بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Hakikat Harta & Usia Yang Berkah
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Sabtu, 28 Juni 2025
🏢 Masjid Al Ikhlas, Cibinong, Bogor
Pembahasan kajian pagi ini adalah tentang hakikat harta & usia yang berkah, seperti kita tahu bahwa 2 hal ini akan dihisab oleh Allah سبحانه و تعالى sebagaimana sabda Nabi ﷺ
نْ أَبِي بَرْزَةَ الأَسْلَمِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:«لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ».
[صحيح] - [رواه الترمذي] - [سنن الترمذي: 2417]
Abu Barzah Al-Aslami -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
"Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat kelak hingga ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan? Tentang ilmunya, untuk apa ia manfaatkan? Tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan? Dan tentang tubuhnya, untuk apa ia pergunakan?."[Sahih] - [Sunan Tirmizi - 2417]
Kemudian hisab terhadap hamba ditegaskan secara rinci dalam firman Allah سبحانه و تعالى
وُضِعَ ٱلْكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلْكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحْصَىٰهَا ۚ وَوَجَدُوا۟ مَا عَمِلُوا۟ حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
Artinya: Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun".[Surat Al-Kahfi Ayat 49]
Maka umur, ilmu, harta, jasad, yang berkah adalah jika semua perkara itu ketika dihisab tidak menyebabkan kita celaka & menyelamatkan kita dari adzab sehingga sukses melewati hisab, Allah سبحانه و تعالى berfirman;
لُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
Artinya: Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,[Surat Al-Muddatstsir Ayat 38]
Harta Nabi ﷺ berkah karena semua disedekahkan & disisakan hanya untuk kebutuhan pokok
ن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «لو كان لي مِثْلُ أحدٍ ذهبًا، لسرني أن لا تمر عليَّ ثلاث ليالٍ وعندي منه شيءٌ إلا شيء أرْصُدُهُ لِدَيْنٍ».
[صحيح] - [متفق عليه واللفظ للبخاري]
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Seandainya aku mempunyai emas seperti gunung Uhud, tentu aku sangat senang sekali jika tidak berlalu tiga malam dalam keadaan aku masih memiliki sebagian harta itu kecuali sedikit yang aku sisihkan untuk (bayar) utang."[Hadis sahih] - [Muttafaq 'alaih, dan ini redaksi Bukhari]
wallahu 'alam