Level Terbaik Seorang Muslim
(Tematik)
Ustadz Abu Umair حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
*Level Terbaik Seorang Muslim*
Ustadz Abu Umair حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Sabtu, 28 Juni 2025
🏢 Expo di Jogja Expo Center
Level terbaik seorang muslim, bukan cuman sekedar baik tapi tingkatan level yang terbaik. Karena seorang muslim secara otomatis sudah punya sifat yang baik, tetapi untuk menjadi tingkatan yang terbaik. Karena kalau seorang muslim secara otomatis sudah punya sifat yang baik tetapi untuk menjadi tingkatan yang terbaik pasti dibutuhkan kiat upaya ikhtiar bahkan dibutuhkan juhun kabir Begitu dibutuhkan semangat yang kuat semangat yang tinggi dan ikhtiar yang maksimal Sehingga kita menjadi muslim level yang terbaik di hadapan Allah Subhanahu wa taala.
Pastinya kita menjadi seorang muslim penuh dengan ujian dan dinamika kehidupan Ada level iman seorang muslim mungkin levelnya bawah ada levelnya kemudian tengah ada levelnya yang paling istimewa Kalau istilahnya para ulama menyebut dengan al imanu yazidu waqquus gitu nggih Jadi kriteria iman itu ada kadang-kadang turun kadang-kadang bertambah Dan iman kita ketika kemudian levelnya itu sedang turun atau sedang ketika seseorang imannya buruk ini segera untuk menyadari bahwa iman kita perlu untuk dicas.
Level terbaik seorang muslim da beberapa tingakatn:
1). Muslim
Orang yang telah mengatakan syahadat (lahiriah) dan tunduk secara lahir kepada ajaran Islam, meskipun belum sempurna keimanannya.
Level yang paling awal bagi kita ketika orang itu mengatakan kalimat syahadatain dengan dia mengatakan asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah Dia berada dalam posisi level iman seorang muslim yang di mana level iman ini baru disebut dengan istislamnya seseorang tahapan seseorang ketika dia baru masuk Islam.
Muslim diambil dari kalimat islam, sehingga semua muslim atau semua yang beragama islam itu berada di level paling bawah dengan mengamalkan amal-amal yang dhohir yang tampak seperti, shahadat, sholat, zakat, haji puasa. Dan islam tahapan awal kita masuk surga.
2). Mukmin
Orang yang beriman kepada Allah dengan sepenuh hati, tidak hanya secara lahir tetapi juga batin. Imannya sudah meresap ke dalam hati dan membuahkan amal Soleh.
- Ya ayyuhalladzina aamaanu
Panggilan khusus untuk orang beriman yang merupakan pujian
- Yaa ayyuhannas
semua manusia dipanggil termasuk munafik, kafir, orang yang tidak mengerti agama juga dipanggil.
3 komponen iman
- harus diucapkan
- Harus diyakin
- harus diamalkan
Islam dengan iman, kalau pelakunya berarti muslim dengan mukmin, kalau dua kalimat ini berkumpul jadi satu artinya sama. Seorang yang levelnya mukmin adalah orang yang sangat hati-hati dengan perkara-perkara dosa, dia akan hati-hati dengan sesuatu perkara yang sifatnya kemungkaran, kemaksiatan. Apalagi dosa besar kepada Allah berupa kesyirikan. Posisi mukmin adalah posisi dimana iman kita bisa naik turun, bertambah kurang bertambah kurang. Dan iman tidak bisa naik ke level berikutnya kalau kondisi keimanan masih abu-abu, masih samar, masih bercampur antara haq dan bathil. Kata para ulama mencampurkan yang haq dangan yang bathil bisa mencederai iman.
3). Muhsin
Orang yang beribadah dengan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasinya dan berbuat baik secara optimal baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Muhsin itu orang yang sudah spesial, spesialis pada dirinya itu punya nilai kebaikan yang lebih. Jadi kalau sudah muksin dia itu benar-benar, kalimat yang Allah katakan qu anfusakum waahlikum naro, bisa menjaga diri dari perkara haram, perkara syubhat, perkara yang samar, perkara yang meragukan, Karena kita sudah punya level orang yang baik. muhsin itu orang yang di mana dia menyadari bahwa dirinya butuh ibadah. Kalau iman itu panggilan, kalau muhsin sebelum dipanggil sudah bergegas. level muksin ini dia sudah ada perbaikan bagaimana dia itu kemudian merasa diawasi Allah subhanahu wa taala.
