بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Sabtu, 6 September 2025
🏢 Masjid Samsul Huda, Madiun
Pembahasan kajian malam ini adalah perihal interaksi rakyat dengan pemerintah, sebagai muslim ahlus sunnah kita dapat membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat diantaranya interaksi rakyat dengan pemerintah, hal ini menjadi perhatian dalam syariat, sebagaimana dijelaskan Allah سبحانه و تعالى dalam Surat An-Nisa Ayat 59;
أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Kemudian pula dijelaskan dalam sabda Nabi ﷺ
Dari Abu Najih Al-‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah ﷺ memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang membuat hati menjadi bergetar dan mata menangis, maka kami berkata, ‘Wahai Rasulullah! Sepertinya ini adalah wasiat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah wasiat kepada kami.’ Nabi ﷺ bersabda, ‘Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun kalian dipimpin seorang budak. Sungguh, orang yang hidup di antara kalian sepeninggalku, ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan Sunnah khulafaur rosyidin al-mahdiyyin (yang mendapatkan petunjuk dalam ilmu dan amal). Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, serta jauhilah setiap perkara yang diada-adakan, karena setiap bidah adalah sesat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, ia berkata bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Abu Daud, no. 4607 dan Tirmidzi, no. 2676. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih].
Perselisihan antara rakyat dengan pemerintah umumnya karena masalah duniawi, namun demikian kita tetap diperintahkan untuk mentaatinya dalam hal maruf dalam rangka menjaga maslahat dan menghindari mudharat.
Perkara interaksi rakyat dengan pemerintah ini menjadi titik sengketa antara ahlus sunnah dengan khawarij dan mu'tazilah. Khawarij meyakini pemimpin itu adalah mereka yang tidak berbuat dosa, jika berbuat dosa maka harus dilengserkan, bahkan Nabi ﷺ pun disalahkan. Mentaati pemerintah kaum muslimin yang sah merupakan prinsip aqidah ahlus sunnah yang menyelamatkan kita & sesuai fitrah manusia, sebagaimana Imam Malik rahimahullah berkata:
لسنة سفينة نوح ، من ركبها نجا ومن تخلّف عنها غرق
“As Sunnah itu bagaikan perahu Nabi Nuh.
Siapa yang naik ke atas perahu, dia akan selamat.
Siapa yang tertinggal dari perahu (tidak naik), maka dia akan tenggelam.” [Dzammu al-Kalam, oleh al-Harawy 4/124]
Kitab yang bagus yang membahas interaksi rakyat dengan pemerintah adalah Kitab Mu'ammalatul Hukkam karya Syaikh Abdussalam Barjas rahimahullah.
Wallahu 'alam