Mengenali Batasan Allah
(Kitab Arbain Nawawi)
Ustadz Abu Umair BA., M.Pd
حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Bismillah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah wa syukurillah la hawla wala quwata illa billah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh, wana’udzu billahi min syururi anfusina, wamin sayyiaati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lah, wamayyudhlil falaa haadiya lah.
Qolallahu ta'ala fi kitabihil karim, ba'da audzu billahis samiil karim: ya ayyuhalladzina amanu haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun, faqola nabiyuna Muhammad bin Abdillah shallallahu alaihi wasallam. Fa'inna 'asdaqolhadiitsi kitabullahi wa khoirol hadyi hadyu Muhammad shallallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sallam, wa syarrol umuuri muhdatsaatuhaa Wakulla muhdatsatin bid’ah Wakulla bid’ahtin dholalah Wakulla dholalatin finar
Alhamdulillah Wak Kafah alladzi anama wahat wasalam ala nabiina mustofa Muhammad Ibni Abdillah waratihi wa asabihi wamanar ala nahjihi Allahumma alimnafauna wfana Bima alamtana widna Ilman wa aslihlana snana kullah wala takinna Ila anfusinafatin Q Allahu Taala fil quranil Karim illahil ya ayuhadina amanqulah haqq tuqatih W tamutunna illa Wa Antum muslimun faqala nabiuna Muhammad bin Abdillah Shallallahu Alaihi Wasallam fna asdaqal hadisi kitabullah wakar Hadi Hadi Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam wasar umuri mdasatuha Fa mdasatin bidah waa bidatun dolalah waa dolalatin finar masyaral muslimin jemaah sekalian rahimana warahimakumullah alhamdulillah wasyukurillah pada malam hari ini kita bisa menyambung kembali majelis kita di kitab Sarah hadis al-arbain an-nawawiyah karya Al imam nawawi rahimahullahu taala dan kita akan lanjutkan alhadisu asalasunah hadis yang ke-30 dan kita akan bicara masalah batasan-batasan Allah subhanahu wa taala atau rambo-rambo Allah Subhanahu Wa taalab an Abi salabah alhusani jursum Ibni Nasir radhiallahu taala Anhu qal qala Rasulullah shallallallahu alaihi wasallam qala rasulullahi shallallallahu Alaihi Wasallam Innallaha taala farod faroid faliuha Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala telah mewajibkan kepada kalian sesuatu yang menjadi kewajiban maka janganlah kalian sia-siakan kewajiban tersebut atau jangan kalian abaikan kewajiban tersebut wadda khududan Fal taaduha Dan Allah telah memberikan batasan-batasan maka janganlah kalian melampaui batas dengan batasan-batasan tersebut wama asyaa dan Allah subhanahu wa taala mengharamkan kepada kalian perkara-perkara yang telah diharamkan Fala tantahika jangan kalian langgar larangan-larangan tersebut wasakataan Asya rahmatan lakum dan yang Allah diamkan tentang sesuatu maka itu bentuk Rahmat yang Allah berikan kepada kalian ghair nisyanin Fala tabhasu anha ya tanpa kalian kemudian mencari sesuatu dan jangan kalian cari-cari tentang sesuatu yang Allah tidak menghalalkan dan tidak mengharamkan ini poin yang menarik jemah sekalian yang terakhir terkait dengan banyak orang yang terkadang mengorek-orek dan mencari-cari sesuatu yang Allah tidak jelaskan dalam Nas atau dalam hukum ya Dan nanti Insyaallah taala akan kita bahas tentang poin yang terakhir hadisun hasan rawahu addaru quutni wa ghairuhu hadisnya Hasan dalam riwayat Imam Darul qutni dan yang lainnya ee t j sekalian rahimakumullah hadis ini sebenarnya bisa kita bagi dalam beberapa materi ya Beberapa part bahasan yang pertama terkait dengan kewajiban Allah tidak boleh kita sia-siakan terhadap batasan-batasan Allah tidak boleh kita melampaui batas ya dan begitulah Islam mengajarkan kepada kita tentang norma-norma yang harus kita lakukan jemaah ya makanya islam itu tidak meremehkan tidak berlebih-lebihan Islam itu pertengahan ya makanya kalau kita lihat ada orang ibadah kok meremehkan juga enggak benar yang ekstrem juga perlu diperhati Islam itu semua yang mengamalkan Islam maka mereka istilahnya adalah atawassud metodenya adalah metode pertengahan jemaah ya Enggak boleh berleb-lebihan Enggak boleh juga apa meremehkan ya dan itu perlu kita garis bawahi sebagai standar untuk beragama ya Jadi kalau ada di tengah-tengah masyarakat ini kok orang berblebihan ya misal contoh ada orang takbir kemudian diulang sampai berkali-kali yang seakan-akan enggak mantap kalau kemudian Takbir yang ke-11 misalnya itu juga perlu di diperhatikan ada juga yang kemudian seseorang itu asal Takbir ya mungkin caranya gerakannya dia tidak perhatikan itu juga tidak tidak benar yang benar adalah atawasud di mana dia bisa pertengahan dalam Bab masalah ee ibadah kemudian Allah juga haramkan sesuatu ya yang di mana seseorang tidak boleh kemudian melampaui atau melanggar haram yang Allah telah haramkan ya dan Allah subhanahu wa taala mendiamkan sesuatu itu sebagai bentuk Bagaimana Allah berikan kasih sayang kepada kita jemaah ya Dan sesuatu yang sudah kita lupakan maka gak perlu kita bahas kembali jemaah ini secara garis besar makna daripada hadis yang akan kita bahas jadi kalau sesuatu Masa lalu itu enggak perlu diingat ya jadi ada masa