Awal Puasa | Ustadz AmmiNur Baits
Kitab Al Lulu Wal Marjan - Ammi Nur Baits, S.T., B.A. Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-4 dalam seri Kitab Al Lulu Wal Marjan yang membahas tentang awal puasa | ustadz amminur baits. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washolatu was salaamu ‘ala asyrofil nabiyina wa maulaana muhammadin, wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’iin. wa Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh, Sallallahu Allaihi wa 'ala alihi wasohbih, waman tabi'ahum biihsanin illa yaumiddin
Alhamdulillah puji syukur kita haturkan kehadirat Allah malam ini kembali kita melanjutkan kajian rutin
dengan membaca kitab alullu Wal Marjan, kumpulan hadis
riwayat Bukhari Muslim dan Insyaallah yang akan kita
baca kitabus siam, bab tentang masalah
puasa.
bab yang pertama Fadlu Syahri Ramadan keutamaan bulan
Ramadan
Hadis Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
bersabda, apabila masuk bulan Ramadan maka pintu langit
dibuka di sini teksnya futihat abwabus
sama', dibuka pintu-pintu langit. dalam riwayat yang lain dibuka pintu
surga dan kenapa dibuka pintu
langit? karena amal saleh itu naik ke atas. amal saleh yang dilakukan oleh
hamba naik ke atas. Allah subhanahu wa taala berfirman, Allah Taala berfirman hanya kepada Allah
naik yas'ad, yas'ad artinya naik. ilaihi hanya kepada Allah yas'adu
naik. kalimat-kalimat
thayibah, ucapan yang baik. naik menuju Allah sedangkan ucapan yang buruk tidak
naik. Allah subhanahu wa taala tidak menerima ucapan yang
buruk dan amal soleh Allah
mengangkatnya. sehingga Allah Taala akan menaikkan amal
saleh maka amal yang jahat amal maksiat tidak naik menuju
Allah dan amal kita dilaporkan setiap
syakban sebagaimana yang disabdakan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, di bulan syya'ban Amal kita akan dinaikkan menuju rabbul
alamin apa yang Anda bayangkan kalau anda dilaporkan ke atasan kalau isinya kebaikan anda akan
bahagia tapi kalau isinya catatan keburukan anda akan
ketakutan dan orang akan merasa malu ketika amalnya dilaporkan kepada
atasannya ternyata dominan isinya keburukan. Namun karena kita enggak punya
rasa malu yang dominan sehingga kita merasa santai saja setelah
kita mendapatkan berita bahwa amalmu akan dilaporkan kepada penciptamu rabbul Izzah, Allah Azza
wajalla. karena itu rasa malu bagian dari Iman artinya adalah ketika orang punya
yakin yang luar biasa rasa malu tertinggi adalah rasa malu kepada
Allah. rasa malu bagian dari iman.
bulan Ramadan disabdakan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pintu langit dibuka, amal-amal dinaikkan oleh Allah ta'ala dan pintu jahanam
ditutup sehingga perbuatan maksiat yang dilakukan oleh hamba apabila ditobbati
ketika bulan Ramadan berpeluang besar tidak mengantarkan pelakunya ke dalam
neraka dan setan-setan
dibelenggu dan ini hanya ada di bulan Ramadan.
1. Pintu Surga dibuka, memberi
kesempatan bagi para hamba Kalau anda melakukan ketaatan berpeluang besar
ketaatan kamu mengantarkan ke surga.
2. pintu neraka ditutup, kalau kamu
bertobat dari kemaksiatan berpeluang besar tobatmu diterima sehingga maksiat
kamu tidak mengantarkan ke neraka.
