1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-28 dalam seri Kitab Al Minah Al Aliyah Fi Bayani As Sunan Al Yaumiyyah yang membahas tentang sunnah waktu dzuhur (kitab al. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Selasa, 3 Desember 2024

🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Sleman

Melanjutkan kajian rutin sore hari ini masuk pada pembahasan sunnah-sunnah di waktu dhuha. Sunnah di waktu dhuha yakni agar melaksanakan shalat dhuha.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَأَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ.
[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح البخاري 1981]

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan:

Kekasihku (Nabi Muhammad) ﷺ telah berwasiat kepadaku dengan tiga hal berpuasa tiga hari di setiap bulan, salat Duha dua rakaat, dan agar aku mengerjakan salat witir sebelum tidur. [Sahih] - [Muttafaq 'alaihi] - [Sahih Bukhari - 1981]

Dhuha secara makna bahasa artinya panas, sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Thaha Ayat 117:

فَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ ٱلْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰٓ

Artinya Maka Kami berkata Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.

Kemudian firmanNya dalam Surat Thaha Ayat 118:

إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَىٰ

Artinya Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,

Lalu firman Allah Surat Thaha Ayat 119:

وَأَنَّكَ لَا تَظْمَؤُا۟ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ

Artinya: Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya.

Disini ada وَلَا تَضْحَىٰ sehingga makna dhuha secara bahasa adalah panas. Jika kita lihat satu hari ada beberapa pembagian waktu, ada waktu fajar, waktu isfar (semburat kuning di ufuk timur merata menjelang terbit matahari), waktu syuruqisyraq yakni saat matahari terbit setinggi 1 tombak, waktu dhuha yakni setelah matahari tinggi 1 tombak hingga menjelang istiwa, waktu istiwa saat matahari tepat di atas (bayangan benda tegak lurus tidak condong kemana-mana), waktu zawwal setelah matahari tergelincir (waktu dzuhur), waktu ashar, lalu waktu maghrib (matahari tenggelam).

Disebut waktu dhuha karena matahari dalam posisi tinggi dan sinarnya menghangatkan makhluk di bumi. Beberapa sunnah di waktu dhuha, umumnya digunakan waktu dhuha untuk bekerja, sehingga tidak ada ibadah wajib secara khusus yang ada adalah shalat sunnah dhuha.

Wallahu'alam

Silakan dibantu share

Semoga bermanfaat

Barakallahu fiikum

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."