lalu yang kurang baik masa lalu yang memang buruk maka cukup kita bertaubat kemudian kita perbaiki Bagaimana ee iman kita dan Islam kita bab kita masuk ke penjelasan jemaah sekalian asarhu ya penjelasan dari hadis yang kita baca di atas hadal hadis ya hadis yang kita baca Min ahadisil usul aladimah termasuk di antara bagian hadis yang dikategorikan sebagai poros dalam Islam yang sangat Agung jemaah ya karena faktanya Islam itu membahas terkait dengan apa Bagaimana Allah wajibkan Bagaimana Allah haramkan batasan-batasannya di mana dan perkara-perkara yang Allah diamkan atau Allah biarkan dan terkait dengan masa yang kita lakukan yang sudah lalu ini termasuk di antara al-usul aladimah prinsip-prinsip yang sangat Agung dalam dalam Islam dan Abu sa'labah ya Ee perwi hadis itu namanya adalah aljursum binnas radhiallahu taala Anhu yang kalau jursumah itu makna aslinya adalah Al aslu alladzi yurja ilaihi ya Jadi kalau biasanya kalau orang dulu itu mengambil nama kembali kepada kabilah sukunya jemaah ya makanya Biasanya kalau ada orang-orang yang menisbatkan ke negaranya atau ke sukunya itu itu hal yang lumrah seperti salah satu di antaranya Al Imam Al Imam Bukhari ya karena beliau dari albukharah maka beliau masyhur dengan sebutan albukhar yang kemudian disebutkan nisbah ke kampung halamannya menjadi Al Imam Bukhari rahimahullahu taala ya karena penggunaan-penggunaan istilah itu kadang-kadang juga mungkin tempatnya kurang baik ya tapi karena itu menjadi sebuah istilah di zaman dulu dan juga terjadi di zaman sahabat maka tidak mengapa ya poin yang pertama inallah Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ankewajiban falaiuha jangan kalian sia-siakan kewajiban tersebut Apa yang dimaksud dengan alfaraid ya jadi faraid itu jamak dari ee fardun jemaah ya fardun itu artinya kewajiban ya kalau faraid itu jamaknya jadi faraid itu adalah majaa ijabuhu fil Quran semua konteks yang telah diwajibkan dalam al-qur'an itu namanya faraid satu ya Makanya kalau orang itu jauh dari al-qur'an dan makna al-qur'an dan Tafsir dan penjelasannya bisa dipastikan dia tidak akan tahu tentang kewajiban jemaah Jadi kalau orang enggak pernah baca Quran enggak pernah belajar tafsir enggak pernah kemudian membuka Bagaimana isi al-qur'an enggak pernah mengkaji kewajiban-kewajiban yang ada dalam al-qur'an bisa dipastikan dia tidak akan tahu bagaimana Allah wajibkan ya yang sudah paham al-qur'an aja belum tentu Allah berikan Taufik jemaah ya Taufik itu istilahnya apa Hidayah Kebenaran ada juga orang yang sudah kenal al-qur'an tapi justru malah apa menyesatkan umat dengan al-qur'an dia pahami kemudian dia selewengkan atau dia memaknai al-qur'an tidak sesuai akhirnya jemahnya ikut kemudian apa sesat bisa jadi sehingga memahami al-qur'an itu tidak semata-mata kita belajar kita cari guru tapi paling penting daripada itu Mintalah kepada Allah Taala idinatal must ya jangan-jangan mentang-mentang karena intelektualnya tinggi cara memahaminya bagus mutalaah ilmiahnya itu tinggi kemudian cara mengambil istinbatnya itu mampu kemudian dia berlepas diri dari doa tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus jangan pelajari dengan baik kemudian ikhtiar dengan maksimal doanya kencang jemaah ya karena bisa jadi orang-orang sesat itu berawal dari pengetahuan dan Justru orang sesat itu dari ilmu yang dia miliki jemaah Kenapa dia sesat dan menyesatkan karena dia punya sumber ilmu yang dipakai untuk menyesatkan orang ya Kalau sekalian awam enggak ngerti apa-apa lebih aman enggak ada ceritanya orang awam enggak ngerti apa-apa bisa menyesatkan seseorang itu enggak mungkin makanya yang menyesatkan itu siapa orang-orang yang memang dia punya al-qur'an tetapi pemahamannya salah dan mengajak orang dalam kese kesesatan ya Sehingga hati-hati justru kata Ibnu qayyim rahimahullahu taala beliau menyebutkan waspada kita itu terhadap alim yang dia Kadzab orang yang punya podium dakwah Tetapi dia menyampaikan dengan dusta Justru itu yang kita hati-hati bukan orang-orang yang mohon maaf maksiat di jalan Iya kita hati-hati bukan kita dengan orang yang ahli zina ahli khamer ahli judi semua orang tahu kalau itu maksiat semua jemaah tapi kalau orang yang punya mimbar dakwah dia menyampaikan al-qur'an tiba-tiba ada kalimat yang diselewengkan atau pemahaman yang menyimpang justru ini yang berba berbahaya ya makanya berdoalah pada Allah subhanahu wa taala pemahaman yang baik dan ilmu yang baik farad Ai ajaba wajibatin ya Jadi yang namanya farad itu adalah kewajiban yang Allah telah wajibkan dengan berupa alwajibat ya alwajibat itu jamak dari apa wajib artinya semua kewajiban yang ada dalam al-qur'an dan untuk menandainya jemaah sekalian kalau bapak ibu baca al-quran itu ada kalimat misalnya fi'il Amr ya fi'il Amr itu perintah maka itu menunjukkan akan sebuah perintah dan wajib ya contoh misalnya gini kalimat dalam Alqur'an ya ayyuhalladzina amanu qu anfusakum waahlikum naro Hai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian itu dalam diksinya menggunakan qu anfusakum diambil dari bahasa Arab eh waqo Yaki