3. setan dibelenggu sehingga tidak bisa dominan
untuk menggoda manusia. maka bulan perubahan untuk
menjadi yang lebih baik hanya ada di bulan Ramadan.
sehingga kalau orang tidak
berubah menjadi lebih baik di bulan Ramadan, dia mau cari bulan apa
lagi! yang Pintu Surga dibuka pintu neraka ditutup setan dibelenggu, enggak
berlaku di bulan yang lain selain Ramadan dan itu motivasi yang diberikan
oleh Allah subhanahu wa taala agar para hambanya semakin rajin beribadah
sepanjang bulan Ramadan
dan Andaikan tidak ada keutamaan
yang lain untuk bulan Ramadan selain tiga keutamaan ini, itu sudah
mencukupi padahal selain tiga ini masih banyak yang lainnya. bulan Ramadan disebut sebagai Syahru
al-qur'an, Syahru Ramadan, alladzi unzila fihil Quran di bulan Ramadan ada
lailatul qadar Khairun Min Alfi syahr yang lebih baik daripada 1000
Bulan dan masih banyak keutamaan yang lainnya. maka berkaitan dengan masalah
keutamaan, berkaitan dengan masalah
keutamaan di sana ada tiga ada keutamaan puasa itu sendiri dan ada
keutamaan bulan
Ramadan.
keutamaan puasa Contohnya apa Pak?
banyak sekali, misalnya Apa keutamaan puasa?
Allah subhanahu wa taala jadikan pahala amal puasa itu Allah sendiri yang balas, aku sendiri yang akan membalas dari amal puasa
itu, kemudian puasa bisa menghapus
dosa, kemudian keutamaan yang lain aroma bau mulut orang yang berpuasa lebih
wangi daripada minyak misk, puasa menghalangi setan karena hawa
nafsu itu menjadi besar disebabkan karena orang terlalu banyak
beraktivitas mengkonsumsi makanan dengan berpuasa maka peluang hawa nafsu lebih
dipersempit karena dia tertahan dengan puasanya dan masih banyak yang lainnya.
ada keutamaan bulan Ramadan, beberapa aneka keutamaan yang tadi sudah kita sebutkan. apa yang Anda bayangkan kalau
ini digabungkan puasa Ramadan. maka saat
bulan Ramadan ada gabungan keutamaan gabungan puasa dan
gabungan Ramadan.
baik
selanjutnya, jumlah puasa kita itu sama bapak pas bulan Ramadan puasa
Berapa hari sama dengan yang lain. berapa 1
bulan ya, yang sebelah kanan pas bulan Ramadan mau puasa berapa
hari mau puasa berapa bulan 1 bulan puasa kita sa-
sama. Jadi kalau untuk masalah puasa
Ramadan secara kuantitas, secara
kuantitas antara puasa Anda dengan puasanya Syekh Saleh Fauzan sama, puasa Anda dengan puasanya Syekh
Abdur roazak albadr sama, puasa Anda dengan puasanya para ulama masak silam
sama, secara kuantitas. puasa kita dengan puasanya Imam Syafi'i sama, enggak ada bedanya,
semua puasa Ramadan berapa? 1 bulan atau ada yang mau puasa 35
hari? ada? enggak ada! puasa Ramadan kita sama tidak lebih dari 30 hari tidak
kurang dari 29, tidak lebih dari 30. maka secara kuantitas sama, puasa Anda
dengan puasanya Syekh Sudes sama, puasa Anda dengan ulama siapapun yang anda akui
sebagai orang Saleh jumlahnya sama. maka yang membedakan puasa kita
dengan puasa mereka adalah
kualitas, yang membedakan puasa kita dengan puasanya para ulama adalah
kualitas. sehingga Kenapa mereka ketika puasa itu sukses karena
berkualitas, banyak di antara kita ketika puasa itu gagal karena masalah
kualitas. Makanya kalau sudah masuk bulan Ramadan ibadah sekalian yang
serius karena kamu dan mereka jumlah puasanya
sama, nahan laparnya Ya sama-sama nahan lapar, sama-sama nahan haus,
yang membedakan adalah kualitas.
