بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Harta Halal Haram Seorang Muslim
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Sabtu, 28 Juni 2025
🏢 Masjid An Nur, Kebayoran Lama, Jaksel
Pembahasan kajian malam ini perihal harta halal haram seorang muslim, kepedulian halal haram termasuk fenomena yang sudah mulai langka, semakin jauh dari zaman nubuwah akan semakin kurang perhatiannya Nabi ﷺ jauh-jauh hari sudah mengatakan,
يَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR. Bukhari no. 2083, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).
Para sahabat sangat bersemangat untuk meninggalkan perkara yang haram 𝘜𝘮𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘯 𝘒𝘩𝘢𝘵𝘵𝘢𝘣 رضي الله عنه 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯:
“𝙆𝙖𝙢𝙞 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙡𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙨𝙚𝙥𝙪𝙡𝙪𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙡𝙖𝙡, 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙝𝙖𝙬𝙖𝙩𝙞𝙧 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙚𝙧𝙪𝙢𝙪𝙨 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙧𝙖𝙢."
Namun di zaman ini ketika ada orang yang berusaha meninggalkan perkara haram malah justru dianggap aneh dan sok suci, ini bukan hal baru karena Allah سبحانه و تعالى berfirman
۞ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ أَخْرِجُوٓا۟ ءَالَ لُوطٍ مِّن قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ
Artinya: Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: "Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih".[Surat An-Naml Ayat 56]
Maka kondisi keterasingan tersebut sesuai dengan hadits dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda,
دَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).
ن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «لو كان لي مِثْلُ أحدٍ ذهبًا، لسرني أن لا تمر عليَّ ثلاث ليالٍ وعندي منه شيءٌ إلا شيء أرْصُدُهُ لِدَيْنٍ».
[صحيح] - [متفق عليه واللفظ للبخاري]
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Seandainya aku mempunyai emas seperti gunung Uhud, tentu aku sangat senang sekali jika tidak berlalu tiga malam dalam keadaan aku masih memiliki sebagian harta itu kecuali sedikit yang aku sisihkan untuk (bayar) utang."[Hadis sahih] - [Muttafaq 'alaih, dan ini redaksi Bukhari]
wallahu 'alam