m

Benarkah Ruh Keluarga Yang Meninggal Bisa Melihat Kita Di Dunia?

Ustadz Abu Humairoh حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

3
Isi Ceramah

tapi yang ingin kita bahas di siang ini adalah apakah orang-orang yang sudah meninggal itu ada berapa poin pertama apakah orang-orang yang meninggal itu merindukan kita jadi kalau kita datang ziarah kubur Apakah mereka rindu dengan kita yang kedua apakah mereka bisa mendengar apa yang kita ucapkan di atas kuburan itu yang ketiga Apakah kalau seandainya keluarga kita meninggal duluan kemudian kita menyusul kemudian roh kita dengan ruh mereka akan saling menziarahi kemudian juga yang keempat Apakah kalau seandainya kita ini sedang tidur roh kita keluar dari jasad kita bisa berjumpa dengan roh-ruh yang ada di kuburan karena ada kan orang bercerita saya ketemu ibu saya di mana dalam mimpi apakah mungkin roh seseorang yang sedang tidur berjumpa dengan ruh yang sudah meninggal kemudian berjumpa Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waikumsalam warahmullahi wabarakatuh hamdulillahi wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi w w Haula wa quwata illa Billahi wabduh Alhamdulillah segala puja dan puji hanya milik Allah subhanahu wa taala selawat dan juga salam kita hadiahkan kepada rasul kita nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wa ala alihi wasallam pembahasan di siang ini sebagaimana yang di minta kita akan membahas tentang seputar lika-liku kehidupan alam barzakh sesuatu yang harus dipahami dan diyakini adalah Kullu nafsin dqatul maut setiap jiwa itu pasti mengalami dan disentuh dengan kematian siapun dia tidak orang baiknya tidak orang jahatnya tidak para nabi tidak pula orang-orang sombong semua tersentuh dengan kematian Hatta Namrud sekalipun yang mengatakan di hadapan Ibrahim Ana uhyi Wa umit kata Namrud saya bisa menghidupkan dan bisa mematikan pertanyaannya di mana Namrud sekarang yang katanya dia bisa menghidupkan dan mematikan mati juga dia artinya tidak ada yang selamat dari kematian sehingga Allah subhanahu wa taala sampai mengatakan ainama takunu yudkumul mautu W kuntum Fi Buruj musayyada di manaun kalian berada kematian itu pasti mengejar kalian walaupun kalian di balik benteng Yang Sangat kokoh sekalipun artinya Tidak ada manusia yang selamat dari kematian dan kematian itu satu yang banyak itu sebabnya karena orang mati itu kan sebabnya macam-macam ada yang ketabrak mati ada yang terkena runtuhan mati ada yang tenggelam mati ada yang dibunuh mati ada yang tidak ngapa-ngapain duduk di kursinya aja dia bisa mati jadi yang bermacam-macam itu sebabnya matinya satu lah kematian itu sebenarnya hanya perpindahan alam saja dari alam dunia menuju alam barzah di situlah ada Benteng yang disebut dengan barzah benteng inilah yang menjadikan kehidupan setelah kematian itu menjadi gaib bagi kita makanya tidak bisa kita menembus alam barzakh umpamanya sengaja kita Letakkan CCTV taruh di kuburan kemudian kita sambungkan di handphone kita atau mungkin di laptop kita kemudian kita baca hadis katanya ada malaikat Munkar dan Nakir sampai butak Mata melihat CCTV itu enggak akan nampak Munkar Nakir itu karena tidak bisa disamakan perkara gaib dengan perkara nyata Pak perkara gaib itu cukup diimani bukan diteliti karena tidak bisa meneliti perkara gaib macam mana caranya pandangan kita saja terbatas sampai di mana Kita memandang apalagi perkara gaib maka Kenapa di antara ciri orang yang beriman di permulaan Surah Albaqarah itu alladzina yukminuna Bil Ghaib orang yang beriman betul dengan adanya yang gaib tapi yang ingin kita bahas di siang ini adalah apakah orang-orang yang sudah meninggal itu ada berapa poin pertama apakah orang-orang yang meninggal itu merindukan kita jadi kalau kita datang ziarah kubur Apakah mereka rindu dengan kita yang kedua apakah mereka bisa mendengar apa yang kita ucapkan di atas kuburan itu yang ketiga Apakah kalau seandainya keluarga kita meninggal duluan kemudian kita menyusul kemudian roh kita dengan roh mereka akan saling menziarahi kemudian juga yang keempat Apakah kalau seandainya kita ini sedang tidur roh kita keluar dari jasad kita bisa berjumpa dengan roh-ruh yang ada di kuburan karena ada kan orang bercerita saya ketemu ibu saya di mana dalam mimpi apakah mungkin roh seseorang yang sedang tidur berjumpa dengan ruh yang sudah meninggal kemudian berjumpa dan tentu yang tak kalah pentingnya adalah amalan-amalan yang bermanfaat bagi si mayat dan apakah juga orang-orang yang sudah meninggal bisa tersakiti dengan kita yang masih hidup dan macam persoalan yang kita akan singkap nanti ke depan ini

Maasyirol muslimin wal muslimat rahimani warahimakumullah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika menziarahi atau ketika mengantarkan jenazah bersama para sahabat dan jenazah itu Sudah dikubur apa kata nabiallallahu Alaihi wasam atauagfirum kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Mintalah kepada Allah ampunan supaya orang yang sudah dikebumikan ini diampuni dosa-dosanya dan P Allah ketetapan supaya dia bisa menjawab pertanyaan mungkar dan Nakir alias fitnah kubur Karena sekarang dia lagi ditanya kata Nabi kemudian kalau kita melaksanakan salat jenazah kita tahu bahwa rangkaian salat jenazah itu ada empat kali takbir takbir pertama baca Fatihah kan gitu ya kemudian takbir kedua baca selawat ibrahimiah kemudian Takbir yang ketiga membaca doa yang diajarkan Nabi kemudian takbir yang keempat bisa diam langsung salam ataupun bisa kita berdoa dengan doa yang Wari dari Alquran seperti rbana Aa Fid Dun Hasan atau doa-doa yang lainnya tetapi yang ingin saya bahasalah padabir yang tig Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita doa-doa yang disunahkan untuk dibaca salah satunya adalah allahumfirlahu warhamhu wafihi wuu warimuu dan seterusnya Ya Allah ampuni orang ini yang sudah mati ya Allah rahmati orang ini ya Allah maafkan orang ini ya Allah