asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu wassalamu ala asrofil mursalin nabiina wa Maulana Muhammadin wa ala alihi wasahbihi ajmain wa Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasahbih waman tabiahum biihsanin Ila yaumiddin
Alhamdulillah puji syukur kita haturkan kehadirat Allah subhanahu wa taala kembali di kesempatan pagi ini kita melanjutkan kajian dengan membaca buku prinsip hidupku dan Insyaallah yang akan kita baca di halaman 8 tentang ilustrasi tauhid.
Seperti apa gambaran yang diberikan oleh Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam bagi orang yang bertauhid, bagi orang yang menjaga iman dengan
baik. sekarang coba kita lihat hadis berikut,
Nabi Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan tentang rukun
Islam beliau bersabda, 'bunial islamu ala
khamsin Islam itu dibangun di atas lima
tiang syahadati Alla ilahaillallah yang pertama syahadat la ilahaillallah wa
Anna muhammadan rasulullah yang kedua
iqam menegakkan salat yang ketiga waitaiz Zaka
menunaikan zakat yang keempat Wal hajji
berhaji yang kelima wasumi Ramadan puasa
Ramadan.
demikian redaksi dari Ibnu Umar urutannya Haji dulu baru puasa
Ramadan maka ada orang yang mengkritik Ibnu Umar dan orang ini meluruskan dengan
mengatakan wa iqam wa zaka wasumi Ramadan Wal
Haji kemudian oleh Ibnu Umar beliau balas enggak enggak kayak gitu yang aku
dengar dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang aku dengar
waq waak Wal hai
Ramadan.
sehingga kalau redaksinya seperti ini maka sahabat mengurutkan seperti
ini, meskipun ada redaksi yang lain di mana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
menyebutkan puasa terlebih dahulu baru setelah itu Haji. pada prinsipnya ini adalah lima
rukun Islam yang disepakati sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam.
selanjutnya, alhafiz Ibnu Rajab menjelaskan bahwa Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam menggambarkan Islam itu ibarat
bangunan di mana lima rukun Islam tersebut merupakan lima tiang penyangga
utama sementara kewajiban yang lainnya kewajiban Islam yang lainnya ibarat
unsur bangunan lainnya seperti tembok pintu jendela dan
seterusnya sedangkan amalan sunah dalam Islam itu ibarat perabotan yang
menghiasi interiornya sehingga kalau kita melaksanakan sunah seperti kita masang
ada perabotan ada meja kursi ada ranjang ada
lemari rak dan seterusnya ketika ada orang yang lebih
memperhatikan amal sunah namun dia tidak memperhatikan amal
wajib itu seperti orang bangun-bangunan tegak diisi interior
tapi enggak ada tembok temboknya je, jebol.
Kenapa amal wajibnya dia
tinggalkan yang lebih parah lagi ada orang yang lebih perhatian terhadap amal sunah tapi tidak memperhatikan kondisi
tauhid dan iman sehingga dia dalam urusan tauhid dan iman rusak blanan kelenik senengane
jimat kalau enggak gitu ramalan maka seperti orang yang
membangun bangunan diisi dengan aneka perabotan temboknya atau tiangnya
dirobohkan sehingga ambruk bangunan itu bisa jadi seperti orang yang mengisi
rumahnya dengan aneka perabotan namun dia merobohkan tiang utamanya yaitu
syahadat tentu bangunan itu akan ambruk Apa manfaatnya perabotan ketika
bangunannya ambruk Insyaallah ilustrasi ini cukup jelas Ya
baik Makanya kalau kita pengin punya bangunan yang kokoh berarti harus dikuat
diperkuat bagian apa Pak tiangnya tiangnya harus
diperkuat baik sekarang kita akan berbicara banyak tentang hadis lima
rukun Islam seorang muslim memahami rukun
Islam ini sebagai bagian yang paling penting dalam hidupnya dan Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam tidak menyebutkan jihad sebagai rukun Islam tapi beliau sebutkan
Haji.
ada penjelasan yang disampaikan oleh para ulama kenapa kok haji yang
disebutkan bukan jihad kadahal kita tahu jihad termasuk di antara amal
besar, amal yang keutamaannya sangat banyak.
penjelasannya adalah yang pertama
haji itu bisa dilakukan oleh siapapun yang punya kemampuan baik laki
perempuan sampai pun anak-anak anak-anak bisa Haji enggak
bisa walaupun cuman dua bulan bisa bisa sehingga anak kecil dia bisa
Haji tapi anak kecil enggak mungkin jihad, jihad bawa bayi itu gak bisa jihad
kok enggo bayi, bayinya ditinggal karena
itu amalan ini cakupannya lebih luas dibandingkan
jihad.
