1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-12 dalam seri Buku Prinsip Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang membahas tentang ikut sunnah lahir batin. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ikut Sunnah Lahir Batin

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Kamis, 22 Mei 2025

🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan Buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah, yakni perihal mengikuti Sunnah secara lahir dan batin, baik dalam amal lahiriah maupun aqidah karena Allah menghisab hamba lahir dan batin, maka dari itu perhatikanlah hati kita

نْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

ari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564).

Para sahabat muhajirin dan anshar mengikuti Sunnah Nabi ﷺ secara lahir dan batin, sehingga mendahulukan Allah dan Rasul Nya dari pendapat siapapun, karena Allah سبحانه و تعالى berfirman;

أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُقَدِّمُوا۟ بَيْنَ يَدَىِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.[Surat Al-Hujurat Ayat 1]

elalui ayat-ayat ini Allah سبحانه و تعالى mengajarkan etika kepada para hambaNya yang beriman dalam bermuamalah dengan Rasulullah ﷺ berupa menghormati, memuliakan, dan mengagungkan beliau ﷺ, maka Allah سبحانه و تعالى berfirman: (Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya,dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui (1)) yaitu, janganlah kalian tergesa-gesa dalam segala sesuatu di hadapannya, yakni sebelum beliau, bahkan hendaknya kalian mengikuti beliau dalam segala urusan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya) yaitu janganlah mengatakan hal yang bertentangan dengan kitab Allah dan sunnah. Mujahid berkata,"Janganlah meminta fatwa kepada Rasulullah ﷺ tentang suatu perkara, sebelum Allah سبحانه و تعالى menyelesaikannya melalui lisannya"[Tafsir Ibnu Katsir]

Nabi ﷺ bersabda,

رَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

“Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik; Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Hadits ini disahihkan oleh Syaikh Salim Al-Hilali di dalam At-Ta’zhim wa Al-Minnah fi Al-Intishar As-Sunnah, hlm. 12-13).

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."