1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-30 dalam seri Kitab Bulughul Maram 2 yang membahas tentang doa saat khutbah jum'at. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Doa Saat Khutbah Jum'at

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 29 April 2025

🏢 Masjid Ulil Albab UII Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan Kitab Bulughul Maram, tentang Shalat Jum'at, yakni Doa Saat Khutbah Jum'at,

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صل الله عليه وسلم كَانَ يَسْتَغْفِرُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ كُلَّ جُمُعَةٍ

“Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu,“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ senantiasa memintakan ampun bagi orang-orang mukmin, muslimin, dan muslimat setiap hari Jum’at.”[Hadits ini diriwayatkan al-Bazzar dalam Musnad-nya (2307-308) Kasyful Astar]

Sanad hadits Samurah radhiyallahu ‘anhu dipenuhi dengan perawi-perawi lemah. l-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam at-Taqrib berkata, “Maqbul.”Dari tinjauan sanad, kita dapatkan bahwa hadits ini sangat lemah, bahkan batil, tidak dapat dijadikan sebagai hujjah.

Namun praktek di masyarakat dengan memohonkan ampun kepada mukmin dan mukminat, maka secara umum baik dalam khutbah jumat maupun diluar jumat dianjurkan, mengingat disebutkan dalam hadits Umarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu.

نْ عُمَارَةَ بْنِ رُوَيْبَةَ قَالَ رَأَى بِشْرَ بْنَ مَرْوَانَ رَافِعًا يَدَيْهِ فَقَالَ قَبَّحَ اللهُ هَاتَيْنِ الْيَدَيْنِ، لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صل الله عليه وسلم مَا يَزِيدُ عَلَى أَنْ يَقُولَ بِيَدِهِ هَكَذَا-وَأَشَارَ بِأَصْبِعِهِ الْمَسْبَحَةَ

“Dari ‘Umarah bin Ru’aibah radhiyallahu ‘anhu, beliau melihat Bisyr bin Marwan mengangkat kedua tangannya (ketika berkhutbah) lalu beliau berkata,“Semoga Allah menjelekkan dua tangan itu, sungguh aku melihat Rasulullah ﷺ tidak lebih dari memberikan isyarat demikian,” ‘Umarah mengisyaratkan jari telunjuk.

Dianjurkan khatib berdoa ketika khutbah jum'at dengan redaksi doanya bebas tidak harus dengan lafazh tertentu, yang penting isinya adalah doa untuk kaum muslmin secara umum bukan untuk pribadi

Kemudian al-Baihaqi meriwayatkan hadits Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu beliau berkata,

ا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صل الله عليه وسلم شَاهِرًا يَدَيْهِ قَطُّ يَدْعُو عَلَى مِنْبَرِهِ وَلاَ عَلَى غَيْرِهِ وَلَكِنْ رَأَيْتُهُ يَقُولُ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَابَةِ وَعَقَدَ الْوُسْطَى بِالْإِبْهَامِ

“Tidak pernah sama sekali aku melihat Rasululah ﷺ mengangkat kedua tangannya berdoa di atas mimbar tidak pula di atas lainnya, namun aku melihat beliau mengisyaratkan telunjuknya dan menggenggam jari tengah dan ibu jari.”

Perbedaan pendapat ulama tentang hukum doa saat khutbah jumat ada sebagian ulama yang berpendapat wajib namun ada sebagian ulama yang berpendapat mustahab. Bernilai wajib apabila diperintahkan dan rutinitas Nabi ﷺ yang tidak pernah ditinggalkan. Makmum dianjurkan untuk mengaminkan doa yang dipanjatkan khatib saat khutbah, secara pelan-pelan tidak dikeraskan.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."