Larangan Allah Jangan Dilanggar

(Kitab Arbain Nawawi)

Ustadz Abu Umair BA., M.Pd

حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

3
Isi Ceramah

Bismillah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu wa nastagfiruh wa naudzubillahi minuri anfusina wayiati aalinaahdihillahu Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh Shallallahu Alaihi waa alihi wasahbihi wasallam Q Allahu Taala ya auhina amanlah haqqq W tamutunna illa waantum muslimun faqa nabiuna Muhammad bin Abdillah Shallallahu Alaihi Wasallam Fa asdaq Hadi kitabullah W Hadi Hadi Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam was umuri mdasata Fa mdasatin bidah wa bidatin dolalah wa dolalatin finar Mas muslimin wal muslimat jemah sekalian rahimana warahimakumullah kita sambung kembali majelis kita di hadis yang KE30 dari Kitab Hadis Arbain annawawi nawawiah karya Al imam nawawi rahimahullahu taala E dan kita akan membembahas e tema akhir dari hadis 30 terkait dengan AS dan apa yang telah Allah haramkan kepada kalian Maka jangan kalian terjerumus kepada perkara yang haram ya Dan ini nilai daripada takwa jemaah jadi takwa salah satu di antara maknanya dan ini makna yang disepakat oleh sebagian besar para ulama menjalankan semua syariat Allah subhanahu wa taala dan meninggalkan semua larangan-larangan Allah ya jadi sehingga hadis ya atau as mengharamkan semua perkara-perkara yang Allah haramkan itu bagian daripada takwa ya Sehingga perlu untuk kita pelajari apa saja yang menjadi larangan-larangan Allah subhanahu wa taala tib ketika berbicara masalah perkara yang diharamkan Allah subhanahu wa taala jemah sekalian itu ada berapa hal yang berkaitan dengan masalah bab alatimah bab masalah makanan dan juga ada perkara-perkara yang bab masalah ubudiyah ya ibadah kepada Allah subhanahu wa taala misalnya kita bicara di surah Almaidah ya nanti silakan dibuka ayat 103 ya sebagai pengantar dan mukadimah bahwa dulu orang-orang jahiliah atau orang-orang kafir jahiliyah membuat sebuah am yang kemudian dinisbatkan kepada Allah subhanahu wa taala ya Allah Taala berfirman maallahu Min Bakir Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan yang namanya bakhirah ya jadi bakhirah itu eh di beberapa penjelasan para ulama terkait dengan tafsir bakhirah karena ada empat hal yang orang-orang kafir itu menyebut penamaan-penamaan tetapi disandarkan kepada Allah subhanahu wa taala ya tib Ee bakhira itu salah satu yang kalau mau diistilahkan di zaman Jahiliyah dulu jadi orang-orang jahiliah itu memiliki unta betina jemaah yang telah beranak sampai sebanyak ee lima kali ya jadi kalau orang Arab dulu punya anak eh punya unta dan untanya itu beranak lebih dari lima kali dan itu jantan semua ya lalu unta betina itu dibelah ya telinganya setelah itu kemudian dilepaskan dan tidak tidak boleh ditunggangi sama sekali Nah hal seperti ini dinisbatkan oleh orang-orang Arab jahiliyah itu namanya bakhirah orang yang membuat bahwa kepercayaan kalau unta itu sudah punya anak lima kali dan jantan semua nanti maka unta yang kemudian betina Itu dipotong telinganya atau dibelah kemudian dibebaskan dan tidak boleh ada yang bisa mengendarai tidak boleh dikendarai ya dan itu diyakini oleh mereka orang-orang jahiliah bagian dari daripada syariat Allah kata orang-orang Arab jahiliyah itu yang Allah sebutkan di surah al-maidah 103 jemah ya berbicara e bakhira Kemudian yang kedua dengan kalimat ee Istilahnya sybah ya Ini mana yang kedua yang dipakai oleh orang-orang Arab jahiliah untuk mereka ini kemudian menisbatkan syariat kepada Allah subhanahu wa taala ya jadi Sabah itu kalau dilihat dalam beberapa Tafsir dan penjelasan unta yang dibiarkan pergi ke mana saja Ia berlari ya karena suatu nzar seseorang dan tidak boleh ditunggangi tidak boleh dipakai untuk kemudian beban berat Ya bisa dibilang sabaah itu unta yang merdeka dan itu dianggap oleh orang-orang Arab jahelah syariat Allah subhanahu wa taala kemudian yang ketiga disebut dengan istilah dalam al-qur'an yakni ee wasilah ya jadi wasilah itu di antara maknanya kata para ulama adalah seekor domba betina melahirkan anak kembar yang kemudian terdiri dari jantan dan betina Nah maka ketika kemudian Anak Domba itu lahir dua jantan dan betina maka yang jantan disebut dengan wasilah dan itu kepercayaannya orang-orang Arab jahiliyah kalau itu syariatnya Allah subhanahu wa taala dan yang ketiga disebut dengan hammun yaitu unta jantan yang tidak boleh diganggu lagi ya karena telah membuntingi unta betina beberapa kali jadi kalau ada unta jantan yang sudah Ee mengawini unta-onta betina maka dianggap ini unta sebagai HAM dan orang-orang Arab jahiliyah jamaah sekalian membuat syariat-syariat tadi itu disandarkan kepada Allah subhanahu wa taala bisa kita bayangkan ya manusia orang kafir jahiliah mengatas namakan itu adalah syariat Allah padahal itu adalah perbuatan mereka sehingga apa yang diharamkan Allah itu di zaman Jahiliyah justru mereka membuat sebuah perkara yang Allah haramkan bagi mereka ya makanya Allah menyebutkan wakinalladina kafaru yaftaruna alallahil kadibah dan merekalah itu orang-orang kafir yang membuat