1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-57 dalam seri Kitab Bulughul Maram 2 yang membahas tentang jarak safar. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Jarak Safar

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 27 Agustus 2024

🏢 Masjid Ulil Albab UII Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan hadits Kitab Bulughul Maram pada bab tentang Shalat Musafir & Yang Sakit, kita akan mempelajari jarak minimal safar diperbolehkannya untuk shalat qashar, sepanjang musafir maka boleh qashar.

َعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ قَالَ ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا خَرَجَ مَسِيرَةَ ثَلَاثَةِ أَمْيَال ٍ أَوْ فَرَاسِخَ, صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Anas Radliyallaahu 'anhu berkata Adalah Rasulullah ﷺ bila keluar bepergian sejauh tiga mil atau farsakh, beliau sholat dua rakaat. (Riwayat Muslim)/p>
Terdapat satuan volume yang dizaman dahulu namun dizaman sekarang sudah ditinggalkan semisal mud, sha, wasaq.

Sahabat Abu Sa’id al-Khudri mengatakan “Bahwa Nabi Muhammad ﷺ pernah berdo’a untuk Madinah

الَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى مَدِينَتِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى صَاعِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى مُدِّنَا اللَّهُمَّ اجْعَلْ مَعَ الْبَرَكَةِ بَرَكَتَيْنِ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ مَا مِنَ الْمَدِينَةِ شِعْبٌ وَلاَ نَقْبٌ إِلاَّ عَلَيْهِ مَلَكَانِ يَحْرُسَانِهَا حَتَّى تَقْدَمُوا إِلَيْهَا » [أخرجه مسلم]

“Ya Allah, berkahilah kota Madinah kami, Ya Allah berkahilah untuk kami dalam sha’ kami. Dalam mud kami dan jadikanlah Ya Allah bersama keberkahan tersebut dua keberkahan. Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan –Nya, tidaklah ada sebuah bukit serta celah yang ada disana dalam kota Madinah melainkan pasti ada dua malaikat yang menjaganya hingga kalian mendatanginya“.[HR Muslim no 1374].

Ada satuan jarak semisal farsakh, marahalah, mil

1 mil = jarak sejauh pandangan mata

1 farsakh = 3 mil

3 farsakh = 9 mil, jarak antara masjid nabawi ke dzul hulaifah

Begitu pula disebutkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, ia berkata,

ا يحل لامرأة تؤمن بالله واليوم الآخر أن تسافر يوماً وليلة ليس معها ذو محرم

“Tidaklah halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir bersafar sehari semalam tanpa disertai mahramnya.” (HR. Bukhari, no. 1088 dan Muslim, no. 1339.)

Sebab terjadinya perbedaan pendapat

1. Tidak ada penjelasan tegas mengenai batasan safar dalam Al Quran dan Hadits

2. Ada perbedaan riwayat jarak safar ketika Nabi ﷺ melakukan safar

Berikut pendapat para ulama

1. Jumhur ulama ; bahwa jarak qashar adalah 88 km berdalil dengan hadits,

كَانَ ابْنُ عُمَرَ وَابْنُ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهم – يَقْصُرَانِ وَيُفْطِرَانِ فِى أَرْبَعَةِ بُرُدٍ وَهْىَ سِتَّةَ عَشَرَ فَرْسَخًا

“Dahulu Ibnu ‘Umar dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhum mengqashar shalat dan tidak berpuasa ketika bersafar menempuh jarak 4 burud (yaitu 16 farsakh).” (HR. Bukhari secara mu’allaq –tanpa sanad-. Diwasholkan oleh Al Baihaqi 3 137. Lihat Al Irwa’ 565)

2. Sebagian ulama ; Jarak safar 3 mil

3. Ulama lainnya ; Jarak safar tidak ada batasan tertentu dikembalikan ke urf

Kesimpulan dari pendapat para ulama ;

a. Berdasarkan Dalil (80 km ke atas)

b. Berdasarkan Praktek

c. Berdasarkan Urf (jika kurang dari 80 km)

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."