yang kedua haji itu berlaku sampai
kiamat sepanjang ada kaum muslimin berbeda dengan jihad kalau
jihad itu ada ujungnya begitu kaum muslimin sudah
tidak lagi punya musuh alias orang kafir sudah enggak ada maka jihad sudah
berhenti dan itu terjadi setelah Allah subhanahu wa taala menurunkan Nabi Isa
alaih salam beliau bersama Imam Mahdi memimpin kaum
muslimin lalu membunuh Dajal para pengikutnya Dajal dan orang-orang kafir
yang lainnya makanya Nabi Isa ketika turun apa yang beliau lakukan mematahkan
salib membunuh babi dan menegakkan keadilan di tengah umat manusia termasuk
juga membunuh Dajal dan orang-orang Yahudi sampai orang Yahudi ketika itu
ketakutan sehingga mereka bersembunyi, ada yang bersembunyi di balik batu, ada yang bersembunyi di balik
pohon di balik bukit ee di balik apa? tembok dan seterusnya.
nah setiap kali
mereka bersembunyi maka tempat persembunyiannya bisa ngomong, tempat
persembunyiannya nya bisa ngomong, memanggil ya Mukmin Min Duni Al yahud
Wahai orang mukmin di belakangku ada Yahudi bunuhlah dia sehingga batu itu ngomong, temboknya
itu ngomong, pohon itu ngomong kecuali satu pohon apa namanya?
garqat! dan mereka sekarang sedang membudidayakan pohon
gorqot itu bukti kalau mereka percaya enggak ada dengan hadis ini? jadi mereka percaya kalau nanti
mereka akan dibantai untuk saat ini mereka sedang membantai dan mereka percaya nanti kita
akan dibantai maka disediakan banyak sekali pohon-pohon gorqot sebagai tempat
persembunyian mereka di masa akhir zaman.
kalau enggak percaya kan ngapain
menanam pohon gorkot mending nanam pohon apel atau nanam duren, kan ada
hasilnya karena mereka percaya maka mereka nandur pohon gorkot, nanam pohon
gorqot nanti di akhir zaman akan mereka jadikan tempat persembunyian bagi anak
cucunya itu bukti bahwasanya Yahudi percaya dengan apa yang disabdakan Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam.
baik selanjutnya,
jemaah dimulakan Allah
subhanahu wa taala setelah kita membahas tentang masalah
Haji bahwa Haji termasuk salah satu di antara rukun Islam bukan jihad, Rukun Islam ada lima yang tadi
kita sebutkan yang paling utama apa pak? yang paling utama
syahadat. kita kalau membuat peta tentang rukun Islam seperti ini,
rukun Islam
pertama syahadat, yang kedua salat, yang ketiga zakat, yang keempat Haji atau puasa? Hah? puasa! dalam sebagian riwayat menyebutkan
puasa, yang kelima Haji. begini ya.
saya tanya Pak,kalau Haji batal, ada orang yang hajinya batal, apakah puasanya ikut bata?tidak! sehingga jika Haji
batal, amal yang lain-amal yang lain tidak
batal. kalau puasa itu batal, apakah zakat jadi batal?
Tidak! sehingga kalau puasa batal, amal lain
tidak batal.
begini ya, kalau zakat itu batal, apakah salat jadi batal? tidak! sama
juga ya, jika ini batal, amal lain tidak
batal.
baik, sekarang kalau salat-salat batal, apakah puasa ikut batal? hah? kalau orang salat ngentut, poso batal
enggak? tidak! jika ini batal, amal lain tidak
batal.
baik, sekarang kalau yang nomor satu ini batal
pak, kalau syahadat batal gimana?
Ha? semua yang di bawahnya batal. jika
batal, semua
batal. sehingga bagian ini kalau batal
berbahaya, bagian bawah salat batal bisa diulang, puasa batal bisa
diqada, zakat batal ya diulang, Haji batal didaftar
lagi ya. semuanya kalau kalau batal bisa diulang, bisa daftar lagi, bisa diqada, dan
seterusnya.
tapi kalau syahadat batal membatalkan semuanya Iya kalau
bisa balik kalau enggak bisa balik maka waliyadzubillah nyemplung neroko sak
lawase masuk neroko selamanya karena itulah bagian ini
tolong diwaspad dengan betul jangan sampai bat sekarang kita lihat
kemarin sudah kita sampaikan ya dalam masalah pembatal Islam Allah enggak memberikan kompromis sedikit
pun Ini doktrin bilau kita sebut doktrin
dalam al-qur'an atau prinsip yang diajarkan dalam al-qur'an laqad uhiya
ilaika sungguh telah diwahyukan kepadamu wa ilalladina
minqablika dan kepada para nabi sebelummu lain asrqta lahbat amal kalau
kau berbuat Syirik seluruh amalmu batal ini disampaikan kepada
siapa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kalau Nabi Muhammad Sallallahu
Alaihi Wasallam berbuat Syirik seluruh amalnya batal apalagi di manusia selain
beliau maka dalam masalah pembatal tauhid Allah tidak memberi kompromi mau
orang jahat yang melakukan atau orang taat orang jauh atau orang dekat semua
yang berbuat Syirik semua amalnya batal sampai pun Kekasih Allah Taala
yaitu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
maka, maka ayat ini menegaskan
satu prinsip bahwasanya dalam masalah pembatal tauhid enggak ada
ampun semuanya amalnya tidak diakui Dan inilah yang kita maksud tadi
Kalau tauhid batal berarti syahadat batal jika syahadat batal semua amal
ikut batal enggak diterima dan kalau semua amal batal orang enggak punya
bekal apa pun ketika di Yaumil kiamah walaupun setitik Zarah yang itu bisa
menyelamatkan Dia menuju surga baik selanjutnya
jemaah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan ilustrasi rukun Islam ini seperti
bangunan. rukun itu apa sih Pak? rukun, rukun itu apa? Rukun bangunan tiang,
makanya Ka'bah itu punya empat rukun karena dia tiang penyanggah utama.
