1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-47 dalam seri Kitab Bulughul Maram 2 yang membahas tentang hukum shalat sunnah berjamaah. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Hukum Shalat Sunnah Berjamaah

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 19 Maret 2024

🏢 Masjid Ulil Albab UII Yogyakarta

Shalat berjamaah dalam shalat sunnah dibolehkan, berikut hadits tentang shalat berjamaah

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ احْتَجَرَ رَسُولُ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم حُجْرَةًبِخَصَفَةٍ، فَصَلَّى فِيهَا، فَتَتَبَّعَ إِلَيْهِ رِجَالٌ، وَجَاءوا يُصَلُّونَ بِصَلاَتِهِ… الحَدِيثَ، وَفِيهِ «أَفْضَلُ صَلاَةِ المَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلا المَكْتُوبَةَ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah ﷺ pernah membuat bilik dari tikar, lalu beliau shalat di dalamnya. Orang-orang mengetahuinya dan mereka datang untuk shalat bersama beliau.” Al-Hadits. Di dalamnya disebutkan, “Sebaik-baik shalat seseorang itu di rumahnya kecuali shalat fardhu.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 731 dan Muslim, no. 781].

Nabi ﷺ shalat tarawih berjamaah hanya pada 3 malam yakni malam 25, 27, dan 29 ramadhan.

Terdapat hadis juga dalam Shahih Muslim, dari ‘Aisyah radhiallahu’anha

ن رسول الله صلى الله عليه وسلم، خرج من جوف الليل، فصلى في المسجد، فصلى رجال بصلاته، فأصبح الناس يتحدثون بذلك، فاجتمع أكثر منهم، فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم، في الليلة الثانية، فصلوا بصلاته، فأصبح الناس يذكرون ذلك، فكثر أهل المسجد من الليلة الثالثة، فخرج فصلوا بصلاته، فلما كانت الليلة الرابعة عجز المسجد عن أهله، فلم يخرج إليهم رسول الله صلى الله عليه وسلم فطفق رجال منهم يقولون الصلاة، فلم يخرج إليهم رسول الله صلى الله عليه وسلم، حتى خرج لصلاة الفجر، فلما قضى الفجر أقبل على الناس، ثم تشهد، فقال

“أما بعد فإنه لم يخف عليَّ شأنكم الليلة، ولكني خشيت أن تُفرض عليكم صلاة الليل، فتعجزوا عنها”

“Rasulullah ﷺ keluar di tengah malam, kemudian shalat di masjid. Kemudian beberapa orang sahabatpun bermakmum kepada beliau. Di pagi hari, orang-orang membicarakan hal tersebut. Sehingga berkumpullah orang yang banyak (di masjid). Kemudian Rasulullah ﷺ keluar lagi untuk shalat di malam yang kedua, orang-orangpun bermakmum kepada beliau. Di pagi hari, orang-orangpun membicarakan hal tersebut. Sehingga bertambah banyaklah orang-orang di masjid pada malam yang ketiga. Kemudian Rasulullah ﷺ keluar lagi untuk shalat dan orang-orangpun bermakmum kepada beliau. Di malam yang keempat, masjid tidak lagi bisa menampung orang-orang dan Rasulullah ﷺ belum juga keluar, hingga datang waktu subuh baru beliau keluar. Setelah selesai shalat subuh Nabi menghadap kepada orang-orang (untuk berkhutbah), beliau membaca syahadat, lalu berkata ‘amma ba’du, apa yang kalian lakukan tadi malam tidaklah samar bagiku. Namun aku khawatir shalat malam diwajibkan atas kalian, sehingga kalian merasa tidak bisa melakukannya’”.

ita diperintahkan untuk beribadah dengan sikap pertengahan tidak berlebihan namun tidak juga meremehkan.

Shalat rawatib tidak dilakukan secara berjamaah namun dilakukan masing-masing, termasuk shalat dhuha dilakukan masing-masing namun boleh berjamaah jika dilakukan sesekali saja (tidak rutin).

Shalat sunnah paling afdhal dilakukan dirumah, padahal hadits ini disampaikan Nabi ﷺ ketika di masjid Nabawi.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."