1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-4 dalam seri Tazkiyatun Nufs yang membahas tentang agar takut kepada allah (tazkiyatun nufs). Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Agar Takut Kepada Allah

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Rabu, 16 Juli 2025

🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan kitab Tazkiyatun Nafs, perihal membangun rasa takut kepada Allah, rasa takut atau khauf adalah cambuk yang Allah berikan untuk mengarahkan hambaNya agar menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu sehingga hamba bisa merasakan kedekatan dengan Allah, khauf adalah bentuk keresahan batin karena akan mendapatkan perkara yang tidak disukai di masa datang, rasa takut menahan anggota badan untuk melakukan maksiat dan mengiringinya dengan ketaatan.

Orang yang rasa takutnya kecil akan mengantarkan perbuatan lalai dari aturan Allah dan berani berbuat maksiat, sebaliknya berlebihan ketika khauf, akan mengantarkan putus asa untuk mendapatkan rahmat Allah, ini adalah penyakit. Iblis mengoda dengan 2 cara yakni ;

1. Ifrath ; ghuluw atau melebihi batas,

2. Tafrith ; mengurangi atau meremehkan,

Sikap yang tepat adalah pertengahan diantara keduanya. Dalam hal khauf ada sekte yang menyimpang yakni ;

1. Ghuluw ; khawarij, pelaku dosa besar kekal di neraka

2. Tafrith ; murji'ah, perbuatan dosa sama sekali tidak mempengaruhi iman.

Terjangkiti penyakit murji'ah, diantara anggapan yang keliru di tengah masyarakat bahwasanya ketika orang tidak shalat, namun ketika meninggal nanti diadakan ritual tahlilan maka akan masuk surga. Jelas ada perbedaan antara orang yang taat dengan orang yang ahli maksiat. Sikap khauf bisa muncul di hati karena 2 hal ;

1. Hamba mengenal Allah, semakin kenal Allah akan semakin bertakwa, Rasulullah ﷺ bersabda,

اءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا ، فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ ؟ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا ، فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا ، وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ ، وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا ، فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ ، فَقَالَ ” أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا ، أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

“Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi ﷺ dan bertanya tentang ibadah Nabi ﷺ. Setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, “Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah ﷺ, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang” Salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya” (tanpa tidur). Kemudian yang lain berkata, “Kalau aku, sungguh aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka”. Dan yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya”. Kemudian datanglah Rasulullah ﷺ kepada mereka seraya bertanya “Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.” (HR. Bukhari no. 5063)

2. Hamba berbuat salah dan yakin dengan ancaman di akhirat

ا يُسْـَٔلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُونَ

Artinya Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.[Surat Al-Anbiya Ayat 23]

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."