di tepi rukun apa saja? rukun Ka'bah, hajar Ismail, Hijir Ismail, Hajar
Aswad, yang kedua rukun urutannya, urutannya rukun Hajar Aswad,
terus urutan berikutnya rukun iraqi, selanjutnya rukun syami, berikutnya
rukun yamani, ada empat rukun itu kalau roboh gimana miring nanti
ka'bahnya.
sehingga bangunan kalau tiangnya hancur satu maka dia akan
ambruk atau miring. kalau tiang tengahnya hancur
roboh ya maka Islam seseorang akan tegak jika
rukunnya ditegakkan. Islam dalam diri
hamba akan tetap tegak akan tetap
tegak selama
rukunnya ditegakkan dan tentu saja menegakkan
rukun ini sesuai kemampuan. kalau enggak mampu Haji Gimana Pak?
sampai mati enggak pernah haji ya karena dia enggak mampu ya tidak punya kewajiban untuk
melakukannya. zakat Gimana Pak? kan ada banyak orang yang enggak mampu zakat ya karena dia enggak mampu ya minimal zakat
fitrah yang dia keluarkan sehingga dia tetap pernah zakat walaupun hanya zakat
fitrah. tapi pada prinsipnya kalau Islamnya ingin tegak dia harus
menegakkan lima rukun Islam.
baik, Nah dari sinilah para ulama
memberikan gambaran seperti yang disampaikan oleh alhafid ibnu Rajab tadi ya, ini ibarat sebuah rumah, mohon maaf
Pak saya tidak pintar gambar, disik nek pelajaran gambar nilaine paling
elek.
Anggaplah seperti ini dan ini ada ee, ini ya betul nah segini aja l iki opo
toh Mas m kandang wedus m opo enggak ngerti. ada satu tiang penyangga di
tengah kayaknya salah ini. Nah begini,
ya nah kurang lebih kayak gini ya.
kita digambarkan Islam itu seperti ini, atap kamu akan tegak berdiri berada
di atas bisa menjadi penutup bagi orang yang berada di bawahnya kalau lima tiang
ini bisa bertahan baik limaat yang ini rukun
Islam tapi bukan semua kewajiban Islam ada enggak kewajiban Islam selain lima
tiang ini banyak.
sebutkan
contohnya kewajiban Islam selain dari lima tiang
ini, Birul Walidain, apalagi? Hah? menuntut ilmu,
apalagi? nikah, nikah itu wajib yang jawab malah belakang
nih, Apalagi?
Hah? apa Pak? kewajiban Anda sebagai suami itu apa? memberi nafkah kepada istri dan
anak-anak, terus apalagi? ngemong
cucu, wis tua pikir.
baik, jadi ada banyak
kewajiban selain lima rukun Islam ya kita sepakat itu, maka lima rukun Islam
itu seperti apa? seperti tiang penyanggah utang
ama seperti tiang menenyangg utama.
baik, kemudian yang kedua
kewajiban Islam yang lain
kewajiban Islam yang lain itu seperti
tembok luar rumah seseorang akan bisa
menghalangi dirinya dari cuaca dingin panas binatang buas dan seterusnya. Jika
dia punya tembok kalau enggak punya tembok maka
bisa diserang oleh musuh dengan sangat
mudah sedangkan amal sunah seperti apa tadi perabotan
maka apabila ada orang yang lebih mementingkan kewajiban daripada rukun
Islam kewajiban yang lain dia kerjakan tapi Rukun Islamnya disepelekan seperti
mematahkan yang tengah tapi dia masang tembok di
tepi-tepi, lebih parah lagi kalau dia hanya mementingkan amal sunah tapi tidak
melakukan kewajiban seperti masang apa? perabotan, tapi temboknya
dijebol dan seterusnya.
