1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-97 dalam seri Kajian Tematik yang membahas tentang kultum subuh. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Jumat, 11 Juli 2025

🏢 Masjid Al Hidayah, Krajan, Yogyakarta

Pembahasan kajian pagi ini perihal fasih dalam berbicara bisa membuat orang tersihir sehingga bisa perhatian terus menerus, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu, ia berkata:

أنَّهُ قَدِمَ رَجُلَانِ مِنَ المَشْرِقِ فَخَطَبَا، فَعَجِبَ النَّاسُ لِبَيَانِهِمَا، فَقالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: إنَّ مِنَ البَيَانِ لَسِحْرًا، أوْ: إنَّ بَعْضَ البَيَانِ لَسِحْرٌ

“Ada dua orang dari negeri timur datang kemudian berkhutbah. Kemudian orang-orang pun takjub dengan khutbah mereka karena kefasihan tutur kata mereka. Maka Rasulullah shallallahu’alahi wa sallam bersabda: sesungguhnya sebagian kefasihan berbahasa bisa menyihir” (HR. Al-Bukhari no.5767).

Nabi Syuaib yang Allah kisahkan dalam Al-Qur’an. Nabi Syuaib disebut dengan “Khatibul Anbiya”. Ini disebut oleh Rasul ﷺ, sebagaimana dalam hadits yang dikeluarkan oleh Al-Hakim. Bahwa jika Nabi ﷺ menyebut Nabi Syuaib, beliau berkata,

اك خطيب الأنبياء

“Dia adalah Khatibul Anbiya.” (HR. Al-Hakim)

Kelebihan Nabi Syuaib adalah ;

1. Fasih bicara ; jelas & tegas

2. Bisa memuaskan pendengar

Namun demikian ada sebagian orang yang beralasan tidak paham dalam rangka untuk menolak kebenaran yang dibawa Nabi Syu'aib, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

الُوا۟ يَٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِّمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَىٰكَ فِينَا ضَعِيفًا ۖ وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنَٰكَ ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍ

Artinya: Mereka berkata: "Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami".[Surat Hud Ayat 91]

Kemudian alasan yang sama juga dikemukakan fir'aun dalam rangka menolak dakwah Nabi Musa dengan alasan tidak jelas perkataannya, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

مْ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْ هَٰذَا ٱلَّذِى هُوَ مَهِينٌ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ

Arrtinya: Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?[Surat Az-Zukhruf Ayat 52]
Ucapan Fir'aun: (Bukankah aku lebih baik daripada orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?) As-Suddi berkata bahwa Fir'aun berkata,"Tidak, aku lebih baik daripada orang ini yang hina ini"[Tafsir Ibnu Katsir]

Maka dakwah dengan penjelasan yang fasih, jelas, dan tegas sehingga memuaskan pendengarnya dibutuhkan ketika berdakwah, karena ketika tidak fasih akan menyulitkan kita ketika berdakwah di tengah masyarakat.

Ajining diri gumantung ing lathi.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."