eh omong kosong mereka membuat sebuah ucapan yang mendustakan Allah subhanahu wa taala waakarum la yaqirun dan kebanyakan di antara mereka tidak berakal ya Ini surat al-maidah ayat 103 nanti mogo dibuka dalam apa tafsir lebih dalamnya kita coba untuk ee angkat tema ini karena berhubungan dengan tema kita jemaah bahwa banyak orang yang mengetahui perkara yang haram Tetapi dia terkadang terjerumus bahkan ada orang yang membuat amalan yang haram tanpa Allah subhanahala perintahkan terhadap orang tersebut ya Ya makanya nanti kenapa kita bahas khusus bab masalah ini karena banyak di antara mungkin ee di masyarakat ini bukan Amal ini bukan syariat tetapi sebagian di antara orang menganggap itu syariat ini seakan-akan kalau mau dicontohkan dikompres gitu ya sama dengan orang-orang jahiliyah mengatakan yang namanya kemudian hamun atau wasilah ataupun kemudian bahirah mereka membikin sebuah syariat tersendiri kemudian disandarkan kepada Allah subhanahu wa taala ya makanya Allah menyebutkan eh maja'alallahu Min bakhirah wbah jadi Allah tidak membuat syariat tersebut dan ini Allah sudah ingatkan di surat almaidah ayat 103 dan ini kalau kita kiaskan dalam bentuk amal atau perbuatan yang Allah tidak syariatkan tetapi banyak orang yang mengamalkan maka berarti dia telah apa terjerumus dengan perkara yang Allah haramkan dan dia masuk dalam lubang keharaman baik nah Jah sekalian rahimakumullah kita ambil kasus contoh lagi ya Di surat al-an'am misalnya ayat yang ke-145 bab masalah Allah haramkan masalah beberapa jenis makanan jemaah atau mungkin juga bisa benda ya ka ajidu ka ajidu Fima ukhiya ilaiya Katakanlah Muhammad Tidaklah aku jumpai apa yang Allah haramkan kepadaku alatimi yat'am terhadap makanan illa ayyakuna kecuali makanan itu mayitah ya Maita itu bangkai ya Jadi ini kalau juga kita eh apa pahami secara rata maka juga tidak tepat dan tidak benar karena ada bangkai yang diperbolehkan ya jadi semua bangkai itu haram kecuali jarat dan Samak belalang dan ikan jemaah ya tetapi kalau kita melihat dalam ayat yang umum seperti ini maka secara Gis besar yang namanya maitah bangkai itu haram k kedua Daman ya darah kemudian lahmal khinzir daging babi dan semua itu fainnahu rijsun Karena perkara-perkara yang najis dan termasuk di antaranya adalah ukhillhairillah sesuatu yang disembelih bukan atas nama Allah subhanahu wa taala itu juga haram jadi perkara-perkara yang haram Allah sebutkan itu ada yang sifatnya memang bentuknya makanan dan sebuah zat yang tidak boleh kita u ada yang sifatnya perkara-perkara dalam Bab syariat ya makanya kalau kita kelompokkan gitu ya kualifikasikan ini perkara yang haram dalam Bab masalah ee makanan atau ini adalah bab masalah ibadah atau ibab masalah akidah atau muamalah itu nanti kalau kita kelompokkan semua maka seseorang tidak boleh mendekat dengan perkara yang yang haram dan Allah Contohkan lagi di surah al-an'am ayat 151 katakan Muhammad bacakan untuk mereka orang-orang yang telah RAB kalian haramkan terhadap kalian semua Apa itu jangan kalian berbuat kesyirikan kepada Allah dengan sesuatu Apun dan terhadap orang tua kalian berbuat baiklahum dan jangan pernah membunuh anak kalian karena takut masa miskin atau Jatuh Miskin ya Ini juga salah satu di antara hal yang Allah haramkan kita pot sampai situ dulu jangan kalian dekat-dekat dengan yang namanya alw perbuatan yang keji yang nampak dari kalian at atauersunyi dan juga tidak boleh membunuh jiwa yang telah Allah haramkan ya Jadi maksudnya jiwa seorang muslim itu Allah haramkan jemaah tidak boleh ditumpahkan darahnya ya Walaupun mungkin muslimnya dia muslim misalnya muslim KTP ataupun muslim baru e kenal beberapa syariat enggak boleh ditumpakkan darahnya illa bilhaq kecuali diperbolehkan dalam syariat ya yang dibolehkan itu adalah apa anfsu binafs orang bunuh maka dibunuh kemudian asayibuzzani seorang yang sudah menikah tapi dia berbuat zina itu boleh dibunuh kemudian almufar Lil jamaah orang yang keluar dari barisan kaum muslimin yang dalam hal ini murtad maka boleh dibunuh Jika dia memerangi kaum muslimin ya Selain tiga itu maka tidak di diperbolehkan Ti Jah sekalian rahimakumullah nah Berbicara masalah perkara yang haram ya Allah Azza waalla berfirman ketika mereka nanti di hari kiamat jamaah sekalian maka akan diminta dan disuruh mendatangkan Jadi kalau ada orang buat aturan ya Misalnya Anggaplah kayak orang jahiliyah tadi ya bikin aturan seperti bakhirah seperti wasilah seperti hama maka mereka nanti akan diminta mendatangkan syahid-syahidnya saksi-saksinya ketika membuat di hadapan Allah subhahu wa taala ya allahal berfirman dalam surat alanam katakan Muhammad kepada mereka orang-orang kafir yang membuat syariat ataupun aturan ketika di dunia datangkan kepada mereka yang namanya suuhada saksi-saksi Mere yang perumpuk meringkan perkara-perkara tertentu yaallah Sesungguhnya Allah mengharamkan ini ya kata mereka jadi ketika mereka bikin aturan kayak orang jahiliah tadi ya atau misalnya orang-orang itu kemudian membuat aturan yang kemudian tidak Allah atur nanti di hari kiamat mereka disuruh mendatangkan syhada mereka Jadi