Akhlak Mulia Cermin Iman Seorang Muslim
Tematik
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
*Akhlak Mulia Cermin Iman Seorang Muslim*
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Ahad, 29 Juni 2025
🏢 Masjid Al Muhajirin, Bojongrenged
Pembahasan kajian di waktu sore ini adalah akhlak mulia cermin iman seorang muslim, kita tahu bahwasanya manusia yang paling mulia Akhlaknya adalah Rasulullah ﷺ
إِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.[Surat Al-Qalam Ayat 4]
Nabi ﷺ bersabda:
نَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”[3] [3] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 273
Sehingga akhlaknya beliau ﷺ termasuk mukjizat sehingga akan sulit menyamai akhlaknya beliau, sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,
عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنْ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
“Nabi ﷺ tidak pernah mencela makanan sekali pun. Apabila beliau berselera (suka), beliau memakannya. Apabila beliau tidak suka, beliau pun meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR. Bukhari no. 5409 dan Muslim no. 2064)
Bahkan sekalipun ketika makan bawang putih pun beliau ﷺ tidak mencela namun memperingatkannya,
Jābir bin Abdillah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,"Siapa yang memakan bawang putih atau bawang merah, hendaknya ia menjauhi kami -atau hendaknya ia menjauhi masjid kami- dan duduk saja di rumahnya." Suatu waktu, Nabi ﷺ pernah disuguhi periuk berisi sayuran hijau, beliau pun mencium baunya lalu menanyakannya. Beliau lantas diberitahu isinya yang terdiri dari sayuran. Maka beliau bersabda, "Dekatkanlah." Yaitu kepada seorang sahabat yang bersamanya. Ketika sahabat itu melihat beliau tidak mau memakannya, beliau bersabda memberitahunya, "Makanlah, sesungguhnya aku berbicara dengan orang yang tidak engkau ajak bicara."
[Muttafaq 'alaihi] - [Sahih Bukhari - 855]
Akhlak Nabi ﷺ yang sangat mulia diletakkan dalam lingkungan yang akhlaknya rusak dari berbagai sisi, namun Nabi ﷺ mampu mengubah semuanya. Maka bekal akhlak mulia hendaknya dimiliki kaum muslimin dalam rangka mendakwahkan islam.
Akhlak mulia adalah sebab masuk surga
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال:سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ، فَقَالَ: «تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ»، وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ: «الْفَمُ وَالْفَرْجُ».
[حسن صحيح] - [رواه الترمذي وابن ماجه وأحمد] - [سنن الترمذي: 2004]
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan,
Rasulullah ﷺ ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Lantas beliau menjawab, "Bertakwa kepada Allah dan akhlak baik." Beliau juga ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Lantas beliau menjawab, "Mulut dan kemaluan."[Hasan Sahih] - [HR. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad] - [Sunan Tirmizi - 2004]
Sehebat apapun akhlak seseorang namun apabila tidak memiliki iman maka ini sia-sia, sebab iman adalah pondasi amal bagi seorang muslim, sehingga prioritas utama adalah harus memiliki Akhlak Kepada Allah.
wallahu 'alam
Isi ceramah lengkap