Oleh karena itu kita perjuangkan bukan dari sisi menambah
jumlah puasa karena enggak mungkin, yang bisa kita lakukan adalah membuat puasa
kita lebih berkualitas. kalau salat sunah Mungkin kita bisa kalah dengan yang lain. Oh
salat sana lebih banyak, ibadah yang dia lakukan jumlah rakaatnya lebih banyak, rukuk sujudnya
lebih lama, berdirinya lebih lama, mungkin, mungkin tapi kalau puasa sudah enggak
ada pilihan yang lain, 24 jam yang dipakai puasa sekian
jam. bahkan nanti puasa Anda lebih panjang dibandingkan puasanya orang
Saudi. karena musim dingin siangnya lebih pendek daripada
malamnya, maka yang menentukan nilai pahala tidak dari jumlah tapi dari
kualitas. kita perjuangkan bagian kualitas puasa
kita agar saat kita berpuasa Ramadan, bisa menjadi Ramadan perubahan
karena mau cari bulan apalagi jika tidak menggunakan bulan
Ramadan.
selanjutnya, bab wajibnya puasa Ramadan karena
melihat Hilal dan berbuka karena melihat Hilal. berbuka maksudnya Idul Fitri 1
syawal karena melihat Hilal dan apabila tertutupi di awal atau di akhir maka
digenapkan bulan sebelumnya menjadi 30
hari.
berdasarkan hadis berikut ini, hadis Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma bahwa
Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallam, pernah bercerita
tentang bulan ramadan, lalu Beliau
bersabda jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat Hilal dan
jangan Idul Fitri sampai kalian melihat Hilal kalau kalian
tertutupi ghummah ada ghamamah, ghamamah artinya
awan ada masjid ghamamah karena dulu Ketika Nabi Sallahu
Alaihi Wasallam berdoa di situ tiba-tiba datang awan yang menutupi
langit, jika kalian tertutupi mendung maka perkirakanlah .nah
perkirakan di sini maksudnya adalah perkirakan dengan cara menggenapkan
kalau itu bulan itu 30
hari. hadis Ibnu Umar Radiallahu anhuma, Nabi Sallallahu Alaihi wasallam
bersabda , nabi Sallahu alaih wasallam berisyarat seperti ini bulan itu sekian
sekian sekian, Berapa? 10 kali 3, bulan itu maksudnya berapa? 30 hari kemudian beliau bersabda, dan bulan itu lihat tangan saya ya
sekian sekian sekian berapa? 29 hari, beliau tekuk
satu. saat beliau menyampaikan yang pertama beliau mengatakan bulan itu 30 lalu
Beliau bersabda, bulan itu berapa?
29. beliau bersabda
kadang 29 kadang 30 sehingga tidak ada bulan 31 tidak ada
bulan 28 adanya 29 atau
30.
Thayib, sekarang kita lanjutkan lagi
hadis Ibnu Umar radhiallahu anhuma beliau bercerita, Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam bersabda Inna ummatun ummiyah kita ini adalah umat yang Umi la naktubu
wala nahsub kita tidak menulis dan tidak
mencatat dan tidak ngitung.
beliau bersabda Inna ummatun ummiyah kita ini
umat yang Umi la naktubu wa nahsub kita tidak tulis dan kita
ngitung maksudnya adalah berkaitan dengan masalah bulan. jadi teknis kita
dalam penetapan bulan itu tidak menggunakan metode hitungan, bulan itu kadang 30
kadang 29, yakni maksud beliau
adalah kadang 29 dan kadang 30
hari.
hadis Abi Hurairah radhiallahu
Anhu, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam riwayat yang lain Abul
qasim, siapa Abul qasim? Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam! berpuasalah kamu karena melihat
Hilal, dan lakukan hari raya karena melihat
Hilal, kalau kalian
tertutupi maka genapkan bilangan syakban
menjadi 30 hari. Thayib dan semuanya hadis riwayat Bukhari
Muslim.
guubya dari kata alghaba maknanya adalah syibhul ghuubroh
fisama a khufiya alaikum guubiya maknanya adalah khufiya alaikum
kalian tertutupi. nah semua dalil ini
menunjukkan bahwa acuan penetapan tanggal 1 itu
berdasarkan rukyatul Hilal. maka sebelumnya kita perlu bedakan
ini bedakan.
yang pertama, keberadaan
Hilal
yang kedua terlihatnya
Hilal. sudah
ada wujudul
Hilal, ada wujudul Hilal dan ada rukhyatul
Hilal. ada keberadaan Hilal, ada terlihatnya Hilal, sama atau beda? hah?
beda! yang ada belum tentu terlihat, yang terlihat pasti ada, begitu ya.