wiqoyatan fi'il amrnya Qi untuk satu orang qu untuk banyak orang berarti setiap individu itu diperintahkan untuk menjaga dirinya dan itu hukumnya wajib tidak mungkin orang bisa menjaga diri dari api neraka kalau dia enggak ngerti Bagaimana bahayanya neraka dan semua yang mengantarkan ke neraka jemaah ya makanya kalau di zaman dulu alat informasi dakwah tidak se segampang hari ini hari ini itu Masyaallah ya orang mencari informasi dakwah bisa melalui di rumah rebahan dapat bisa dia tidak perlu keluar rumah dia dapat informasi dakwah bisa cukup dengan dia kemudian cukup ya aktivitas Mandiri dapat informasi dakwah ya sehingga lebih gampang sehingga penekanan anfusakum itu lebih lebih tebal wajib atas kalian untuk menjaga diri kalian dari api neraka kemudian anusakumlikum setelah kita Bekali diri kita hati-hati dengan neraka makagat keluarga kita jadi ada kewajiban jadi Medan dakwah itu bukan seakan-akan orang yang kemudian di podium Ustaz Kiai mubaligh ya atau kemudian ulama bukan semua kita itu di bawah kita itu ada anfusakumahlikum Nar jadi enggak harus kemudian orang yang mengatakan di atas mimbar Oh ini tanggung jawabnya besar enggak Semua orang punya tanggung jawabakumum itu contoh salah satu di anara makna kalau kita melihat sebuah perintah dalam al-qur'an yang diksinya itu apa perintah J ini kalau bapak ibu mau mengumpulkan diksi-diksi yang perintah dalam al-qur'an mungkin menarik Ya mulai Albaqarah coba dibaca pelan-pelan kalau ada fi'il Amr Tandai ditulis surat a ketemu lagi tulis surat B ketemu lagi surat C terus nanti akan terkumpul kumpulan kewajiban yang disebut dengan aujaba wajibatin ya tiik kemudian kudian falaa jangan kalian abaikan ya Wal maklum telah kita sadari dan kita Maklumi bersama bahwa kalimat wajib dalam al-qur'an itu memang qolilah bisa dihitung Mungkin sedikit jemaah ya jadi bentuk faradanya loh jamaah Maksudnya bapak ibu kalau menjumpai dalam Alqur'an yang misalnya diksinya farad yang artinya wajib itu mungkin enggak banyak ya ada tapi enggak banyak tapi diksi diksi yang tadi saya sebbut di awal yang sifatnya itu adalah fi'il Amr maka itu banyak ya Wal fardu qolilun fil kitab nah kata eh Mualif yang namanya kewajiban diksi alfarad atau farad itu sedikit dalam Al Alqur'an bukannya cuma dalam Quran ya wasunah ya walih madalal Quran ala wujubihi tetapi kita bisa menjumpai beberapa penjelasan yang memang menjelaskan itu wajib WIB walaupun tidak menggunakan diksi apa farad ya contoh misalnya kutiba alalladina minqoblikum Allah Taala berfirman bab masalah puasa nah puasa itu enggak ada kalimat faradanya jemaah enggak ada kalimat farad yang artinya apa wajib tetapi menggunakan kalimat kutiba dan kutiba itu kalau kita selami dalam bahasa lghah kutiba itu diambil dalam bahasa Arab artinya katabah kataba itu menulis kalau dipasifkan dalam bahasa Arab dimajhulkan ya karena ada istilah kita ya kalau belajar dulu di Bahasa Indonesia itu ada kata kerja aktif dan kaca kerja pasif Ya kalau dalam bahasa Arab itu ada istilahnya fi'il maklum dan fi'il majhul nah kalimat kutiba itu majhul dalam bahasa Arab kalau ada kalimat kutiba bukan kataba itu diksi penerjemahan kita disebut dengan ditulis Loh kenapa Ustaz kok jadi diwajibkan kalau kita buka terjemahannya jemaah itulah indahnya bahasa al-qur'an atau indahnya bahasa Arab sehingga orang yang belajar bahasa itu tidak bisa otodidak karena dia harus meramu dari sumbernya bahwa kalimat ini maknanya demikian Nah contoh nih ya Ada ahli bahasa yang sangat luar biasa legendaris lah kalau kita nyebutnya dari dulu bahasa itu dipegang oleh dua suku terbesar ahli kufah dan ahli ee satunya mana orang pokoknya persaingan ya Jadi ada dua kabilah besar yang menguasai bahasa salah satunya adalah si rohawai rohawai ini punya anak putri yang kemudian anak putrinya itu menyebut diksi bahasa Arab yang harakatnya aja salah maknanya salah jemaah kufa sama basr ya baru ingat ya Jadi ada ahli bahasa dari kufa satu dari basr nah Sir Hawa ini salah satu di antara yang paling terkenal ahli bahasanya dia anak dia punya anak putri yang ketika dia mengucapkan diksi kalimat yang menggunakan bahasa Arab dan harakatnya keliru jemaah harakatnya keliru Tapi maksud anak putrinya itu itu karena konteksnya itu sedang melihat langit di malam hari kemudian bintangnya Indah dia mengatakan Ma ajmalus jadi ma ajmalu ya lamnya itu di Dom samanya itu di kasr majmalus samai itu Kalau diartikan bimakna istifham artinya eh apa yang indah di langit gitu jadi menanyakan kalau bacanya itu jemaah ini bapaknya ahli bahasa bapaknya mikir ini anak saya tanya Apanya Oh langit indah kayak gini kok ditanyakan karena bapaknya paham yang diucapkan oleh anak ini terkait dengan diksinya Ma ajmalu assamaai maka bapaknya memahami menerjemahkan karena di ahli bahasa apanya yang indah di langit gitu Bapaknya mikir perasaan langitnya indah ini kok anak saya dengan wajah yang agak semringah senang bahagia tapi kok nanya akhirnya ditanya oleh oleh ayahnya W anakku anda itu mau mengatakan Alang kaidahnya Langit Itu kan Oh iya benar bapak Nah bukan gitu bahasanya tapi