kayak siapa saksinya maka Allah katakanahidu jika Mereka kemudian memberikan persaksian fashad maahum maka tidaklah sekali-kali engkau memberikan persaksian kepada mereka fabitahum mereka tidak mampu untuk memberikan persaksian walaupun di dunia bersekongkol jemaah ya Kenapa demikian karena di hari kiamat La yatakallamuna illa Man lahurahman waqaba di hari kiamat ini orang enggak akan bisa bicara jemaah ya makanya paling beratnya itu dalang daripada orang pembuat ee perkara yang Allah Bolehkan tapi dia haramkan ya makanya yang paling berat itu orang yang ketika misalnya perkara yang Nabi tidak perintahkan tapi dia membuat aturan sendiri itu namanya bidah nah orang yang membuat perkara bidah itu Masyaallah naudubillah beratnya luar biasa jemah karena dia nanti di hari kiamat disuruh mendatangkan saksi ya misal nih contoh sederhana ada orang mengajarkan kepada kita atau pada orang terkait dengan amalan-amalan tertentu tu ya Misalnya zikir atau doa 1100 atau 1 11 misalnya nanti keutamaannya ini ini ini itu jika itu tidak benar maka berarti ini orang telah membuat sebuah syariat yang tidak dibuat oleh Nabi Alaihi salatu Wasalam Maka nanti di hari kiamat dia disuruh mendatangkan saksi-saksinya siapa saksi yang dulu engkau datangkan untuk membuat syariat itu ya dan mereka tidak bisa bersaksi dan tidak bisa berkata dan mereka kemudian dihisab oleh Allah subhanahu wa taala ya baik kemudian ayat yang lain jemah sekalian ya sebelum Nti kita masuk di penjelasan yang beliau sampaikan di sini Allah Taala berfirman dalam surat annahl ayat yang 116 dan sampai 117 wala takulu lima tasifu alsinatukum dan janganlah kalian mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lisan-lisan mereka yang dusta ya alinat hukum alkadib jadi orang yang mengatakan lisannya itu Hada halal W had haram ini halal ini haram padahal enggak demikian jemaah ya litaftaru alallahil kadib dia mengatakan ini halal ini haram tetapi motifnya adalah dusta ya maka Allah katakan Apakah kalian akan mendustakan nama Allah subhanahu wa taala ininaarahb sesungguhnya orang-orang yang mengatasnakan kepada Allah dengan kedustaan la yuflihun tidak akan beruntung ya abada selama-lamanya walahum adabun alim dan bagi mereka siksa yang sangat pedih ayat yang lain jemah sekalian membicarakan masalah orang yang membuat produk agama atau syariat halal dan haram yang tidak sesuai dengan Allah subhanahu wa taala ya surat Yunus ayat 59 katakanlah kepada mereka Apakah mereka mengira yang telah Allah turunkan kepada mereka berupa rezeki yang aku jadikan kata Allah ini haram ya Wal dan ini halal makanya sudah kita Bah di hadis yang sebelumnya bahwa Har bayinun perkara yang halal itu jelas Perkara yang haram itu apa jelas kok tiba-tiba ada orang yang menabrakkan antara ini halal haram dia tabrakkan semua sehingga dia simpulkan Allah halalkan tapi dia bikin ini haramkan ya Apa kata Allah subhanahu wa taala Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka Apakah mereka itu yang dusta ataukah Allah yang dusta ya Ee jemah sekalian rahimakumullah dan EE Mas banyak kalau kita bicara ayat Bagaimana orang-orang kafir itu ditantang oleh Allah subhanahu wa taala ketika ini mereka membuat apa syariat tersendiri ayat-ayat yang kita baca Jema sekalian sebagai bentuk apa penegasan saja ya karena kalau kemudian kita saat ini jumpai Bagaimana Terkadang ada orang yang ya karena syariat itu kan sudah 1446 tahun yang lalu jemaah kurang lebih ya di saat nabi kita alaihiatu wasalam pertama kali Dakwah terhidung 1 Hijriah sampai wafatnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berarti kurang lebih sekitar 15 abad yang lalu atau 14 abad yang lalu sehingga zaman 14 abad yang lalu atau 1446 tahun ini itu kemungkinan ada syariat-syariat yang mungkin kita enggak tahu jemaah kita enggak tahu atau belum tahu tiba-tiba kita dapat informasi dari orang lain atau dari nenek moyang kita atau mungkin dari leluhur kita atau mungkin dari inform masih saudara-saudara kita atau mungkin guru-guru kita yang itu gak benar misalnya nah ini makanya Kenapa Islam itu memberikan catatan eh dan Imam Bukhari menjelaskan di awal kitabnya alu alilmu qoblal Qui Wal amal jadi ilmu itu standarnya ilmui dulu sebelum kita beramal dan berucap biar tidak salah dalam mengamalkan ya sejak awal sudah diingatkan oleh Imam buk i ilmui dulu ketahui dulu sebelum kita berucap dan beramal sehingga ini untuk me apa kita agar waspada dan kita benar-benar hati-hati agar kita tidak terjerumus dengan perkara yang mungkin ini Allah haramkan malah kita halalkan atau Allah halalkan ternyata malah kita haramkan naudubillah ya Sehingga ini ee salah satu di antara kesalahan yang fatal bagi seorang yang ketika dia dihadapkan di hadapannya perkara-perkara yang mungkin dia enggak tahu hukumnya Tetapi dia lakukan nah kemudian J sealian rahimakumullah ketika kemudian nabi kita juga pernah bersabda Ya karena ee perkara-perkara yang halal itu jelas Perkara yang haram itu jelas ya maka Kenapa sih kalau kita bicara dua hal ini jemah sekalian Ya Halal Haram baik buruk ya atau ada tauhid ada Syirik ada sunah ada bidah ada taat ada maksiat