بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Dosa Jariyyah Yang Dilakukan ASN
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
Kajian Tematik - Ammi Nur Baits, S.T., B.A. Hafidzahullahu Ta'ala
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Kajian pertemuan ke-56 dalam seri Kajian Tematik yang membahas tentang dosa jariyyah yang dilakukan asn. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Aasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasahbihi wamawwala.
Sebagian ASN ketika mereka diingatkan akan kesalahan yang dilakukan baik berkaitan dengan masalah anggaran yang tidak benar, kemudian ada sisa anggaran yang kemudian dibagi-bagikan kepada para ASN yang lain atau termasuk di antaranya adalah adanya laporan perjalanan dinas yang tidak sesuai dengan realita dan seterusnya.
Mereka mengakui bahwa ini semua adalah kesalahan.
Ini semua adalah kekeliruan
Bahkan tidak hanya dari sisi aturan agama, termasuk juga dari sisi aturan negara.
Tapi kenapa kesalahan semacam ini terus bertahan dan mereka tidak melakukan perubahan?
Ternyata lagi-lagi alasan yang mereka sampaikan adalah ini sudah menjadi sistem.
Ini sudah menjadi budaya sudah menjadi kebiasaan dari generasi sebelumnya ke generasi setelahnya, bahkan turun-temurun seperti itu.
Yang perlu kita perhatikan di sini adalah bahwa menjadikan kebiasaan buruk sebagai alasan pembenar untuk melakukan dan melestarikan kebiasaan buruk itu tentu kita tidak sepakat, karena seharusnya kebiasaan buruk budaya yang tidak benar seharusnya dihilangkan.
Seharusnya kebiasaan semacam ini diubah menjadi yang lebih baik.
Dan yang penting untuk kita perhatikan, Nabi sallallahu alaihi wasallam memberikan ancaman yang sangat besar bagi orang yang mempertahankan kebiasaan buruk lalu kemudian diikuti oleh generasi setelahnya kemudian diikuti lagi oleh generasi setelahnya dan demikian seterusnya.
Apa bentuk ancamannya seluruh orang yang melestarikan itu lalu diikuti oleh generasi setelahnya dari generasi ke generasi maka dia akan mendapatkan dosa jariah Apa dalilnya nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda "Man sanna fill islami sunatan sayiah." Barang siapa yang memprakarsai tindakan keburukan dalam Islam kemudian tindakan keburukan itu diamalkan dari satu generasi ke
generasi setelahnya Faaihi wizruha wa
wizru man amila biha maka dia menanggung
dosa atas perbuatannya dan dosa dari
setiap orang yang mengikutinya Min giri
ayyanqus minzarihim bisai Tanpa
mengurangi dosa-dosa orang sebelumnya
Sehingga orang yang memprakarsai
perbuatan buruk lalu diikuti oleh
generasi setelahnya maka dia mendapatkan
dosa dari perbuatan buruk yang dilakukan
dan dosa dari setiap orang yang
mengikutinya Karena itu kalau ada ee
kepala kantor kemudian kepala staf
kepala divisi dan seterusnya yang dia
punya kebiasaan-kebiasaan buruk tadi
kemudian diikuti oleh generasi
setelahnya Walaupun ini ASN sudah
pensiun maka sepanjang kebiasaan buruk
itu belum hilang mungkin dia akan terus
mendapatkan dosa jariah Dia akan
mendapatkan dosa yang diikuti oleh
generasi setelahnya Maka mohon untuk
diwaspadai bagi Anda pemegang kebijakan
mungkin Anda di posisi ini bisa
beralasan Ini kan kebiasaan buruk orang
dulu dan sampai sekarang masih ada di
sini Tapi kenapa Anda tidak melakukan
perubahan saat Anda tidak melakukan
perubahan lalu diikuti oleh generasi
setelahnya mereka juga beralasan yang
sama kami dapatkan seperti ini
sebelumnya Lalu kebiasaan ini juga
diikuti oleh generasi terus seperti itu
maka dosa jariah tidak akan putus Dari
setiap pemangku kebijakan-kebijakan ini
akan terus mendapatkan dosa-dosa jaria
walaupun dia sudah pensiun Anda mungkin
bisa saja selesai bekerja tapi kebiasaan
buruk Anda tidak selesai sepanjang ada
orang yang masih terus melakukannya
Karena itu waspadalah bagi Anda yang
bekerja dalam rangkaian semacam ini
Dosa-dosa itu akan terus mengalir
sepanjang tidak dihilangkan dan Anda
tidak memberikan peringatan
wallahu a'lam
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."