Ucapkan Ma ajmalas samaah jadi lamnya di fathah sama nya difathah jemaah itu diksinya atau artinya menjadi apa Alangkah indahnya Langit Itu bayangkan harakat aja bisa membahayakan dalam apa penerjemahan ya dan itu tidak sedikit jemaah orang-orang Arab kalau ngomong salah pemahaman woh itu salah perbuatan juga dan begitulah Bagaimana dalam ibadah kita seorang guru salah menterjemahkan apa yang dipahami maka 30 siswa di kelas bisa jawabannya salah semua jemaah berarti figur sosok orang yang kita butuhkan untuk benar-benar bisa menterjemahkan yang namanya warasatul Anbiya ya Jadi yang namanya ulama warasatul Anbiya itu benar-benar harus kita cari siapa sih sosok benar-benar yang namanya ulama pewaris tahtanya para nabi itu enggak ya emang enggak banyak di akhir zaman ya ya sehingga ketika berbicara masalah Ee kita bicara tadi contoh kalimat kutiba gitu ya Kok diwajibkan yang artinya puasa itu diwajibkan atas kalian enggak pakai kalimat apa far Ya begitulah kehebatan bahasa bahasa al-qur'an jemaah dan kita enggak mungkin bisa memahami tanpa ada penjelasan seperti itu Kan gitu kalau hanyaembaca kemudian terjemah Ya Alhamdulillah sekarang sudah banyak terjemah yang EE Indonesia yang Insyaallah taala juga terpercaya dan sikoh Ya tapi kalau enggak adaah berat Ya kan tib fahua fardun ya faquahuai wasam inallah taala Farid ya sebagaimana nabi kita bersabda Sesungguhnya Allah mewajibkan terhadap kalian kewajiban-kewajiban Maka jangan kalian sia-siakan kewajiban itu ai maksudnya adalah Ma ajaballahu Azza waalla fil Quran yang dimaksud adalah Allah subhanahu wa taala mewajibkan semua yang ada dalam al-qur'an baik itu ada sifatnya kalimat farad atau tidak ya karena buktinya nabi kita pernah bersabda Aku tinggalkan kepada kalian dua pegangan setelah saya meninggal ya jadi nabi itu sudah wasiat 1446 tahun yang lalu jemah wasiatnya aku tinggalkan kepada kalian dua pegangan setelah saya meninggal bisa dipastikan kalau kalian berpegang dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya nabi kita bersabda yang pertama kitabullah al-qur'an yang kedua sunati ajaran Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tib yang pertama jadi Allah wajibkan dalam al-qur'an jemah semua jadi kalau disi-diksi al-quran ya tolong untuk dibuka kembali yaabata wujubihi ya atau wujubahu fil Quran dan semua yang menjelaskan tentang kewajiban-kewajiban dalam Alqur'an Ya semua itu maka itu semua disebut dalam hadis ini adalah bentuk kewajiban jadi semua yang berbicara masalah kewajiban dalam Alquran mau pakai kalimat farad atau tidak maka semua eh disebutkan itu adalah kewajiban yang Allah sebutkan dan habis maksudkan walih dahaba Al imamu Ahmad dan salah satu di antara mazhab atau pendapatnya Imam Ahmad bin hal Wal jamaat Min ahlil Ilmi dan sebagian di antara Pakar Ilmi ya Ini kata para ulama pakar ahli Ilmi itu ee disebutkan di footne ng disebutkan di ftut jemah sekalian yang dimaksud oleh Imam Ahmad bin hambal ee sebagian di antara Ahlul Ilmi adalah perkataan orang-orang yang berilmu di antara ara mereka yang menjelaskan antara kalimat alfardu dan alwajib ya Jadi kalau fardu itu kan kewajiban atau wajib kalau wajib itu kan juga kewajiban ya jadi artinya pakar para ulama yang membahas tentang hukum-hukum alfaid hukum-hukum eh wajibat itu mereka sepakat Ila Anna fardho sesungguhnya bahwasanya yang namanya kewajiban itu a'damu Minal wajib dia lebih unggul lebih utama lebih agung daripada yang namanya kewajiban dalam diksi dalam sebutan ya dari sisi apapun jemaah makanya istilah kita kalau menyebut mana yang lebih kuat wajib atau fardun ya makanya kalau bapak ibu lihat dalam diksi hadis ya contoh nabi kita bersabda dalam Sahih Muslim bahwa tholabul Ilmi faridatun faridotun ala kulli muslimin ya yang ini yang sahih ya kalau yang tambahannya e wa muslimatin itu dif ya jadi hadisnya nabi kita bersabda tholabul Ilmi faridotun ingat menggunakan apa Faridah bahwa mencari ilmu itu wajib Kenapa menggunakan Farid tidak menggunakan misalnya wajibatun ya karena Farida itu lebih a'dam penekanannya lebih lebih tebal lebih kuat I walaupun maknanya hampir sama istilah kita kalau dalam bahasa Indonesia ya ya kayak ee kayak kuda sama jaran ya mungkin kalau kita bicara kuda orang semua familiar Oh itu kuda tapi kalau jaran Enggak semua orang mungkin apa familiar ya Ada yang tahu ada yang enggak Tapi kalau kuda Mungkin orang semua paham tapi kalau jaran gak nah kalimat faradah atau faraid dengan wajabah atau wajibat itu ternyata ada sedikit berbedaan kata Al Imam Ahmad bin hambal rahimahullahu taala wat nah hanya saja kalau kita bicara masalah bab di sunah maka perkara yang menunjukkan wajib dipakai istilah wajib dalam hukum fikih ya jadi hukum fikih itu menyebutnya wajib mustahab makruh haram enggak fardun lagi jemah dalam hukum ya tib illa at bisightil farad ya kecuali ada memang diksi yang datang dari kalimat eh apa fardun sendiri ya qard W wajib J dalil ya perbedaannya hanya dari sisi dalil ketika disebutkan e Faridah atau kemudian wajabah itu saja ya Adapun Berbicara masalah Eh sebagian di antara para