بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Macam-macam Muhasabah
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Rabu, 9 April 2025
🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan kitab tazkiyatun nafs tentang muhasabah terhadap jiwa, berikut ini macam-macam muhasabah;
1. Sebelum beramal
2. Setelah beramal
Muhasabah sebelum beramal dengan menahan diri ketika sudah punya keinginan & tidak buru-buru mengerjakan sampai ada kejelasan baginya apakah memilih mengerjakan ataukah lebih meninggalkannya
Berkata al-Hasan al-Basri,
رَحِمَ الله عَبْداً وَقَفَ عِنْدَ هَمِّهِ، فّإِنْ كَانَ لِلهِ مَضَى، وَإِنْ كَانَ لِغَيْرِهِ تَأَخَّرَ.
“Mudah-mudahan Allah selalu memberikan rahmat kepada seorang hamba yang selalu merenungi sebelum melakukan aktifitas, jika diniatkan karena Allah, maka ia lakukan aktivitas tersebut, tetapi jika bukan karena Allah, dia urungkan aktivitas tersebut.”
Pernyataan tersebut sejalan dengan hadits Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74 meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam”
Imam Nawawi berkomentar tentang hadits ini ketika menjelaskan hadits-hadits Arba’in. Beliau menjelaskan, “Imam Syafi’i menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah apabila seseorang hendak berkata hendaklah ia berpikir terlebih dahulu. Jika diperkirakan perkataannya tidak akan membawa mudharat, maka silahkan dia berbicara. Akan tetapi, jika diperkirakan perkataannya itu akan membawa mudharat atau ragu apakah membawa mudharat atau tidak, maka hendaknya dia tidak usah berbicara”. Sebagian ulama berkata, “Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian, niscaya kalian akan lebih banyak diam daripada berbicara”.
Tahapan seorang hamba ketika akan mengamalkan sesuatu ;
1. Rencana, mampu ataukah tidak
2. Manfaat & Mudharat perbuatannya, lebih baik mengamalkan atau meninggalkannya (tidak manfaat atau berbahaya)
3. Tujuan mengamalkannya, untuk Allah ataukah untuk pamer
4. Keberadaan alat bantu jika butuh bantuan
Berikutnya Muhasabah Diri Setelah Beramal, yang perlu diperhatikan adalah ;
Memperhitungkan sisi kekurangan amal yang dikerjakan dalam mewujudkan hak Allah, ada hal 6 yakni ikhlas, semangat, mutaba'ah, ihsan, membayangkan nikmat Allah, merasa ada kekurangan dalam amalnya
Wallahu 'alam