Baik, bapak lihat di balik tembok ini ada siapa? hah? Enggak ada, enggak ada atau enggak
lihat? enggak lihat. padahal enggak ada enggak ada saya lihat enggak ada baik.
maka ada terlihat ada keberadaan
sudah. dalam hadis yang tadi kita baca Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak
bersabda, beliau tidak bersabda sumu li wujudil
Hilal kalimatnya kan gini
ya beliau bersabd gimana sumu li rukyatil
Hilal beliau tidak bersabda sumu liwujudil
Hilal Andaikan beliau bersabda sumu Artinya
berpuasalah Li karena sehingga lam di sini lam
llil berpuasalah karena ada dua
kemungkinan, rukyatil Hilal atau kemungkinan yang kedua
wujudil Hilal. beliau bersabda yang seperti apa?
sumu li rukhyatil hilal dan beliau tidak bersabda sumu liwujudil. Andaikan Beliau mengatakan sumu liwujudil Hilal maka hasil hisab
diikuti tapi yang beliau sabdakan sumu lirukyatil Hilal berpuasalah karena
melihat Hilal. sehingga acuannya adalah penetapan tanggal
1 Ramadan maupun Syawal itu karena Hilal
terlihat, bukan karena Hilal ada. Maka kalau ada sebagian orang yang
berkomentar Hilal Sudah terbit, sudah ada menurut hitungan Kenapa kok belum ditetapkan ya karena hadisnya disuruh
ngelihat kalau Kelihatan baru ditetapkan kalau enggak kelihatan tidak ditetapkan
begitu. Itu berdasarkan kesimpulan Hadis. baik saya bicara tanpa membahas
perselisihan pendapat.
Sekarang kita akan menuju ke perbedaan pendapat yang ada di negara
kita, di negara ini ada banyak sekali pendapat dalam
menetapkan Kapan tanggal 1 Ramadan dan Kapan tanggal 1
syawal. ada yang berpendapat penetapan tanggal 1 itu berdasarkan pasang surut
air laut, jadi dihitung enggak tahu Secara metode ngitungnya gimana sehingga dia
menetapkan tanggal berdasarkan pasang surut air laut ini seperti model
annadir ada di mana itu di Sulawesi Ya seperti modelnya annadir
itu pakai perhitungan pasang surut air laut.
yang kedua ada yang menetapkan tanggal
berdasarkan jaringan seluler, nelpon Tuhan ini lebih ngawur lagi yaah sudah ini yang enggak usah
digobris yang kayak gini karena ini jelas ngawurnya.
ada yang berdasarkan
rukyah ada yang berdasarkan hisab.
nah seperti yang kita tahu bahwa ada yang menggunakan metode Rukyah dan ada
yang menggunakan metode hisab, ini ormas, ini juga ormas.
dua-duanya ormas dan kita tahu dua-duanya adalah Ormas di negara
ini. Pemerintah memberikan jalan tengah sehingga sebenarnya pemerintah
bukan menganulir salah satu tapi memberikan jalan tengah, apa metodenya
pemerintah? apa metodenya pemerintah? menggabungkan dua ini. metodenya
pemerintah menggabungkan dua ini. ini saya geser ya. ini
hisab, ini ormas metodenya pemerintah menggabungkan dua ini namanya imkanur
rukyah. ini metodenya
pemerintah, metode imkanur rukyah yang digunakan oleh pemerintah itu sebenarnya
mengakomodir keduanya karena imkanur rukyah itu hisab
plus rukyah jadi dua-duanya dipakai hisab dipakai, rukyah juga
dipakai. Bagaimana teorinya, metode ini dipakai oleh lima negara Islam
ASEAN Malaysia kemudian mabim itu a-nya mana
Malaysia Brunei Singapura Indonesia dan kalau enggak salah
Thailand mana itu singkatannya Ma bims nah
mabims Malaysia Brunei Indonesia e
Singapura satu lagi Hah Singapura eh Brunei sudah ya baik
pokoknya lima negara yang ada di Asean saya lupa ya intinya salah satunya
Indonesia dan mereka punya kesepakatan dalam tolak ukur imkanur rukyah itu.