Muhsin itu diambil dari kalimat ihsan, level di mana sudah punya tingkatan kalau berbuat sesuatu kita diawasi Allah. level yang baik untuk individu baik untuk pribadi maknanya ku anfusakum. jaringan seorang muslim yang kuat itu ketika sudah semuanya punya kesadaran tingkat muhsin.
Level Muhsin merupakan Level yang bisa membuat nyaman.
4). Muslih Orang yang aktif memperbaiki kerusakan (fasad) di masyarakat -- baik kerusakan moral, sosial, akidah, maupun lingkungan.
Muslih sudah bisa memperbaiki kanan kiri, keberadaan kita dimanapun kita berada bisa memberikan manfaat kepada orang lain, bisa memberikan orang lain kebaikan, bisa memberikan kepada orang lain itu bagaimana orang mendapatkan faedah bukan malah dapat bahagia bahkan mendapatkan dosa. Bagaimana kita menjadi agen-agen perbaikan, bagaimana menjadi orang-orang yang baik dan bisa memperbaiki kanan kiri. Ini tugas kita bersama, Allah Taala menyebutkan jangan kalian menjadi orang-orang yang mufsidin jangan menjadi perusak.
Surga berkata akan datang kepadaku orang-orang yang lemah dan orang-orang yang miskin.
Neraka berkata Akan datang kepada saya Al jabbarun (Aljabbarun adalah para perusak di muka bumi), ahlul maksiat, aktor-aktor pelaku maksiat, perintis dan penggawah-penggawanya ahli maksiat itu dipanggil neraka jahanam akan masuk ke neraka jahanam lebih duluan dan Al mutakabbirun (orang2 yang sombong).
Jadi surga punya kriteria kandidatnya, neraka juga punya kriteria kandidatnya, tinggal sekarang kira-kira mau menjadi kriteria kandidat surga atau kriteria kandidat neraka, Nauzubillah!
Level muslih dimana bisa menjadi agen-agen perbaikan, memiliki sifat bisa mengingatkan, bisa memperbaiki kanan kirinya. jangan sampai, kata Umar bin Khattab, jangan jadi setan yang berjaga yaitu diam saat melihat kemungkaran.
Artinya: Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),[An-Nahl Ayat 120]
5). Mukhlis Orang yang beribadah hanya untuk Allah semata, tanpa riya', ujub atau mengharap pujian manusia.
Level tertingginya seorang hamba Allah atau seorang yang beriman atau muslim levelnya adalah mukhlis. Level di mana level tertingginya adalah ketika orang itu ketika beribadah dia mengikhlaskan karena Allah subhanahu wa taala. Dengan adanya permintaan iblis meminta masa tenggang sampai kiamat untuk menggoda manusia merupakan ujian terberat kita. Iblis sangat totalitas mengganggu manusia, tetapi iblis tidak mampu mengganggu level seorang mukhlis. Kata iblis mengatakan yang tidak bisa saya sesatkan adalah hamba-hamba-Mu ya Allah yang ikhlas dalam beribadah.
Dalam kitab Tazkatun Nufus karya Ibnu Qayyim bahwa ikhlasus sa'ah, Ikhlas sejenak saja, sesaat saja. Jadi kalau kita bisa ikhlas dalam satu amal sedikit, sebentar saja najatu abad, kata beliau bisa dipastikan akan selamat. Masalahnya adalah kadang-kadang ikhlas itu masih ada campur-campur dengan ria. Bahkan ada satu amal, beberapa amal yang sudah diterima Allah subhanahu wa taala, Allah tolak, Allah kembalikan gara-gara sering mengungkit pemberian terhadap orang lain.
Sehingga bicara masalah pribadi kita yang paling tahu, kita di angka atau di level mana, kita yang paling tahu, Kalau kita menyadari bahwa levelnya misalnya di poin iman atau di mukmin bagaimana meng upgrade menjadi seorang yang kemudian muhsin, bagaimana meng upgrade lagi menjadi muslih, bagaimana kemudian meng upgrade lagi menjadi mukhlis. Banyak semacam puzzel-puzel yang perlu kita kumpulkan agar level kita meningkat. Makanya namanya level, berarti dari bawah ke atas ini namanya darajat, kalau dari atas ke bawah namanya darakat, turun. Makanya kalau iman kita sudah mulai menaik naik naik maka dipertahankan. Wala tamutunna illa wa antum muslimun.
Jangan pernah kita sampai dipanggil Allah subhanahu wa taala dalam kondisi yang tidak pasrah, Minimal masih dalam kondisi muslim dan beriman kepada Allah subhanahu wa taala.
wallahu a'lam
wallahu a'lam