muliakan keduduk Ya Allah luaskan kuburannya dan begitu seterusnya dari dua riwayat ini bisa kita simpulkan bahwa kewajiban kita apabila sedang mengantarkan jenazah dan jenazah itu Sudah dikubur maka ada tiga doa yang dianjurkan seorang muslim dibaca sebelum pulang dari kuburan kalau memang kita tidak sempat ikut memegang cangkul memasukkan tanah ke liang lahadnya maka cukup sebelum pergi ambil tiga kepal tanah kemudian letakkan di kuburannya minta tiga perkara pertama mintakan ampun kepada Allah dan ini berlaku kepada setiap yang ziarah kubur tidak mesti yang mengantarkan jenazah sajaanya kita ziarah kubur kapan saja bagi laki-laki kan ziarah kubur kubur itu Kapan saja tapi bagi perempuan tidak disunahkan kecuali sekali-kali karena rasul wasam melaknat wanita-wanita yang sering ziarah kubur tapi kalau sekali-kali boleh Im yang mengantarkan jenazah atau yang berziarah kubur jangan lepaskan Ini pertama minta ampun kepada Allah orang yang dikubur itu diampuni dosa-dosanya berdasarkan hadis istagfiruakikum mintakan doa ampunan untuk saudaramu yang kedua minta kepada Allah subhanahu wa taala agar orang yang dikubur itu ditetapkan jawabannya karena hadis yang panjang sekali dari hadis bar bin azib radhiallahu anu Ketika Nabi Sallahu Alaihi Wasallam menunggu liang lahad selesai digali Rasul bercerita di hadapan para sahabat tentang kematian seorang mukmin Bagaimana rohnya ketika dicabut dari jasadnya lah salah satu lafaz dari hadis itu ketika roh itu sudah diangkat ke langit dengan catatan amalannya allah katakan kembalikan ruh ke dalam jasadnya tapi Angkatlah catatannya ke tempat yang paling tinggi diin di surga Mak ruh itu dihantar dengan lembut dimasukkan lagi ke dalam jasad ingat bahwa jasad dalam kubur itu mengikut ruh tapi kalau di dunia terbalik ruh yang ikut jasad karena jasad dulu diciptakan di dunia itu baru ditiupkan roh itu setelah jasad berusia 4 bulan kan baru di tiap Kendu berarti kalau kita hidup di dunia yang asal itu itu jasad dulu baru ruh yang ikut karena jasadnya diciptakan tapi kalau sudah meninggal terbalik jasad ini bisa jadi tanah bisa hancur Jadi tanah dimakan cacing tanah tapi ruh tidak akan hancur berarti bukan roh yang ikut jasad tapi jasad yang ikut ruh makanya kemudian jasad itu akan ikut dan di situlah mungkar Nakir bertanya manuk siapa wabuk siapa nabimu wadinuk Apa agamamu artinya tiga soalan ini akan ditanyakan jawabannya bukan apa yang kita hafal di dunia Kalau anda sekarang saya tanya Siapa Tuhanmu pasti dengan lantang Allah Ustaz siapa nabimu dengan lantang Muhammad Ustaz Apa agamamu ya islamlah masa Katolik kan gitu pasti lantang kita tapi apakah kemudian setelah kita dikubur kita sanggup menjawab belum tentu karena jawaban-jawaban itu ditentukan dengan amalan dia Apakah dia sudah mengamalkan perintah larangan Allah mencintai nabi betul-betul mempelajari Islam kan gu makanya di sini dihajatkan bantuan dari kita yang masih hidup berdoa kepada Allah agar dia bisa tetapkan jawabannya karena penetapan jawaban itulah yang Allah katakan yutsabbitullahuladzina amanu Bil kaulabit Allah akan tetapkan jawaban orang-orang yang beriman dengan jawaban yang mantap itulah yang menjadikan selamat orang itu dari azab kubur karena Utsman Ibin Affan kalau diingatkan dengan kuburan menangis tapi kalau diingatkan dengan neraka santai saja dia padahal neraka lebih dahsyat dibandingkan azab kubur ketika ditanya apa yang membuat anda menangis Man maka Man mengatakan waakum celaka kalian kuburan ini bisa saja dia Jah ingat kuburan ini bisa jadi Taman menuju taman-taman surga atau boleh jadi menjadi lubang menuju ke lubang neraka Ar menentukamat di akhirat keselamatan di kuburan kalau selamat di kuburan Insyaallah ke sananya mudah kalau tidak selamat di kuburan maka dipastikan ke sananya lebih sulit lagi Makanya sebab itulah kita dianjurkan minta kepada Allah agar orang yang di kubur itu dimantapkan jawabannya ini yang kedua kemudian yang ketiga berdasarkan doa dalam salat jenazah tadi minta kepada Allah agar Allah merahmati minta kepada Allah satu agar dosanya diampuni minta kepada Allah yang kedua agar dia dimantapkan jawabannya minta kepada Allah yang ketiga agar Allah memberikan kasih sayangnya sehingga dengan kasih sayang Allah Itulah Allah akan mengampuni dosanya dan Allah akan memantapkan jawabannya tiga soalan ini kapan Antum ziarah kubur minta tiga soalan tiga dua ini ya datang ke kuburan kemudian Ucapkan salam kemudian mendekat kuburan dan jangan bakhil Jangan datang kuburan itu ke kuburan itu mendoakan orang yang dikubur itu saja umamanya Kita menziarahi orang tua kita yang sudah meninggal jangan difokuskan kepada orang tua kita saja tapi doakan juga orang Islam yang dikubur di sekitarnya makanya ada doa yang diajarkan Alquran Ya Allah ampuni akan dosa-dosa saudara-saudara kami yang sudah mendahului kami dengan keimanan Apa manfaatnya kenapa kita tidak fokus saja mendakan orang tua kitaang tujuan kita a kita kenapa pula yang lainnya kita doakan sebab kalau kita mendoakan orang muslim yang dikubur umpamanya orang muslim ini mungkin ada 1000 kuburan di kuburan kaum muslimin di situ berarti kita akan mendapatkan pahala 1000 orang yang kita doakan itu kalau di kuburan itu ada 1000 kuburan tuh kalau 2000 kuburan Berapa banyak kita akan dapat kalau seandainya kemudian kita mendoakan bukan hanya kepada yang sudah meninggal yang hidup pun kita doakan allahumfir liayyina WA mayitina atau allahumfir Lil muslimina wal muslimat wal mukminina wal mukminat alahya minhum wal amwat umpamanya Ya Allah ampunilah dosa-dosa orang mukmin laki-laki orang mukmin perempuan yang hidup dan yang mati yang hidup berapa Siapa yang bisa ngitung yang hidup satu kota Batam aja kita gak tahu berapa jumlahnya satu Kepri lagi satu satu dunia lagi berarti kita dapat pahala itu sebanyak jumlah orang Islam yang kita doakan yang hidup loh yang enggak yang mati Berapa jumlahnya yang mati itu manfaatnya