ini kenapa harus kita kenali sampai sekelas sahabat nabi yang mulia hudzaifah Ibnu Yaman mungkin satu-satunya sahabat ya jamaah Di antara sekian banyak sahabat yang beliau berorasi dan sering menanyakan terkait dengan perkara-perkara yang buruk itu sahabat khudzaifah Ibnu Yaman Ya bisa dibilang juga beliau adalah salah satu di antara dainya nabi jadi mubaliknya nabi itu enggak banyak jemaah termasuk yang menjadi mubaliknya nabi yang diutus untuk dakwah itu hudaifah Ibnul Yaman dan beliau juga menyandang salah satu di antara gelar sahabat sirnya nabi pemegang rahasia kunci gembongnya orang-orang munafik itu hudzaifah ya Dan hudzaifah kalau bertanya pada nabi perkara yang buruk-buruk jemaah tentang fitnah tentang bahaya ya tentang keburukan di akhir zaman itu hudzaifah ya makanya sampai-sampai pernah suatu ketika ee Umar Bin Khattab radhiallahu taala anhu dikatakan oleh Sakik ya Saki itu seorang seorang tabiin muridnya hudzaifah jadi Sakik menceritakan dari gurunya hudzaifah menceritakan kisah ketika bersama dengan Umar jadi kata hudzaifah kunna Ma amiril mukminin Umar Bin Khattab dulu kami pernah bersama dengan Umar tiba-tiba kemudian Umar bertanya tentang sebuah hadis hadis yang membicarakan tentang fitnah jadi hudzaifah dan kenapa khudaifah paling paham terkait dengan hadis fitnah karena beliau orang yang tanyanya terkait dengan kebanyakan yang buruk-buruk jemaah nah poinnya kita enggak bahas hadis itu karena itu panjang eh Perlunya kita mengetahui perkara-perkara yang haram itu agar kita enggak terjerumus jamaah perlu juga kita mengetahui perkara-perkara yang diperintahkan agar kita bisa melakukan dan mengenali perkara-perkara yang haram agar kita waspada kan gitu makanya kenapa bicara takwa itu kan menjalankan syariat Allah dan meninggalkan Larang Allah kalau hanya sekedar menjalankan jemah sekalian tapi juga faktanya Dia berbuat maksiat itu belum takwa atau ada orang yang Mungin dia meninggalkan maksiat tapi juga meninggalkan ketaatan itu juga tidak takwa ya yang kadang-kadang di desa atau di kampung ada orang yang seperti ini tipekalnya orang ini ee dia memang baik jemaah ya enggak pernah gunjing enggak pernah Giba enggak pernah menyakiti orang pokoknya secas sosialnya itu dipujilah sama masyarakat baik orangnya enggak pernah berkata dengan perkataan yang menyakitkan enggak pernah berkataan e Giba adu domba tapi juga enggak pernah salat enggak pernah salat ya enggak pernah melakukan kewajiban puasa bulan Ramadan enggak puasa misalnya pertanyaannya tipe contoh yang pertama ini dikatakan orang bertakwa apa enggak jemaah tidak jadi ternyata baik secara manusiawi hukum manusia wi pokoknya enggak pernah menyakiti sama sekali tapi juga dia enggak pernah taat enggak pernah salat enggak pernah puasa di bulan Ramadan ya yang wajib-wajib maka ini bukan orang yang disebut dengan takwa sebaliknya pula ada orang yang mungkin dia salatnya Masyaallah rajin puasa ramadannya dia enggak pernah ketinggalan amal-amal Saleh Dia kerjakan semua tapi ternyata dia juga punya profesi kemaksiatan yang jalan terus ini pun tidak dikatakan tak takwa ya karena takwa itu eh menggabungkan antara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan larang Allah sehingga mengenali larangan-larangan Allah itu menjadi hal yang yang penting nah Ti jemah sekalian e rahimani warahimakumullah kemudian eh kita lanjutkan di perkataan beliau di sini almuharamatu asyaun qilah binisbatiir muharomat ya Jadi perkara-perkara yang haram eh Memang kalau kita berbicara masalah BAB apa bab larangan-larangan Allah subhanahu wa taala mungkin tidak terlalu banyak jemaah ya ya apa sih Coba kalau kita bicara larangan Allah yang paling Allah larang Untuk kita dalam ayat tadi yang kita baca Alla tusriku bihiah jadi bahkan orang itu kalau dia menghindari satu larangan ini saja sedangkan dia membawa dosa maksiat Selain kesyirikan itu levelnya aman jemah ya levelnya Apa aman di hari kiamat ya bukan berarti k kemudian ee maksiat boleh bukan bukan gitu ya tapi artinya kalau orang itu meninggal dan dia tidak pernah berbuat kesyirikan sedikitp Walaupun dia punya dosa-dosa yang lain dosa maksiat misalnya Giba domba misalnya mencuri Allah masih bisa tolerin jemaah ya karena kesyirikan ini penentu nanti kekal dan tidaknya seorang muslim ketika sampai meninggal dalam kondisi membawa dosa Syirik ini ya Bahkan kalimat innallahafiru aus bihi Allah tidak mengampuni pelaku kesyirikanfirasya dan Allah ampuni orang-orang yang berbuat kesyirikan Siapa yang Allah kehendaki sampai-sampai kata Ibnu qayyim rahimahullah taala kalau ada dosa kesyirikan dibawa mati maka bisa jadi orang ini diadab sampai Abadi ya seandya kita menghindari kesyirikan saja sudah bismillah Insyaallah aman ya mungkin barangkali kecandung dalam maksiat yang lain dosa-dosa yang lain ya Sehingga kata para ulama dengan menisbatkan kepada perkara-perkara yang haram itu memang tidak terlalu banyak ya tib kemudian di hadis yang berikutnya di potongan potongan berikutnya fasakata Anil Asya dan EE mendiamkan perkara-perkara yang Allah diamkan jemaah jadi artinya tidak tidak mengambil pusing ya kalau