بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Ahad, 10 Agustus 2025
🏢 Masjid As Sakinah, Tengaran
Pembahasan tema kajian pagi ini adalah seputar hak orang yang terdekat dengan kita yakni tetangga, para ulama sangat perhatian dalam perkara ini, mengenai makna tetangga adalah orang yang tempat tinggalnya dekat dengan kita, ini termasuk berlaku untuk 2 arah dalam pembicaraan, serta lebih luas mencakup semua orang yang dekat dengan kita baik dalam hal kedekatan tempat tinggal, tempat berjualan, dst.
Makna tetangga secara istilah lebih sempit dari makna secara bahasa, ulama berbeda pendapat, sebagian berpendapat orang yang berjarak sejumlah 40 rumah disekitar rumah kita, sementara pendapat lainnya menjelaskan bahwa batasan tetangga adalah orang yang rumahnya menempel dengan kita dari segala penjuru arah.
Pendapat yang lebih tepat dkembalikan kepada Urf, sehingga di masing-masing daerah berbeda definisinya
Dalam firman Allah سبحانه و تعالى Surat An-Nisa Ayat 36;
۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
Tetangga yang dekat adalah ;
1. Tetangga yang secara posisi dekat dengan kita
2. Secara nasab dekat dengan kita.
Tetangga yang jauh adalah ;
1. Secara posisi jauh dari kita
2. Secara nasab tidak ada hubungan
Kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada keduanya, semakin dekat semakin besar haknya, para ulama menegaskan bahwa semakin banyak sisi hubungan dengan kita maka semakin besar haknya. Kedekatan ada banyak faktor makin banyak faktor makin kuat haknya. Sikap prioritas kita adalah dengan melihat dari sisi banyak faktor kedekatan.
Sebisa mungkin diminimalisir konflik dengan orang yang banyak faktor hubungan kedekatan kita, karena seharusnya orang tersebut lebih banyak hak yang kita berikan kepadanya.
ن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:«مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ».
[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح البخاري: 6014]
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda,”Malaikat Jibril -'alaihissalām- senantiasa berpesan kepadaku untuk memperhatikan tetangga, sampai aku mengira dia akan menjadikannya sebagai ahli waris.”[Sahih] - [Muttafaq 'alaihi] - [Sahih Bukhari - 6014]
نْ أَبِي ذَرٍّ رَضيَ اللهُ عنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:«يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا، وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ».
[صحيح] - [رواه مسلم] - [صحيح مسلم: 2625]
Abu Żarr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda,"Wahai Abu Żarr! Apabila kamu memasak lauk berkuah, maka perbanyaklah kuahnya, lalu berikanlah kepada tetanggamu."[Sahih] - [HR. Muslim] - [Sahih Muslim - 2625]
Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun, karena bagian dari kebaikan, bisa jadi sangat berarti bagi yang menerima.
Wallahu 'alam