ulama menyebutkan bahwa yang namanya kewajiban ARF darah Minal wajib Dia memiliki derajat yang lebih unggul jemah ya ya kesimpulannya kalau bicara masalah makna terkait dengan wajib itu ada dua diksi fardun sama wajaba ya maka kalimat ee fardun dipakai dalam istilah istilah hadis tib Nah kita lihat penjelasan jemaah sekalian rahimakumullah Apa yang dimaksud dengan kalimat ee wajib di sini wajib di sini adalah kalau kita menggunakan dalam penjelasan al-qur'an Allah Taala berfirman dalam surah al-hasr misalnya ayat yang keet7 wa atakumur rasulu fakuduhu wa nahakum Anhu fantahu ya Jadi kalau dalam al-qur'an ada kalimat apa yang telah datang dari Rasulullah maka fakuduhu ya ingat kalimat fakudu itu dalam bahasa Arab ambillah yang kalau dalam bahasa Arab kebetulan diksinya ini fi'il Amr jemaah fi'il Amr itu apa perintah berarti apa yang datang dari Rasulullah maka wajib untuk kalian apa ambil ya sedangkan apa yang dilarang oleh Rasulullah alaihiatu wasalam fantahu kalian tinggalkan ini juga diksinya fi'il Amr nah makna kalimat ini jamaah sekalian walaupun tidak ada tidak ada kalimat farad tidak ada kalimat aujabah di situ melekat kalimat wajib bagi kita untuk mengambil ucapan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan kita meninggalkan semua yang dilarang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan begitulah kekuatan bahasa yang ada dalam al-qur'an ya makanya Masyaallah ya maha dahsyat Dan hebatnya Allah itu menurunkan al-qur'an dengan bentuk sebagai Wahyu nabi sebagai bentuk mukjizat nabi siapa sangka jemah sekalian hari ini Banyak pakar bahasa yang mencoba untuk membuat struktur bahasa Arab atau bisa kita sebut dengan ee semua pembelajaran bahasa Arab yang semuanya mengacu induk utamanya ke al-qur'an ya sampai-sampai dulu kita waktu belajar di maahad kalau ada kaidah yang menyelisihi al-qur'an kaidah itu batolat jemaah kaidah itu apa Batal Sekuat apapun kaidah dalam bahasa Arab kok ternyata ada contoh kasusnya dalam bahasa al-qur'an kok berbeda kaidah ribuan bahkan jutaan itu enggak berlaku al-quran itu saktinya luar biasa jemaah saktu diksi kalaupun seandainya dia salah ya dalam artian salah Sara kaidah orang-orang yang bikin maka kaidah yang yang benar itu semua enggak berlaku ya contoh misalnya ada orang kalau dalam bahasa Arab dalam bahasa Arab ngih kalau orang habis bicara huruf Jar gitu Wah ini kok sampai bahasa Arab ini ya enggak apa-apa Nggih semoga agak loading dikitlah Jadi kalau habis huruf Jar Itu di kasr Bapak Ibu misalnya Minal Baiti minallahi Nah itu kaidahnya gitu hukum kaidahnya gitu loh pokoknya kalau habis huruf Jar Min dan teman-temannya itu itu nanti di kasrah minall ul gitu Tapi kalau bapak ibu baca dalam al-qur'an ada minqoblu Wah itu gimana itu kok di diomah Ustaz Harusnya kan di kasr kata Ustaz tadi Nah akhirnya kemudian kaidah ini menyesuaikan kebutuhan al-qur'an jemaah Masyaallah ya sebegitunya Bagaimana dahsyatnya kaidah itu enggak berlaku ya makanya kaidah itu kan penunjang dulu di zaman Nabi enggak ada yang namanya kaidah-kaidah seperti itu L al-qur'an dulu tidak tidak biharakat dan tidak binukat bisa kita bayangkan eh mungkin Bapak Ibu Ketika nanti semoga Allah mudahkan bisa Sewan ke tanah haram ya dan ziarah ke kota kota Makkah nanti ada museum Wahyu itu ada salah satu peninggalan Quran yang ditulis dengan jahitan itu enggak ada beberapa tidak pakai titik enggak pakai harakat Bapak Ibu ya kayak kerek-gerek gitu aja ya itu bacanya Ya sulit tuh untungnya Bapak Ibu kalau baca misalnya kalimat yang bertuliskan Bismillahirrahmanirrahim itu enggak pakai titik enggak pakai harakat kira-kira lancar enggak lancar tapi kalau pas dipenggal di tengah surah an-naml misalnya ayat 14 ohoh itu belum tentu bisa bunyi Bapak Ibu ini opo bacaannya G jadi orang-orang dulu cukup kayak gitu aja bisa jalan karena apa Karena Wahyu itu dibacakan oleh nabi kita alaihatu wasallam langsung ditransfer kepada para sahabat langsung dihafal jemaah ya makanya belajar itu Imam Syafi'i itu kebiasaannya ketika beliau belajar setelah pulang ngaji beliau catat kembali seperti para sahabat makanya ada Katib nabi kalau Wahyu turun maka Wahyu itu ditulis tanpa harakat tanpa titik tapi karena pernah dibaca pernah dibaca akhirnya masih ingat dan begitu turun menurun terus sampai di zaman kemudian Umar Bin Khattab beliau merasakan ada semacam kayak kegelisahan di khawatirkan para penghafal Quran di zaman Nabi sudah mulai berkurang karena wafat akhirnya tolong kumpulkan al-qur'an jadi jamul Quran itu di eranya Umar Bin Khattab jemah yang kemudian minta minta agar Abu Bakar juga ikut serta me apa meresmikan untuk jamul Quran kata Abu Bakar asiddiq mengatakan Oh Jangan Umar ini berat ini nabi belum pernah wasiat P kita jangan ente bikin bidah loh muncul bidah jamaah di zaman itu jangan dibikin macam-macam nih Quran itu belum pernah nabi sarankan kepada kita-kita ini untuk dikumpulkan sampai nabi wafat tapi kata Umar merasakan sesuatu yang ini kalau kita biarkan Sedangkan para sahabat senior yang hidup di zaman Nabi ini mulai berkurang dikhawatirkan