Allah enggak menjelaskan enggak perlu kita repot-repot untuk mencari penjelasan itu maksudnya ya fasakata E an Asya ketika Allah kemudian mendiamkan perkara a annallaha sakata Allah tidak membahas ya contoh misal kita berbicara masalah Alif Lam Mim misalnya yang artinya ya Alif Lam Mim ya enggak usah diartikan yang lebih dari itu t juga nabi ketika ditanya terkait dengan Alif Lam Mim nabi katakan ya Alif Lam Mim dan semua pakar tafsir menjelaskan terkait dengan Alif Lam Mim ya Alif Lam Mim ya kok ternyata ada sebagian di antara ya orang yang kemudian menterjemahkan Alif Lam Mim dengan istilah alifnya itu Allah lamnya malaikat mimnya Muhammad Nah itu memang agak pas ya kebetulan saja Alif Lam Mim alifnya itu Allah lamnya mal malaikat J ya bukan malaikat harusnya Karena malaikat itu kan depannya mim juga jemaah bukan lam tapi Anggaplah betul Gitu ya mimnya kebetulan Muhammad Nah itu agak nyambung tapi kalau kudian misalnya surah Nun itu siapa I kan surah qf itu siapa ya Jadi kalau enggak disebutkan enggak usah dicari-cari Dan inilah Kenapa syariat itu sesuatu yang tidak dijelaskan enggak perlu di diulik-ulik enggak buh dicari-cari contoh jemah sekalian Berapa jumlah nabi dan rasul yang Allah turunkan di muka bumi ini ada berapa ada 3.000an lebih jemaah yang jadi Rasul ada sekitar ee 2000 2000an yang kita tahu hanya 25 saja jemaah yang Allah sebutkan hanya apa 25 enggak lebih dari itu dan Allah Sebutkan 25 nama-nama itu pun ada yang Allah kisahkan dengan kisah yang panjang misal dalam surah ee Yusuf lumayan cukup panjang Nabi Musa cukup panjang di antara nabi-nabbi dan rasul itu pun ada yang kisahnya pendek misalnya nabi Dul kifli pendek sehingga kadang-kadang kita itu kemudian dibatasi dengan nominal padahal Allah sebutkan lebih banyak yang tidak kita ketahui jumlah malaikat misalnya ya jumlah malaikat paling kita tahunya ada 11 enggak lebih dari itu jemaah padahal malaikat ketika Isra mikrajnya nabi Alaihi salatu Wasalam nabi itu mengimami malaikat yang sehari salat dan tidak kembali lagi itu ada 10.000 setiap hari jemaah sehari salat keluar dan gak balik lagi ada 10.000 terus sampai kiamat ya lah kita tahunya jumlah malaikat berapa paling cuma 11 ya kan disuruh nyebutin 20 aja kayaknya enggak nyampai ya jadi sehingga kalau enggak disebutkan oleh Allah subhanahu wa taala jangan kita Apa mencari-cari itu bagian daripada Akid seorang muslim yang baik ya jadi mencukupkan dengan apa yang Allah sampaikan nah baik kemudian kita coba melihat penjelasan dari beliau terkait dengan apa yang Allah diamkan maka kita cukup untuk diam ya e wusifallahu eh Azza waalla bihiisaukut almaqobilil kalam ya Dan Allah disifati dengan Bagaimana Allah subhanahu wa taala itu mendiamkan perkara karena memang tidak dibahas oleh Allah subhanahu wa taala ya maka tugas kita untuk diam ya Inama hkut yuqilharul hukum karena kalau orang itu mendiamkan perkara yang Allah diamkan berarti sudah nampak hukumnya bahwa perkara ini Bahwasanya Allah telah Jelaskan dan tidak jelaskan ya makanya ee beberapa yang bisa kita ambil faedah dari syariat itu tidak dibahas atau sesuatu yang tidak dibahas oleh Allah subhanahu wa taala karena hukum hukum Allah subhanahu wa taala itu luas jemaah ya jadi hukum Allah subhanahu wa taala itu apa luas dan semua hukum Allah itu untuk kemaslahatan umatnya tidak ada satupun hukum yang Allah berikan kepada kita melainkan ada kemaslahatan dan kebaikan apapun itu jemaah Ya baik yang kita tahu ataupun yang tidak kita tahu dan faktanya mungkin barangkali masih banyak di antara ee bab-bab atau sesuatu yang tidak kita tahu jemaah ya tib salah satu di antara yang Allah subhanahu wa taala Sebutkan Kenapa setelah disebutkan Allah menjadi sebuah perintah ya jadi ketika Allah menyebutkan sesuatu maka sesuatu itu menjadi menjadi perintah yang tidak disebutkan oleh Allah subhanahu wa taala maka tidak jadi perintah sebagaimana nabi kita Alaihi salatu Wasalam juga ketika menyebutkan sesuatu maka akan menjadi sebuah perintah ya makanya para sahabat nabi alaihiatu wasalam seringnya mereka itu kalau bertanya kepada nabi alaihiatu wasalam sesuatu yang tidak memberatkan mereka para sahabat ya kalau bertanya perkara-perkara yang sekiranya bisa di dilakukan oleh mereka ya dan nabi paling paham Kapan kira-kira kemudian ee hambanya atau umat-umatnya nabi Ini mampu melakukan atau tidak ya kalau kalau dikira enggak mampu maka nabi tidak perintahkan mereka para sahabatnya dan banyak hal yang kalau kita bicara masalah syariat-syariat nabi yang di mana terkadang kita tidak mampu dan memang tidak mampu melakukan sedangkan nabi mampu untuk melakukan ee tib J sekalian kaum muslimin rahimakumullah ee ada nuklian yang bagus yang dikarang oleh Ibnu taimiyyah rahimahullahu taala di kitab yang lain saya tambahkan terkait dengan bab masalah Allah mengharamkan perkara ya maka tugas kita untuk senantiasa menghindari dan Allah mendiamkan perkara itu artinya pun kita juga harus menghindari jemaah ya tidak perlu dibahas ya bab sesuatu yang berlebihan ya kata Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala ketika seorang itu mengamalkan amalan yang