بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Tindakan Rosulullah Untuk Melindungi Tauhid dan Menutup Jalan Kesyirikan
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 4 Agustus 2025
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan al Mulakhos fi Syarhi Kitabit Tauhid, pada Bab tentang Upaya Nabi ﷺ Dalam Menjaga Tauhid dan Menutup Jalan Yang Menuju Pada Kesyirikan, artinya Nabi ﷺ sangat perhatian kepada umatnya sehingga berusaha memperingatkan mereka dari bahaya kezhaliman yang paling besar yakni kesyirikan.
Allah سبحانه و تعالى berfirman;
قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) untukmu, amat belas kasihan lagi penyayang kepada orang orang mu’min.” (QS. At Taubah 128)
Al musthofa adalah al mukhtar, ini adalah sebutan untuk Nabi ﷺ yang juga merupakan penutup para Nabi & berbahasa arab, kehadiran Nabi ﷺ adalah nikmat dari Allah, karena Allahسبحانه و تعالى telah memperingatkan dalam firmanNya
۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا۟ قَوْمَهُمْ دَارَ ٱلْبَوَارِ
Artinya Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan,[Surat Ibrahim Ayat 28]
Beliau ﷺ adalah manusia yang layak kita cintai lebih besar dari semua makhluk karena besarnya kasih sayang beliau kepada kita, termasuk dalam mengajarkan syariat agar ringan bagi umatnya, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,
طَبَنَا رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ – ” إِنَّ اَللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اَلْحَجَّ ” فَقَامَ اَلْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ أَفِي كَلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اَللَّهِ قَالَ ” لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ,
لْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ ” – رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ اَلتِّرْمِذِيِّ
“Rasulullah ﷺ pernah berkhutbah di hadapan kami dan berkata, “Allah telah mewajibkan haji pada kalian.” Lantas Al Aqro’ bin Habis, ia berkata, “Apakah haji tersebut wajib setiap tahun” Beliau berkata, “Seandainya iya, maka akan kukatakan wajib (setiap tahun). Namun haji cuma wajib sekali. Siapa yang lebih dari sekali, maka itu hanyalah haji yang sunnah.” Dikeluarkan oleh yang lima selain Imam Tirmidzi. (HR. Abu Daud no. 1721, Ibnu Majah no. 2886, An Nasai no. 2621, Ahmad 5 331. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Kasih sayang Nabi ﷺ dalam perkara agama dan nasib umatnya kelak di akhirat bukan dalam perkara dunia karena dalam hal dunia beliau menasehatkan untuk bersabar, namun banyak dari umat beliau ﷺ yang enggan mentaati beliau ﷺ. Peringatan beliau ﷺ kepada umatnya tentang bahaya syirik karena merupakan tujuan utama beliau ﷺ diutus. Kebenaran itu terang benderang namun akan menjadi samar apabila terkena syubhat, karena Rasulullah ﷺ bersabda
قد تركتكم على مثل البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك
“Sungguh aku telah meninggalkan kalian diatas sesuatu seperti putih bersih, malamnya seperti siangnya, dan tidak ada yang menyimpang darinya kecuali orang yang binasa.” (HR. Ibnu Abi ‘Ashim dalam kitab Sunnah dengan sanad hasan)
Wallahu 'alam