بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
DIKALA KAU SAKIT
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Selasa, 22 April 2025
🏢 Masjid Al Furqon, Godean, Sleman
Melanjutkan pembahasan Buku Prinsip Hidupku, masih terkait Khusnudzon kepada Allah terutama Di Kala Hamba itu Sakit, ada sebagian orang ketika sakit su'udzon kepada Allah, hal ini termasuk dalam dosa besar, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى
ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاسًا يَغْشَىٰ طَآئِفَةً مِّنكُمْ ۖ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ مِن شَىْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْأَمْرَ كُلَّهُۥ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِىٓ أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَٰهُنَا ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
Artinya: Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini. Katakanlah Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini. Katakanlah Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.[Surat Ali ‘Imran Ayat 154]
Allah tidak pernah menzhalimi hambaNya, sebagian berprasangka buruk kepada Allah sehingga tidak beribadah & malah justru bermaksiat. Tidak semua keinginan hamba itu dipenuhi oleh Allah, karena Allah maha berkehendak atas segala sesuatu. Sikap yang tepat adalah sabar & ridha.
1. Sabar ; bertahan merasakan tidak nyaman & tidak emosi
ن أنس بن مالك رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال إن عِظَمَ الجزاءِ مع عِظَمِ البلاءِ، وإن الله تعالى إذا أحب قوما ابتلاهم، فمن رَضِيَ فله الرِضا، ومن سَخِطَ فله السُّخْطُ.
[صحيح] - [رواه الترمذي وابن ماجه]
Anas bin Malik raḍiyallāhu 'anhu meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya ujian, dan jika Allah mencintai suatu kaum, Dia pasti menguji mereka; siapa yang rida maka baginya keridaan (Allah) dan siapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah).[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi]
Kehidupan manusia itu sawang sinawang, belum tentu orang yang berlimpah harta hidupnya bahagia, bisa jadi orang yang tidak berlimpah harta namun hidupnya lebih bahagia.
2. Ridha ; menerima ujian agar dapat pahala sehingga hidupnya bahagia.
Wallahu 'alam