imkanur rukyah itu begini, posisi Hilal akan dihitung berdasarkan
hisab dan Indonesia punya badan khusus yang menangani
ee apa Bagaimana perhitungan Gerakan
matahari dan bulan kalau di Indonesia namanya
apa bukan BMKG, BMKG bukan bukan ya badan
metolog ya yang dia ee apa ngurusi bagian seperti
itu sehingga beberapa ahli baik dari ITB maupun dari
kampus-kampus yang lain yang direkrut oleh pemerintah memperhitungkan secara
hisab berapa ketinggian Hilal. berikut posisi Hilal itu ada di mana posisinya
Bagaimana kemudian tingginya berapa itu hisab baik lalu nanti dilakukan
pembuktian pembuktiannya adalah menggunakan
rukyah namun pembuktian ini tidak serta-merta kemudian diberlakukan mutlak
karena Kalaupun sampai mendung dan tertutup tetap dipakai dengan ketentuan
jika hasil hisab jika hasil hisab di atas 3
derajat dulu 2 derajat belakangan jadi 3
derajat sehingga ditambahkan dan itu atas kesepakatan mabims
tadi ada lima negara Islam di Asean yang sepakat bahwa standar Hilal bisa
kelihatan apabila tingginya 3 derajat ke atas
maka di tempat kita kalau hasil
hisabnya ormas Muhammadiyah kurang dari 3 derajat Anda
bisa pastikan akan terjadi beda hari raya. misalnya sudah ditetapkan bahwa
Hilal nanti ketinggiannya 1 koma sekian atau dua derajat, dulu dua sudah bisa di
metode imkan nurukyah sekarang ditambahkan lagi jadi tiga. Nah kalau sudah di bawah tiga pasti nanti
beda, kita bisa membacanya dari situ ya. Jadi lihat pengumumannya Oh ini hasil
hisabnya 2 derajat, Oh pasti nanti akan ada dua hari raya tapi kalau hasil
hisabnya di atas tiga pasti nanti hari rayanya
sama. gampang nih tekiknya ya. nah nah biasanya anda bisa tahu nanti hari raya
sama atau tidak. Bapak baca hasil hisab Muhammadiyah yang sudah terbit ketika
Sudah terbit bisa encang-encang Oh berarti ini nanti akan ada dua ataukah ada satu Karena yang paling menentukan
kan dua ini antara Ormas Nahdlatul Ulama dan ormas Muhammadiyah kalau mereka
sudah sama maka kaum muslimin secara umum di Indonesia akan berhari raya di waktu
yang sama. wallahuam.
Jadi sebenarnya pemerintah
sudah meng menerima semuanya nya tapi cara
menggabungkannya seperti tadi terus kita gimana
Pak? kita gimana? terlepas dari perbedaan ini
posisi kita kan sebagai rakyat posisi kita adalah sebagai rakyat
sebagai masyarakat lalu saya harus mengikuti yang mana di negara kita Anda mau ikut apapun
itu bukan kriminal. sehingga bapak misalnya Melu yang nelepon Tuhan itu tidak
dianggap kriminal yang berhari Raya kemarin ditangkap enggak tidak kenapa itu tidak
dianggap kriminal sehingga tidak dianggap ee praktik seperti itu meresahkan
masyarakat atau beda sendiri dengan masyarakat tidak Walaupun viral dan
semua orang tahu hal yang sama juga annadir yang bertahun-tahun mereka punya metode
khusus yang berbeda dengan kaum muslimin itu juga tidak dianggap kriminal
sehingga Anda mau ngikuti apapun di negara ini di karena kita punya prinsip
masing-masing. Masyarakat berhak untuk mengikuti ajarannya sesuai dengan
keyakinannya baik itu kalau kita bicara dari sisi undang-undang negara.
