allah, rajin beribadah kepada Allah karena keselamatan batinnya.
Naam.

Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah.
Penjelasan terakhir yang disampaikan oleh beliau,

Beliau kemudian menyampaikan tentang kriteria hati yang salim.

Nabi sallallahu alaihi wasallam beliaulah orang yang hatinya paling selamat. Dan di saat yang sama Nabi sallallahu alaihi wasallam memberikan kita panduan seperti apa ciri hati yang selamat. Disebutkan dalam hadis yang sahih, dari sahabat Abdullah bin Amr hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, at-Tabrani dan yang lainnya.

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Afdolunasi kullu mahmumil qalbi." afdolunas kullu mahmumil qalbi - "Manusia yang paling afdhal adalah orang yang memiliki kondisi makhmumul qalbi, Soduqul."

Qolu-para sahabat mengatakan Soduqul lisan bicara yang jujur kami paham ya Rasulullah. Lalu apa makna mahmumul qalbi?
Beliau menyebutkan ada dua kriteria manusia yang paling afdal. Yang pertama apa tadi? Mahmumul qalbi. Manusia yang memiliki mahmumul qalbi. Dan yang kedua, manusia yang memiliki shaduqul lisan. Kalau ngomong selalu shoduk, selalu jujur.

Para sahabat mengatakan, "Kami paham makna shoduqul lisan." Lalu apa yang dimaksud dengan mahmumul qalbi? Hati yang mahmum.!
Kata Beliau, mahmumul qalbi maknanya atttaqiyu, annaqiyu.
La itma fihi wala baghya wala ghilla wala hasad.
Mahmumul qalbi artinya hati yang selamat,
didefinisikan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah hati yang bertakwa, hati yang bersih, enggak punya dosa, enggak punya hasad, enggak punya kedengkian dan kebencian kepada orang lain.

Ada berapa kriteria? Kita ulang, ya.
bertakwa, yang bersih, tanpa dosa, tanpa kebencian dan permusuhan dan tidak punya hasad. Lima kriteria.

Lalu beliau menjelaskan,
hati yang bertakwa artinya dia selalu menjaga aturan Allah, menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
Hati yang bersih - Annaqi maksudnya bersih di sini adalah tidak meninggalkan kewajiban yang tertunda, yang menjadi hak Allah ataupun hak makhluk. Bersih dari utang dari hak Allah maupun utang dari hak makhluk. Sehingga dia tunaikan semua hak Allah dan hak makhluk.
Dia tidak punya ghil, tidak punya kedengkian kepada orang lain.
La itma - enggak ada dosa. Dia bukan tipe hati yang pendosa.
Walal hasad - Dan tidak ada hasad dalam dirinya. Tidak punya keinginan agar nikmat yang dimiliki oleh orang lain itu binasa.

Orang seperti ini disebut oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam memiliki mahmum alqalb. Hati yang mahmum. kita perjuangkan untuk bisa mendapatkannya.
Naam

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan hati seorang hamba tidak akan bisa selamat dalam kondisi sehat, kecuali jika dia selamat dari lima penyakit paling mendasar bagi hati, lima penyakit paling berbahaya bagi hati. Apa saja lima penyakit itu?
Yang pertama adalah penyakit syirik - Lawannya adalah tauhid.
Yang kedua, penyakit bidah - Lawannya sunah.
Yang ketiga, penyakit syahwat - lawannya taat.
Karena syahwat manusia untuk menyalai perintah atau melanggar larangan Allah.
Maka ketika seorang hamba dia bisa mentaati Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, berarti dia bisa mengalahkan syahwatnya.
Yang keempat adalah penyakit ghoflah - lalai dari banyak berzikir.
Sehingga mereka yang rajin berzikir Allah dalam kalimat-kalimat thayibah dengan rajin. Hakikatnya dia sedang memperbaiki hatinya untuk memiliki hati yang selamat untuk menuju keselamatan batin.
Dan yang kelima al-hawa - hawa nafsu.
Dan yang dimaksud hawa nafsu di sini adalah penyakit batin yang mengajak manusia untuk tidak ikhlas. Dia punya kepentingan ketika berbuat. Mengajak manusia untuk tidak ikhlas.

