بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Sungguh dalam diri Rasulullah ﷺ terdapat uswatun hasanah sehingga layak dijadikan panutan utama sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Al-Ahzab Ayat 21;
1. Siapa yang boleh dan tidak boleh dinikahi,
2. Menjaga pergaulan antara laki dan perempuan
Landasannya adalah hadits berikut, di mana Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata,
دْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Sungguh telah ada bagi kalian (wahai orang-orang yang beriman) pada perkataan rosululloh ﷺ, perbuatannya dan keadaannya suri tauladan yang baik bagi kalian yang baik untuk kalian teladani. Maka peganglah Sunnahnya, karena Sunnahnya dipegang dan dijalani oleh orang-orang yang berharap kepada Allah dan kehidupan akhirat, memperbanyak mengingat Allah dan beristigfar kepadaNya, serta bersyukur kepadaNya dalam setiap keadaan. (Tafsir Al-Muyassar)
Keistimewaan beliau adalah akhlak yang baik, karena disifati Allah سبحانه و تعالى dengan akhlak yang agung sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Al-Qalam Ayat 4;
إِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Generasi yang paling mencocoki sunnah Rasulullah ﷺ yakni generasi sahabat, mereka adalah pembawa risalah yang terbaik, sehingga contoh praktek mereka menampakkan kecintaan pada Rasulullah ﷺ, selain itu Rasulullah ﷺ telah menjelaskan perkara agama ini dengan terang benderang.
Syariat islam terdiri dari amalan wajib dan sunnah, ketika melaksanakan yang wajib manusia banyak yang tidak sempurna sehingga amalan sunnah adalah untuk menutup kekurangan dari amalan wajib. Bentuk dari membela Nabi ﷺ adalah dengan menghidupkan Sunnah - Sunnah dan petunjuk Nabi ﷺ mencakup perintah, larangan, dan perbuatan beliau ﷺ tanpa membedakan-membedakan (banyak bertanya) mana yang wajib maupun mana yang sunnah sebagaimana prakteknya para shahabat.
wallahu'alam
Silakan dibantu share
Semoga bermanfaat
Barakallahu fiikum