sehingga kalau kita ingin menjadi orang yang rumahnya kokoh
berdiri tegak komplit, pertama tiangnya harus dikuatkan dengan belajar tauhid
dan iman yang kedua bagian temboknya dikuatkan dengan kita kerjakan
bagian-bagian yang wajib, yang ketiga tambahkan dengan amal sunah agar rumah
kita makin indah.
wallahuam
baik, selanjutnya kita akan bersambung berkaitan dengan masalah manfaat mempelajari
tauhid. Ada satu prinsip di mana tauhid selalu
menyertaiku, ajaran tauhid harus selalu mewarnai hidup kita
ke mana pun kita bergerak, tauhid harus dijaga termasuk ketika kita mengkaji
disiplin ilmu yang lain. ilmu, ilmu Tauhid harus tetap diikut
sertakan sehingga saat kita belajar bahasa Arab, belajar ilmu fikih, belajar
yang lainnya, pondasi tauhid harus selalu menyertainya. ini penting ya karena kalau
orang belajar bahasa Arab tapi tidak punya akidah yang benar dia
bisa saja terpengaruh dengan paham-paham yang lain.
contohnya Bapak kenal istilah muktazilah,
muktazilah, pernah dengar enggak? barusan dengar ya? itu sekte apa pak? itu pak muktazilah,
itu pak, itu sekte yang terlalu mendewakan akal
dan mereka banyak bermain bahasa karena itu
muktazilah dalam permainan bahasanya sering kemudian menyimpangkan
tafsir yang lurus dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maupun para sahabat karena bagi mereka ini lebih sesuai akal
dan logika.
Nah makanya kalau orang belajar bahasa tapi tidak punya pondasi akidah
yang kuat bisa jadi ketularan muktazilah. Nah kalau sudah ketularan
muktazilah bahaya sampai punya keyakinan-keyakinan
yang aneh. Contohnya apa Pak?
Hah? tidak percaya dengan takdir, jadi menurut
mereka adanya hal yang buruk itu ciptaan manusia bukan ciptaan Allah, padahal kan
di alam ini semuanya dicipta oleh Allah. contoh yang lain mengatakan al-qur'an
itu makhluk sehingga karena al-qur'an itu makhluk maka Quran sejajar dengan kita,
sebagaimana makhluk yang lain hanya saja perlu dihormati karena dia makhluk yang
mulia dan seterusnya. itu contoh bahaya ketika orang belajar ilmu tertentu tapi
tidak diiringi dengan akidah yang benar.
hal yang sama juga orang belajar
ilmu fikih kalau tidak diiringi dengan Akidah yang benar maka belajar ilmu
fikih itu fungsinya hanya untuk belajar debat, belajar fikih tapi maksudnya ingin
belajar pintar debat atau ada yang cuman belajar fikih
untuk golek-golek alasan. di fikih itu kan ada ruksah, ada keringanan ya,
sehingga dia belajar fikih untuk nyari-nyari ruksah dan keringanan dan
seterusnya. banyak orang yang dia belajar tapi untuk menyimpang nyari-nyari alasan agar dia
bisa meninggalkan kebenaran, sungguh sangat
berbahaya. saya kasih contoh Pak, anda sudah ngantuk belum kalau sudah
ngantuk, contohnya saya tambahkan ya,
jadi tentang fikih muamalah fikih
muamalah di Indonesia fikih muamalah itu ada tiga mazhab besar di Indonesia Pak,
yang saya ketahui ya, karena yang lain tidak begitu
terlibat. perlu diceritakan enggak ini?
yang pertama mazhab yang sangat longgar
jadi apa-apa serba boleh, ini hampir yang dilarang itu sedikit
sekali dan kalau dilihat ya fatwa-fatwa yang diterbitkan boleh, boleh, boleh, jadi
hampir semuanya serba boleh ini seperti yang ee,
banyak apa ya dipakai oleh beberapa lembaga keuangan
syariat lembaga, keuangan syariat.
Jadi dikit-dikit kami sudah punya fatwanya, kami sudah punya fatwanya tapi
terlalu longgar enggak apa-apa kalau diperhatikan ini kok jadi serba
boleh.
yang kedua terlalu ketat
ini lebih cenderung yang boleh, boleh-boleh dilarang ini akad ini enggak
boleh, akad ini enggak boleh, akad ini enggak boleh, COD itu dilarang menurut pendapat yang kedua
ini kemudian apalagi ee, praktik bangun rumah pesan bangun
rumah itu enggak boleh karena itu bukan istisna dan yang lainnya.
ini cenderung HTI Indonesia karena sudah tidak ada kan
jadi saya sebutkan ya jadi ee kajian-kajiannya masih
banyak dan dalam masalah muamalah mereka itu terlalu
ketat.
