بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Rabu, 22 Januari 2025
🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Sleman
Melanjutkan pembahasan Buku Pengantar Aqidah, pada poin ke-9 bahwa aqidah yang dibangun berdasarkan logika hanya akan menghasilkan kebingungan. Telah terbukti bahwa dirinya tidak semakin yakin karena apa yang mereka yakini bersumber dari katanya-katanya.
Allah سبحانه و تعالى berfirman;
إِذَا قِيلَ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَٱلسَّاعَةُ لَا رَيْبَ فِيهَا قُلْتُم مَّا نَدْرِى مَا ٱلسَّاعَةُ إِن نَّظُنُّ إِلَّا ظَنًّا وَمَا نَحْنُ بِمُسْتَيْقِنِينَ
Artinya: Dan apabila dikatakan (kepadamu) Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari berbangkit itu tidak ada keraguan padanya, niscaya kamu menjawab Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya) [QS Al-Jatsiyah Ayat 32]
Semacam ini yang menjadi nasib para ahlul kalam, beberapa tokoh filsafat islam yang merumuskan ideologi berdasarkan logikanya menyatakan penyesalan mereka di akhir perjalanan hidupnya, berikut diantaranya ;
1) Fakhruddin ar-Razi
2) As Syahrastani
3) Abu Ma'ali al-Juwaini
Poin ke-10 adalah Peran Nabi dalam Aqidah. Para Nabi diutus Allah untuk membimbing manusia agar bisa beragama yang benar, meliputi aqidah, ibadah, & aturan bermuamalah.
Allah سبحانه و تعالى berfirman;
كَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتَٰبُ وَلَا ٱلْإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلْنَٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Artinya: Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.[QS Asy-Syura Ayat 52]
Poin ke-11 adalah Harapan Kosong
امِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
Artinya Bekerja keras lagi kepayahan[Al-Ghasyiyah Ayat 3]
صْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً
Artinya Memasuki api yang sangat panas (neraka),[Al-Ghasyiyah Ayat 4]
Berharap selamat namun ternyata tidak selamat bahkan mendapatkan adzab di akhirat.
Wallahu 'alam