Allah perintahkan ya Jadi tidak boleh juga orang itu mengamalkan amalan yang berlebih-lebihan manakala standarnya misalnya ee Anggaplah amal itu ee di angka lima misalnya tidak boleh melebihi di angka 6 atau 7 karena semua orang yang melebihi amalnya yang tidak sesuai dengan kemudian Allah perintahkan maka jatuhnya kepada halakal mutanattiun Celakalah orang-orang orang yang berlebih-lebihan dalam amal ya makanya kenapa Islam itu memberikan sebuah penjelasan atawassutu pertengahan jemah dalam semua hal mau ibadah pertengahan ya muamalah juga pertengahan bersosial juga pertengahan mendidik anak mendidik istri itu juga pertengahan Bagaimana kita bicara dengan orang juga pertengahan itu enak namanya altidal ya Sehingga kaidah altidal itu dipakai oleh para ulama untuk menjelaskan terkait dengan bagaimana batasan yang nanti biar orang itu bisa mendapatkan kebaikan Ya seperti misalnya dikatakan oleh Syekh bakar Abu Zaid eh rahimahullahu taala seorang tabiin Beliau pernah suatu ketika menunjuk ee apa suatu waktu di zaman beliau menunjuk seseorang yang disebut dengan attaalum ya attaalum itu tipekal orang yang Kalau mungkin di majelis atau dikumpul itu apa di tempat kumpul di tempat rapat ataupun di tempat perkumpulan dia itu semacam sok sok tahu jemaah ya kan ada ya tipikal orang yang mungkin seperti itu ya jadi di sebuah kumpulan atau mungkin di sebuah organisasi atau mungkin di tempat di mana kita punya komunitas ada tipe orang yang dia sok tahu atau sok pintar nah ketika di zaman ee syek bakar Abu Zaid ya rahimahullahu taala maka ada orang yang merasa dia ini lebih hebat daripada yang lain maka kemudian kata Beliau mengatakan Apakah engkau punya fatwa ya Jadi biasanya kalau dulu ya Ya enggak tahu kalau sekarang ya kalau dulu orang itu merasa sok pintar atau sok memiliki ilmu dibanding yang lain maka pertanyaan yang paling awal Apakah anda punya fatwa yang anda keluarkan untuk sebuah hukum ya makanya ini Bapak Ibu kalau ketemu orang yang agak sok pintar tanya gitu coba pak sampean punya fatwa enggak gitu ya kemudian kata si ee orang tadi ya mengatakan saya punya fatwa jadi berarti punya fatwa itu ee hasil produk kajian yang menjadi kesimpulan jemaah yang kemudian jadi hukumnya boleh dan enggak boleh misalnya atau halal atau haram ya dengan ijmak yang telah disimpulkan oleh sipong fatwa Saya punya katanya kemudian kata Syekh Abu Bakar e Syekh bakar Abu Zaid rahimahullahu taala Oke kalau gitu coba saya mau dengar fatwa Anda apa ya fatwa Anda apa kemudian orang ini menyebutkan sebuah fatwa ya dan ternyata fatwa ini ee kesimpulannya aja jemah ya fatwa yang kemudian disampaikan itu menyimpang dari analisa kajian al-qur'an dan asunah ya kalau orang yang berijtihad mengeluarkan fatwa tanpa ada tendensi kesombongan kayak orang ini mungkin masih dimaklumi ya jemaah ya Bahkan pembuat fatwa itu atau berijtihad itu nabi katakan mendapatkan ajroni ya dua ganjaran bagi orang yang membuat ijtihad kok ternyata dia salah dia dapat dua ganjaran ganjaran yang pertama karena sudah usaha ganjaran yang kedua karena apa Karena jeripaynya dia niatnya baik tapi orang ini Gak orang ini dalam rangka ingin menunjukkan kalau dia memang lebih dari yang lain makanya kemudian fatwa yang engkau sampaikan adalah fatwa yang berseberangan dengan al-qur'an dan asunah akhirnya kemudian kata ee bakar Abu Zaid rahimahullahu taala anidan Jangan berbicara tentang Allah subhanahu wa taala yang engkau tidak ada pengetahuannya ya Bukankah tidak ada kalimat dusta yang paling dusta kecuali orang menyebutkan nama Allah subhanahu wa taala sedangkan Allah tidak menyebutkan hal tersebut makanya perlu hati-hati benar jemaah sekalian ya terkait dengan lisan terkait dengan mungkin kita dapat informasi apapun informasi yang kita terima itu benar-benar harus dicek dan validasi data benar ya karena Kalau salah kita biasanya kalau dapat informasi kita share atau kita kirim ke teman ya dan banyak sekali di WA itu kadang-kadang saya pun juga sering dapat dapat wa dari seseorang yang asal share saja asal kirim saja dan ini jelas-jelas yang dikirim ini ee sangat jauh dari tata cara Islam tapi karena Mungkin beliau menganggap ini mungkin ya asal nge-share aja tanpa dia baca dan dia enggak tahu juga hukumnya dia enggak ngerti juga bagaimana kaidah-kaidahnya sehingga ini yang terkadang ee banyak orang yang mendapatkan kerugian daripada informasi yang yang menyimbang tib jamaah sekalian kaum muslimin rahimakumullah dan sedikit barangkali kata Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala adanya waid jemah sekalian ini waspada hati-hati adanya ancaman yang sangat keras Siapa yang mendustakan Allah subhanahu wa taala bila ilmin otomatis orang yang mendustakan Allah itu tanpa ada informasi ilmu ya manakala seseorang yang berbuat salah ingat kesalahan orang itu ada yang makdur ada yang mafu ada yang kemudian dihisab ada kesalahan yang Allah ampuni ada kesalahan yang Allah maafkan tapi ada kesalahan yang ini enggak dimaafkan jemaah ya salah satu di antara kesalahan yang kemudian menempati level yang membahayakan bagi dia di hari kiamat adalah termaktub dalam