yang ketiga pertengahan
saya sebut pertengahan tidak
ekstrem seperti yang pertama yang terlalu permisif dan tidak ekstrem seperti yang
kedua yang terlalu ketat tapi mereka lebih merujuk kepada
penjelasan para ulama internasional. nah pertengahan ini yang
digawangi oleh beberapa asatizah ahlusunah mereka lebih banyak merujuk
ke fatwa majmak fikih Islami e lembaga
fikih internasional seperti keputusan
keputusan majma lalu standar yang diterbitkan oleh
ee lembaga pengawas perbankan internasional, mayir syariah dan
seterusnya.
sudah dan kami sampaikan kepada para
pengusaha Anda kalau mau belajar fikir muamalah bisa saja milih
semua mazhab yang ada ini tapi kita perlu yakin bahwa kita
akan dihisab oleh Allah dipertanggungjawabkan semua yang telah kita
usahakan. Kalau Anda sengaja milih yang gampang-gampang, yang longgar-longgar,
yang boleh-boleh, ya enggak apa-apa tapi ingat semuanya nanti ada pertanggungjawabannya di
akhirat begitu ya. Sehingga belajar ini saja belajar masalah fikih muamalah kita
pendekatannya pakai pendekatan hiid. kamu kalau belajar ingat ya nanti akan
dipertanggungjawabkan di akhirat, kau boleh saja saya mau ngikuti yang pertama yo monggo kita enggak bisa
memaksa tapi perlu diingat semuanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat.
allahuam
contoh yang lain juga masalah fikih yang lain ya, bahwa orang belajar fikih kalau tidak
punya akidah yang kuat nanti justru belajarnya di dipakai untuk hal yang
enggak benar, untuk debat dan seterusnya. karena itu ada sebuah kaidah
ini atauhidu La yuntaqalu minhu Ila ghairihi
bal yuntaqalu bihi Ila ghairihi pelajaran tauhid tidak boleh
ditinggalkan untuk beralih ke disiplin ilmu yang lain namun pelajaran tauhid
diikut sertakan ketika kita membahas disiplin ilmu yang lain.
sehingga belajar fikih ada sisipan tauhid, belajar tafsir juga ada sisipan
tauhid, karena dia sebagai pembatas agar orang tidak kebablasan keluar dari jalan
Allah subhanahu wa taala.
wallahuam
baik, sekarang kita beralih ke
materi berikutnya,
materi berikutnya judulnya apa Pak? jangan
lewatkan Sehari Tanpa menambah
ilmu, jadi kita upayakan setiap hari itu nambah pengetahuan agama walaupun
sedikit. karena begini
manusia, manusia
lahir saat mereka lahir dalam keadaan apa? dalam keadaan nol, Semuanya serba
nol, lahir nyekel duit enggak Pak? mungkin di antara ibu-ibu ada yang
waktu lahir bawa cincin ada enggak? ada? sehingga semuanya
serba nol, kita semuanya nol ketika lahir, tidak punya harta sama
sekali, tidak punya kekayaan sama sekali, dan tidak
punya ilmu sama sekali, nol harta, nol ilmu,nol itulah kondisi manusia ketika lahir.
Lalu Allah subhanahu wa taala
memberikan kepada manusia ini kemampuan, ada
kemampuan, nah kemampuan itu ada yang sifatnya
insting, kemampuan yang sifatnya insting ini berkembang
sendiri, contoh ya, instingnya manusia gimana pak? Golek
pangan, maka se bayi dia sudah punya insting gimana caranya nyari makanan, apa
yang dia lakukan? nek ngeleh nangis, nah orang tuanya menyadari bayi
ini lapar akhirnya disusui itulah insting.
insting yang kedua, dia insting gerak bayi itu tidak pernah diajari untuk
tengkurup tapi dia glundang-glundung dewe, tengkurap Ppadahal dia tidak pernah
nonton video caranya tengkurep, ada enggak tutorial tengkurep
bayi gitu? Ada enggak? ada? tapi dia dari mana bisa tenggurap? Hah? insting awalnya
narik-narik badannya, narik-narik kakinya, ya depannya bisa tengkurap bokonge ora iso
kan. demikianlah bayi dan dengan instingnya itu akan berkembang dengan
sendirinya.
sudah, dan ada kemampuan melalui belajar
ini enggak bisa pakai insting, yang belajar
ini tidak bisa dengan insting. kalau
pakai insting saja ora jadi Pak, harus melalui proses
belajar, belajar di sini bisa bentuknya
meniru bisa bentuknya memahami,
memahami kalimat, kalimat itu bisa bentuknya
perkataan atau
tulisan. maka pasca seorang hamba itu dia diberi oleh Allah kemampuan berdasarkan
insting seperti makan kemudian gerak dan
seterusnya, dia kemudian memahami, dia kemudian belajar untuk memahami yang lebih dari itu. nah di
bagian yang kedua Inilah yang disebut dengan ilmu di mana orang mengetahui sesuatu
melalui proses, melalui proses belajar. ada yang dari niru lihat, Oh
bapaknya kalau masak kayak gitu! kok bapaknya ibunya kalau masak kayak gitu, kalau nyalain kompor kayak gitu, kalau
mau mandi pakai air panas, caranya kayak gini, caranya kayak gini, nah dia
niru, di sinilah pentingnya kita mengajarkan akhlak kepada mereka, jadi
akhlak itu meniru gerakan-gerakan ringan itu
meniru, termasuk bagaimana cara berpakaian itu meniru
dan ada yang bentuknya memahami
kalimat, ini ada penjelasan berupa perkataan orang datang di
pengajian ada yang tulisan dia baca terus dia paham dan seterusnya
ya. Nah kita berusaha gimana agar nol ini bisa
naik puncaknya, berapa? enggak ada ujung tanpa
ujung, sebab ilmu itu tidak ada ujungnya, ujung ilmu itu di mana Pak?
