1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-7 dalam seri Kitab Bahjatu Qulubil Abrar yang membahas tentang menyeru kepada petunjuk. Ustadz Feri Septianto, Dosen PUTM & Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Kitab Bahjatu Qulubil Abrar

Ustadz Feri Setianto حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Rabu, 30 Juli 2025

🏢 Masjid Al Jamalah, Panggungan, Sleman

Pertemuan lalu membahas hadits ke 9 tentang iman kepada takdir

Bahwa Nabi bersabda segala sesuatu yang terjadi atas takdir Allah. Tidak ada yang luput dari kehendak Allah, baik yang kita saksikan langsung atau di luar jangkauan kita. Iman kepada takdir membuat kita selalu ridho dengan ketetapan Allah.

Ciri orang yang bahagia selalu bersyukur kepada Allah. Selalu merasa bahwa apa yang Allah tetapkan kepada kita selalu baik. Iman kepada Allah adalah kunci agar hidup kita bahagia

Hadits ke 10

Mengajak kepada Petunjuk

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Siapa mengajak kepada yang lainnya untuk mendapatkan hidayah Allah maka baginya berupa pahala seperti pahala orang yang mengikutinya.

Hidayah menurut penulis buku:

1. Ilmu yang bermanfaat

2. Amal shaleh

Ilmu yang tidak diamalkan seperti pohon yang tidak berbuah.

Nabi menjelaskan tidak berkurang pahala mereka walau sedikitpun. Dan tidak disebutkan berapa kali yang harus disampaikan berarti maknanya adalah umum.

Apabila nanti kita wafat maka semua amal kita terputus,. kecuali dari 3 hal, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.

Dan barangsiapa yang mengajak kepada sesuatu yang sesat, buruk atau dosa maka orang tersebut akan mendapatkan keburukan tersebut. Dan tidak akan berkurang sedikitpun dosa yang didapatkan.

Maka kita belajar dalam hidup ini mari kita berusaha untuk menjadi seorang penyeru kepada kebenaran. Maka ini sebuah peluang besar yang bisa kita dapatkan meskipun kita kembali kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Maka diantara manusia ada orang orang yang menjadi kunci pembuka kebaikan (Miftahul Khair) dan sebaliknya juga ada orang orang yang menjadi sebab kunci pembuka keburukan.

Maka jadilah kita sebagai orang yang menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup kunci keburukan. Berusaha untuk menjadi contoh yang baik, minimal dalam keluarga sendiri.

Maka kita juga harus mencari apa yang bisa menjadi sumber pengajak pahala menuju kebaikan.

Maka dari kita harus bertanya masing-masing apa yang bisa kita kerjakan untuk mengajak kebaikan kepada orang lain.

Hadits ke 11

*Keutamaan Taffaquh Fiddin

Diriwayatkan oleh Muawiyah,

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang diinginkan kebaikan oleh Allah maka...

Keutamaan Tafaqquh Fid Diin

Memperdalam Agama Islam

Ibadah bukan hanya di mesjid tapi juga di luar mesjid

Halal haram bukan hanya di mesjid tapi juga di luar mesjid.

Dari Muawiyyah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda barangsiapa siapa yang diinginkan kebaikan dirinya dari Allah maka akan dimudahkan untuk belajar agama

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."