surat annakl yakni innalladina yaftaruna alallahil kadibah orang-orang yang kemudian mereka ini mengada-ngada kebohongan terhadap Allah subhanahu wa taala ya jadi dia mengatakan AB C D E tapi Allah enggak mengatakan AB c d Misalnya ini kesalahan yang mungkin tidak dimaafkan oleh Allah subhanahu wa taala Kenapa karena Allah berikan balasan yang sangat berat pada hari kiamat bagi orang yang dia mengatakan sesuatu tentang Allah sedangkan Allah tidak demikian ya Allah Taala berfirman la yufliu matail dan mereka ini yang telah berbuat kebohongan terhadap Allah subhanahu wa taala tidaklah mereka itu mendapatkan mataun qolil ya mata itu kenikmatan jemaah walaupun cuma sedikit ya walahum adabun alim dan bagi dia dan bagi orang yang mengatas namakan Allah subhanahu wa taala tapi dia dusta mendapatkan sisa yang sangat pedih n ini ancaman yang kata Ibnu Taimiyah rahimullahu taala perkara yang diharamkan bagi orang yang ketika mengatas namakan Allah Tetapi itu salah ya dan kata beliau rahimahullahu taala Allah subhanahu wa taala mengancam terhadap orang yang berbuat dusta terhadap Allah subhanahu wa taala berdusta terhadap hukum-hukum syariatnya berdusta terhadap sifat dan zat Allah subhanahu wa taala ya sifat Allah dan zat Allah subhanahu wa taala ya makanya kalau sudah bicara terkait dengan ilmu Allah itu kalau benar-benar kita ya tidak di bidangnya mending Aksan lepas jemaah ya karena ada sanksi yang sangat berat bagi mereka juga terhadap pernyataan ya mereka orang-orang kafir ataupun orang-orang yang menyebutkan nama Allah subhanahu wa taala ini halal ini haram tetapi Allah subhanahu wa taala tidak mengatakan Demikian Ya maka ini yang disebut dengan innalladina yaftarunaallahi alkadib jadi sesungguhnya mereka orang-orang yang kemudian membuat eh mengada-ngada atas nama Allah yang mereka dengan mendustakan Allah subhanahu wa taala dan tidak ada perkara yang jauh lebih berat azab dan siksanya melainkan mereka mendustakan nama Allah subhanahu wa taala Ti masih melanjutkan perkataan Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala ya beliau menyebutkan orang yang tidak bisa mengendalikan lisannya terhadap Allah subhanahu wa taala Maka nanti lisan ini akan Allah Azab dengan azab yang mengerikan ya imma Fid Dunya wafil akhirah bisa jadi kasusnya Allah berikan sanksi di dunia dan naudubillah minzaliknya Allah berikan sanksi di akhirat dan itulah dampak daripada orang yang berbicara kepada Allah atau atas nama Allah tanpa ada tanpa ada ilmu nah eh t sekalian kita azan sejenak nanti setelah azan kita e Sambung kembali dan kalau ada pertanyaan Monggo bisa disampaikan nah

Baik jemaah sekalian kaum muslimin rahimakumullah Mungkin ada yang mau ditanyakan atau disharingkan terkait dengan materi atau mungkin di luar materi bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhikumsalam warahmatullahi wabarakatuh izin bertanya Ustaz eh Ana pernah melihat eh hadis atau mungkin postingan di media sosial terkait ee yang berkataannya seperti ini ee hal yang lebih aku cintai yaitu seseorang yang makan malam dengan ibunya lebih aku cintai dibandingkan Haji sunah lebih aku cintai lebih aku cintai dibandingkan Haji sunah atau apa Haji atau apa k gitu Ustaz ngih Coba diulangi lagi hadisnya Oh gigih sebentar P cararan Ustaz ee makan malam bersama ibumu yang membuat ia bahagia lebih aku cintai daripada haji tatawu nah yang mau anda tanyakan e apakah e terkait e makan bersama ibu ini Apakah hanya berlaku di waktu makan malam saja ataupun eh di waktu pagi ataupun siang dengan kondisi kita makan dengan ibu kita ja e pertama Har tadi hadisnya sahih ya Ee terdapat dalam Sahih Muslim Kalau tidak salah jadi itu keutamaan Birul Walidain ya jemaah sekalian yang pertama Ya jadi kalau menyandingkan terkait dengan empat ee atau amal-amal yang istimewa seperti Haris tadi daripada haji tatawuk ya Haji sunah bukan haji yang wajib Ya karena memang kalau ditinjau ada tiga tiga hal minimal yang pertama adalah hadis ini membicarakan terkait dengan keutamaan berbakti dengan orang tua jadi bersama dengan orang tua atau makan dengan orang tua itu jauh lebih utama daripada Memang e haji tatawuk haji sunah bukan haji yang wajib ya walaupun berbakti dengan orang tua yang Betulnya makan juga wajib itu yang pertama terkait dengan karena ini hadis terkait dengan keutamaan berbakti dan dekat dengan orang tua yang kedua untuk memberikan semangat dan motivasi pada sahabat waktu itu ketika mereka eh yang belum bisa Haji maka silakan mereka mendekat dengan orang tua mereka ya makanya sampai-sampai pernah nabi bikin sebuah asi terkait dengan sahabat yang ketika minta izin perang maka nabi katakan ditanya Apakah kedua orang tua Anda masih hidup dia mengatakan Iya kemudian nabi kita bersabda fajahid bihima silakan engkau pulang dan berjihadlah di dengan orang tuamu ya artinya bisa jadi selevel dia berbakti dengan orang tuanya dia setara dengan jihad fisabilillah terus yang ketiga ee hadis yang disampaikan tidak kemudian ee Haji tatawuk atau Haji sunah itu kemudian tidak lebih besar ya Jadi ini ada spirit motivasi makan malam bersama ibu itu lebih aku cintai