Hah? kalau itu ujung waktu kematian, ujung ilmu itu
berapa? tidak ada. Jadi kalau kita ditanya kamu bisa enggak dapat ilmu 100%? ya ndak
tahu, ndak bisa, wong ujung ilmu itu enggak ada. sebab di atas orang yang berilmu ada
yang lebih berilmu maka ilmu itu sesuatu yang tanpa
ujung. sebab ilmu puncak hanya ada pada Allah Allah subhanahu wa taala wala
yuhituna bisyaaiim Min Ilmi illa bimya dan tidak ada orang yang bisa
meliputi semua ilmu Allah kecuali apa yang Allah berikan sesuai dengan apa yang dia
kehendaki Allah kasih ilmu kepada sebagian
hamba sementara yang lain tidak dikasih.
demikianlah pengaruh dari belajar ya, maka belajar hakikatnya adalah mengurangi tingkat kebodohan tadi
biar kita enggak berjalan di tempat nol terus. nah kalau orang cuman besar
fisiknya tapi pengetahuannya nol dan tidak berfungsi akalnya jadinya
gila begitu ya. Tapi ketika orang itu berfungsi akalnya, nol ini akan naik sesuai dengan
kemampuan dia dalam belajar nah di buku saya
Sebutkan ketika kita dilahirkan kita dalam kondisi tidak mengetahui apapun hingga
Allah membukakan untuk kita ilmu dan
pengetahuan setahap demi setahap Allah Taala berfirman wallahu
akumahum allah mengeluarkan kalian dari rahim ibu kalian dalam keadaan kalian
tidak mengetahui apapun waal lakumus wal absar wal Afidah
la'allakum taskurun dan Allah berikan kepada kalian asam'ah pendengaran
alabsar penglihatan alafidah dan Fuad alafidah itu bentuk
jamak dari kata Fuad artinya hati
batin baik Apa fungsi asam'ah untuk mendengarkan
alabsar untuk melihat dan itulah dua saluran kita dapat
ilmu Bapak dapat ilmu kan bukan dari indra penciuman kan saya mencium aroma
ilmu atau dari Indra praba saya meraba ada ilmu di sini ya
kecuali orang yang pakai huruf brailer ya.
Tapi itu kan kondisi khusus baik
sehingga secara umum ilmu didapatkan dari apa dua sumber pendengaran dan
penglihatan lalu di mana ilmu itu ditampung di
Fuad ibaratnya ibaratnya begini
ya bahwa ini
mana saya ilustrasikan seperti gilingan itu aja
ya bahwa ini adalah bahan baku bahan baku bahan baku ini apa Pak
keterangan baik dari yang bentuknya audio maupun
visual sudah Alat yang dipakai untuk bisa menampung bahan baku ini masuk adalah
telinga dan indra pendengaran dan
penglihatan lalu dia bisa tertampung ini ada alat untuk memahami
dan menampung apa ini Fuad sehingga Fuad ini bisa mencerna
kalau kayak gini maksudnya ini kalau seperti ini maksudnya ini itulah FU fuat
baik karena itu jika Bapak Ibu misalnya datang ke
kajian ini bawa kucing Pak jenengan ajak kucing duduk di sini pak ya Kucing bisa
mendengar suara kita enggak bisa bisa dia bisa melihat kita enggak bisa
sehingga saat saya ceramah ngih bermimil dari tadi ada kucing dia dengar Pak tapi
kucing ngerti enggak ngerti tidak Apakah kucing bisa memahami
perkataan tidak dia bisa menyimpan memori tidak Ma
Ustaz ngomong opo ya kucinge ngerti Wah terus masuk dalam fuadnya enggak ada
seperti itu. Lah kenapa mereka enggak ngerti Sebab mereka tidak punya
Fuad binatang tidak punya Fuad maka karena mereka tidak punya nya
Fuad ada penjelasan mereka enggak paham kucing kamu saya kasih tahu ya Jangan
dekati zina misalnya metu bar me Metu apa yang akan
terjadi Pak ya ketemu lawan jenis ya tetap
tertarik.