Ini lima penyakit utama, bisa diulang.
Syirik lawannya apa? Tauhid.
Yang kedua, bidah lawannya sunah.
Yang ketiga, syahwat. Apa lawannya? Taat. Taat.
Yang keempat? Ghaflah. Maksudnya lalai. Lawannya rajin berzikir.
Yang kelima, hawa nafsu. Maksudnya apa? keinginan, kepentingan pribadi. Mengajak orang untuk tidak ikhlas.

Baik. Setiap muslim wajib mendiagnosis dirinya sejauh mana ada lima penyakit ini dalam hatinya untuk bisa mengetahui posisi dia apakah hatinya sudah masuk qolbun salim ataukah belum.

Naam

Selanjutnya, setelah kita paham pentingnya hati yang selamat dan Al-Qur'an banyak memberikan bimbingan kepada kita tentang bagaimana cara untuk bisa mendapatkan hati yang selamat, pertanyaannya adalah bagaimana, apa yang harus kita lakukan untuk bisa menghindari penyakit-penyakit batin tadi? Karena kita semuanya punya peluang yang sama untuk terjangkiti lima penyakit seperti yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim. Mulai dari penyakit syirik sampai penyakit al-hawa. Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menghindari lima penyakit yang berbahaya ini? yang itu bisa ngerusak hati?

Para ulama menyebutkan, beberapa sebab untuk bisa menghindari penyakit hati.

➤ Yang pertama adalah ikhlas
Ini memang butuh perjuangan. Karena ketika seorang hamba dia ikhlas kepada Allah,maka hatinya akan menuju hati yang bersih. Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Wama umiru illa liya'budullaha mukhlisina lahuddin." "Tidaklah mereka diperintahkan kecuali hanya beribadah kepada Allah dengan ikhlas, mengikhlaskan amal untuknya." Allah juga berfirman, "Qul inna shalati wausuki wahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin. " Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku semuanya milik Allah Rabbul Alamin. Sehingga kalau kita bisa menjadikan ini semuanya kita dedikasikan untuk Allah, itulah ikhlas."

Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan dalam sebuah hadis yang sahih,beliau mengatakan, "Ada tiga hal di mana hati seorang mukmin ketika memiliki tiga hal ini maka tidak akan ada sifat benci di dalamnya."

Ada tiga hal di mana jika orang memiliki tiga hal ini, di hatinya tidak akan ada sifat ghil, tidak akan ada sifat benci, hasad kepada orang lain. Apa itu?

Yang pertama, ikhlasul amal lillah
Ketika dia selalu berupaya untuk ikhlas pada saat beramal.
Yang kedua wanasihah liwulatil umur/Memberikan nasihat kepada pemerintah yang sah.
Yang ketiga, luzumu jamaatil muslimin/menjaga persatuan kaum muslimin.

Apa yang dimaksud la yughillu alaihin qolbul mukmin? Hati terjangkiti penyakit ghil. Maksudnya adalah ketika seorang hamba memiliki tiga hal ini, maka Allah subhanahu wa taala akan bersihkan hatinya dari penyakit kedengkian. Oleh karena itu, jika pada hati seorang mukmin bermasalah salah satu dari tiga hal ini, baik ikhlasnya, dia tidak memberikan nasihat, memberikan yang terbaik kepada pemerintah yang sah, atau yang ketiga dia tidak menjaga persatuan kaum muslimin, berarti ada masalah dalam hatinya.

bismillah.

Selanjutnya beliau menyebutkan delapan sebab untuk bisa mendapatkan hati yang selamat. Tadi sudah disebutkan satu yaitu ikhlas. Berikutnya nomor 2 sampai nomor 8.

➤ Yang nomor dua, rida dengan takdir Allah.
Seorang hamba yang muslim, mukmin, ketika dia ridha dengan takdir Allah, dia meyakini semua yang datang dari Allah itu baik. Sehingga seorang mukmin memiliki sifat "Kalau dia sedang mendapatkan kenikmatan, dia bisa bersyukur. Kalau dia sedang mendapatkan musibah, dia bisa sabar." Sehingga hidupnya antara syukur dan sabar. Posisi inilah yang menyebabkan hati seorang hamba akan bisa menjadi hati yang lapang karena dia ridha dengan semua ketetapan Allah.