kata nabi alu wasalam karena ada motivasi yang kuat disuruh untuk Birul Walidain jadi eh sedangkan haji tatawu yang berarti sudah haji yang wajib jemaah ya karena kalau sudah wajib berarti yang sunah maka berbakti atau makan dengan orang tua lebih lebih Afdal wallahuam Jadi yang pertama tadi kita sebut adalah motivasi untuk kita berbaik dengan orang tua nih ent Mar Bapak Ibu Monggo Pak asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waikumsalam warahmat tadi Pak ustaz menyampaikan e apa yang di almaidaha tadi yang syariat yang disampaikan oleh tidak diadakan oleh tidak diwajibkan oleh Allah tapi kaum jahiliah itu menjadikan suatu Syariah GU dan itu adalah suatu perbuatan yang tidak benar Nah saat ini kan kita Apakah ini ee surat ini bisa kita lihat dengan kondisi kita saat ini yang ada banyak sekali yang tidak disyariatkan tapi itu menjadi suatu syariat yang kita jalankan bersama-sama sebagai e rakyat Indonesia gitu Pak ustaz contohnya misalnya kita Ada apa namanya ee ee riba yang kita kita jalankan terus tiap hari itu aja mungkin Pak ustaz Terima kasih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh J tadi Almaidah eh 103 Coba nanti bapak ibu dibuka saya agak lupa ya kalau enggak salah 103 sih terkait dengan bahiro dan seterusnya itu tib apakah ayat tadi kemudian bisa dianalogkan dengan kasus-kasus yang ada iya bisa semua yang tidak Allah syariatkan jemaah sekalian dan kemudian orang itu mengatasnakan syariat Allah mirip-mirip dengan kejadiannya orang jahiliyah ini dia mengatakan bakira kemudian katanya syariat Allah padahal tidak ya makanya Allah katakan di akhir ayat itu bahwasanya mereka ini berdusta terhadap nama Allah berarti sama semua kasus yang sampai hari ini yang di mana orang-orang mengatas namakan ini adalah syariat Allah ini adalah Allah perintahkan ini boleh ini halal padahal Allah mengharam kan semua allah tidak membolehkan semua ya sama nah cuma beda contoh saja ya beda kasus yang terjadi di zaman dulu kalau kita lihat dari Almaidah eh 103 ini orang-orang jahiliyah meyakini hewan-hewan mereka ya identi dengan unta kalau ini begini kalau itu begitu kalau sekarang dengan modifikasi barangkali amal dan juga modernnya zaman terkadang kemudian dengan varian amal yang memang itu tidak Allah syariatkan Tetapi dilakukan sama apa Apun itu contoh kasusnya perlu kita mungkin lihat kasus dan contohnya baru kita bisa melihat ini perintah ataukah tidak nah wallahu taala alam ngih Malih Bapak Ibu sekalian ee Ustaz ingin bertanya Ustaz ee adakah kaidah-kaidah yang EE berkaitan dengan mendiamkan apa yang Allah diam ee yang AllAh tidak memberikan penjelasan begitu karena eh kita terpikir kalau itu seperti itu nanti mungkin eh banyak kasus yang timbul di perkara di zaman-zaman yang sekarang itu tidak muncul di zaman lalu E tapi banyak ijtihad-ijtihad yang akhirnya kita berupaya mengeluarkan Apakah itu termasuk bentuk Ee kita ee apa namanya ee melanggar dari mendiamkan itu sehingga butuh ee kaidah-kaidah untuk menjalankan ee pemahaman itu Hatur Nuhun tib yang pertama terkait dengan kaidah wallahuam Saya tidak tahu persisnya dan sebagaimana ee sejauh mana global dan rincinya tetapi kalau kita mencoba melihat salah satu ayat Memang nanti butuh turunan penjelasan ya karena dalam ayat al-qur'an dan asunah itu ada yang sifatnya global ada yang secara tafsil terperinci ya sehingga kalau kaidah secara khusus E saya G saya belum tahu ya nanti bisa dicek kembali terkait dengan al-qur'an dan asunah khususnya di al-qur'an ini perkara-perkara yang Allah haramkan saya kira sudah bisa kita lihat ya memang rincian ini nanti bisa kita juga Perjelas lagi atau kita lebih pahami lagi terkait dengan hadis-hadis nabi alai wasalam nah sebenarnya dengan kalimat ee Ketika Nabi menyebutkan semua yang Aku perintahkan maka datangilah dengan semampu kalian sedangkan apa yang aku larang maka jauhilah sejauh-jauhya itu sebuah isyarat di luar itu maka semuanya bisa jadi menentang kaidah yang Allah diamkan kalau diterjang maka menjadi sesuatu yang haram ya artinya dia ulik dengan perkara-perkara yang dia ingin tahu ya jadi kalau Allah sudah batasi dengan Perkara apa yang Allah perintahkan atau nabi perintahkan maka datangi dengan baik Kalau nabi larang maka silakan jauhi dengan sejauh-jauhnya dan hanya saja memang kaidahnya seperti apa wallahuam Nanti coba eh kami pelajari kembali terkait dengan Apakah ada kaidah-kaidah khusus yang membicarakan terkait dengan Allah diamkan perkara-perkara yang memang Allah diamkan ya wallahu taala alam ban barangkali yang dapat kita baikan pada kesempatan malam hari ini Semoga ada manfaatnya Allahumma Alim nama yang man alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Allah

Daftar Isi > Kajian > Abu Umair > Kitab Arbain Nawawi > Larangan Allah Jangan Dilanggar

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary
Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku, agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku.
[al Jumu’ah/62 : 10]
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung“.

Kontak

Ukhuwah, kritik, saran, masukan silakan hubungi:

Klik Di Sini