Melihat Allah Di Surga Kelak
Aqidah Wasithiyah - Ustadz Hamdi Solah Albakry, Alumni Kuwait & Madinah Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-6 dalam seri Aqidah Wasithiyah yang membahas tentang melihat allah di surga kelak. Ustadz Hamdi Solah Albakry, Alumni Kuwait & Madinah memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas segalaahik yangga
untuk melaksanakan sebuah ibadah yang agung ibadah yang besar yaitu thaabul
ilm mempelajari ilmu Syari karena kita Yakin sepenuh hati kita bahwa mempelajari ilmu agama adalahal
Saleh yang sangat penting untuk dilakukan oleh setiap muslim dan muslimah dalam sebuah hadis Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan thaabul mempelajari ilmu agama adalah
kewajiban bagi setiap muslim sehingga Setiap orang wajib hukumnya
untuk belajar ilmu agama dan Apa yang dimaksud dengan ilmu agama yang wajib untuk dipelajari di sini kata para ulama
maksudnya adalah ilmu agama yang dibutuhkan dalam keseharian seorang muslim dan muslimah Ya seperti bagaimana
dia melaksanakan salat bagaimana dia melaksanakan puasa Ramadan maka wajib
seorang muslim dan muslimah mempelajari hal-hal tersebut apalagi yang kaitannya adalah dengan Akidah keyakinan yang
merupakan kunci agar seorang itu masuk ke dalam surganya Allah kunci agar amal
salehnya diterima maka wajib hukumnya bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari akidah keyakinan yang harus
dia yakini keyakinan yang Allah subhanahu wa taala Sebutkan dalam Alquran dan nabi Sahi wasallam jelaskan
dalam hadis-hadisnya ya Sehingga ini adalah salah satu ilmu yang wajib untuk kita pelajari teman-teman sekalian Apa
arti dari wajib maksud dari wajib adalah bahwa kalau kita tidak melaksanakannya tidak lakukannya maka kita akan berdosa
ya dan juga ee ada satu kaidah ya kaidah fikih yang disebut oleh para ulama
bunyinya adalah matimul wajibu bihi fahua wajib kewajiban yang tidak bisa
dilakukan kecuali dengan ya menyertakan ee amalan yang lain maka amalan yang
lain ini hukumnya wajib sekali lagi bahwa kewajiban jika tidak bisa dilakukan kecuali dengan harus
menyertakan Amal yang lain maka amalan yang lain ini hukumnya wajib maka kita yakin bahwa meyakini tentang keimanan ee
tentang Allah subhanahu wa taala tentang malaikat-malaikatnya tentang kitab
sucinya tentang rasul-rasul Ya utusan-utusan Allah e kemudian keimanan
kepada hari kiamat dan juga keimanan kepada Qada dan Qadar takdir yait semua
adalah rukun iman yang penting untuk kita ketahui maka kewajiban tersebut
tidak mungkin bisa kita dapatkan tidak mungkin bisa kita jalankan kecuali dengan belajar maka hukum belajar ya
rukun iman adalah sebuah kewajiban ya Sehingga teman-teman sekalian itulah yang kita lakukan sekarang ya Sekali
lagi semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan Taufik kepada kita agar senantiasa istiamah di atas jalan
ilmu ya dan semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita ganjaran yang sempurna di sisinya baik
teman-teman sekalian em barakallahu fikum kita akan melanjutkan pembahasan dari kitab
alqidah Al wasitiyah karya syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu
taala pembahasan kita Pada kesempatan kali ini adalah dengan judul melihat
Allah di surga kelak melihat Allah di surga kelak ya
dan Allah subhanahu wa taala adalah Tuhan kita teman-teman sekalian yang
kita sembah setiap hari kita sujud dan rukuk kepadanya kita berdoa kepadanya
kita bertawakal kepadanya bahkan kehidupan kita seluruhnya adalah untuk Allah Allah yang paling kita hormati
Allah yang paling kita sanjung Allah yang paling kita agungkan Allah yang paling kita besarkan
tidak ada yang kita agungkan seperti pengagungan kita kepada Allah sampai
sampai kehidupan kita seluruhnya adalah untuk Allah perjuangan kita selama ini dalam menjalani kehidup seluruhnya
adalah untuk Allah subhanahu wa taala ya dari mulai rasa letih yang kita
rasakan kemudian ya mungkin e pengorbanan dengan
tenaga dengan harta dengan pikiran ya itu kita perjuangkan seluruhnya untuk
Allah subhanahu wa taala dan itu adalah makna dari ayat Allah Subhanahu Wa taukill
Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya salatku sembelihanku kehidupan dan
kematianku hanya untuk Allah subhanahu wa taala rabbul alamin Tuhan semesta alam la syarikalah tidak ada sekutu
baginya sehingga hidup kita ini untuk Allah subhanahu wa taala ya dan
subhanallah seorang muslim seorang muslimah Ya berusaha untuk beribadah
seakan-akan dia melihat Allah ya kalau dia tidak bisa melihat Allah
dan ini memang tidak bisa di dunia maka dia yakin bahwa allah subhanahu wa taala
melihatnya dan ini yang disebut dengan Ihsan Malaikat Jibril bertanya kepada
rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ak Ihan wahai Muhammad beritahukan kepadaku