Sehingga dalam hal ini ketika kita mendapatkan penjelasan
Kenapa kita bisa paham karena Allah kasih Fuad maka jaga Fuad ini dengan baik
Jangan dirusak kemampuan Fuad masing-masing orang berbeda-beda ada yang kemampuannya
sangat rendah Diki pengajian metu masjid hilang ada kayak gitu Pak
Hah banyak ya pengajian setengah jam atau lebih 40 menit selesai pengajian
metu masjid ang tadi ceramahnya isinya apa Pak Mboh mas aku ya ngong Karo
liar-liar tapi mendengarkan Jadi mungkin fuadnya hanya
bisa menampung sedikit ya itu tadi yang bahas fuad-fuad Pak Fuad kok dibahas
malah gagal paham yang kedua ada orang yang fuadnya kuat
sehingga sekali Dengar langsung hafal ngerti dan
hafal makanya tolong fuadnya itu dijaga Bagaimana cara menjaga
Fuad jangan terlalu terbebani dengan pikiran
dunia orang yang terlalu sibuk memikirkan pikiran dunia itu ngurusak
Fuad Makanya kalau ada orang yang senang bahas
politik terus nek wis bahas politik isine Ma lorong mati tegang antara sana dan sini itu
ngusak Fuad sehingga isinya cuman mikir kayak gitu aja tegang terus maka dalam dugaan
saya para pejabat yang main politik dan saling
trik-trik itu enggak sempat belajar Pak belajar yang seperti kita ini tenang
santai bisa merasakan nikmatnya ilmu mereka kan selalu kepikiran Apa yang
harus saya lakukan untuk antara ya menjegal lawan atau menggait
kawan hanya itu dalam pikirannya terus apalagi kalau sudah dekat musim
kampanye bisa jadi mereka rapat itu sampai tengah malam rapat untuk apa Pak
pemenangan Wah itu tegang terus isin hatine mau panas
tok dan mereka menikmati itu Tapi kalau kita tidak kita menikmati
Tenang bisa belajar agama dengan baik dan hatinya
nyaman Fuad juga akan rusak kalau Anda terlalu sering bgesekan dengan orang
lain gesekan dengan keluarga gesekan dengan tetangga teman kerja seingga ati
ne wis loro ora iso Dijak Nau Anda di sini misalnya duduk tapi
rasanya sakit hati sama siapapun yang ada di sini Saya yakin meskipun
mendengar dia tidak bisa mencerna karena fuadnya
dirusak maka Jadilah orang yang menjaga fat ini agar ketika telinga
dan mata bisa menampung informasi informasi itu dipahami dengan baik dan
tertampung dalam Fuad
wallahuam
baik demikian yang bisa kita
sampaikan semoga bermanfaat
wasallallahu ala nabiina Muhammadin wa ala alihi
wasohbihi
wasallam
ada pertanyaan
Assalamualaikum, Waalaikumsalam azan subuh kumandang di sekitar kami waktunya
berlainan yang bisa kami jadikan patokan yang paling awal atau paling
akhir? jawabannya yang paling tepat
waktu, karena yang awal belum tentu tepat waktu yang akhir bisa jadi takmire
karipan. Nah kalau takmirnya seperti itu ya mohon maaf jadinya tidak tepat
waktu ada sebuah masjid Pak takmirnya itu dibayar pakai sistem
kedatangan Jadi kalau kamu azan dibayar kalau enggak azan ya enggak dibayar
entah pakai absen atau apa begitu tapi karena malas seperti itu
aknya dia sering bolos subuh itu jarang ada azan sampai
yang azan itu jemaah yang lain padahal masjid ini dulu pernah jadi masjid
terkenal dan sering dipakai tempat kajian tapi setelah itu ditutup karena
ganti takmir dan ternyata mbalelo kayak gitu ya dan dulu takmirnya dari
teman-teman mahasiswa UII ya yang sudah lulus kemudian jadi takmir hubungannya
dekat dengan kami sekarang takmirnya kita enggak kenal dan orangnya orang yang suka
pemalas maka bisa jadi adzannya telat ya bukan karena dia tepat waktu tapi
karipan Nah kalau seperti ini enggak bisa jadi
acuan
Asalamualaikum Waalaikumsalam orang-orang zaman dulu seperti kakek
nenek kebanyakan memakai atau memiliki jimat seperti keris cincin dan
sebagainya ketika mereka sakit atau sakaratul maut anak dan keluarganya
membuang jimat tersebut Sedangkan si pemakai dalam kondisi tidak
sadar dibuang supaya mudah meninggalnya Apakah si pemakai jimat
tersebut masih dalam kondisi kesyirikan atau sudah bisa disebut bertobat setelah jimat itu
dibuang jawabannya tergantung dari keinginan
dia bisa jadi ada orang tua yang sudah mendekati ajal wis sekarat tapi dia
masih cinta sama jimat sehingga Sebenarnya dia enggak pengin jimat itu dibuang nek iso a Mbok