kita mendoakan orang-orang yang beriman di sekitarnya itu supaya kita dapat pahala juga itu Masalahnya masuk bakhil orang tuanya kiri kanan ngapain Saya doakan katanya enggak begitu karena orang muslim itu Kal jasadil Wahid seperti jasad yang satu baik ketika hidup ataupun ketika mati saling mendoakan lah di antara adab doa itu adalah mengarah kiblat bukan ngadap kuburan bukan ngadap maisan bukan mana arah kiblat Panya kuburan Sebelah sini arah kiblatnya ke sana Jangan ngadap kuburan ngarahkan ke kiblat ya karena adab doa itu harus mengarah ke kiblat Walaupun ada khilaf di antara ulama apa kah kiblat tua itu ke langit maknanya kita negakkan ke atas begini ataukah ke arah kiblat yang dimaksud Ka'bah ini mejadi khilaf ulama tapi menghadap kuburan gak boleh karena kuburan bukan kiblat ya kiblat itu ke Makkah atau ke langit gituya baru di situ kita meminta kepada Allah Azza walla Ya Allah Kalau mang dia orang tua kita kita katakan Ya Allah ampuni kedua orang tua saya ya Allah tetapkan jawaban kedua orang tua saya Ya Allah berikan Rahmat kepada orang tua saya dah selesai habis itu kita doakan saudara-saudara kita Ya Allah ampuni saya orang tua saya dan orang-orang Islam di mana pun baik yang hidup ataupun yang mati di sini atau di mana saja di dunia ini itu Berapa banyak kita ini pulang dari kuburan dapat pahala tu Ini adab yang pertama Ya bahwa kita disuruh untuk mendoakan Mereka yang kedua Apakah orang-orang itu merindukan kita pemain Kita ziarah kubur kepada kedua orang tua kita apakah kedua orang tua kita itu rindu dengan kita senang kalau melihat kita di situ ini terjadi silang pendapat di antara ulama kontemporer atau ulama mutaqadimun kalau saya mendengar fatwa daripada Syekh Saleh Fauzan saya lihat di Youtube ketika ditanya Apakah orang yang datang ziarah kubur ketika datang kita ke kuburan itu orang-orang yang dikubur itu senang dengan kedatangan anaknya ketika menziarahi orang tuanya maka kata beliau Iya senang mereka dengan kedatangan kita tetapi senang di sini bukan menatap wajah kita Oh nampak sehat anaknya Alhamdulillah bukan itu maksudnya yang dimaksud senang itu karena mereka menanti doa-doa kita jadi mereka itu menanti doa-doa kita bukan karena ziarah kuburnya karena ziarah kubur itu manfaatnya bukan kepada orang yang mati tapi ziarah kubur itu manfaatnya kepada orang yang hidup P kita ini kalau antum ziarah kubur ibu bapak ziarah kubur itu manfaatnya untuk kita apa manfaatnya untuk kita Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabdaburum Akir dulu kata Rasul aku larang kalian ziarah kubur sekarang Boleh silakan ziarah kubur setelah mantap Iman para sahabat karena di zaman itu kan kuburan jadi ajang maksiat baik kesyirikan ataupun bidah makanya Rasul melarang takut para sahabat terseret kepada maksiat setelah kokoh keimanan para sahabat rasul mengatakan fazuruha sekarang kalian ziarah kubur silakan manfaatnya apa faainnaha tuakirukumul Akir supaya kalian mengingat akhirat mengingat kematian dan dilembutkan hati kita di situ ingat bahwa dengan mengingat akhirat mengingat kematian maka perkara-perkara besar di mata kita menjadi kecil dan perkara-perkara kecil menjadi besar Apa maknanya Kenapa mengingat kematian atau mengingat akhirat itu menjadikan perkara besar jadi kecil sebab kalau seandainya Anda ini orang paling kaya saya-kayanya di Batam ini punya istana Punya tanah punya kendaraan macam-macamlah enggak ada orang yang lebih kaya dibandingkan Anda ini ketika Kemudian datang ke kuburan melihat kuburan kemudian berpikir saya juga akan mati seperti dia Apa gunanya kekayaan kalau begitu kekayaan Apa gunanya hidup di istana kalau ingat mati Apa gunanya istana mau ditinggal juga akhirnya kemudian dia pun tidak menganggap itu perkara besar karena akan ditinggal dengan kematian kan Itulah kenapa mengingat kematian itu mengecilkan yang besar ataupun membesarkan yang kecil umpamanya dia orang susah tidak tidak sekaya orang-orang kaya dengan mengingat kematian itu perkara kecil jadi besar ah enggak apa-apa hidup di dunia kan enggak lama nanti ada kehidupan yang lebih baik yang lebih hebat yang lebih megah itulah surga akhirnya dia tidak memikirkan kemiskinannya dari situ muncullah reda dengan pemberian Allah ujung-ujungnya ke situ dan puncaknya adalah memahami hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam orang kalau sudah mengingat kematian Walaupun dia susah hidupnya yang penting ketika bangun di pagi hari aman keluarganyaak ada yang menyakitihat badanak penyak yang yang dimakan untuk hari itu seolah-olah sudah menggenggam dunia dengan segala isinya Karena manusia itu di dunia Cari apa kalau enggak tiga perkara ini kan pertama aman orang itu pengin aman suami pengin aman dari istri istri pengin aman dari suami orang tua pengin aman dari anak anak pengin aman dari orang tua orang pengin aman dari tetangga tetangga pun pengin aman dari kita enggak ada ketakutan enggak ada yang ngancam enggak ada yang membuat takut engak ada disakiti dihasadi orang kan pengin aman hidup itu sebab kalau aman itu tenang hati itu yang dicari orang Sampai sampai orang itu sampai pindah Perumahan itu gara-gara diganggu tetangganya karena enggak aman kan terpaksalah pindah rumah dia ya yang kedua sehat badannya apalagi kalau sudah faktor UU tu yang sudah 40 50 itu kalau bangun enggak ada yang sakit sudah senang sekali itu Tapi kalau bangun pinggang sakit kaki asam Murat itu stres ya kolesterol naik stres orang itu ya kemudian juga ada yang dimakan enggak enggak pusing yang dimakan sudah ada yang diminum Ada apa yang dicari orang itu kan cuma tiga perkara sebab satu lolos dari tiga perkara ini enggak aman hidup tu contoh mamanya badan sehat ya kan tapi gak aman istri disakiti suami suami disakiti istri enggak kerasand walaupun sehat badannya Ataupun mungkin Okelah dia harmonis rumah tangganya anakanaknya baik-baik tetangganya oke-oke stroke pulalah dia stres juga ya okelah sehat badannya aman semuanya tak ada yang dimakan pula dia stres juga hidup itu lah kalau tiga-tiganya sudah ada tenang hidup di dunia itulah yang dikatakan menggenggam dunia it karena tiga perkara ini yang dicari manusia makanya kemudian kalau orang ingat mati itu perkara besar menjadi kecil perkara kecil menjadi besar karena berujung dari mengingat kematian berakhir dengan reda dengan pemberian awalnya ingat mati ujungnya apa reda dengan pemberian ah kita akan mati ngapain juga sibu-sibu tenang jadinya hati itulah tujuan ziarah kubur itu makanya ini bapak-bapak ini kalau sudah kasih mak-maknya ajak shopping Shing Shing ah belokkan aja k Miang tuh ya ajak Yo kita ke top cepe Batu Aji tapi ngarahnya ke kuburan Tamiang Ah ini Bu top cepenya ada di sini gitu ya mau mati atau mau hidup kan itu supaya lembutlah hati itu jangan Asih dunia dunia dunia terus jadi ziarah kubur itu manfaatnya untuk siapa untuk kita yang berziarah bukan untuk orang mati orang mati itu bermanfaat kalau kita berdoa Doanya itu yang manfaat itulah yang membuat penghuni kubur senang dengan kedatangan kita maksudnya ini satu pendapat ya tetapi Syekh bin bas rahimahullah taala yang saya baca dalam fatawanya dia tawakuf dalam masalah ini apakah kemudian kalau kita ziarah kubur penduduk kubur itu senang atau tidak senang kita tidak bisa an iah ataupun tidak kan ini perkara gaib masalahnya perkara gaib itu tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil Kalau tidak ada dalil tawakuf tapi yang jelas bahwa Okelah kita tidak mengatakan dia senang ataupun tidak senang tapi yang namanya doa bagi para penziarah kubur untuk para penghuni kubur itu Itulah yang disepakati para ulama sampai nya pahala kepada orang yang meninggal kan amalan-amalan nanti saya jelaskan amalan-amalan itu kan banyak tuh yang bermanfaat kepada untuk orang yang sudah meninggal itu tetapi dari seluruh amalan itu yang yang ada delan tuh ataupun 10 amalan itu yang disepakati cuma dua maksudnya tidak ada khilaf ulama kalau kita lakukan pasti sampai kepada orang yang meninggal Apa itu pertama doa dan yang kedua sedekah cuman dua ini ini sepakat tidak ada khilaf ulama Adapun menghajikan orang yang sudah meninggal korban untuk orang meninggal baca Quran untuk orang meninggal ini masih khilaf ada perselisihan ulama ada dimatakan sampai dimatakan tidak sampai wallahuam tapi yang disepakati jelas-jelas dalilnya berdasarkan Nas gitu ya doa pasti sampai yang kedua sedekah pasti sampai Kenapa karena ada hadisnya mata Ibnu Adam inq amaluhu illa minin shodqatin jariah lihat shodqah yang mengalir kemudian a ilmin yuntafhi ilmu yang bermanfaat waladin shihin anak yang Saleh yang mendoakan maka sedekah dan dua itu sepakat sampai jadi kalau kita ingin ngirim pahala kepada orang yang meninggal yang jelas-jelas ini berdoa tidak mesti di kuburan doa itu di mana saja akan sampai dan jangan diyakini Doa di kuburan lebih sampai dibandingkan doa di masjid gak ada keyakinan seperti ini justru di masjid ya lebih Afdal kalau berdoa kan udah rumah Allah tempatnya bersih gitu ya tapi ziarah kubur itu berdoa di situ ada nilai plusnya mengingat kematian melembutkan hati mengingat akhirat makanya diantara antara salam kepada penduduk kuburan itu salah satu lafaznya wa inikumulun Kami juga akan menyusul kalian Kami juga akan sampai seperti kalian jadi terjadi silang pendapat di sini ya Apakah penduk kuburan itu senang ataukah tidak senang ada yang mengatakan senang seperti fatwanya Syekh salh Fauzan ada yang mengatakan tawakuf seperti Syekh bin bas gitu ya ya kalau ulama dulu yang mengatakan seperti Syekh alimam IBN qayyim dalam kitabnya ruh I senang dan juga gurunya Ibnu Taimiyah Rahimah mengatakan senang mereka senang dengan kedatangan kita kemudian kita karena mereka menanti doa kita bukan senang ingin lihat wajah kita percuma juga kalau kita datang enggak mendoakan ngapain juga kan begitu yang mereka minta itu adalah doa-doa kita kepada mereka doa Seperti apa ya tiga tadi doanya yang didoakan itu mintakan ampunan mintakan ketetapan mintakan Rahmat itu tiga doa Habis sudah selesai itu itu yang kita minta kepada Allah Azza waalla doa panjang panjang panjang intinya cuman tiga minta ampun minta Rahmat minta ketetapan ya tib maasyiral muslimin wal muslimat rahimani warahimakumullah kemudian juga Apakah kalau seandainya seseorang yang berziarah kubur tadi apa apah kemudian orang itu merindukan ahah sekarang pembahasan selanjutnya Apakah kalau kita ini datang ke kuburan kemudian kita berbicara sesuatu dengan orang yang dikubur itu mereka Mendengar pembicaraan kita ataukah tidak ini juga menjadi polemik para ulama Apakah si mayat itu mendengar orang yang hidup ataukah tidak mendengar orang yang hidup tiib pertama bahwa Sebagian ulama mengatakan mereka mendengar seperti Imam Ibnul qayim rahimahullahu taala mengatakan mendengar dalam kitab alasannya satu karena ada hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terdapat dalam sahih Bukhari Muslim nabi Sallahu alaii wasallam mengatakan tentang orang yang sudah meninggal apa kata rasulullah inahu sofq niihim an jadi orang-orang yang di kuubur itu mendengar suara langkah terompah kita itu suara sandal kita itu mereka dengar sampai kemudian sayub-sayub kita keluar dari kuburan baru hilang baru mereka tidak mendengar lagi jadi ada Nas B mereka mendengar suara terompah Berartikan mendengar mereka ini satu riwayat riwayat yang kedua ketika terjadi di Perang Badar banyak tokoh-tokoh musyrik itu dibantai oleh kaum muslimin seperti Abu Jahal atau Amr IBN Hisyam kemudian Umayyah IBN khalaf kemudian syaibah Kemudian alwalid banyak tokoh-tokoh Quraisy itu yang meninggal di Perang Badar lah ketika kemudian bangkai-bangkai tokoh-tokoh musyrik Ini akhirnya diletakkan di sebuah lubang sebuah sumur dilempar ke dalam lubang ya tiba-tiba kemudian Nabi Sallallahu alaii wasallam mendekati lubang Badar itu yang di situ bangkai-bangkainya orang-orang tokoh-tokoh musyrik sekelas Abu Jahal Umayyah dan CS dan yang lainnya itu tiba-tiba Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ngomong pula di sumur itu apa kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dia mengatakan disebutkan satu-satu tuh ya aba jahli Ibni Hisyam ya Umayyah IBN khalaf kemudian kata Nabi Sallallahu alaihi wasallam telahkah sampai kepada kalian janji Allah kepada kalian sungguh janji Allah yang Allah janjikan kepadaku sudah sampai kepadaku katanya Umar Bin Khattab heran ngapain Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ngomong di depan lubangnya bangkai-bangkai orang-orang musyrik jahiliah itu orang-orang musyrik tokoh-tokoh musyrik itu kok nabi kok ngomong di situ jadi Umar Bin Khattab Radiallahu mengatakan ya rasul in mereka bangkai-bangkai Kenapa kau ajak ngomong katanya apa kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di hadapan Umar Bin Khattab walladzi Nafsi biyadi Ma Anta biasma lima akulu minhum wakinnahum La yaqdiruna An yujibu He Umar engkau tidak lebih mendengar daripada aku tentang mereka aku ngomong itu mereka dengar tapi mereka tak bisa jawab Katanya artinya kan mereka dengar di sini karena Rasul ngajak ngobrol di situ ya makanya Umar mengatakan kok bangkai kau diajak bicara katanya maka rasul tidak kau tidak lebih dengar daripada aku kata ras demiat yang jiwaku berada di tangannya engkau tidak lebih mendengar daripada aku kata Rasul tapi merekaak sang jawab saja Kemudian juga dalil yang ketiga Kita disuruh mengucapkan salam kata nabi ucapkan kalau kalian masuk kuburan keselamatan bagi kalian wahai penduduk kubur dari kalangan orang-orang yang beriman dan Insyaallah kami pun akan menyusul kalian mengucapkan salam berartius dijawab berarti kalau kita mengucapkan salam berarti mereka mendengar salam kita dan ada beberapa dalil yang men mereka tidak dengar mereka berdalil dengan Surah Fatir ayat 22 Allah subhanahu wa taala mengatakan W ant busmiin kubur he Muhammad engkau tidak bisa memperdengarkan orang-orang yang di kuburan itu ini Quran mengatakan engkau tidak bisa memperdengarkan orang-orang yang di kuburan surah Fatir 22 tu dan Allah juga mengatakan innaka la tusmiul maut engkau tidak bisa memperdengarkan orang yang sudah mati ini dua Nas Quran ini menunjukkan bahwa orang yang dikubur tidak mendengar apa yang ada di atas kubur karena mereka sedang sibuk orang yang di kubur l sedang sibuk Kalau mereka orang kafir sibuk diazab mana bisa dia ngerekan kita yang ada di kubur Dia send sedang diazab ya kalau dia mendapatkan nikmat kubur Dia sedang bersenang-senang dengan nikmatnya lebih nikmati kuburan daripada senikmat-nikmatnya orang nikmati dunia Ngapain pula dirkan orang di atas kuburan artinya di sini ada kelompok yang mengatakan mendengar ada kelompok yang mengatakan tidak mendengar wallahuam kita tidak bisa mengatakan mendengar kita tidak bisa mengatakan tidak mendengar tetapi yang jelas bahwa kita tetapkan yang berdasarkan NAS saja mereka mendengar tetapi yang berdasarkan dalil maksudnya begini yang berdasarkan dalil itu contoh seperti tadi mereka mendengar suara sandal ini konteksnya apa konteks hadis bahwa orang-orang yang di kubur itu mendengar suara sandal ini bicara soal ketika kita mengantarkan jenazah apabila kita mendengar kata jenazah kemudian jenazah itu dikubur kemudian kita pulang mereka masih mendengar suara sandal kita Apakah setelah kemudian mereka kita pulang kemudian ziarah kubur dengar lagi suara sandal ya nak Gak juga kan begitu artinya konteksnya hanya ketika menguburkan saja mereka dengar Apakah mereka mendengar seterusnya ah itu wahuam ya ataupun ketika kita mengantarkan jenazah dari rumah menuju kuburan Kalau dia orang yang beriman maka dia mengatakan kepada orang pengantar-pengantar itu mengatakan apa segerakan aku segerakan Aku qodimuni qodimuni kan karena dia mendengar suara-suara orang yang mengantarkan dia ke kuburan kan Tapi kalau dia orang jahat dia mengatakan waakumun he celaka mau pergi ke mana aku ini katanya mau dibawa ke mana aku ini katanya diaendengar ya Ah itulah yang dinaskan jadi Maksudnya di sini Apakah mereka mendengar seterusnya ataukah mendengar apa namanya sesuai dengan Nas menurut Syekh eh Utsman khamis yang Saya dengar di YouTube bahwa kalau melihat dalil yang mereka Mendengar secara NAS saja tidak seterusnya mendengar ya walaupun kita tidak menafikan ada yang berpendapat mendengar terus kalau kita datang dan kita bicara mereka tahu ada yang mengatakan sama sekali tidak mendengar intinya ini menjadi Rana khilaf ulama ya tapi yang selamat adalah kita tidak mengatakan mendengar ya kita juga tidak mengatakan tidak mendengar kita ikut dalil sajaah ini perkara yang kedua yang ketigakah yang tidur Kemudian bangun cerita dia saya tadi mimpi ketemu ibu saya kan ada yang gitu tuh Ya ketemu ayah saya Oh ngajak ke pasar beli sotoanya kan tapi dalam mimpi Mungkin enggak ruh itu ruh kita yang sedang tidur berjumpa dengan ruh yang sudah meninggal itu mungkin enggak gitu pertanyaannya di sini maka dijelaskan oleh para ulama ini saya mengambil menukilkan perkataan SY bin memang tidak ada dalil sama sekali tentang hal ini bahwa ruh orang yang tidur bisa berjumpa dengan ruh orang yang sudah meninggal tetapi kata SY Bin tap k secara tidak ada saya belum mendapatkannya k beliau tetapi terukilkan dari kalangan ahli Ilmi maksudnya kalangan ulama bahwa rruhnya orang yang tidur itu bisa berjumpa dengan ruhruhnya orang yang sudah meninggal tempo tertentuai apaapa yang menunjukkan kepada peristiwa ituallah karena ruh itu di sisi allahuhul mmin jantiuhul kafirab karena ruhnya orang mukmin di surga dan ruhnya orang kafir sedang diazab lakin Q arsuhal badanamalbur tetapi ruh ini terkadang dimasukkan lagi ke dalam jasad hanya untuk menjawab salam orang yang sedang berziarah kubur jadi kan ruhnya seorang mukmin kan di surga Tuh tapi kalau ada orang yang ziarah kubur kemudian mengucapkan salam ruh itu akan