بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Prinsip Hidup Seorang Muslim
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Sabtu, 17 Mei 2025
🏢 Masjid Al Irsyad, Gorontalo
Seorang mukmin hendaknya selalu memiliki niat yang baik, suatu hari, Abdullah Putra Imam Ahmad berkata kepada sang ayah ,”Wahai ayah berikanlah wasiat untukku”. Imam Ahmad berpesan,
ا بُنَيَّ انْوِ الْخَيْرَ فَإِنَّكَ لَا تَزَالُ بِخَيْرٍ مَا نَوَيْتَ الْخَيْرَ
”Wahai putraku,milikilah niat yang baik! Sungguh,dirimu akan selalu dalam kebaikan selama engkau memiliki niatan yang baik”
Ibnu Muflih berkata,”Wasiat yang agung dan bijaksana. Sangat mudah bagi yang ditanya, begitu ringan untuk dipahami dan dikerjakan oleh yang bertanya. Yang mampu mengerjakan wasiat ini akan selalu mendapat limpahan pahala, jika wasiat itu selalu di jaga. Wasiat ini berlaku pada seluruh amalan hati yang diperintahkan oleh Syari’at. Baik terkait dengan khaliq atau dengan makhluk dan Ia akan memperoleh pahala atas niatnya tersebut. Aku tidak menemukan perbedaan pendapat tentang hal ini”.[Adab Syar’iyyah 1/139]
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa iman itu ada banyak cabangnya, hal ini menunjukkan amal itu tergantung niatnya karena akan menghasilkan pahala sesuai apa yang diniatkannya,
ن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «الإيمانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أو بِضْعٌ وسِتُّونَ شُعْبَةً: فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ: لا إله إلا الله، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ».
[صحيح] - [متفق عليه]
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', (Nabi bersabda), "Iman itu memiliki tujuh puluhan lebih atau enam puluhan lebih cabang; cabang yang paling utama ialah ucapan Lā ilāha illallāh (tiada Ilah yang berhak disembah dengan benar selain Allah), dan cabang yang paling rendah ialah menyingkirkan duri dari jalan, dan malu adalah salah satu cabang dari iman."[Hadis sahih] - [Muttafaq 'alaih]
Dalam hadits qudsi, dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda, diriwayatkan dari Allah Ta’ala,
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ
“Sesungguhnya Allah mencatat berbagai kejelekan dan kebaikan lalu Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang bertekad untuk melakukan kebaikan lantas tidak bisa terlaksana, maka Allah catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia bertekad lantas bisa ia penuhi dengan melakukannya, maka Allah mencatat baginya 10 kebaikan hingga 700 kali lipatnya sampai lipatan yang banyak.” (HR. Bukhari no. 6491 dan Muslim no. 130)
Keteguhan niat & komitmen mukmin akan diuji namun tidak mudah mengganti komitmennya, sebagaimana firman Allah
نَ ٱلْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا۟ مَا عَٰهَدُوا۟ ٱللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُۥ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا۟ تَبْدِيلًا
Artinya: Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya),[Surat Al-Ahzab Ayat 23]
Ibnul Mubarak rahimahullah berkata,
رب عمل صغير تعظمه النية، ورب عمل كبير تصغره النية
“Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar (pahalanya) karena sebab niat. Dan betapa banyak amalan yang besar menjadi kecil (pahalanya) karena sebab niat.” (Al-Jami’ Ulum wal Hikam)
Wallahu 'alam