➤ Nomor tiga, banyak membaca Al-Qur'an.
Karena Allah Subhanahu wa taala menjadikan Al-Qur'an sebagai syifa dan rahmat bagi mukmin. Sebagaimana firman Allah di surat Al-Isra, "Kami turunkan Al-Qur'an yang itu merupakan syifa dan Rahmat bagi mukmin." Maka jadikan Al-Qur'an sebagai wirid harian Anda. Jika Anda tidak bisa memahami bahasa Arab dengan teks Al-Qur'an yang ada, gunakan terjemahan untuk bisa membaca maknanya sehingga Al-Qur'an bisa kita upayakan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Maka kita bisa hidup bersama Al-Qur'an. Naisu maal Quran. Kita bisa hidup bersama Al-Qur'an. kehidupan kita diwarnai dengan Al-Qur'an dan itu akan memberikan pengaruh obat dan rahmat Al-Qur'an bagi diri kita.

➤ Yang keempat adalah husnudzan dengan semua muslim.
Mungkin ada orang yang bersikap kurang berkenan bagi diri kita. Kalaupun Anda menjumpai sikap orang lain yang menurut Anda kurang berkenan, maka bawa kepada husnudan. Bisa jadi dia punya maksud A, punya maksud B. Dan itulah makna firman Allah Subhanahu wa taala. Ijtanibu katir minadan. Inna ba'dim. Jauhilah sering-sering suudzon. Karena sebagian dari suudzon itu isinya dosa. Suudzon itu isinya dosa. Sehingga sampai pun ketika ada orang yang mungkin berbuat keliru kepada kita, kita tafsirkan kepada yang benar agar menghilangkan potensi suudzon.

➤ yang kelima, berusaha memberikan yang terbaik bagi orang lain.
Dan yang dimaksud di sini adalah memberi nasihat, (bagi adik-adik yang ada di atas.) Berusaha memberikan yang terbaik bagi orang lain. Sehingga saat kita dimintai saran, kita dimintai bantuan, kita memberi saran dan membantu dengan cara ingin dengan semangat ingin memberikan yang terbaik bagi orang lain. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Waidastanshaka fansahu." Apabila mukmin meminta nasihat kepadamu, maka berikan nasihat kepadanya." maksudnya adalah semangat untuk memberikan yang terbaik baginya. bukan karena diwarnai dengan kebencian, iri atau karena dia apa misalnya hasad kepada kenikmatan yang dia miliki.

➤ yang keenam, banyak berdoa kepada Allah memohon keselamatan batin.
Di antara doa yang diajarkan Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah membaca kalimat Allahumma inni as'aluka qolban salima. Allahumma inni as'aluka qolban salima - Ya Allah, aku mohon kepadamu hati yang salim. Dan dalam banyak doa yang lain, Nabi sallallahu alaihi wasallam mohon kepada Allah perbaikan batin. Misalnya, "Ya muqallibal qulub tsabbit qalbi ala dinik." Ya musorifal qulub shorrif quluubanaa 'ala tho'atik. atau doa-doa yang kita mohon kepada Allah perbaikan batin karena hanya di tangannya segala kondisi hati manusia.

➤ Yang ketujuh, banyak menyebarkan salam bagi yang lain.
Bagian ini yang mungkin sering dilalaikan oleh masyarakat. Padahal ini termasuk di antara sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. menyebarkan salam bagi yang lain.
Sebagaimana yang pernah disabdakan Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan kalian tidak akan bisa beriman sampai kalian saling mencintai." "Maukah kutunjukkan kepada kalian sesuatu yang bisa membuat kalian saling berkasih sayang? Lalu beliau mengatakan, "Afsyus salam bainakum. Sebarkan salam di tengah kalian." Maka menyebarkan salam itu membuktikan bahwasanya yang bersangkutan tidak punya rasa benci dan dengki kepada orang lain. Saat dia ketemu, dia menyampaikan assalamualaikum. Maka ini menunjukkan saya tidak punya permusuhan dengan kamu, tidak punya kedengkian dengan kamu, tidak punya kebencian dengan kamu. Berbeda dengan orang yang ketika ketemu wajahnya masem ya, wajahnya murung dan tidak menyebarkan salam. Maka di sebuah masyarakat ketika mereka tidak punya budaya menyebarkan salam dan sebaliknya budaya yang terjadi adalah ketika ketemu suka bermuka masam, tidak salam, ini menunjukkan bahwasanya di tengah mereka ada banyak penyakit batin. Di tengah masyarakatnya ada banyak penyakit hati. Sehingga ini pembahasannya lingkup sosial, lingkup masyarakat. di mana ketika masyarakat tidak punya budaya, suka menyebarkan salam, berarti masyarakat itu banyak yang bermasalah dari sisi penyakit batin.