dikembalikan ke dalam jasad hanya untuk menjawab salam kemudian balik lagi ke surga gitu maksudnya ada yang seperti itu dalil apa namanya eh penetapannya tapi kalau dalil Apakah ruh orang yang sedang tidur berjumpa dengan ruh orang yang mati secara dalil tidak tidak diketemukan tetapi ijtihad para ulama ya ada yang mengatakan bisa saja buktinya banyak cerita yang seperti itu banyak bercerita orang-orang yang ketemu dengan ibunya ketemu dalam mimpi ketemu dengan bapaknya di dalam mimpi kan kadang-kadang ada yang bercerita seperti itu sehingga secara kenyataan tidak ada itu maksudnya Ya makanya beliau mengatakanak tetapi tidak ada hadis-hadis yang sahih sepengetahuan kami kata beliau yang menunjukkan bahwa ada ruh bisa berjumpa maksudnya ruh orang tidur bisa berjumpa dengan ruh orang yang meninggal wallahuam Ya tapi kalau kita melihat pendapat Imam IBN qim yang disebutkan dalam kitab beliau menyebutkan panjang lebar tentang masalah masalah seperti ini dan beliau di antara ulama yang eh berijtihad memungkinkan ruhnya orang yang tidur berjumpa dengan ruhnya orang yang sudah meninggal wallahuam ya Ini ini kalau sesama ruh yang satu di dunia satu di kubur sekarang yang sama-sama dikubur orang tua kita meninggal kemudian kita meninggal Apakah roh kita akan berjumpa saling berziarahi satu dengan yang lainnya ada sebuah hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda

Apabila seorang mukmin telah mendekati ajalnya para malaikat Rahmat datang menemuinya dengan membawa sutra putih mereka berkata keluarkan ruh dengan r dan Dir Allah menuju rahmat Allah baunya harum dan RAB yang tidak pernah murka lalu ia keluar dengan bau misik yang paling harum sehingga sebagian mereka berebut dengan sebagian yang lainnya maksudnya para malaikat untuk mendapatkannya kemudian mereka membawa hingga pintu langit penduduk langit berkata alangkah harumnya bau yang kalian bawa ini dari bumi ini rohnya siapa lalu mereka datang dengannya menemui ruh-ruh kaum mukminin mulai di sini di sini syidnya nih kemudian ruh ini yang baru datang menemui ruh-ruhnya kaum mukminin yang sudah meninggal sebelumnya Mereka kemudian bergembira jadi ruh-ruh yang sudah meninggal sebelumnya mereka bergembira dengan kedatangan tamu yang baru tu kemudian salah seorang ruh yang sudah lama meninggal Mereka pun berjumpa seolah-olah mereka Lama tidak berjumpa kemudian berum dan mereka merasa senang lalu mereka bertanya kepada roh yang baru datang ini apa yang telah dilakukan oleh Si Fulan yang masih hidup itu maka ruh-ruh yang lainnya berkata jangan ganggu dulu Biarkanlah ia karena dahulu ia terlena dengan kehidupan dunia dan begitu seterusnya artinya di sini mereka saling berjumpa kan ya dalam hadis ini mereka saling berjumpa hadis ini memang dikeluarkan imam nasai dan hadis ini disahihkan oleh Syekh nasiruddin alalbani rahimahullahu taala sehingga yang mensahihkan hadis ini mengatakan bahwa roh itu saling berjumpa di kuburan tapi ada juga yang melemahkan hadis Ini masalahnya sehingga mereka mengatakan tidak saling jumpa soal jumpa atau tidak saling jumpa ini perkara gaibl lah kan gitu ya Yang jelas bahwa ruh-ruhnya orang yang beriman yang sudah ar biasa kalaupun mereka berjumpa itu bagian daripada nikmat nikmat kubur kan gitu tapi ini hanya berlaku kepada ruhnya orang yang beriman bagi yang berpendapat bahwa ruh itu akan berjumpa dengan ruh yang lain maksudnya ruh-ruhnya orang yang beriman rohnya orang kafir sedang diazab macam mana dia akan jumpa dia aja enggak bisa keluar dari azab mereka sedang diazab dengan azab kubur mereka sedang di neraka macam mana mau jumpa kan gitu ya dengan keluarganya maksud di sini yang Kalaupun kita berpendapat bahwa mereka saling menziarahi seperti pendapat Imam qayim rahimahullahu dalam kitabnya R maksudnya adalah ruh-ruhnya orang yang beriman ruh-ruhnya orang yang beriman ya sepertianya bayi bayi yang meninggal kemudian orang tuanya menziarahi kuburannya Terkadang ada orang tua ituikan ketika anaknya meninggal itu kan sudahudah kepikiran macam-macam tuh Apalagi kalau hujan macam mana anak saya kehujanan katanya kalau pas panas macam mana anak Saya kepanasan macam-macam tuh k orang tua itu apa kalau gelap-gelap macam mana anak saya enggak ada listrik pula di kuburan gitu makanya kadang-kadang ada orang berpikir naruh lilin pula di atas kubur anaknya itu kan Percuma saja ngapain naruh lilin itu saya pernah lihat Ada lilin lebih parah pula kasih payung pula di situ itu dan itu rata-rata di kubur anak-anak tuh Ada lilin ada payung ya mungkin karena orang tu tua kepikiran Macam mana kalau malam gelap taruh lilin Macam mana kalau hujan kehujanan kasih payung supaya enggak kehujan enggak kepanasan enggak ada guna ya lilin dan payung lu enggak ada guna di kuburan itu enggak ada hubung kait dengan alam kubur dengan alam dunia Ini sebenarnya yang yang dikhawatirkan itu kok bukan bayi yang meninggal bayi yang meninggal itu langsung dimasukkan ke surga kan gitu karena di antara kelompok-kelompok yang akan terhindar Dar fitnah kubur maksudnya tidak ada pertanyaan malaikat mungkar dan Nakir itu salah satunya bayi-bayi yang meninggal itu mereka tidak akan ditanya walaupun jumhur ulama mengatakan mereka ditanya tapi pendapat yang kuat wallahuam mereka tidak ditanya kan ada beberapa orang yang tidak akan terkena fitnah kubur salah satunya para nabi para nabi tidak akan ditanya objek pertanyaannya siapa nabimu Masa nabimu ditanya lagi siapa nabimu ya saya kan kan enggak mungkin juga kan gitu ya nabi tidak mungkin ditanya karena dia objek pertanyaan para siddiqin tidak mungkin ditanya para syuhada tidak akan ditanya ya kemudian orang-orang yang ribat orang-orang yang berada di perbatasan kayak orang-orang Palestina itu kan diribat tuh namanya mereka tidak akan ditanya kalau meninggal termasuk juga bayi-bayi yang meninggal termasuk orang gila tidak akan ditanya Jadi kalau umpamanya orang tua sedih akan kematian anaknya