Dosa Jariyyah Yang Dilakukan ASN
(Nasehat Singkat)
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
*Dosa Jariyyah Yang Dilakukan ASN*
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
Aasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasahbihi wamawwala.
Sebagian ASN ketika mereka diingatkan akan kesalahan yang dilakukan baik berkaitan dengan masalah anggaran yang tidak benar, kemudian ada sisa anggaran yang kemudian dibagi-bagikan kepada para ASN yang lain atau termasuk di antaranya adalah adanya laporan perjalanan dinas yang tidak sesuai dengan realita dan seterusnya.
Mereka mengakui bahwa ini semua adalah kesalahan.
Ini semua adalah kekeliruan
Bahkan tidak hanya dari sisi aturan agama, termasuk juga dari sisi aturan negara.
Tapi kenapa kesalahan semacam ini terus bertahan dan mereka tidak melakukan perubahan?
Ternyata lagi-lagi alasan yang mereka sampaikan adalah ini sudah menjadi sistem.
Ini sudah menjadi budaya sudah menjadi kebiasaan dari generasi sebelumnya ke generasi setelahnya, bahkan turun-temurun seperti itu.
Yang perlu kita perhatikan di sini adalah bahwa menjadikan kebiasaan buruk sebagai alasan pembenar untuk melakukan dan melestarikan kebiasaan buruk itu tentu kita tidak sepakat, karena seharusnya kebiasaan buruk budaya yang tidak benar seharusnya dihilangkan.
Seharusnya kebiasaan semacam ini diubah menjadi yang lebih baik.
Dan yang penting untuk kita perhatikan, Nabi sallallahu alaihi wasallam memberikan ancaman yang sangat besar bagi orang yang mempertahankan kebiasaan buruk lalu kemudian diikuti oleh generasi setelahnya kemudian diikuti lagi oleh generasi setelahnya dan demikian seterusnya.
Apa bentuk ancamannya seluruh orang yang melestarikan itu lalu diikuti oleh generasi setelahnya dari generasi ke generasi maka dia akan mendapatkan dosa jariah Apa dalilnya nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda "Man sanna fill islami sunatan sayiah." Barang siapa yang memprakarsai tindakan keburukan dalam Islam kemudian tindakan keburukan itu diamalkan dari satu generasi ke generasi setelahnya Faaihi wizruha wa wizru man amila biha maka dia menanggung dosa atas perbuatannya dan dosa dari setiap orang yang mengikutinya Min giri ayyanqus minzarihim bisai Tanpa mengurangi dosa-dosa orang sebelumnya Sehingga orang yang memprakarsai perbuatan buruk lalu diikuti oleh generasi setelahnya maka dia mendapatkan dosa dari perbuatan buruk yang dilakukan dan dosa dari setiap orang yang mengikutinya Karena itu kalau ada ee kepala kantor kemudian kepala staf kepala divisi dan seterusnya yang dia punya kebiasaan-kebiasaan buruk tadi kemudian diikuti oleh generasi setelahnya Walaupun ini ASN sudah pensiun maka sepanjang kebiasaan buruk itu belum hilang mungkin dia akan terus mendapatkan dosa jariah Dia akan mendapatkan dosa yang diikuti oleh generasi setelahnya Maka mohon untuk diwaspadai bagi Anda pemegang kebijakan mungkin Anda di posisi ini bisa beralasan Ini kan kebiasaan buruk orang dulu dan sampai sekarang masih ada di sini Tapi kenapa Anda tidak melakukan perubahan saat Anda tidak melakukan perubahan lalu diikuti oleh generasi setelahnya mereka juga beralasan yang sama kami dapatkan seperti ini sebelumnya Lalu kebiasaan ini juga diikuti oleh generasi terus seperti itu maka dosa jariah tidak akan putus Dari setiap pemangku kebijakan-kebijakan ini akan terus mendapatkan dosa-dosa jaria walaupun dia sudah pensiun Anda mungkin bisa saja selesai bekerja tapi kebiasaan buruk Anda tidak selesai sepanjang ada orang yang masih terus melakukannya Karena itu waspadalah bagi Anda yang bekerja dalam rangkaian semacam ini Dosa-dosa itu akan terus mengalir sepanjang tidak dihilangkan dan Anda tidak memberikan peringatan
wallahu a'lam