selanjutnya, kita bicara dari sisi
Bagaimana sikap kita sebagai muslim yang tentu saja dalam menetapkan saya harus
ikut yang mana akan ada pertanggungjawaban di akhirat sederhananya kayak
gini yang namanya hari raya, kemudian
kurban, lalu puasa penetapan puasa ini semuanya
adalah ibadah Jami' ini ibadah
jam'i, ibadah jam'i artinya ibadah yang idealnya dilakukan bareng-bareng dalam
satu waktu karena dia sifatnya ibadah
jemaah. sehingga karena dia ibadah jamai berarti harus ada satu kesatuan
suara harus ada satu suara yang jadi
Pertanyaan jika kita sepakat ini ibadah jamai bukan ibadah yang masing-masing
punya sendiri-sendiri Andaikan begini ya Bapak siapapun yang mau berhari Raya
bebas pilih tanggal ada 30 orang boleh milih tanggal 30 kali bebas ada yang
hari raya 1 Ramadan hari raya 2 Ramadan kan gak mungkin artinya 30 ini harus bersatu
menetapkan satu tanggal yang sama untuk berhari Raya maka Harus satu suara. Nah
selanjutnya kalau sudah satu suara bagaimana kita simak setelah mendengarkan azan Isya wasallallahu ala
nabiina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi Wasallam
jeda adzan
allahhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wasahbihi wama walah, waasyhadu alla ilaaha ilalah
wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh, Shallallahu
Alaihi waa alihi wasahbih Waman tabi'ahum biihsanin illa
yaumiddin.
sedikit koreksi tentang mabims, mabims itu Menteri Agama untuk empat
negara Islam mana itu mabims Menteri Agama Brunei B Brunei
I Indonesia M-nya Malaysia, S-nya Singapura.
empat Menteri Agama Islam dari empat negara. nah Mabims
menetapkan bahwa untuk bisa memenuhi syarat imkanur
rukyah harus di ketinggian derajat dengan sudut elongasi 6,4
derajat sudut elongasi itu apa Pak saya enggak ngerti Anda bisa tanya ke orang
yang belajar tentang astronomi. Kenapa tiga derajat di sini
ada keterangan dari Pakar astronomi Pak
profesor dan nama beliau selalu muncul kalau sudah terjadi perbedaan pendapat
dalam menetapkan tanggal selalu kalau diskusi masalah itu Pak Thomas selalu
hadir. kenapa 3 derajat? kata beliau karena kekuatan Cahaya Bulan kekuatan
cahaya Hilal di bawah 3 derajat masih kalah dengan cahaya syafaq, syafaq itu
Mega merah yang muncul
ketika ketika maghrib yang ada di sebelah barat waktu Isya itu terjadi
syafaq ketika Mega merah tadi hilang.
baik dan ini yang digunakan oleh pemerintah dalam menetapkan Kapan
tanggal 1. Jadi kalau secara perhitungan rukyah eh secara perhitungan Hisab pemerintah dilakukan oleh para ahli
astronomi yang ada di negara ini kalau dia hasilnya 3 derajat ke atas maka bisa
dipastikan apa? hari rayanya sama.
Oleh karena itu jangan sampai ada anggapan ya bahwa yang memakai hisab hanya salah satu ormas saja yang
menggunakan hisab termasuk juga pemerintah dan teknologi hisab juga
dimiliki oleh beberapa tokoh dari Nahdlatul Ulama sehingga hisab itu bukan
masalah teknologi karena masing-masing menggunakan. masalahnya, dipakai atau
tidak! ada yang makai dan ada yang tidak kalau pemerintah menggabungkan memakai
hisab dan membuktikannya dalam rukyah makanya disebut dengan imkan
arrukyah. berikutnya kembali kepada tadi posisi kita sebagai
masyarakat kita sebagai masyarakat muslim dalam berhari Raya atau berpuasa
terus ikut siapa kembali kepada
ee kaidah bahwa hari raya kurban puasa
termasuk Arafah Wukuf Arafah misalnya itu semuanya adalah ibadah jamai' dan
karena ibadah jamai berarti Harus satu suara.
selanjutnya jika kita sepakat ini satu suara Terus siapa yang
berwenang Siapa yang berwenang dalam menentukan?
