بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Selasa, 1 Juli 2025
🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Sleman
Melanjutkan pembahasan adab seputar sunnah salam, diantaranya meliputi ;
1. Orang yang datang memberi salam kepada orang yang diam
2. Orang yang berjalan di atas kendaraan memberi salam kepada orang yang tidak berkendara
3. Orang yang sendirian memberi salam kepada rombongan
4. Rombongan yang sedikit memberi salam kepada rombongan yang banyak
Apabila dalam kondisi yang sama maka yang memberi salam lebih dahulu lebih utama sebagaimana sabda Nabi ﷺ
نْ أبي أَيُّوبَ رَضِيَ الله تَعَالَى عَنْهُ، أنَّ رسولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قالَ: لَا يَحِلُّ لمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ (مُتَّفَقٌ عليهِ)
Dari Abū Ayyub radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasūlullāh ﷺ berkata, “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menghajr (memboikot) saudaranya lebih dari 3 malam (yaitu 3 hari). Mereka berdua bertemu namun yang satu berpaling dan yang lainnya juga berpaling. Dan yang terbaik diantara mereka berdua yaitu yang memulai dengan memberi salam.” (Muttafaqun ‘alaih, diriwayatkan oleh Imām Bukhāri dan Imām Muslim)
Batas 3 hari adalah boikot dalam masalah dunia, berbeda dengan boikot karena agama maka boikotnya hingga pihak yang diboikot bertaubat meninggalkan kesalahannya.
5. Bagian dari sunnah adalah memberikan salam kepada anak-anak
نْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ الله عَنْهُ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَرَّ عَلَى غِلْمَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ. رَوَاهُ البُخَارِي وَمُسْلِمٌ وَاللَّفْظُ لَهُ، وَفِي لَفْظٍ لَهُمَا: مَرَّ عَلَى صِبْيَانٍ…
“Dari Anas bin Malik raḍiyallahu ’anhu bahwa Rasulullah ﷺ pernah melewati beberapa anak-anak (gilmān), lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka.”[H.R. al-Bukhāri dan Muslim, dan ini adalah lafaz Muslim]. Dalam lafaz lain dari keduanya, “…melewati anak-anak kecil (ṣibyān).”
6. Bagian dari sunnah adalah mengucapkan salam ketika masuk rumah
dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma. Beliau radhiyallahu ‘anhuma berkata,
ذا دخل البيت غير المسكون، فليقل
لسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ
“Jika seseorang masuk rumah yang tidak berpenghuni, maka ucapkanlah,‘Assalaamu ‘alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin.’(Salam/keselamatan bagi diri kami dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh.)” (Adabul Mufrad, 806/ 1055)
Wallahu'alam
Silakan dibantu share
Semoga bermanfaat
Barakallahu fiikum