dia bodoh harusnya dia memikirkan dirinya sendiri karena si bayinya sudah selamat masuk surga kan gitu Apakah kalau dia mati dia masuk surga kayak anaknya harusnya dipikirkan jangan bayinya nya dia yang dipikirkan harusnya gitu maksudnya kalau bayi yang meninggal tuh sudah jelas-jelas dia masuk surga Bahkan dia akan jadi syafaat bagi orang tuanya bahkan kalau orang tuanya beriman maka bayi itu akan menunggu di pintu Surga dan dia mengatakan di hadapan Allah ketika Allah mengatakan Masuk kau ke dalam surga kata bayi ini enggak saya tidak akan masuk surga sampai saya mau orang tua saya saya tarik bajunya masuk juga ke surga itu hadisnya itu artinya kalau orang tua ini dia bisa bersabar kemudian juga dan dia bisa mengucapkan Alhamdulillah maka akan dibangunkan satu istana di surga dan Allah beri nama Baitul Hamdi rumah pujian kalau bisa melakukan tiga perkara saat kematian buah hatinya sabar mengharap pahala dan dia bisa bersyukur ucapkan inalillah wa innaai tiga ucapan kalau dia bisa mengucapkan tiga ucapan ini maka Allah bangunkan satu istana Baitul Hamdi di surga ya Saya ulang kalaupamanya ada orang tua meninggal bayinya pertama Ucapan apa Inn lillah wa inna ilaihi riun ini tanda kesabaran tanda orang sabar dia bisa mengucapkan innalillah wa inna ilaihi riun Kemudian yang kedua ihtisab mengharap pahala berdoa kepada Allah yang ketiga bersyukur Alhamdulillah segala puji dan Puja bagi Allah per kaum muslimin bagi mayat berdasarkan surah yang datang sesudah mereka Muhajirin dan Ansar mereka berdoa ya Rabb Kami beri ampunlah kepada kami Dan kepada saudarasudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami Dan janganlah engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman Ya Rabb kami Sesungguhnya engkau maha penyantun lagi maha penyayang ini yang pertama doa dan ini pasti sampai kemudian yang yang kedua sedekah tadi Sud saya ini yang ati bersedekah kemudian yang ketiga melunasi hutang si mayat ini bermanfaat karena di zaman rasul rasul pernah dimintai menyalatkan orang yang punya hutang Rasul tak mau si mayat itu sudah dimandikan sudah dikafankan dan tinggal disalatkan setelah tinggal disalatkan salah seorang sahabat kemudian menyampaikan kepada rasul-rasul semua sudah siap silakan Anda salatkan apa kata Rasul Apakah dia punya hutang Iya dua dirham dia punya hutang 2 dirham kata Rasul salatkan oleh kalian Saya tidak akan menyalatkannya kemudian ada seorang sahabat Namanya Abu kot 2 dirham aku yang bayar salatkan dia kata Rasul yakin kau bayar iya saya bayar akhirnya Rasul menyatkan soknya ditanya lagi Eh Abu kotada sudah bayar enggak 2 dirham tuh Rasul baru kemarin dia mati tunggulah katanya hari ketiga ketemu lagi ya Abu kotadah sudah aku bayar 2 dirham itu sudah wahai Rasul apa kata Rasul Alan baru dat kobru ah sekarang kuburannya sudah dingin kemarin panas tuh kata lihat jadi hutang itu bawa panas tuh di kuburan Nah sekarang sudah dingin kuburannya kata Nabi Ya ini yang ketiga melunasi hutang kemudian yang keempat mengqada puasa kalau si mayat Ini punya punya punya Nazar berpuasa eh belum sampai maka walinya mengqada puasakan karena ada hadis mengatakan Man Matata wa alaihiamu waliuh siapa yang mati dalam kondisi dia sedang melaksanakan puasa wajib maka yang mempuasakanlah Wali nya umpamanya dia punya anak empat atau lima dibagi-bagi sajalah umamanya ayahnya bernazar berpuasa sebulan baru meninggal nazarnya belum dilakukan Ya sudah sebulan tu bagi empat saja Berarti seminggu seminggu seminggu kan anak anak empat tuh bagi empat ya selesai itulah ya kemudian juga yang kelima di antara yang bekas-bekas amal saleh bekas-bekas amal saleh maksudnya bekas-bekas amal saleh itu mengajarkan ilmu kepada orang umpamanya ibu ngajari anak surah Alfatihah ya kan akhirnya anak itu bisa dia baca Fatihah karena ibu yang ngajari ketika ibu meninggal anak ini baca Fatihah terus pada setiap salatnya berarti ketika anak ini membaca surah Alfatihah itu sampai itu bekas-bekas kebaikan dia tuh Makanya kalau bisa ini orang tua ini saya anjurkan ibadah-ibadah wajib dan yang sering dilakukan itu kalau bisa jangan orang lain ngajari ya umpamanya salat kalau bisa kita ngajari anak tuh ngaji kalau bisa kita yang ngajari ya jangan orang lain suruh ngajari nanti pahalanya dikasih orang lain Jadinya kan dia salat terus karena orang itu yang ngajari dia dapat pahala jadi yang wajib-wajib itu kalau bisa orang tua yang ngajari terutama ngajiah minimal surat Alfatihah gitu yang memang itu dibaca setiap salat kan supaya ngalir terus tuh ya Coba bayangkan pahala guru itu guru tkanya kan itu dia dapat santri 20 semua yang ngajari Fatihah guru TK upanya dia pahalanya dan mati tuh kalau seandainya kemudian anak didiknya besar jadi guru punya muurd jadi guru itu namanya multilevel pahala tuh sampai itu namanya baakiatus salhah namanya ya bekas-bekas amal saleh itu akan sampai kepada si mayat artinya dalam hadis itu atau ilmu yang bermanfaat namanya ya itu baqihah kemudian juga yang bermanfaat adalah menghajikan ada riwayat seorang anak ingin menghajikan orang tuanya kata Rasul hajikan saja ya artinya sampai orang yang menghajikan kepada orang yang meninggal Adapun tentang qiraatul Quran bacaan Quran ini menjadi khilaf panjang ulama nih apa kalau kita baca Fatihah baca Albaqarah baca apa kepada orang tua itu sampai atau tidak ada yang mengatakan sampai ada yang mengatakan tidak sampai tapi kalau yang dimaksud yang Saya dengar dari beapa ulama itu bukan menghadiahkan bacaan bukan tetapi menghadiahkan pahala setelah kita membaca kita baca dulu Qurannya setelah kemudian selesai baca Quran kita mengatakan Ya Allah kalau tadi bacaan Quran itu engkau kasih aku pahala aku Kirimlah pahala ini kepada orang yang kucintai orang tua saya itu namanya tawasul dengan amal saleh tawasul dengan bacaan Quran ya bukan ee dengan bacaannya karena belum tentu dapat pahala Kan masalahnya apalagi orang-orang yang manggil orang pamanya nih