Nah gini saja Pak kita kembalikan kepada ormas A,
nah yang berwenang adalah ormas A kalau yang berwenang ormas A nanti Ormas yang
lain protes. Loh kenapa kita harus ikut ormas A ormas Ya sudah kalau gitu kita ganti
ormas B Yo sama saja kalau kita kembalikan kepada ormas
b Nanti Ormas yang lain protes juga lah mau Ormas yang
mana mau Ormas yang mana tidak memungkinkan untuk
dikembalikan ke ormas sehingga jika wewenang itu dikembalikan kepada Ormas
yang menentukan maka yang muncul adalah ketegangan dalam antar
ormas ini enggak terima karena yang dipakai itu ini juga enggak terima karena yang dipakai yang itu lah Terus
yang mana karena itu tidak mungkin wewenang ini dikembalikan ke ormas satu suara itu
tidak akan mungkin dikembalikan ke ormas. Nah terus gimana Pak? Ya jangan menggunakan ormas, maka wewenang itu
kembali ke siapa kembali ke pemerintah karena mereka yang berwenang
dalam hal ini sehingga pemerintah karena dia yang berwenang maka pemerintahlah
Yang menentukan, itu sederhana. karena kita
bicara ibadah Jamqi. kalau sifatnya Hari Raya Kurban
mungkin enggak begitu kelihatan Coba bayangkan ya Andaikan
situs Haji ada di Indonesia,
Masyaallah sehingga di Indonesia ada Arafah ada
Muzdalifah ada Muzdalifah Lalu ada Mina. woh Masyaallah Andaikan di Indonesia ada
ini orang luar negeri haji ke Indonesia orang luar negeri haji ke
indonesia terus mau Wukuf mau Wukuf versi siapa di Indonesia
ada lima annadir terus nanti mana lagi begitu itu
yang terakhir nakqsabandiah Ada Lima versi
wukuf kira-kira gimana itu pak Hah apa yang bisa anda
bayangkan kalau kemudian seperti ini dibiarkan dan terjadi di
Saudi ada ormas di Saudi yang dia Diberi wewenang untuk mengendalikan penetapan
tanggal maka umat Islam akan bingung ini kami ikut yang mana Oh Bapak Bapak dari
mana Oh saya dari Inggris Wah kalau Bapak dari Inggris silakan Bapak ikut
yang ini oh dari mana Oh Saya dari Belanda bingung nanti ya
walhamdulillah situs haji tidak ada di Indonesia Andaikan ada Pak kita tidak
bisa melaksanakan ini secara berjamaah karena tadi wewenang dalam
masalah ini dikembalikan kepada kaum muslim ee dikembalikan kepada ormas
makanya yang lebih tepat kalau
kita bicarawenang yang berwenang dalam hal ini adalah
pemerintah tapi Pak cara pemerintah kayak gitu kita enggak setuju misalnya ya kita bicara kesatuan
ibadahnya Kamu setuju tidak setuju inilah yang
berwenang Kalau kamu tidak berwenang ya jangan mempengaruhi yang yang lain
kurang lebih seperti itu kalau kita bicara pewenang n cuman ini tidak
berlaku di negara ini tidak berlaku maka selanjutnya jadi pilihan
pribadi selanjutnya ini kan jadi pilihan
pribadi sehingga pribadi manaun Diberi wewenang ee diberi
keleluasaan untuk yakini dia mau ikut a mau ikut B
silakan walaupun ini tidak terjadi di negara yang lain Malaysia ada berapa
hari raya satu Brunei satu Singapura
satu hanya di Indonesia yang beragam negara-negara yang lain semuanya satu
untuk ukuran negara l ya kalau antara satu negara dengan negara yang lain beda mungkin misalnya Brunei dengan Malaysia
harinya beda itu mungkin tapi untuk ukuran negara satu
baik Ada hal yang membingungkan saya ketemu dengan
jemaah saya dulu tuh bingung kenapa pemerintah selalu telat
dari Saudi pemerintah Indonesia selalu telat dari Saudi, Saudi sudah hari raya
pemerintah Indonesia masih besok padahal kan kita lebih dulu Betul Pak ya padahal kita lebih
dulu dan komentar di YouTube juga ada kayak gitu Ini lucu kita kan lebih dulu kenapa
malah hari rayanya Saudi duluan. Nah di sinilah
ee pentingnya tahu perbedaan
perhitungan berdasarkan matahari dan perhitungan berdasarkan
bulan baik begini ceritanya ya Hilal itu terlihat ketika kapan?