orang-orang ini tidak kenal lagi al-qur'an akhirnya mereka berdua rundingan macam-macam akhirnya dipanggillah juru tulis nabi katibnya nabi dan masih hidup waktu itu akhirnya kemudian dipanggil waabit tolong kau kumpulkan semua al-qur'an yang pernah engkau tulis Sabit komentar Zaid bin Sabit komentar wallahi demi Allah Seandainya aku memindahkan gunung a ke gunung B jemaah asqol eh Akfa wa akof jauh lebih ringan daripada aku memindahkan atau mengumpulkan al-qur'an ini langsung penulisnya yang ngomong jemah artinya apa betapa beratnya ketika Alqur'an itu mau dikumpulkan di waktu itu sampai-sampai lebih gampang mindahkan Gunung Merapi dari Jogja ke Purwokerto gitu bayangkan untuk mindindahkan Quran dari tempat ini ke itu jauh lebih berat tapi dengan izin Allah subhanahu wa taala akhirnya tadinya tiga sahabat ini hampir mau futur ternyata Allah kuatkan hati mereka akhirnya kemudian setelah itu Allah teguhkan hati mereka semua untuk kemudian dikumpulkan al-qur'an itu kalau tidak jemah sekalian wallahuam ya tapi kalau Allah itu kan punya skenario yang Masyaallah ya Luar biasa yang tadinya bercecer enggak ada harakat Enggak ada sakel enggak ada titik sekarang kita nikmati al-qur'an Masyaallah dari mulai harakatnya pendek sampai gondrong Ada semua tuh tapi yang bacanya kadang-kadang mulai berkurang ya kan sudah dibacakan pun kadang-kadang kabur nah ini yang menjadi barangkali kelemahan kaum muslimin tib kita kembali ke diksi kalimat w atakum rasulu fuduhu w atakum anhu tahu tib diisi yang lain jemaah sekalian nabi kita juga pernah mendapatkan ayat dalam surah eh Al Imran 132 Allah Taala berfirman wa atiullaha warasulah taatilah Allah dan taatil Rasul Ya ini juga diksinya bentuk perintah yang di mana wajib taat ya jadi taatilah Allah taatilah Rasul laakum turhamun niscaya kalian akan ber beruntung kata Beliau mengatakan apa Fa ayatun atau Fal ayatu katsiratun Fi hadal babi tema seperti ini jamaah sekalian dalam al-quran Bapak Ibu bisa cari dan itu banyak sekali diksid diiksi yang menjelaskan tentang hal seperti ini kalau kita coba gali satu persatu itu banyak ya Makanya tadi saya bilang apa Kalau sa mau dikumpulkan ketemu di surat a kumpulkan surat B kumpulkan surat C kumpulkan ya Monggo Ya liqi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Al in alablahu ma Bukankah Sesungguhnya aku diberikan sebuah kitab yakni al-quran yang semisal dengan dengan yang saya bawa ya alhadis ya salah satunya anahu Q sebag sebagaimana nabi kita juga pernah bersabda dalam hadis yang dikatakan Imam Abu Dawud Imam turmudzi Ibnu Majah dan Imam Ahmad menyebutkan dalam kitabul musnad Ibnu Hibban imam tabani dan yang lainnya nabi kita bersabda Alla faainna ahu Alaihi wasamah dan Bukankah apa yang diharamkan oleh Rasulullah juga sama dengan apa yang diharamkan Allah subhanahu wa taala ya Jadi kadang-kadang ada orang misalnya nyari mengulik sebuah bab dalam al-quran enggak ketemu Ini mana Ini bab masalah Katanya rokok itu haram misalnya gitu dicuari dari Albaqarah sampai Anas enggak ketemu jamaah Wah berarti boleh ini enggak haram dalam Quran gitu ya ternyata kalau kita kumpulkan semua hadis-hadis nabi yang kemudian menjadi kumpulan yang menyimpulkan ternyata ini bahaya madaratnya besar misalnya gitu jadi ketika misalnya dalam al-qur'an belum ketemukan maka Yakinlah ayat yang menyebutkan wama atakumur Rasul fakuduhu W wama nahakum Anhu fangu cukup jemaah sebagai dalil bahwa hadis nabi itu menjadi larangan dan perintah untuk kita semua ya makanya ketika bicara masalah ee ayat ada enggak konteks larangan dalam ini dan itu yang tidak dijumpai dalam al-qur'an para sahabatembaca ayat ini ketika mereka menanyakan terkait dengan larangan a b c d e yang tidak ada dalam al-qur'an sahabat membacakan surah al-hasr ayat ke-7 jemaah ala taqra kata mereka ya jadi orang-orang Yahudi yang ngeyel-ngeyel itu mereka di dibacakan ayat ini Bukankah Allah Taala berfirman satu kaidah dalam Alquran menjawab solusi semua kehidupan terkait dengan masalah perintah nabi alaih wasamumuahuahu selesai mau Ngel apa coba ya Dan ini ayat engak bisa didebat lagi jamaah ini sudah harga mati bagi kita seorang muslim wajib untuk menurunkan ego kita engak perlu ngeyel keluarkan prinsip Sam kita dengar data ya Nah baik kemudian jemah sekalian rahimakumullah kita masuk di penjelasan berikutnya yakni Wal maqsudu annaqulahu Fal yudoiuha dan maksud daripada jangan kalian sia-siakan kewajiban Allah subhanahu wa taala yakni imtatalu waadu hadil faraid kerjakan tunaikan semua kewajiban-kewajiban allah subhanahu wa taala jangan kalian sia-siakan biadal imtisal Setelah kalian mendapatkan perintah itu ya makanya beratnya seorang muslim dalam artian berat itu karena dia mengembang sebuah amanah jemaah semakin dia ngaji maka dia semakin terkena undang-undang hati-hati ini enggak boleh ini boleh ini haram ini syubhat ya semakin dia ngaji semakin dia tahu ilmu Maka lingkup geraknya makin terbatas itulah makna sebuah hadis bahwa seorang mukmin itu seperti di di penjara yo Sabar dululah minimal 60 tahun Woh lama banget Ustaz woh 60 tahun jenengan