Fikih Wali Nikah

(Kitab Bulughul Maram)

Ustadz Ammi Nur Baitsحَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Senin, 14 Oktober 2024

🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Sleman

Dengan ilmu seorang hamba akan mengetahui hak dan kewajibannya, dengan sibuk belajar akan dipalingkan dari perkara lain yang tidak bermanfaat, karena sibuk belajar itu adalah kelezatan

عن عائشة رضي الله عنها مرفوعًا «أيُّما امرأةِ نَكَحَت بغير إذن مَواليها، فنِكاحها باطل»، ثلاث مرات «فإن دخلَ بها فالمهرُ لها بما أصاب منها، فإن تَشاجروا فالسلطان وَلِيُّ مَنْ لا وَلِيَّ له».
[صحيح] - [رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه والدارمي وأحمد]

Artinya: Ummul Mukminin Aisyah raḍiyallāhu 'anhā meriwayatkan Rasulullah ﷺ bersabda,Setiap wanita yang menikah tanpa seizin walinya, maka pernikahannya batal (tidak sah) -beliau mengulangnya tiga kali-. Apabila ia telah laki-laki itu menggaulinya, maka seluruh mahar baginya karena laki-laki itu telah menggaulinya. Kemudian apabila mereka berselisih, maka penguasa adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali.[Sahih] - [HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad] - [Sunan Abu Daud - 2083]

Akad nikah itu berbeda dengan akad muamalah yang lainnya, karena untuk akad muamalah tidak disyaratkan harus ada wali, saksi, lapor kepada pemimpin sehingga lebih longgar.

Diantara macam-macam akad adalah:

1. akad jual beli
2. akad sewa
3. akad salam
4. akad nikah.

Dalilnya akad nikah adalah firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat An-Nisa Ayat 21:

وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُۥ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنكُم مِّيثَٰقًا غَلِيظًا

Artinya: Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.

wallahu 'alam

3
Isi Ceramah

Isi ceramah lengkap

Daftar Isi | Kajian | Ustadz Ammi Nur Baits | Kitab Bulughul Maram | Fikih Wali Nikah

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary
Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku, agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku.
[al Jumu’ah/62 : 10]
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung“.

Kontak

Ukhuwah, kritik, saran, masukan silakan hubungi:

Klik Di Sini