Hilal terlihat saat kapan? saat Maghrib, Hilal itu terlihat
saat magrib, saat matahari
tenggelam. Hilal terlihat sudah karena Hilal terlihat saat
Magrib dengan durasi waktu yang relatif pendek sehingga
makin mudah bulan makin pendek durasinya. Bapak nanti kalau lihat
tanggal 3 bulan sabit tanggal 3 kan sudah tinggi ya tapi bentuknya Sabit jenengan titeni jam 10 mungkin sudah
hilang tapi kalau tanggal 15 yang bundersir itu dari mulai magrib sampai
subuh Masih kelihatan karena sempurna tapi kalau muda kecil sekian jam sudah hilang
paham ya. Maka kalau tanggal 9 tanggal 9 ya atau tanggal 8 itu bulan
berapa tanggal 8 tuh bulannya separuh itu tengah malam sudah hilang Bulan
Separuh itu Tengah lewat dari tengah malam mungkin sekitar jam-jam dia sudah hilang enggak kelihatan
ya. Sehingga dalam pembahasan masalah Haji Kapan orang boleh meninggalkan
Muzdalifah yang yang dijelaskan oleh para ulama minimal adalah dia boleh meninggalkan
Muzdalifah mabit Muzdalifah jika bulan sudah tidak kelihatan kalau bapak berpikir bulan
purnama ya ora hilang-hilang tapi Muzdalifah itu malam
tanggal berapa 9 ke 10 malam tanggal 10 jadi posisi
bulan setengah Lebih dikit ukurannya setengah lebih Lebih dikit begitu sudah melewati tengah malam
hilang ya sudah tenggelam. nah para jemah haji yang Mina di mustalifah dan pengin
cepat boleh menuju ke Mina setelah Hilal eh setelah bulan tidak kelihatan.
baik,
Hilal terlihat saat Magrib dengan durasi waktu yang pendek ya
selanjutnya Indonesia berada di timur timur jauh dari Saudi jaraknya ber apa?
wallahuam ,pokoknya kalau pesawat 9 jam dengan ee selisih waktu 5 jam 4 jam atau
5 jam Ya, aslinya lima aslinya
lima lima itu begini ya Surabaya magrib 1 jam berikutnya Aceh
magrib padahal jamnya sama atau beda Surabaya dengan Aceh sama ya sama-sama
WIB sama-sama WIB ya. Tapi waktu salatnya selisih 1
jam sehingga saya pernah di Aceh bangun jam 5. rasanya kesiangan masjid masih
tutup belum subuh jam 5 belum subuh ya baik sedikit tambahan
waktu aslinya karena waktu Qatar Qatar itu berada di timur dengan Saudi itu
sama waktunya sama jadi jam .00 ya Qatar jam .00 Saudi jam .00 sehingga posisi Makkah dan Madinah
yang berada di barat dengan kita itu sebenarnya kurang lebih 5 jam baik saat
matahari tenggelam di sini Hilal itu masih muda belum naik sudah 5 jam
berikutnya Hilal makin naik enggak makin naik Sehingga begitu magrib di sana
Hilal lebih tinggi semakin tinggi derajatnya makin kelihatan maka di sini
belum kelihatan di sana kelihatan bisa dipahami Alhamdulillah ya
Sehingga Jangan sampai ada yang bertanya kok bingung ya Wong di sini lebih dulu kenapa sana hari rayanya lebih dulu saat
matahari tenggelam di sini Hilal masih muda belum kelihatan belum tinggi makin
nanti makin tinggi nah 5 jam berikutnya yang di sini mungkin baru 1 derajat di
sana sudah 6 derajat maka di sana kelihatan di sini tidak
kelihatan
wallahu 'alam
wasallallahu ala nabiyina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi wasallam wa akhiru
dawana anilhamdulillahi rabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."