juga waktu usia balig sampai tahu ilmu paring sudah 51 tahun toh jemah baru kenal ngaji mungkin baru 5 tahun yang lalu itu pun kadang-kadang Masyaallah masih aja ngeyel Oh kok yo berat yo Harusnya kita itu kayak di penjara sejak balik jemaah balik usia Anggaplah 15 tahun tambah hari ini Katakanlah 25 misalnya ya dipenjara baru 30 tahun insyaallah masih aman toh penjaranya juga enggak ketat-ketat amat Islam itu memberikan kelonggaran-kelonggaran banyak primis-primisnya jemaah banyak diskon diskonnya jadi enggak dipenjara total kayak orang kemudian di penjara di penjara dunia yang enggak bisa keluar Islam itu Walaupun ada kalimat seperti di penjara tapi diskon-diskonnya gede-gedenan bagi ibu-ibu misalnya ketika misalnya ibu-ibu enggak mampu ya dalam kondisi kemudian karena ada haid darah haid atau mungkin nifas itu ada diskon enggak perlu salat enggak perlu puasa kan gitu bapak-bapak ketika sakit enggak perlu ke masjid boleh ya Hujan enggak boleh ke masjid enggak enggak harus ke masjid boleh itu kan diskon-diskon yang tadinya wajib jadi tidak wajib jemah ya Sehingga ya masih masih banyaklah kelonggaran-kelonggaran yang Allah berikan fainallaha taala atau fainallaha mafardallahu a bilil Dan tidaklah Allah Subhanahu Wa taa itu mewajibkan sesuatu kewajiban kecuali Allah sudah berikan contoh jadi aman sebenarnya enggak perlu kita takut Kok kayak-kayaknya saya ini kok berat ya melaksanakan kewajiban sudah ada pendahulunya kita itu istilahnya jemah sekalian dalam beragama mengikuti jejak yang sudah Allah gariskan udah gitu aja Oh jalannya ke kanan ya Ke Kanan Ke Kiri Ke Kiri lurus-lurus enggak usah bikin jalan sendiri Lebih aman itu kalau kemudian jalan itu sudah ngikutin dan Islam itu adalah ittiba Islam itu ngikutin jalannya nabi dan sahabatnya ya Mak yang repot itu kan kalau orang bikin jalan sendiri jemaah n repot kalau ada orang beragama beribadah bikin jalan sendiri 100% bisa dipastikan repot sudah babat alas pasang kemudian ee jalan baru nanti kemudian pasang lampu macam-macam tapi kalau dia ngikuti jalannya nabi dan para sahabat tinggal dia ngikutin aja wong agama itu itiba kok ya ya cuma masalnya kadang-kadang kita itu ngeyel gitu kan dikih tahu ini pak enggak boleh ini jalannya nabi Oh enggak enggak mau Saya mau jalan sendiri mau saya pintar ini dan itu nah ini ya ngeyelnya itulah yang menyebabkan banyak orang me menyimpah Fah yadullu ala Anna maniaha aimun nah ini jemaah hati-hati ya ini menunjukkan bahwasanya orang yang kemudian mengabaikan perintah-perintah Allah adalah dosa bisa dipastikan dosa lianan naha ya An tadyiq karena sesungguhnya Allah subhanahu wa taala itu melarang orang yang menyanyiakan amanah dari Allah subhanahu wa taala ya dalam kaidah disebutkan bahwa tarquul wajib muharomun orang meninggalkan kewajiban sepakat semua ahli bahasa ahli kaidah menyebut itu hukumnya haram ilah Bil Udur ya Jamaah ya kecuali ada udurnya itu kecuali ya hukum asalah haram tapi kalau ada uzur misalnya tadi saya sebut gerimis hujan wajib enggak ke masjid gak wajib jemaah makanya Kenapa muadin itu disunahkan kalau azan ketika hujan tambahkan apa asalatu Fi buyutikum sebagian di antara riwayat mengatakan asalatu Fi hujurikum salatlah kalian di rumah-rumah kalian salatlah kalian di ee kamar-kamar kalian ini kalau Madinah itu hujan Bapak Ibu Ya hujan itu karena hujannya kan tingkat hujan di sana itu bukan hujan gerimis enggak level sana levelnya Madinah Mekah itu banjir kayak Jakarta gitu Jadi levelnya hujan di Makkah Madinah setahun kadang-kadang sekali setahun dua kali baru ee 2 tahun baru hujan tapi levelnya hujan gede Maka muadin langsung asalatu ya Eh fi buyutikum fi aswaikum fi khujurikum itu terdengar Tapi karena kita gironya semangatnya ke masjid Nggih keutamaannya 1.000 sampai 100.000 hujan pun malah senang jamaaah anak-anak sana itu kalau hujan W bahagianya kayak dapat doorpres mobil Lamborghini gitu Wah sampai selorotan lari-lari kita ini hujan sampai kadang-kadang Kok hujan lagi toh Ya Allah sampai bosan ya orang sana kalau hujan walaupun sambil ada bledek macam-macam itu W euforianya tinggi jemaah yang orang-orang Indonesia dekap di hotel berdoa semoga hotelnya enggak ambruk gitu orang-orang Madinah pada keluar semua itu mereka hujan-hujan senangnya Ken apaa hujan itu Barokah loh jemaah jadi setiap hujan turun upayakan Bapak Ibu mengenahkan badannya ke hujan istilah hujan-hujan enggak juga hujan-hujan tapi kenakan ya makanya nabi itu kalau hujan pertama kali turun beliau keluar rumah beliau basahi pundaknya beliau basahi kepalanya ya makanya Bapak Ibu coba perhatikan anak yang masa kecilnya kalau hujan deres terus mandi maka daya imunnya lebih baik daripada anak-anak yang Perumahan enggak pernah mandi hujan enggih moten Ah coba uji coba besok ya kan ada 10 anak suruh mandi hujan lima suruh rumah di dalam rumah yang banting atau yang tahan banting kena hujan itu atau ada musibah batuk pilek ah sudah biasa itu jemah tib sehingga tarquul wajib muharomah atau muharomun meninggalkan kewajiban termasuk di antara perkara yang yang haram tapi sudah azan mungkin Azan dulu Barangkali belum berapa menit dua Oh pakai detik ini Pak t kita baru tema satu ya Jamaah ya terkait dengan ee kewajiban yang kalau ditinggalkan jadi eh kesimpulannya ada di bai terakhir ya tarquul wajib muharomun itu aja Jadi kesimpulannya di sini meninggalkan kewajiban hukumnya apa haram ya Berarti enggak boleh menyanyiakannya TB kita Anda sejenak nanti kalau ada pertanyaan Monggo bisa disampaikan ee bayi tulis atau mungkin bayi lisan juga monggo
