Apa Kata Mereka Tentang Kuburan
Kitab Al Mulakhos Fi Syarhi Kitab At Tauhid
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
*Apa Kata Mereka Tentang Kuburan*
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 16 Juni 2025
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan Mulakhos fi Syarhi Kitabit Tauhid, pada bab Larangan Beribadah Kepada Allah Di sisi Kuburan Orang-orang Shalih, Rasulullah ﷺ di akhir hayatnya – sebagaimana dalam hadits Jundub – telah melarang umatnya untuk tidak menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah. Kemudian ketika dalam keadaan hendak diambil nyawanya –sebagaimana dalam hadits Aisyah- beliau melaknat orang yang melakukan perbuatan itu. dan shalat di sekitar kubur termasuk pula dalam pengertian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, walaupun tidak dibangun masjid; dan inilah maksud dari kata-kata Aisyah radhiallahu'anha“… dikhawatirkan akan dijadikan sebagai tempat ibadah.”
Dan para sahabat pun belum pernah membangun masjid (tempat ibadah) disekitar kuburan beliau, karena setiap tempat yang digunakan untuk shalat berarti telah dijadikan sebagai masjid, bahkan setiap tempat yang dipergunakan untuk shalat disebut masjid, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah ﷺ
عِلَتْ لِيْ الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا
“Telah dijadikan bumi ini untukku sebagai masjid dan alat suci”.
Makna kuburan sebagai masjid, ada 2 yakni ;
1. Membangun bangunan masjid di atas kuburan, baik kuburan 1 orang ataupun banyak orang.
2. Tidak boleh shalat di kuburan, karena ketika shalat di kuburan berarti telah menjadikan kuburan sebagai masjid.
إِنَّ مِنْ شِرَارِ النَّاسِ مَنْ تُدْرِكُهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ أَحْيَاءٌ، وَالَّذِيْنَ يَتَّخِذُوْنَ الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ
“Sesungguhnya, termasuk sejelek-jelek manusia adalah orang yang masih hidup saat hari kiamat tiba, dan orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah (masjid).” (HR. Abu Hatim dalam kitab shahihnya).
Wallahu 'alam
Isi Ceramah Lengkap