1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-17 dalam seri Buku Prinsip Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang membahas tentang karomah para wali. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Karomah Para Wali

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Kamis, 24 Juli 2025

🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan Buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah, perihal karomah para wali, ahlus sunnah senantiasa mengimani keberadaan karomah para wali karena merupakan karunia Allah kepada hamba-hamba pilihanNya berupa keistimewaan atau keluarbiasaan baik dalam ilmu, amal maupun kekuasaan, misalnya makanan yang Allah berikan kepada Maryam, naungan kepada Usaid bin Hudhair ketika membaca Al Quran, dan berita-berita dari para pemuka agama ini dari kalangan sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in yang karomah ini akan ada hingga akhir zaman, syaratnya karomah adalah istiqomah dalam iman dan menetapi syariat, apabila kebalikannya adalah wali setan.

NAllah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Yunus Ayat 62;

لَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

Artinya: (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.[Surat Yunus Ayat 63]

هُمُ ٱلْبُشْرَىٰ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Artinya: Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.[Surat Yunus Ayat 64]

Karomah wali ini adalah titik sengketa antara ahlus sunnah dengan sekte sufi yang berlebihan hingga menyebut sihir dianggap sebagai karomah sekalipun orangnya tidak beriman & tidak shalat, sedangkan ahli filsafat & kaum liberal menolak karomah karena terlalu mengedepankan akal. Ahlus sunnah bersikap pertengahan diantara 2 sekte yang menyimpang tersebut, tidak ghuluw namun juga tidak menolak.

Adanya wali Allah dan wali setan dijelaskan dalam firmanNya Surat Al-Baqarah Ayat 257

للَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Artinya: Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."