tentang Ihsan maka nabiu wasam mengatakan
sesungguhnya Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau
melihatnya Kalau engkau tidak bisa melihatnya maka Yakinlah bahwa Allah
melihatmu sehingga seorang mukmin seorang mukminah ya memiliki e keinginan
untuk melihat Allah subhanahu wa taala Bagaimana tidak Allah yang kita cintai
Allah yang kita Puji Allah yang kita agungkan Allah subhanahu wa taala yang kita berusaha untuk mempelajari
nama-namanya yang kita berusaha untuk mempelajari sifat-sifatnya nama demi nama satu persatu kita pelajari sifat
demi sifat yang dimiliki oleh Allah satu persatu kita pelajari dan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang kita pelajari
menumbuhkan rasa cinta di hati kita kepada Allah yang sangat-sangat besar ya sehingga Allah subhanahu wa
taala memperkenalkan dirinya di dalam Alqur'an Ya silakan Antum buka Alquran Antum lihat setiap hal ya pasti
ada nama Allah subhanahu wa taala atau sifatnya yang Allah subhanahu wa taala sedang mengenalkan dirinya kepada kita
Antum buka al-qur'an kemudian buka aja asal aja ya lihat di halaman tersebut ya Terkadang Allah subhanahu wa taala
mengatakan huarahmanurrahim dia adalah yang maha pengasih lagi maha penyayang Terkadang Allah mengatakan wahuaulin Qadir dan dia
adalah yang maha mampu atas segala sesuatu Terkadang Allah subhanahu wa taala mengatakan wahu laful Khabir dan
ia adalah yang maha Latif Yang Maha lembut alkabir Yang Maha
teliti ya wahua samiul alim Dan Dia Maha mendengar dan maha
melihat Innallaha Alimun bidzatiudur Sesungguhnya Allah itu mengetahui apa yang ada di hati manusia Allah
mengenalkan dirinya kepada kita di banyak sekali ayat di dalam
al-qur'an sehingga seorang mukmin dan mukminah pada saat dia mempelajari agama
ya dia akan menjadikan em pembahasan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai prioritas
dalam pembelajarannya dan ini penting teman-teman sekalian Jangan sampai kita
enggak pernah belajar Asmaul Husna Jangan pernah kita enggak belajar sifat-sifat Allah subhanahu wa taala
Subhanallah sebagian kaum muslimin sebagian kaum muslimat Masyaallah punya semangat untuk belajar ya dia
mempelajari tentang salat tentang puasa dan itu bagus itu kewajiban ya
mempelajari tentang e akhlak tentang adab ya dan itu bagus itu sebuah
kewajiban tapi terkadang kita lalai untuk mempelajari Siapa itu
Allah dan Ibnu qayyim aljauziyah rahimahullah mengatakan ya Man arofallah
ahabbahu la mahalah Barang siapa yang mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifatnya dia pasti akan mencintai
Allah tidak mungkin luput darinya kecintaan kepadanya enggak mungkin ya
mustahil seseorang mempelajari tentang sifat-sifat Allah kemudian dia enggak cinta sama Allah mustahil
Ikhwan sekarang nih kalau kita ngelihat sosok seseorang ya kita ketemu sama seseorang
Subhanallah orang ini parasnya bagus ya cakep orangnya kemudian akhlaknya bagus
ya suka memberi ya kalau ketemu sama kita senyum kemudian sering bantu kita
ya setiap kita sulit dia pasti menawarkan bantuannya kepada kita ya
Subhanallah memiliki sifat-sifat yang baik apa yang timbul di hati kita terhadap orang tersebut kecintaan Betul
tidak seorang semakin Dia memiliki sifat-sifat baik maka orang yang
melihatnya orang yang Bertemu Dengannya orang yang mengenalnya akan semakin mencintai orang tersebut dan ini sifat
manusiawi teman-teman sekalian bahwa kita mencintai sifat-sifat yang baik ya sifat-sifat yang elok sifat-sifat yang
indah itu yang kita cintai ya Jadi orang kalau parasnya ganteng gitu ya kalau
akhwat mungkin cantik kemudian sifatnya bagus ya akhlaknya bagus ya enggak
mungkin orang enggak cinta sama dia enggak mungkin orang enggak jatuh hati sama dia Ya Masyaallah memiliki
sifat-sifat yang baik walillahil matalul A dan Allah subhanahu wa taala tidak bisa disamakan dengan makhlukNya Allah
subhanahu wa taala memiliki sifat-sifat yang sempurna teman-teman sekalian Allah
subhanahu wa taala sekali lagi memiliki sifat sifat yang sempurna Allah mengatakan dalam
Alquran walillahil matalul aa ya
Em tib Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat-sifat yang
sempurna ya sehingga Allah subhanahu wa taala sifat-sifatnya Maha Sempurna Maha Agung maha besar Allah
sempurna dalam kebesarannya Allah subhanahu wa taala sempurna dalam keindahannya Allah subhanahu wa taala
sempurna dalam rahmat dan kasih sayangnya Allah subhanahu wa taala sempurna dalam pengampunannya kepada
orang-orang yang berbuat salah kepadanya Allah subhanahu wa taala maha sempurna dalam seluruh sifatnya jadi Allah itu
maha indah ya Allah adalah aljamil di antara nama-namanya aljamil artinya Yang Maha indah ya dan juga Allah subhanahu
wa taala at Thayyib yang arti Yang Maha Baik dan Allah juga almuhsin yang arti Yang Maha berbuat baik kepada
