بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Ahad, 31 Agustus 2025
🏢 Masjid Raya Rahmatan Lil 'Alamin, Tangerang
Keutamaan bagi mereka yang beribadah dalam situasi chaos, dijelaskan dalam sabda Nabi ﷺ
نْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:«الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ
إِلَيَّ».[صحيح] - [رواه مسلم] - [صحيح مسلم: 2948]
Ma'qil bin Yasār -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,"Ibadah di masa harj (fitnah) sama seperti berhijrah kepadaku."[Sahih] - [HR. Muslim] - [Sahih Muslim - 2948]
Dalam situasi genting ketika diliputi rasa takut sehingga ada sebagian kita yang meninggalkan ibadah maupun shalat jamaah di masjid, maka nikmat aman adalah nikmat yang sangat besar sebagai alasan, agar orang musyrik mau masuk islam, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى
لْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ
Artinya: Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).[Surat Quraisy Ayat 3];
ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ
Artinya: Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.[Surat Quraisy Ayat 4]
Dengan nikmat aman kita bisa melakukan banyak aktivitas baik itu hadir di majlis ilmu, bekerja, belanja di pasar dan yang lainnya. Jika ada pemimpin yang tidak ideal maka itu sesuai kondisi masyarakatnya, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى Surat Al-An’am Ayat 129;
كَذَٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ ٱلظَّٰلِمِينَ بَعْضًۢا بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Artinya: Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.
Pemimpin kalian adalah buah dari amalan kalian dan kalian akan dipimpin oleh orang yang seperti kalian
Perihal hamba dunia, dijelaskan dalam sebuah hadits berikut ;
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Celakalah hamba dinar, hamba dirham, hamba khamīṣah (kain dari sutra atau campuran sutra dan wol), dan hamba khamīlah (kain beludru). Jika diberi maka ia rida, dan jika tidak diberi maka ia murka. Celakalah dan merugilah ia; apabila tertusuk duri maka ia tidak dapat mengeluarkannya. Sebaliknya, berbahagialah seorang hamba yang memegang kekang kudanya dalam rangka berjihad di jalan Allah; rambutnya kusut dan kedua kakinya berdebu; bila ditugaskan berjaga maka ia berada di bagian berjaga, dan bila ditugaskan di barisan belakang maka ia berada di barisan belakang; bila meminta izin maka ia tidak akan diizinkan, dan bila memberi syafaat (rekomendasi) maka rekomendasinya tidak dikabulkan."[Hadis sahih] - [Bukhari meriwayatkannya seperti ini]
Karakter budak dunia itu bahagia dan susahnya adalah karena latar belakang dunia. Maka kita telah diperingatkan oleh Nabi ﷺ dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasûlullâh ﷺ bersabda :
نْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.
Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”[Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183); Ibnu Mâjah (no. 4105); Imam Ibnu Hibbân (no. 72–Mawâriduzh Zham’ân); al-Baihaqi (VII/288)]
Wallahu 'alam