1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-11 dalam seri Kitab Bahjatu Qulubil Abrar yang membahas tentang siapa itu mukmin yang kuat. Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kitab Bahjatu Qulubil Abrar

Ustadz Feri Setianto حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Rabu, 13 Agustus 2025

🏢 Masjid Al Jamalah, Panggungan, Sleman

Pertemuan terkahir sampai pada hadits ke 11,

Hadits yang ke 11, keutamaan tafaqquh fiddin

dari Muawiyah bin Abu Sufyan, salah satu penulis wahyu pada masaNabi, juga pernah menjadi khalifah muslimin setelah hasan mmeberikan kepemimpinannya.

Beloau berkata, Rasulullah bersabda, MAN YURIDILLAHU BIHI KHOYRAN YUFAQQIHHU FIDDIIN Artinya : “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama.“

Siapa yang Allah inginkan kebaikan untuk orang itu maka dia itu akan dimudahkan oleh Allah untuk tafaqquh.

tafaqquh artinya belajar memahami agama.

Siapa yang Allah inginkan kebaikan untuk orang itu maka Allah akan mudahkan orang tersebut untuk belajar.

Berarti di saat Allah berikan kepada kita untuk belajar ditengah kesibukan, ditengah aktivitas yang ada, maka ini menjadi salah satu tanda bahwa Allah menghendaki khairon/kebaikan.

Kebaikan yang sifatnya umum, tidak ada batasannya.

Ilmu adalah tanda bahwa Allah mencintai hambaNya, sebaliknya kalau ternyata ada seseorang yang Allah jauhkan dari ilmu, ada seseorang yang Allah sulitkan dia untuk belajar padahal masih sehat, mmapu, ada waktu luang tetapi tidak mau atau enggan maka itu sebagai salah satu tanda Allah tidak menginginkan kebaikan untuk orang tersebut.

Kalau Allah inginkan kebaikan untuk seseorang,Allah mudahkan jalannya untuk belajar dan sebaliknya kalau Allah tidak perkenankan orang itu mendapatkan khairan/kebaikan maka Allah tidak akan mudahkan jalannya untuk belajar.

Maka kita tafaqquh (mempelajari agama) tidak hanya mdoal semangat, modal kecerdasan dan modal kemampuan, tapi modal terbesar adalah apakah Allah ingin kebaikan bagi kita atau tidak.

Mendapatkan ampunan juga bagian dari khairan, belajar kan amal soleh, ketika kita melakukan kebaikan maka secara otomatis kebaikan itu akan menghapuskan kesalahan.

Sesungguhnya kebaikan amal soleh yang kita lakukan akan menghapuskan keburukan. Berarti saat Allah mudahkan kita untuk belajar Allah berikan kepada kita kebaikan.kebaikan allah ampuni kita, Allah berikan kepada kita rohmah, allah mduahkankita untuk beramal.

Kalau Allah cinta dengan hambaNya, Allah akan memudahkan dia untuk bermaal soleh, tetapi kalau senadainya Allah itu benci dengen seseorang maka ALlah akan sulitkan orang itu untuk beramal soleh.

Allah sudah tidak peduli lagi dengan orang itu, Allah tinggalkan orang itu sehingga Allah tidak tolong.

itu makna dari hadits ke 11 MAN YURIDILLAHU BIHI KHOYRAN YUFAQQIHHU FIDDIIN Mutafaqqun Allaih

Hadits Mutafaqqun Allaih

--> hadits yang diriwayatkan oleh 2 imam, imam Bukhori dan imam muslim dari jalur sahabat yang sama yakni Muawiyah bin Abu Sofyan.

Hadits ke 12

Siapa itu Mukmin yang Kuat

Dari Abu Hurairah,

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah, ketimbang orang mukmin yang lemah."

Mukmin yang kuat:

--> kuat imannya

orang mukmin yang punya iman yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang imannya lemah.

Iman itu darojat/bertingkat2.

Mukmin qowi: mukmin kuat imannya

Mukmin dhoif: mukmin lemah imannya.

Dan disetiap mukmin itu punya kebaikan.

Orang mukmin ada dua tipe: yang kuat imannya dan lemah imannya. Dan tetap ada kebaikan walau sedikit.

pesan Nabi

--> Semangatlah untuk mengejar hal yang bermanfaat untuk diri kita baik untuk dunia maupun untuk akherat.

Lalu iringi juga dengan meminta pertolongan kepada Allah, karena semangat saja tidak cukup harus diiringi dengan do'a.

Setelah berdoa maka janganlah lemah/pesimis.

Doa dan usaha (tawakal) ibarat dua sayap burung. Harus dikepakkan dua-duanya.

Lalu apabila mendapatkan ujian/musibah maka janganlah mengatakan seandainya kemarin tidak begini dan begitu, hal tersebut akan membuka pintu setan karena setan suka manusia dalam keadaan sedih, setan selalu menggoda agar manusia dalam keadaan sedih.

Seharusnya katakanlah: qodarullah wama syafaa.

Bisa jadi apa yang kita tidak sukai maka itu baik untuk kita dan juga sebaliknya.

Kebaikan itu adalah bukan apa yang kita tentukan tapi kebaikan smeuayang telahditetapkan oleh ALlah meskipun tidak kita sukai.

Orang yang percaya pada takdir tidak akan bersedih.

Bila kita tahu ada sesuatu yang bermanfaat di depan kita maka kejarlah, bila tidak mampu berlari maka berjalanlah, dan seterusnya.

Janganlah berburuk sangka terhadap hasil yang Allah berikan kepada kita.

Seseorang akan merasakan nikmatnya berjuang ketika dia tahu apa yang akan dia dapatkan setelah lelah.

Tidak ada manusia yang dapat mengerjakan sesuatu sendirian kecuali dibantu sama Allah.

Fisik yang kuat itu baik ketika diiringi dengan iman yang kuat.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."