Dalih Pembela Riba

Tematik

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Ahad, 6 Juli 2025

🏢 Masjid Nidaul Fitrah, Sidoarjo

Pembahasan kajian pagi ini perihal dalih pembela riba, dari dulu sampai sekarang akan selalu ada karena syubhat selalu berkembang baik dalam aqidah, muamalah dll, sehingga kajian ilmiah fungsinya adalah untuk membentengi umat. Sufyan Ats Tsauri rahimahullah mengatakan:

نْ أَصْغَى بِسَمْعِهِ إِلَى صَاحِبِ بِدْعَةٍ، وَهُوَ يَعْلَمُ، خَرَجَ مِنْ عِصمَةِ اللهِ، وَوُكِلَ إِلَى نَفْسِهِ

“Barangsiapa yang sengaja mendengarkan perkataan ahlul bid’ah, padahal dia tahu orang tersebut ahlul bid’ah, maka ia keluar dari penjagaan Allah dan menjaga dirinya sendiri“.

Beliau rahimahullah juga berkata:

نْ سَمِعَ بِبِدْعَةٍ، فَلاَ يَحْكِهَا لِجُلَسَائِهِ، لاَ يُلقِهَا فِي قُلُوْبِهِم

“Siapa yang mendengarkan kebid’ahan maka janganlah ia ceritakan pada teman duduknya, agar kebid’ahan tidak masuk ke hati-hati mereka“.

Imam Adz Dzahabi rahimahullah mengomentari perkataan beliau dengan mengatakan:

لْتُ: أَكْثَرُ أَئِمَّةِ السَّلَفِ عَلَى هَذَا التَّحذِيرِ، يَرَوْنَ أَنَّ القُلُوْبَ ضَعِيْفَةٌ، وَالشُّبَهُ خَطَّافَةٌ.

“Saya katakan, demikianlah sikap kebanyakan para imam besar ulama salaf dalam mentahdzir ahlul bid’ah. Karena mereka memandang hati itu lemah, sedangkan syubhat menyambar-nyambar” (Siyar A’lamin Nubala, 7/261).

Berikut syubhat yang tersebar diantaranya ;
1. Hadits tentang debu riba, dari Hasan al-Bashri, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

يَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يَبْقَى أَحَدٌ إِلاَّ أَكَلَ الرِّبَا فَإِنْ لَمْ يَأْكُلْهُ أَصَابَهُ مِنْ بُخَارِهِ. قَالَ ابْنُ عِيسَى: أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ

Sungguh akan datang satu zaman di tengah umat manusia, tidak ada satupun orang kecuali dia akan makan riba. Jika dia memakannya, dia akan terkena asapnya. Ibnu Isa mengatakan, “Dia akan terkena debunya.”

Status hadis:
Hadis ini diriwayatkan Abu Daud no. 3333 dari Said bin Abi Khairah, dari Hasan al-Bashri, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Ulama berbeda pendapat, apakah Hasan al-Bashri pernah mendengar Abu Hurairah ataukah tidak.

Jika kita mengambil kesimpulan, bahwa Hasan tidak mendengar dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berarti hadis ini sanadnya terputus. Sehingga termasuk kategori hadis dhaif.

Ali al-Qori mengatakan

المعنى أنه لو فرض أن أحدا سلم من حقيقته لم يسلم من آثاره وإن قلت جدا

Makna hadis, andai ada orang yang selamat dari makan riba yang hakiki, dia tidak akan bisa selamat dari pengaruh riba, meskipun sedikit sekali. (Dinukil dari Aunul Ma’bud, Syarh Abi Daud, 9/129).

Hadits ini dijadikan dalil bagi pembela riba karena sekuat apapun kita menghindari riba akan tetap terkena, tapi bukan berarti menjadi alasan untuk tetap berkubang dengan riba, ini tidak bisa diterima, karena hadits ini menjelaskan realita di masa depan sebagaimana hadits Nabi ﷺ yang menjelaskan perpecahan umat menjadi 73 golongan & pengkabaran bahwasanya umatnya akan berbuat maksiat

يَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Akan ada dari umatku yang menghalalkan zina, sutra, khamr, dan alat musik.” (HR. Bukhari no.5590)

2. Kita diperintahkan oleh Allah untuk bertaqwa kepada-Nya semampu kita.

اتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Bertaqwalah kepada Allah semampu kalian. (QS. at-Taghabun: 16).

Tapi ini tidak boleh jadi alasan bagi kita untuk ikut tenggelam.

Wallahu 'alam

3
Isi Ceramah

Isi ceramah lengkap