baca Quran di rumah untuk orang mati pertanyaannya Apakah orang yang anda panggil membaca Quran itu dia dapat pahala atau tidak bisa saja engak dapat pahala Karena tujuan orang yang dipanggil itu jangan-jangan hanya ingin dapat duit saja kan saya disuruh ke sana untuk baca Quran pikiran dia saya digaji di situ orang baca Quran digaji engak dapat pahala kalauak pahala apa yangu disampaikan makanya kemudian kalaupun harus mengirim bacaan Quran itu maksudnya bertawasul dengan bacaan Quran dengan dengan amalan baik tadi setelah baca Quran Ya Allah kalau seandainya ini ada pahalanya aku kirimkanlah kan itu seperti ada seorang ulama namanya eh Rabi IBN kitam Rabi Ibin kitam itu kalau dari rumah ke masjid itu pandangannya selalu melihat ke bawah Kalau ada paku ada beling ada jarum ada lidi ada pokoknya kalau ganggu-ganggu orang lah itu maka dia ambil pakunya dia ambil belingnya kemudian disisihkan ke pinggir jalan kemudian dia mengatakan Ya Allah kalau dengan membuang hal-hal yang membahayakan orang berjalan ini ada pahalanya maka kukirim kepada orang tuaku itu namanya tawasul dengan amal saleh tuh nah jadi enggak apa-apa pulang dari sini tengok jalan terus nampak ada paku turunah ini ini kalau bisa mengganggu ini orang ini bahaya ini kena paku ini ya Allah kalau ada pahalanya saya kirim kepada orang tua jalan lagi nampak ada polisi tidur W ini bahaya ini langsung ambil cangkul itu besoknya lebih tinggi lagi polisi tidur intinya bahwa boleh seseorang begitu tapi kalau yang mengirimkan bacaanah itulah yang jadi khilaf ulama Apakah sampai atau tidak ya wallahuam ini pembahasan panjang masalah ini bagaimana kalau seandainya orang tua kita meninggal dunia kita ingin berbuat baik berbuat baik kepada orang tua yang sudah meninggal kadang-kadang anak ini baru menyesal ketika orang tua sudah meninggal kalau orang tua masih hidup tuh kadang-kadang enggak kepikir berbuat baik ya tapi kalau sudah meninggal barulah kebayang kebaikan orang tua baru terpikir ingin berbuat baik kan salah harusnya ketika dia hidup kita berbuat baik sudah meninggal baru nyesal dia tetapi karena orang tua itu adalah sosok yang mulia bagi anak itu tetap Allah subhanahu wa taala masih memberikan kesempatan yang tidak sempat berbuat baik ketika masa hidupnya ada caranya berbuat baik setelah kematiannya Seperti apa satu istigfar minta kepada Allah agar orang tua kita diampuni dalam setiap Salat kita kita minta ampun kepada Allah agar orang tua kita diampuni yang kedua berdoa kebaikan seperti tadi doa supaya diampuni dosanya dirahmati ditetapkan jawabannya kemudian juga kalau dia punya hutang selesaikan Hutang orang tuanya masalah hutang piutang begini ya kalau orang tua kita punya hutang Apakah Hutang orang tua setelah meninggal itu menjadi kewajiban bagi anak ini khilaf ulama kalau orang tua itu meninggalkan harta meninggalkan Harta Ya orang tua itu meninggalkan harta banyak maka wajib anak membayarkan dari harta dia wajib gak Boleh tidak Tapi kalau orang tua meninggalkan hutang dan dia tidak meninggalkan harta maka tidak wajib bagi anak membayarkan hutang kecuali hanya bab tabarru hanya ingin berbuat baik bisa dipaham ya Jadi kalau orang tua kita ini meninggal bawa harta banyak berarti wajib hutangnya dibayarkan dari mana dari harta dia harta warisnya sebelum kita ambil hak warisan kita bayarkan dulu hutangnya tapi kalau orang tua kita miskin Hutangnya banyak Apakah kewajiban anak yang dia kaya karena hasil dia bukan karena warisan orang tuanya wajib membayarkan tidak wajib Ingat tidak wajib tetapi membayarkan itu masuknya bab tabarru bab tabarru itu artinya dalam bentuk berbuat baik kepada orang tua karena saya di dunia kurang berbuat baik kepada orang tua saya sekarang orang tua saya sudah meninggal meninggalkan hutang gak apa-apa pakai uang saya tapi kalaupun tidak dibayar dari harta kita tidak ada masalah karena bukan kewajiban karena kewajiban itu diambil dari harta waris ya ini harus dipahami kemudian juga yang keempat qadaun nzar kalau memang orang tua punya Nazar laksanakan itu Birul walidin namanya atau qadaul kafarah kalau orang tua kita punya kafarah termasuk juga bersilaturahim dengan orang-orang yang baik dengan orang tua kita orang tua kita punya teman di mana dia baik dengan temannya ketika orang tua meninggal baikilah teman orang tua kita semasa hidup Ya maksudnya sambung silaturahim dengan dia termasuk kalau orang tua kita suka ngasih-ngasih ya sama temannya kita kebiasaan orang tua yang baik kita lakukan juga ngasihasih ya supaya kebaikan orang tua tidak tidak hilang kita teruskanah itu bentuk Birul Walidain juga ya menghormati teman orang tua gitu maksudnya termasuk juga berbuat baik kepada orang tua adalah ingat kebaikannya oh betul juga kata orang tua kenapa dulu orang tua saya keras dengan saya rupanya ini ha ingat dia akhirnya kan dengan kebaikan orang tuaah dengan itu akhirnya hilanglah dendam-dendam anak kepada orang tua kalau ingat kebaikannya hilang tuh dendam itu ya karena ada anak yang enggak tahu itu sampai mati orang tuanya masih dendam enggak mau ziarah kubur tuh ya engak apaapa sih ziarah kubur Waktu hidup aja malas saya nengok muka dia Nah itu itu ada durhaka itu ya Jadi ini di antara ee pembahasan yang bisa kita bahas ya wallahuam tiib sampai di sini kalau ada yang bertanya

Silakan

Tak ada? Alhamdulillah, subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu alla illah ha illa anta, astaghfirka wa atubu ilaik

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh

Daftar Isi > Kajian > Abu Humairoh > Benarkah Ruh Keluarga Yang Meninggal Bisa Melihat Kita Di Dunia?

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary
Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku, agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku.
[al Jumu’ah/62 : 10]
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung“.

Kontak

Ukhuwah, kritik, saran, masukan silakan hubungi:

Klik Di Sini