hamba-hamb-anya dan Allah adalah asyakur yang artinya Maha membalas kebaikan dengan kebaikan yang berlipat-lipat
dan Allah subhanahu wa taala Arrahman arrahim al-karim al-aziz aljabbar alkabir
almutakabbir ya sifat-sifat ini semua teman-teman sekalian kalau kita pelajari dan kita yakini dalam hati kita tumbuh
kecintaan yang sangat besar kepada Allah subhanahu wa taala ya dan itu kita rasakan dalam
kehidupan kita bahwa kenikmatan-kenikmatan Allah
kebaikan-kebaikan Allah kepada kita ini enggak ada habisnya nya ya dari kita di perut ibu kita
sampai saat ini nikmat-nikmat Allah sangat banyak diberikan kepada kita
semua kita sadari atau tidak kita sadari tentu kalau enggak sadar kebangetan
ya ya Betapa ingkarnya kita jika kita tidak menyadari nikmat-nikmat Allah yang
Allah berikan kepada kita selama ini ya dari mulai kita di kandungan ibu kita
kemudian Ya Allah subhanahu wa taala memberikan kehidupan kepada kita yang kita tidak pernah mengingatnya yang kita
tahu adalah kita bisa hidup dengan sempurna dengan nyaman dengan diberikan
seluruh fasilitas kehidupan pada saat itu di perut ibu kita sampai kita bisa
lahir di muka bumi ini dengan selamat itu yang kita yakini itu nikmat dari
Allah itu adalah kebaikan dari Allah untuk kita yang harus kita syukuri yang harus kita
yakini bahwa itu datangnya dari Allah subhanahu wa taala ya sampai kemudian kita lahir di
muka bumi ini ya kita diberikan kehidupan oleh Allah subhanahu wa taala yang sangat luar
biasa kehidupan yang sangat indah kehidupan yang sangat bergelimang nikmat
dari Allah subhanahu wa taala ya dari mulai kita kemudian diasuh
oleh orang tua kita tumbuh kembang kita ya bisa berjalan dengan sangat baik
sampai kemudian kita menjadi pria dewasa ya Allah subhanahu wa taala
berikan ilmu kepada kita yang tadinya kita enggak tahu apa-apa sekarang kita bisa tahu yang tadinya kita enggak bisa
bahasa Arab kita bisa bahasa Arab mungkin sebagian teman yang tadinya enggak bisa bahasa Inggris sekarang bisa
bahasa Inggris sebagian teman yang teman-teman sekalian yang tadinya enggak menguasai ilmu apapun sekarang Antum
bisa menguasai beberapa ilmu misalnya ya dari mulai SD SMP SMA kemudian antum
kuliah ya Skill yang tadinya Antum enggak bisa sekarang jadi bisa lihat itu itu semua ya rentetan
nikmat dari Allah subhanahu wa taala yang diberikan kepada kita dalam kehidupan
kita ya Belum lagi nikmat berupa harta yang Allah berikan kepada kita dari mulai kita kecil kita dikasih harta oleh
Allah melalui orang tua kita ya kita disekolahkan kemudian kita dapat fasilitas hidup pakaian makanan ya
bahkan mungkin sekarang kita punya kendaraan Ya sebagian teman-teman sekalian punya motor sebagian
teman-teman sekalian punya mobil ya Subhanallah ini fasilitas hidup dari siapa dari Allah subhanahu wa taala
bukan hasil jer payah kita bukan bukan dari orang tua kita bukan dari Allah subhanahu wa taala Allah
berikan Allah subhah Wa Ta berikan nikmat itu dengan sangat banyak kepada
kita dan ini penting teman-teman ya Dan saya sering sekali sering sekali mengingatkan ini kepada ya jemaah kajian
saya bahwa seorang muslim dan muslimah harus pandai menganalisa nikmat Allah
subhanahu wa taala ya mungkin yang suka ikut kajian Saya tahu bahwa saya sering banget
membahas tentang masalah ini karena memang ini adalah sumber sumber kebahagiaan dalam kehidupan seseorang
pada saat dia ai untuk menganalisa nikmat yang Allah berikan kepadanya dan Enggak semua orang bisa
teman-teman sekalian Enggak semua orang bisa menganalisa
nikmat ya Subhanallah sebagian orang setiap kita ketemu yang dibicarakan musibah
ujian sakit kesulitan itu pembahasan
sehari-harinya sekarang saya lagi susah nih kerjaan ya keluarga saya lagi enggak
punya uang suami saya lagi enggak kerja istri saya lagi begini ya ceritanya
musibah lagi musibah lagi musibah lagi musibah lagi terutama rumah tangga nih hati-hati teman-teman Sekalian Antum
sebagai suami ya jadikan pembahasan Antum dengan istri Antum itu adalah nikmat-nikmat Allah subhanahu wa taala
ya jangan yang diceritain musibah lagi musibah lagi ya sama istri juga sama
akhirnya ya hebat-hebatan dapat musibah ya
hebat-hebatan Mus pahaman tuh jadi si suami ini pulang ke rumah nyampai di rumah ya si istri menyebutkan musibah
yang dia dapatkan dalam hari tersebut Aku capek hari ini anak-anak rewel rumah
berantakan pembantu susah dikasih tahu Masyaallah musibah demi musibah
dianalisa satu persatu disampaikan kepada suaminya dan suami gak mau kalah
Oh aku juga punya musibah yang lebih hebat daripada kamu tadi di kantor ketemu sama Si Fulan ya ditipu sama Si
Fulan kemudian berantem sama Si Fulan akhirnya yang jadi pembicaraan dalam rumah tangga itu apa musibah-musibah
yang dia rasakan orang-orang yang semacam ini enggak pandai untuk menganalisa nikmat Allah mereka adalah
orang-orang yang tidak Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala Coba bayangkan teman-teman
sekalian kalau kemudian kita rubah cara kita berpikir rubah cara kita memandang dunia yang menjadi ya perhatian kita
adalah nikmat-nikmat Allah subhanahu wa taala ya seorang kita enggak akan habis
dari nikmat Allah teman-teman sekalian karena ini yang Allah sebutkan dalam Alqur'an Allah mengatakan waain tauddu
nikmatallahi la tusuha jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah maka kalian tidak akan mungkin bisa
menghitungnya Kenapa karena saking banyaknya ya Dan ini perintah Allah
subhanahu wa taala dalam dalam surah aduha ayat terakhir
Allah mengatakan apatiika
at maka dengan nikmat-nikmat Allah
Ceritakanlah banyak orang yang engak mengamalkan ayat ini loh Antum ceritakan nikmat Antum ke istri Antum ya Kasih
tahu betapa kitaanyak mendapatkan nikmat dari Allahu Wa Ta lama ceritakan kepada suaminya
tentang nikmat-nikmat Allah yang Allah berikan kepada Anti jangan yang dibahas musibah lagi musibah lagi ujian lagi
ujian lagi kesedihan lagi kesedihan lagi jangan dan itu yang dilakukan oleh Nabi
Musa alaih salam Nabi Musa adalah orang yang paling mengerti tentang masalah
syukur ya karena beliau adalah seorang nabi dan rasul dan begitu juga nabi-nabi dan
rasul yang lainnya mereka adalah orang-orang yang bersyukur seluruhnya sama seperti Nabi Musa alaih salam Nabi
Musa alaih salam pada saat bertemu dengan Allah subhanahu wa taala teman-teman sekalian Nabi Musa membawa
tongkat ditanya sama Allah wkaama ya Musa wahai Musa apa yang ada di tangan
kananmu lihat teman-teman sekalian yang di tangan kanan Nabi Musa adalah tongkat
kalau kita yang ditanya apa itu kemudian kita lagi bawa tongkat apa yang kita jawab kita akan katakan bahwa ini adalah
tongkat dan selesai Betul tidak karena itu adalah pertanyaannya apa yang ada di tangan kananmu tapi Nabi Musa alaih
salam adalah sosok kepribadian yang pandai bersyukur pandai menganalisa nikmat
sehingga pada saat ditanya apa yang ada di tangan kananmu Nabi Musa tidak hanya menjawab bahwa ini adalah sekedar
tongkat tapi Nabi Musa alaih salam
mengatakan sesungguhnya ini adalah tongkatku yang aku gunakan untuk
berjalan dan aku gunakan juga untuk menggembalakan
kambing-kambingku dan aku memiliki manfaat yang sangat banyak dari tongkat
ini Allahu Akbar lihat ya Ikhwan ini cuma sekedar
tongkat tapi lihat Bagaimana Nabi Musa alaih salam pandai menganalisa nikmat-nikmat Allah
sehingga beliau mengerti ya nikmat Allah yang beliau yang beliau rasakan walaupun
itu hanya sekedar tongkat tiib sehingga maksudnya adalah bahwa ini
yang harus kita lakukan pandai menganalisa nikmat-nikmat Allah dan betapa banyak nikmat yang
Allah berikan kepada kita dan lihat ya ya tongkat yang hanya sekedar tongkat bagi kita pada saat disyukuri oleh Nabi
Musa Alaihi Salam apa yang terjadi tongkat tersebut bisa membelah lautan Allahu akbar tongkat tersebut pada saat
dilemparkan bisa berubah menjadi ular ya dan tongkat tersebut mampu untuk
pada saat diketukkan ke Batu yang besar bisa mengeluarkan Pancaran mata air dari
batu tersebut lihat tongkat yang bukan apa-apa saat disyukuri berubah nikmatnya
ditambah sama Allah subhanahu wa taala itulah yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita apa yang Antum punya
Antum syukuri bakal ditambah sama Allah ya kita punya eh barang misalnya kita
punya kendaraan yang sederhana kita punya rumah yang sederhana syukuri lain
syakartum laazidannakum Jika kalian bersyukur maka aku akan tambah kata Allah dan kita
Yakin Allah itu jujur kita Yakin Allah itu ee enggak mungkin dusta Kita yakin bahwa Allah itu menepati janjinya ya dan
Allah subhanahu wa taala pada saat mengatakan kalau bersyukur pasti ditambah berarti bersyukurlah
maka silakan tunggu tambahan dari Allah subhanahu wa taala
ya Nah dari sekian banyak nikmat-nikmat tersebut teman-teman sekalian ternyata
nikmat itu enggak berhenti hanya di dunia saja ya Dari sekian banyak nikmat yang
Allah berikan kepada kita ternyata itu enggak berhenti hanya di dunia saja tapi pada saat di akhirat nanti ketika
orang-orang yang beriman orang-orang yang berjuang untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa taala berjuang untuk
mensyukuri nikmat-nikmatnya berjuang untuk bersabar atas ujian dan musibah yang dia dapatkan
di hari kiamat kelak pada saat dia masuk ke surganya Allah Subhanahu Wa taa dia akan mendapatkan nikmat yang sangat
banyak luar biasa dan di anara nikmat yang paling
besar atau inialah nikmat yang paling besar yang Allah berikan kepada kita semua adalah pertemuan kita dengan Allah
dan pada saat kita melihat Allah subhanahu wa
taala sehingga apa yang tadi kita sampaikan tentang nikmat-nikmat yang Allah berikan
kepada kita itu adalah ya Bagian kecil dari nikmat yang sangat besar yang Allah
berikan yang akan Allah berikan kepada kita nanti di surga kelak Semoga Allah
subhanahu wa taala menjadikan kita sebagai ahli surga yang mendapat kenikmatan-kenikmatan surga nanti jadi
para ulama menyebutkan bahwa melihat Allah subhanahu wa taala adalah nikmat yang paling besar nikmat yang paling
Agung tidak ada nikmat yang bisa dirasakan oleh seseorang lebih besar daripada melihat Allah subhanahu wa
taala bertemu dengan Allah subhanahu wa taala ya Sehingga banyak dalil-dalil
dari Alquran dan Sunah yang menjelaskan tentang yang menjelaskan tentang hal ini ya diantaranya adalah dalam surat
alq ah ayat 22 dan 23 Allah subhanahu wa taala berfirman wujuhu
yaidinbiha nirah ya wajah-wajah mereka berseri-seri dan mereka melihat kepada
Tuhan mereka ya dengan mata kepala mereka sendiri ya Sehingga ini adalah dalil
dari al-qur'an yang menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman saat di surga nanti wajah mereka berseri Mereka senang
ya dan kesenangan tersebut kebahagiaan tersebut ya diiringi dengan kenikmatan
yang sangat besar yaitu melihat Allah subhanahu wa taala ya
kemudian dalam ayat yang lain ya dalam surah qaf ayat 35 Allah subhanahu wa
taala berfirman lahum Ma yasyauna fiha wadaina
mazid lahum Ma yasyauna fiha wadaina mazid
ya mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan dan kami akan memberikan kepada mereka tambahan kata para ulama
tambahan di sini adalah melihat Allah subhanahu wa
taala ya tambahan di sini adalah melihat Allah subhanahu wa
taala ya kemudian dalam surat Yunus ayat
26 Allah subhanahu wa taala berfirman Husna W
ziadah bagi orang-orang yang berbuat baik ya lilladzina ahsanu orang-orang
yang berbuat baik yang bertakwa kepada Allah Al Husna waziadah mereka akan mendapatkan surga dan
tambahannya ya Apa maksud dari tambahannya di sini maksud dari tambahannya di sini adalah melihat Allah
subhanahu wa taala ya maksud dari tambahan di sini adalah melihat Allah subhanahu wa taala
tiib
kemudian ya dalam ayat lain surat almutffifin ayat 15 Allah subhanahu wa
taala berfirman ka innahumbihim yaumidin
lamahjubun k inahum yainahjubun ya sekali-kali tidak
sesungguhnya mereka ya di hari kiamat kelak akan
terhalangi dari Tuhan mereka akan terhalangi dari Tuhan mereka Apa maksud terhalangi di sini maksudnya adalah
mereka terhalangi untuk melihat Allah jadi orang-orang kafir mereka tidak akan melihat
Allah ya Al Imam Syafi'i rahimahullah Beliau mengatakan ya tentang ayat ini
ya maka ayat ini menjelaskan bahwa mereka orang-orang kafir yang dimurkai oleh Allah terhalangi untuk melihat ini
adalah Dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang yang beriman orang-orang yang bertakwa wali-wali Allah yang masuk
surga mereka akan melihat Allah ya Jadi pada saat orang-orang kafir itu tidak
melihat Allah ini menunjukkan bahwa orang-orang yang beriman akan melihat Allah subhanahu wa taala
ya dan banyak dalil-dalil dari e asunah yang menjelaskan tentang hal ini ya tadi
adalah dalil-dalil dari al-qur'an maka dalil-dalil dari asunah juga disebutkannya oleh Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam di antaranya adalah bahwa Abu Hurairah radhiallahu Anhu
bercerita ya bagian sahabat-sahabat nabi bertanya kepada Nabi Ya Rasulullah hal
narbana yaumalqiamah wahai Rasulullah Apakah kita akan melihat Tuhan kita di
hari kiamat kelak maka nabi sahu wasallam
mengatakanaradr Apakah kalian berdesak-desakkan pada saat kalian melihat rembulan ya melihat bulan di
malam bulan purnama ya nabi bertanya kepada sahabat-s Apakah
kalian berdesak-desakan saling menyakiti satu dengan yang lain pada saat melihat bulan di malam bulan
purnama maka para sahabat mengatakan rulullah tidak kami melihatnya dengan mudah ya maka nabi
mengatakan ya kemudian Apakah kalian akan kesulitan untuk melihat matahari
pada saat tidak ada ya awan sama sekali para sahabat pun mengatakan tidak
Wah Rasulullah maka
pun lihat Allah seperti itu ya kata para ulama yang disamakan
oleh Nabi adalah cara melihatnya bukan objeknya karena Allah
tidak sama dengan rembulan Allah tidak sama dengan matahari ya matahari dan rembulan adalah makhluk Allah bukan itu
yang disamakan oleh Nabi yang disamakan oleh Nabi adalah cara kita melihat bahwa kita melihat Allah sebagaimana kita
melihat Rembulan Dan juga matahari sehingga kita enggak harus berdesak-desakan kita melihatnya dengan
mudah ya tidak akan memberikan mudarat kepada orang-orang yang lain pada saat mau melihat itu maksud dari hadis
tersebut hadis ini sahih diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim
yab kemudian juga dalam hadis lain diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim
juga bahwa jarir bin Abdillah albajali
seorang sahabat mengatakan kunna julusan Ma Nabi Shallallahu Alaihi wasallamurualqamar Lail Ar as
Sesungguhnya kami pernah ya duduk-duduk bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di
malam tanggal 14 di malam tanggal 14 ya tanggal 13 14 15 itu adalah ya
waktu di mana rembulan itu sempurna ya terlihat bulan purnama 13 14 15 e
bulan-bulan Hijriah Maksudnya ya tiib Nah kita lagi duduk sama Nabi di malam
tanggal 14 kemudian nabi Sallahu Ali wasallam mengatakan kepada kami
inakumakum kata nabi Sui wasallam sesungguhnya kalian akan melihat Allah sebagaimana kalian melihat rembulan ini
kalian tidak akan berdesak-desakan dalam melihatnya Allahu Akbar Ya sehingga
sekali lagi yang disamakan oleh Nabi adalah cara melihatnya dengan mudah dengan nyaman tidak berdesak-desakan
bukan objek yang dilihatnya ya karena kita Yakin sebagaimana yang sudah kita bahas seringkiali bahwa Allah tidak sama
dengan apapun tidak sama dengan makhlukNya
tiib ya Sehingga ini adalah kenikmatan yang terbesar yang didapatkan
oleh orang-orang yang beriman pada saat mereka masuk ke dalam surganya Allah subhanahu wa
taala dan dalam sebuah hadis ya teman-teman sekalian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bercerita tentang apa
yang akan didapatkan oleh penghuni surga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
mengatakan a Ahlul jannatil Jannah pada saat Ahli Surga ya mereka
masuk ke dalam surga mereka mendapatkan kenikmatan yang besar teman-teman sekalian ya mereka
mendapatkan istana mereka mendapatkan rumah mereka mendapatkan pasangan ya
tiib mereka mendapatkan kenikmatan yang sangat banyak ma ainunat w Unun samiat W
KH Al qbi Basyar ya mereka mendapatkan kenikmatan-kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata mereka yang tidak
pernah mereka dengar dengan telinga mereka dan tidak pernah terbesit dalam benak mereka bayangkan kita melihat
sesuatu yang nikmat luar biasa di dunia ternyata itu enggak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kenikmatan yang ada
di surga kelak mereka sudah bergelimang nikmat mereka sudah bahagia mereka sudah senang luar biasa dengan keberadaan
mereka di dalam surga tiba-tiba Allah subhanahu wa taala mengatakan kepada mereka kata nabi yaaklullahu tabaraka wa
taala Allah mengatakan kepada mereka turidunaaian azidukum Maukah kalian aku
berikan tambahan kenikmatan lagi maka penghuni surga mengatakan alam
tubayid wujuhana alam tilnal Jannah waunajjina minanar bukankah Engkau telah
memutihkan wajah kami bukankah Engkau telah menjauhkan kami dari neraka bagi
para penghuni surga ini sudah nikmat luar biasa ya kemudian nikmat apa lagi
yang akan mereka rasakan selain dari nikmat-nikmat yang sudah mereka Rasakan ini yang mereka katakan kepada Allah
subhanahu wa taala maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan fayaksifulahul hijab kemudian Allah
subhanahu wa taala membuka hijab yang selama ini menutup
Allah maka mereka pun melihat Allah subhanahu wa taala
untuk ya mendapatkan kenikmatan yang sangat
besar yang sangat luar biasa Kemudian kata nabi Sallahu Alaihi
wasallamai maka mereka pun merasakan ya kenikmatan yang paling besar dan yang
paling mereka sukai di surga adalah melihat Allah subhanahu wa taala ya
Sehingga dari Sekian banyak nikmat-nikmat Allah ini yang paling disukai oleh seluruh penghuni surga
yaitu melihat Allah subhanahu wa taala ya Antum bisa bayangkan ya kita
sama-sama manusia aja kadang kita kangen gitu ya kadang kita pengin melihat pengin ketemu pengin ngobrol ya ya
apalagi kalau kita misalnya punya orang tua yang sudah wafat gitu ya kita ingin dapat kesempatan sebentar saja ketemu
dengan orang tua kita yang sudah wafat Kenapa kangen hati kita karena kita cinta kepada orang tua kita Betul tidak
itu antara kita sama orang tua ya sama sesama manusia maka Bagaimana dengan Allah subhanahu wa taala yang selama ini
kita berjuang buat Allah kita beramal ikhlas karena Allah kita mengeluarkan harta kita untuk Allah ya Terkadang kita
capek kita letih ya karena Allah subhanahu wa taala terkadang kita disakiti oleh orang lain kita sabar
karena Allah terkadang kita diinjak injak sama orang dihinakan sama orang ya dicaci sama orang kemudian kita sabar
kita enggak ngelawan kenapa karena kita tahu bahwa Allah subhanahu wa taala menjanjikan pahala untuk kita kehidupan
kita semuanya untuk Allah subhanahu wa taala ya Tidakkah kemudian ini menumbuhkan rasa ee rindu kepada Allah
subhanahu wa taala ingin bertemu dengan Allah subhanahu wa taala ya dan itu yang
akan didapatkan oleh orang-orang yang beriman pada saat mereka masuk ke dalam surga Ya Allah Oleh karena itu di antara
doa yang diajarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah bahwa Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam yang meminta kepada Allah agar ya dimudahkan untuk melihat Allah
ya asaluka waaluk
wajikqqik Ya Allah Sesungguhnya aku memohon kepadaMu berlezat-lezat melihat
melihatmu ya allahat berlezat-lezat dalam melihat Allah
wasik dan juga ya aku mohon kepadamu Kerinduan untuk bertemu dengan denganmu
Ya karena ini adalah tanda dari orang yang beriman bahwa mereka memiliki rasa rindu kepada Allah ya mereka ingin
bertemu dengan Allah karena saking kuatnya keyakinan mereka tentang Allah pengagungan mereka tentang Allah
subhanahu wa taala sehingga mereka ingin bertemu dengan Allah subhanahu wa taala ya Sehingga ini doa ya yang diajarkan
ole nabi doanya panjang sebetulnya itu adalah bagian dari doa tersebut ya Em dan sangat bagus untuk dihafal
teman-teman sekalian ya dan dibaca tentunya ya bunyi doanya secara lengkap
adalah
allahqiruka khbiahah Wim ikluk
naqqis maut
ya yang artinya adalah Ya Allah dengan ilmumu terhadap hal gaib dan kekuasaanmu atas makhluk hidupkanlah aku selagi
engkau mengetahui bahwa hidup itu lebih baik bagiku dan Matikanlah aku jika engkau mengetahui bahwa mati Lebih Baik
bagiku Ya Allah k Mohon Kepadamu rasa takut kepadamu atas ya sesuatu yang nampak dan tidak nampak aku memohon
kalimat ikhlas dan Rida saat marah ya karena saat kita marah terkadang terucap
hal-hal yang tidak diridai oleh Allah nah Dalam Doa ini kita minta kepada Allah ya perkataan yang baik perkataan yang
em apa namanya yang baik gitu ya pada saat kita sedang senang atau kita sedang
marah jadi amarah kita tidak menjadikan kita berkata buruk ya Aku mohon
kenikmatan tanpa habis dan kesenangan tanpa henti aku mohon keridaan setelah adanya keputusan dan kenyamanan hidup
setelah mati dan kelezatan memandang kepada wajahmu lihat kelezatan memandang
kepada wajahmu serta keridaan berjumpa denganmu ya atau rindu dengan berjumpa
denganmu tanpa ada bahaya yang membahayakan dan tanpa fitnah yang menyesatkan Ya Allah Hiasilah kami
dengan hiasan iman dan jadikanlah kami orang yang menyampaikan Hidayah dan mendapatkan hidayah ya hadis
diriwayatkan oleh Imam nasai' rahimahullahu taala ya Sehingga ini adalah di antara amalan yang bisa
dikerjakan oleh seseorang Kalau dia mau melihat Allah apa berdoa diminta sama
Allah berdoa kepada Allah agar Allah subhanahu wa taala mudahkan dia untuk
em melihat Allah subhanahu wa taala dan mendapatkan kenikmatan tersebut kemudian di antara ya amal saleh yang bisa
memudahkan seseorang untuk mendapatkan kenikmatan melihat Allah adalah ya
melaksanakan salat Subuh dan salat asar melaksanakan salat Subuh dan salat
asar jadi ini adalah dua salat yang menjadi sebab
seseorang melihat Allah subhanahu wa taala di hari kiat sebuah hadbihi wasat lihat Tuhan kalian sebagaimana kalian melihat bulan di malam bulan
purnama ya kalian tidak akan berdesak-desakkan dalam melihatnya kemudian nabi mengatakan kalau kalian
bisa untuk tidak luput dari melaksanakan salat
sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya matahari maka
lakukanlah ya sebelum terbit matahari itu salat apa salat subuh sebelum terbenam matahari salat apa salat asar
sehingga para ulama mengatakan berdasarkan hadis ini ya pelaksanaan
salat Subuh dan salat asar adalah di antara sebab ya seseorang mendapatkan kenikmatan melihat Allah subhanahu wa
taala kemudian ya di antara amalan
yang menjadi sebab ya seseorang itu melihat wajah Allah adalah beriman dan
beramal saleh adalah beriman dan beramal saleh sebag sebagaimana yang kita sebutkan tadi bahwa orang-orang
berimanlah yang akan melihat Allah orang-orang yang masuk surgalah yang akan melihat Allah jadi yang harus kita perjuangkan adalah amalan-amalan secara
umum ya keimanan yang bisa memasukkan kita ke dalam surga ya ya sebagaimana yang Allah subhanahu
wa taala tadi Sebutkan dalam Surah Yunus lilladzina ahsanu Al Husna
wiadah bagi orang-orang yang melakukan Ihsan Melakukan kebaikan mereka akan
mendapatkan surga dan melihat wajah Allah ya lilladina ahsanu orang-orang
yang melakukan Ihsan Ihsan itu arti berbuat baik Ihsan itu arti bertakwa kepada Allah Ihsan sebagaimana yang tadi
kita sebutkan antaudullah kaaka faam takun fainnahu Yar engkau beribadah
seakan-akan Allah seakan-akan engkau melihat Allah Kalau engkau tidak bisa melihat Allah maka Yakinlah bahwa Allah
itu melihatmu ya Sehingga
itu ya di antara amalan-amalan yang disebutkan oleh para ulama yang memiliki
keistimewaan menjadi sebab ya seseorang itu melihat Allah subhanahu wa
taala seperti itu teman-teman sekalian Sekarang kita akan baca apa yang disampaikan oleh syikhul Islam Ibnu
Taimiyah dalam kitabnya akidah wasatiah silakan Antum buka halaman
55.
Kitab-kitabnya malaikat-malaikatnya dan rasul-rasulnya yang telah kami Sebutkan adalah ya jadi di antara keimanan kita
kepada Allah kepada kitab-kitabnya kepada malaikat-malaikat kepada rasul-rasulnya yang tadi disebutkan itu yang sebelum-sebelum disebutkan
diantaranya juga yang harus kita yakini adalah beriman bahwa orang-orang Mukmin akan melihatnya pada hari kiamat secara
langsung dengan pandangan mata mereka
ya Dan ini konteks had ya
ya arti darianan arti dengan mata kepala kalian sendiri sebagaimana Mereka melihat
matahari dalam keadaan cerah tanpa terhalang awan sebagaimana hadis yang tadi kita sebutkan juga
ya dan sebagaimana Mereka melihat Rembulan Di Malam purnama sebagaimana
yang disebutkan dalam hadis yang tadi juga kita sebutkan ya mereka tidak berdesak-desakan dalam melihatnya lihat
ya jadi Ibnu Taimiyah ya menyebutkan keyakinan-keyakinan semuanya tertera dalam hadis ya makanya yang sudah kita
sebutkan juga di daurah yang pertama di awal-awal kita membahas tentang buku akidah wasatiyah bahwa syaikhul Islam
Ibnu Taimiyah sempat ditentang ya oleh tokoh tokoh agama di zamannya karena
menulis Kitab ini ya karena menulis Kitab
ini kenapa karena kitab ini menjelaskan tentang akidah ahlusunah wal jamaah yang
menyelisihi akidah ya orang-orang yang meyakini keyakinan-keyakinan yang tidak benar orang-orang yang meyakini tentang
bidah-bidah ya tidak sesuai dengan Ee al-qur'an tidak sesuai dengan asunah
tidak sesuai dengan pemahaman para sahabat ya Sehingga ditentang Ibnu Taimiyah sama mereka sama tokoh-tokoh
mereka t tapi Subhanallah Ibnu Taimiyah bilang apa ke mereka kata Ibnu Taimiyah ya Sebutkan kepadaku satu kalimat saja
ya di dalam buku ini yang menyelisihi al-qur'an
asunah dan juga pemahaman para Salaf ya ya dan kemudian Ibnu Taimiyah
mengatakan aku berikan kalian waktu selama 3 tahun untuk menganalisa buku
ini dan menjelaskan kepadaku Apakah ada kalimat akidah yang menyelisih al-qur'an
dan sunah dan pemahaman para Salaf para Salaf itu maksudnya sahabat tabiin tabi-tabiin Subhanallah 3 tahun berlalu
teman-teman sekalian ya belum juga ada yang menyebutkan tentang kesalahan Ibnu
Taimiyah dalam kitab ini yang menyelisihi al-quran dan Sunah paham Antum ya kemudian datang muridnya Ibnu
qayyim aljauziyah Ibnu qayyim aljauziyah muridnya Ibnu Taimiyah ya Kemudian beliau mengatakan bahwa ini guru Saya
bilang 3 tahun dan saya kasih tambahan waktu ya kata ibu Ibnu qayyim saya kasih
tambahan waktu sampai hari kiamat silakan dicari ya dan subhanallah
ternyata enggak ada ya dan sebagaimana yang saya sebutkan tadi lihat kata perkata yang disebutkan oleh Ibnu
Taimiyah semuanya merujuk kepada apa kepada hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada dalil Oleh karena
itu para ulama mereka sangat menganjurkan kita para tulabul ilm para penuntut ilmu untuk mempelajari buku ini
sebagai ee apa namanya pembelajaran akidah
kemudian ya em
kemudian kata beliau mereka tidak berdesak-desakan dalam melihatnya mereka akan melihatnya ketika mereka di arasat
kiamat padang mahsyar kemudian mereka akan melihatnya setelah mereka masuk surga sebagaimana yang dikehendaki oleh
Allah subhanahu wa taala jadi dalam sebuah hadis ya disebutkan bahwa Allah subhanahu wa taala akan ya
memperlihatkan dirinya ya kepada hamba-hambanya di arasat Ya di
arasat itu maksudnya di ya padang mahsyar ya di tempat berkumpulnya manusia sebelum mereka masuk ke dalam
surga ya Ada khilaf di kalangan para ulama Apakah orang-orang kafir dan munafikin itu mereka melihat Allah juga
atau tidak ya Sebagian ulama mengatakan bahwa penglihatan terhadap Allah di
arasat di padang mahsyar adalah rukyattihan ya
warif yaitu penglihatan yang sifatnya adalah imtihan yang sifatnya adalah ujian bagi
manusia sehingga orang-orang kafir ya terhalangi ya kemudian orang-orang
munafik ya terhalangi tapi orang-orang yang beriman mereka bisa melihat Sebagian ulama menyebutkan bahwa
orang-orang kafir melihat kemudian terhalangi ya Sehingga ini ada khilaf ya
di kalangan para ulama Apakah kemudian orang-orang kafir dan orang-orang munafik ini melihat atau tidak di padang
mahsyar tapi intinya adalah orang-orang yang beriman Mereka melihat orang-orang yang beriman Mereka melihat tapi
penglihatannya ini penglihatan yang sifatnya adalah imtihan warif yaitu penglihatan yang sifatnya adalah ujian
dari Allah subhanahu wa taala ya Karena ini belum masuk surga ya tapi pada saat masuk ke dalam surga maka kata para
ulama penglihatan orang-orang yang beriman di surga adalah rukyatu inamin
ya Wa tasrif yaitu penglihatan yang sifatnya adalah kenikmatan dan kemuliaan
untuk mereka para ahli surga ya sehingga penglihatan mereka pada saat di surga
itu tentu lebih sempurna lebih lebih nikmat ya lebih agung lebih mulia ya
seperti itu sehingga maksudnya adalah bahwa yang diyakini oleh ahlusunah wal jamaah orang-orang yang beriman Mereka melihat Allah dua kali sebelum masuk
surga dan setelah masuk surga seperti itu ya Sehingga ini ya yang disebutkan
oleh para ulama tentang hal tersebut barakallahu fikum teman-teman sekalian
Semoga apa yang disampaikan bermanfaat ya saya cukupkan sampai di siniahuuhm
wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan kita tutup dengan doa kafatul majelis subhanakallahum wabihamdika asadu Alla ilahailla anta
astagfiruka wa atubu
Subhanakallahumma wabihamdika, Ashadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."