Jamaah sekalian kaum muslimin W muslimat rahimakumullah Mungkin ada yang mau ditanyakan sharingkan mungkin terkait dengan materi Apa mungkin yang di luar materi Monggo dari jemaah sekalian t kalau belum ada kita sambung sedikit ngih tapi ini agak panjang Cup termasuk di bab masalah had atau batasan Allah subhanahu wa taala dan Mungin saya tambahkan sedikit jamaah sekalian terkait dengan tadi ya poin yang sudah kita bahas di ee pegalan hadis yang pertama Ya jadi kita membicarakan terkait dengan innallah taala Farid Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala mewajibkan kepada kalian kewajiban Maka jangan sia-siakan ya berarti kalau ini kita balik ee makna hadis ini seseorang yang menunaikan di antara kewajiban-kewajiban Allah subhanahu wa taala maka Allah akan berikan perhatian lebih jemaah ya jadi semua kalimat yang bisa kita ambil hikmah darinya misalnya di sini Allah wajibkan kita kewajiban kemudian kita mengabaekan kewajiban tersebut ya dan tadi kaidahnya adalah tarul wajib muharun meninggalkan kewajiban itu perkara yang haram berarti ifalul wajib faul wajib atau faal wajib ya sesuatu yang itu sifatnya wajibah melaksanakan perkara-perkara yang wajib maka berdampak kepada apa sesuatu yang berpahala ya Sehingga [Musik] jadi ada buah daripada mengamalkan perintah Allah dan juga ada dampak dari melanggar perintah Allah subhanahu wa taala dan kalimat ini jemah sekalian menarik Innallaha taala Sesungguhnya Allah Taala ini bukan hanya Allah yang kemudian eh perintah yang harus kita kerjakan termasuk di antara perintah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya karena kalimat ehuntumballahiuni itu berarti berlaku untuk orang-orang yang ketika dia mengatakan cinta kepada Allah maka juga Ikutilah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam artinya ketika Allah mengatakan Sesungguhnya Allah mewajibkan kepada kalian itu maksudnya adalah Rasulullah juga mewajibkan kepada kalian ya makanya coba ee tadi kalau kita sebut salah satu ayat ya ayat ini jemaah ya atiullaha War rasul ya Jadi kalimatnya itu menggunakan Eh ini namanya wau atfiah atf itu menghubungkan ya kalimat wau aof itu banyak macamnya wau itu ada wau maiah ada wau aof ada wau qasam ada wau sumpah macam-macam Nah kenapa Allah subhanahu wa taala menyebutkan dengan kalimat atiullah warasul tidak menggunakan Atiah waasul misalnya gitu karena mentaati Allah dengan mentaati rasul itu nilainya sama berarti orang yang mentaati Rasul berarti dia juga mentaati Allah orang yang mentaati Allah maka dia mentaati Rasul sehingga harga al-qur'an dan asunah nilai kalau orang itu bicara pegangan al-qur'an dan itu sama jemaah jangan sampai kemudian dia berpegang dengan al-qur'an tapi mengabaikan al-hadis itu enggak bisa makanya kalau orang berpegan dengan al-qur'an dengan alhadis pun juga demikian makanya kata para ulama kalau orang itu berpegang teguh dengan kedua hal ini Maka kalau dia mengamalkan keduanya dan berijtihad dengannya disebut dengan Ahlul asar mereka orang-orang yang kemudian komitmen dengan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi kalau kemudian ya Berbicara masalah ketaatan kepada Allah itu sudah otomatis mengikuti atau meliputi atau mencakup ketaatan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya makanya tidak boleh jomplang ya kalau al-qur'an itu kita pelajari dengan ya dengan baik maka hadis pun juga demikian hanya saja jemah sekalian kalau al-qur'an tidak ada yang dif al-qur'an tidak ada yang Mursal tidak ada yang maudu tidak ada yang palsu sedikitpun sebenarnya hadis pun juga demikian karena semua hadis itu Allah yang memberikan langsung kepada nabi melalui ya melalui nabi dengan perbuatan Nabi Ya Allah Taala berfirman W yantiil Hawa inhua illa Wahyu Yuha tidaklah nabi kita itu berbicara dari hawa nafsunya melainkan beliau berbicara dengan Wahyu yang Allah berikan kepada kepadanya jadi ya nabi pun bersabda nabi berbuat itu semua atas bimbingan Allah subhanahu wa taala Nah mungkin barang itu tambahan sedikit dari poin pertama jemah sekalian eh terkait dengan kewajiban yang Allah wajibkan kepada kita maka tidak boleh kita apa kita sia-siakan Insyaallah taala di kesempatan akan datang ee Mungkin dua pekan lagi kita berjumpa Insyaallah kita akan bahas terkait dengan batasan-batasan yang Allah ee berikan kepada kita dan tidak boleh kita melampaui batas ya wallahu taala alam demikian Semoga ada manfaatnya untuk kita semua dan bisa kita pahami kita amalkan dan kita dakwahkan Allahumma alimna ma yanfauna eh wangfana Bima alamtana wazidna Ilman asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh