Cintai Agamamu

Safari Dakwah Boyolali

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

*Cintai Agamamu*

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ 24 Mei 2025

🏢 Masjid Al Muttaqin, Cepogo, Boyolali

Pembahasan kajian pagi ini adalah tentang Cintai Agamamu, dimana seseorang itu akan berbangga dengan apa yang dia cintai, semisal pangkat jabatan yang berusaha diperjuangkannya selama bekerja baik sebagai pegawai negeri maupun swasta. Namun sangat disayangkan apabila ibadah dimanfaatkan hanya untuk kepentingan duniawi seperti kenaikan pangkat maupun jabatan politis, karena di akhirat justru tidak mendapatkan bagiannya.

Maka dari itu seorang mukmin selayaknya berbeda dengan orang-orang kafir yang orientasinya dunia, seharusnya mukmin itu bercita-cita meraih akhirat ketika beribadah sehingga membanggakan agamanya dan mencintai agamanya, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

لْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Artinya: Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".[Surat Yunus Ayat 58]

ayoritas pengikut Nabi ﷺ adalah orang-orang lemah, sebagaimana dikisahkan dari Abdullah bin Abbas:
Setelah Caisar Heraclius (Raja Romawi) membaca surat Rasulullah ﷺ yang ditujukan kepadanya, ia berkata, “Hadapkan kepadaku salah seorang dari kaum orang yang mengaku Nabi ini. Aku ingin bertanya tentang dia”.
“Apakah pengikutnya orang-orang terhormat di kaumnya ataukah orang-orang yang lemah?” “Pengikutnya adalah orang-orang lemah”, jawabku. “Terus bertambah atau berkurang?” tanyanya lagi. “Terus bertambah”, jawabku.

Selain itu Nabi ﷺ pernah bersabda,

ن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «الدنيا سِجنُ المؤمن، وجَنَّةُ الكافر».

[صحيح] - [رواه مسلم]

Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Dunia itu penjara bagi mukmin dan surga bagi orang kafir".[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Muslim]

Apabila ada sebagian orang yang iri dengan kekayaan orang kafir maka selayaknya kita merenungkan hadits berikut ini

Suatu ketika Umar bin al-Khattab radhiyallahu’anhu masuk menemui Nabi ﷺ pada suatu hari maka dia menjumpai beliau ﷺ dalam keadaan sebagian tubuh beliau memperlihatkan bekas berbaring di atas (tikar) pembaringannya yang ada di sisinya, maka Umar radhiyallahu’anhu pun meneteskan air matanya.

Maka Nabi ﷺ pun bertanya kepadanya, “Apakah gerangan yang membuatmu menangis, wahai Umar?”. Beliau menjawab, “Anda adalah seorang nabi utusan Allah. Sedangkan Kisra dan Kaisar (penguasa Persia dan Romawi, pent) berada di atas singgasana berlapiskan emas?” Maka Nabi pun berkata, “Wahai Umar, tidakkah engkau ridha bahwa untuk mereka dunia sedangkan untuk kita negeri akhirat?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kenikmatan dekat Allah merupakan kebanggaan, inilah contoh kebahagiaan para ulama salaf, mereka berkata,

وْ يَعْلَمُ المُلُوْكُ وَأَبْنَاءُ المُلُوْكِ مَا نَحْنُ فِيْهِ لَجَلِدُوْنَا عَلَيْهِ بِالسُّيُوْفِ

“Seandainya para raja dan pangeran itu mengetahui kenikmatan yang ada di hati kami ini, tentu mereka akan menyiksa kami dengan pedang (untuk merebutnya).” [Rawai’ut Tafsir Ibnu Rajab 2/134, Darul ‘Ashimah, cet.I, 1422 H, Syamilah]

Wallahu 'alam

3

Isi Ceramah Lengkap