➤ Yang kedelapan adalah memberikan hadiah.
Sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Tahadu tahabu." Lakukanlah saling memberi hadiah agar kalian bisa saling mencintai. Dan adanya wujud mahabbah mencintai sesama mukmin. adalah bagian dari bukti hati yang selamat. Walaupun bentuknya hadiah yang mungkin remeh, beliau kasih contoh miswak. Hadiah berupa siwak. Berapa sih harganya siwak? Mungkin tidak ada nilainya. Tapi ketika seseorang memberikan hadiah kepada orang lain, itu membuktikan bahwasanya dia memberikan penghargaan kepada orang itu. Maka jangan dilihat dari berapa nilai hadiahnya, tapi perhatikanlah nilai penghargaan yang diberikan oleh orang ini kepada si penerima hadiah. Sehingga dengan cara itu maka hati seorang muslim akan selamat dari yang namanya noda-noda batin. Walhamdulillah.

Baik, sebenarnya masih banyak hal yang bisa kita gali dari makna ayat tentang qolbun salim tadi, namun mengingat waktu yang terbatas dan kita berbagi antara saya dengan Syekh, sehingga waktu kita yang terbatas ini ada banyak hal yang belum bisa disampaikan. Mudah-mudahan nanti di kesempatan yang lain kita bisa dipertemukan oleh Allah untuk menjelaskan rinciannya.

Selanjutnya kami cukupkan sampai di sini dan beliau memberi kesempatan pertanyaan dari jemaah. Jika ada yang mau disampaikan kami persilakan dan diutamakan bahasa Arab. Masyaallah.

tafadal. Kalau enggak bisa, silakan. Boleh. Ada yang mau disampaikan?
Bahasa Arab. Bahasa Arab. Bahasa. Masyaallah.
Bismillahirrahmanirrahim. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Dari mana, Pak? ee dari Kebumen.
Dari Kebumen ya? Iya, dari Kebumen. Baid baid.
Min baid eh baid. Apa nasihat untuk saya?
Mana ayah saya masih mempercayai keris dan klinik serta bidah? Terima kasih.

Masyaallah.
baik Beliau menyampaikan, ini budaya jahiliah yang masih tertinggal di tengah kaum muslimin. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan, "Tintani fi umati aljahiliyah."Ada dua budaya jahiliah yang masih tertinggal di tengah umatku. Yang pertama adalah mencela orang lain karena urusan nasab. Yang kedua meratapi mayit.

Hadis ini menunjukkan bahwa terkadang ada tradisi jahiliah bahkan sampai kesyirikan yang masih dipegangi oleh kaum muslimin kan langsung sallallahu alaihi wasallam. Maka nasihat kami kepada beliau sebagai anak, yang pertama adalah bertahan pada akidah yang benar. Dan ini nasihat yang tertinggi untuk pelaku bahwa ketika mau memberikan dakwah kepada orang lain, dia harus mengamankan dirinya dulu baru kemudian dia mendakwahi yang lain. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajarkan prinsip ini. Qul amantu billah tummastaqim. Ucapkanlah amantu billah. Aku beriman kepada Allah. Tummastqin - Kemudian istiqamah. Jangan sampai geser. Selalu bertahan dalam iman.

Selanjutnya berkaitan dengan orang tua Anda. Ada dua hal yang bisa dilakukan.
Pertama adalah mendakwahi beliau dengan mengajarkan beliau ke arah kebaikan. Yang kedua mendoakan beliau. Dua hal dakwah, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim alaihi salatu wasalam ketika menghadapi ayahnya. Nabi Ibrahim berdakwah kepada ayahnya, mengajak untuk kembali kepada kebenaran dan tidak lupa mendoakan ayahnya. Lalu selalu bersikap yang baik kepada orang tua karena ini bagian dari bentuk birul walidain dan kebaktian anak kepada orang tua. Naam, jazakallah khairan.