buang hinggo anak turunmu maksud dia biar nanti dirawati oleh
anak-anaknya berarti dia sudah tobat belum belum maka yang lebih penting kasih tahu
sebelum dia dalam kondisi sekarat kalau sudah sekarat sudah tutup kesempatan
tobat kalau masih sadar masih bisa diajak ngomong diajak berpikir si Mbah
Niki kerise Tak buang ya arep tak bakar kok tiba-tiba nyampluk he
berarti dia tidak Rida Kerisnya dibuang Wani buang keris tatagai
warisan padahal wis arep mati kan gimana terus seperti itu berarti
yang bersangkutan belum tobat maka kasih tahu ni si Mbah mati ke dalam kondisi
ini belum meninggalkan keris nanti jenengan melebu neroko sak
lawase ora Poo Aku wis duwe
jimat Wah ini sembrono kayak gini ya terlalu nekat
baik, yang
bersangkutan kalau seperti ini berarti belum tobat sehingga dia harus diajari
agar dia mau tobat dari keris kalau sudah tobat walaupun keris itu belum
dibuang enggak apa-apa yang penting sudah tobat ya Aku wis tobat aku nyesel
duwe barang-barang koy ngono suokne Aku wis mati tolong barang -barang itu
didol ya salah Mbah Kok didol lah diapakno dihancurkan ya wis
dihancurkan Yang penting dia to tobat sehingga kalau dia sudah tobat
walaupun untuk ngerusak keris itu menyusul waktunya enggak masalah yang
penting sudah tobat baik Apakah benar kalau memakai
jimat matinya tertunda H salah atau benar salah
kenapa karena jimat tidak bisa menentukan
ajal tapi nyatane Pak sing duwe jimat I jarene Angel mati orang
mati-mati sampai jimatnya dihancurkan ya memang belum
waktunya belum belum datang ajalnya Nah wis loro-lor koyene wak bisa opo-opo
sudah sakit-sakitan enggak bisa apa-apa itu bisa jadi hukuman yang
disegerakan sehingga misalnya dia mati di tahun 2000
ee 28 dia mati di tahun
2028 sudah bulan Desember
2027 berarti 2028 yang bulannya belum jelas saya Misnya Allah tetapkan Fulan
ini akan mati di bulan Januari 2028 Desember 2027 dia sudah enggak bisa
ngapa-ngapain Wi stroke loro ra iso ngomong dan seterusnya orang berpikir
Wah iki punya jimat makanya enggak mati-mati ya dia memang belum waktunya
ajal ajalnya kan di 228 ini baru 27 tapi kok sudah sakit-sakitan kayak
gini bisa jadi hukuman yang disegerakan sebab ajal itu semuanya ada
di tangan Allah idza Jaa ajaluhum wala yasthiruna sa'atan wala
yastqdimun kalau sudah datang ajalnya tidak bisa ditunda walaupun sesaat dan tidak
bisa disegerakan walaupun sesaat sebab yang namanya ajal itu murni ketetapan
dari Allah jimat tidak bisa membuat orang panjang umur
maka tidak benar kalau ada anggapan bahwa orang memakai jimat
matinya susah karena dia umurnya panjang ini salah yang benar Allah
subhanahu wa taala yang menentukan kematian hamba
wallahuamest i emas di pegadaian atau bank syariah termasuk riba atau tidak
baik jawaban pendeknya riba jawaban panjangnya
[Musik] riba karena kalau investasi emas di
pegadaian ada dua kemungkinan Anda bawa emas lalu ditaruh di pegadaian terus
nanti dapat duit ya saat Anda mau mengambil emas itu
duitnya dikembalikan plus tambahan jadinya apa ini utang dengan
gadai emas di mana emas itu jadi objek gadai
atau yang kedua investasi emas dalam bentuk orang
datang dengan stor duit misalnya R juta Nah harga emas 1 gram R juta terus
dicatat ya Nitip emas 1 gram berikutnya stor r,5 juta dicacat ya Nitip emas 1,5
gram mau dicateti Tok sudah setelah terakumulasi 50 gram baru
diserahkan berarti saat dia beli emas 1 gram 1,5 gram 2 gram emasnya sudah ada
belum belum karena belum ada maka
transaksi ini namanya riba nasiah duitnya dulu emasnya
belum ada itu namanya riba nasihah dan enggak boleh seperti ini Ya
wallahuam baik mungkin demikian yang bisa kita sampaikan semoga bermanfaat wasallallahu ala Nabina Muhammadin wa
ala alihi wasohbihi wasallam wa akhiru dawana anilhamdulillahi rabbil alamin
wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Baik, mungkin demikian yang bisa kita sampaikan semoga bermanfaat!
wallahuam
Baik demikian, semoga bermanfaat
wasallallahu ala Nabiyina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi Wasallam,
wa akhiruda'wana anilhamdulillahiabbil alamin
wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh