بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Nadzar dalam Tauhid
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 20 Mei 2024
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Bantul
Salah satu bentuk kesyirikan adalah bernadzar kepada selain Allah, karena nadzar itu termasuk dalam ibadah, dalilnya adalah firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Al-Insan Ayat 7;
وفُونَ بِٱلنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُۥ مُسْتَطِيرًا
Artinya: Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.
Dalil berikutnya adalah firman Allah سبحانه و تعالى
مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ ۗ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Dan apa-apa yang kalian infakkan dari nafaqah atau yang kalian bernadzar, maka sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahuinya. Dan tidaklah orang-orang yang dzalim itu mendapatkan penolong.” (QS. Al-Baqarah[2] 270);
نْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ ، وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِهِ
“Barangsiapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut. Barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah memaksiati-Nya. ” (HR. Bukhari no. 6696)
Syirik akbar ketika bernadzar kepada selain Allah سبحانه و تعالى, karena nadzar termasuk ibadah kepada Allah dan wajib ibadah itu diberikan hanya untuk Allah semata. Nadzar berarti mewajibkan pada diri sendiri suatu perkara yang sebenarnya tidak wajib secara syar'i dalam rangka mengagungkan Allah سبحانه و تعالى
Sebagian orang tidak menyadari bahwa nadzar itu termasuk ibadah, sehingga mereka bernadzar kepada selain Allah diantaranya kepada kuburan maupun leluhur nenek moyang mereka yang ini adalah praktek kesyirikan.
Wallahu 'alam