Alhamdulillah.

masyaallah Baik. Beliau bertanya tentang kasus orang yang memotong jenggot ya. Bagaimana nasihatnya ketika yang bersangkutan futur ya tidak semangat dalam mengikuti sunah lalu motong jenggot? Kemudian dijawab oleh Syekh hafidahullahu taala waraah berkaitan dengan membiarkan jenggot. Beliau sampaikan membiarkan jenggot. Para ulama mengatakan hukumnya wajib. Bedakan antara membiarkan jenggot dengan menumbuhkan jenggot. Kita tidak ditanya kenapa jenggotmu tidak ditumbuhkan? Tapi kita akan ditanya kenapa kau cukur jenggotmu? Dan dua hal ini berbeda. Karena ada banyak perintah dalam Al-Qur'an. Ada banyak perintah dari hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. dan kalimat yang semisal yang intinya adalah membiarkan jengkot. Namun kata beliau perlu memperhatikan prioritas ketika orang berdakwah. Anggaplah ini termasuk salah satu di antara bentuk kemungkaran yang terjadi di masyarakat. Namun di sana ada kemungkaran besar dan ada kemungkaran yang lebih ringan. Maka dakwah kita ketika mengingkari kemungkaran itu harus memperhatikan fiqhul aulawiyat, memperhatikan prioritas. Diawali dari yang paling penting. Minal aham fal muhim. Dari yang paling penting kemudian kepentingannya di bawahnya dan seterusnya. Sehingga misalnya beliau membagi menjadi dua. Ada dakwah untuk masyarakat untuk umum dan ada dakwah untuk person tertentu. Misalnya di tengah masyarakat di situ ada pelanggaran masalah shalat, pelanggaran dosa-dosa besar seperti zina, minum khamer dan seterusnya. Sudah. Maka yang lebih ditekankan adalah meluruskan pelanggaran-pelanggaran besar ini sebelum membahas masalah jenggot. Karena pelanggaran ini lebih besar dibandingkan urusan memotong jenggok. Sehingga dia perlu ingatkan kepada masyarakat untuk kembali kepada jalan yang lurus untuk pelanggaran yang lebih besar. Demikian pula yang terjadi pada pribadi. Ketika ada sebuah pribadi, sosok tertentu rajin salat, menjaga ibadah, taat, dia meninggalkan maksiat, tapi maka kita sampaikan secara hikmah kepadanya tentang bagaimana perintah untuk membiarkan jengkol, agar dalam hal ini kita bisa terapkan amal makaruf nahi mungkar sesuai dengan prioritasnya.

Kesimpulannya beliau menyampaikan kesimpulan isinya kaidah tentang amar makruf nahi mungkar. Bahwa pada asalnya amar makruf nahi mungkar termasuk hal yang wajib. Namun itu disesuaikan dengan kondisi. Jika itu berkaitan dengan masyarakat luas maka sesuaikan dengan kondisi masyarakat luas. Demikian pula ketika berkaitan dengan pribadi maka disesuaikan dengan kondisi pribadinya. Alhikmah dalam hal ini penting karena dalam berdakwah kita harus selalu menghiasinya. Walhamdulillah. Masyaallah

barakallahu

Naam, beliau menyampaikan terima kasih karena sudah bisa menghadiri majelis ini dan hakikatnya kita saling memberi manfaat di forum ini. Baik beliau memberi manfaat kepada kita maupun kita memberi manfaat kepada beliau. Dan beliau berdoa kepada Allah Taala dengan beberapa doa yang intinya semoga Allah Taala menganugerahkan kepada kita hati yang salim, hati yang selamat, dan Allah subhanahu wa taala semoga jadikan pertemuan ini pertemuan yang mendatangkan keberkahan dan perpisahan kita perpisahan yang nanti dijaga oleh Allah dari aneka keburukan. Wasallallahu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallam. Wa akiru dakwanahamdulillahiabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

wallahu a'lam