بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Keutamaan Sabar Dalam Dalil
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Rabu, 14 Mei 2025
🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan Kitab Tazkiyatun Nafs, tentang Keutamaan Sabar dalam Dalil, berikut hadits Nabi ﷺ perihal keutamaan sabar
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَت: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ (إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ) اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَجَرَهُ اللَّهُ فِي مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا، قَالَتْ: فَلَمَّا تُوُفِّيَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِي خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
Diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ’anha –istri Nabi ﷺ berkata, “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidak ada seorang hamba pun yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN. ALLAHUMMA’JURNII FII MUSHIBATII WA AKHLIF LII KHOIRON MINHAA (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik) melainkan Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.’” Ummu Salamah kembali berkata: “Ketika Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun mengucapkan doa sebagaimana yang Rasulullah ﷺ ajarkankan padaku. Maka Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah ﷺ.” (HR. Muslim, no. 1526)
Kemudian dalil berikutnya masih dari hadits Nabi ﷺ
ن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعًا: «يقول الله تعالى : ما لِعَبدِي المُؤمن عِندِي جَزَاء إِذَا قَبَضتُ صَفِيَّه مِنْ أَهلِ الدُّنيَا ثُمَّ احْتَسَبَه إِلاَّ الجنَّة».
[صحيح] - [رواه البخاري]
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Allah -Ta'ālā- berfirman, "Tidak ada balasan (yang pantas) dari-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, apabila Aku mewafatkan orang yang dicintainya dari penghuni dunia, kemudian dia rida dengan musibah tersebut, melainkan Surga."[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Bukhari]
Dalam hadis qudsi ini, Nabi ﷺ mengabarkan bahwa siapa saja yang diuji dengan kehilangan orang yang dicintainya dari kalangan kerabatnya atau yang lainnya, jika ia bersabar terhadap kematian orang yang dikasihi dan dipilihnya, serta ia memandang bahwa orang itu memiliki hubungan yang kuat dengannya, seperti anak, saudara, paman, bapak, ibu atau teman, ketika Allah -'Azza wa Jalla- mewafatkannya lalu orang itu mengharapkan ridha Allah dan pahala-Nya, maka tidak ada balasan baginya selain Surga.
Ketika perang Uhud banyak kaum muslimin yang meninggal dunia bahkan tersiar kabar bahwa Nabi ﷺ juga wafat, kabar ini terdengar hingga Madinah, sehingga ada seorang wanita yang menanyakan kabar tentang berita meninggalnya Rasulullah ﷺ, padahal di saat yang bersamaan 3 keluarganya meninggal namun wanita tersebut biasa-biasa saja tidak bersedih, sedangkan ketika mendengar kabar Rasulullah ﷺ masih hidup, wanita tersebut merasakan bahwa semua musibah selama Rasulullah ﷺ masih hidup maka musibah tersebut ringan baginya.
Termasuk kecintaan yang besar terhadap Allah terkadang mengalahkan cinta kita kepada makhluk, sehingga dengan kecintaan yang besar kepada Allah tersebut akan membuat ringan musibah ketika kehilangan orang-orang yang dicintainya.
Wallahu 'alam