بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Hidup Pasti Ada Musibah
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Selasa, 29 April 2025
🏢 Masjid Nurul Asri Nderesan
Melanjutkan pembahasan Buku Kode Etik Pengusaha Muslim, pada bab hidup pasti ada musibah, setiap orang akan merasakan hikmah dari musibah yang diterimanya, ada yang berbaik sangka kepada Allah bahkan ada yang berburuk sangka kepada Allah, padahal Allah tidak pernah menzhalimi hamba, karena Allah ﷻ berfirman;
نَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ ٱلنَّاسَ شَيْـًٔا وَلَٰكِنَّ ٱلنَّاسَ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.[Surat Yunus Ayat 44]
Larangan su'udzon kepada Allah ﷻ, karena Allah ﷻ berfirman;
ظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ قُلْ إِنَّ الأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ
“Mereka berprasangka yang tidak benar terhadap Allah ﷻ, seperti sangkaan jahiliyah, mereka berkata “apakah ada bagi kita sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, katakanlah “sungguh urusan itu seluruhnya di Tangan Allah.” (QS. Ali Imran 154).
Hikmah musibah bagi mukmin antara lain;
1. Menghapuskan dosa
نْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنهما عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ«مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ».
[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح البخاري 5641]
Abu Sa'īd Al-Khudriy dan Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhumā meriwayatkan Nabi ﷺ bersabda,Tidaklah seorang muslim ditimpa kepayahan, penyakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan, dan kesusahan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan sebab itu.[Sahih] - [Muttafaq 'alaihi] - [Sahih Bukhari - 5641]
2. Bukti bahwa manusia makhluk lemah
۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ
Artinya: Hai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.[Fatir Ayat 15]
أَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَٰقِيهِ
Artinya: Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.[Al-Insyiqaq Ayat 6]
Musibah itu bukan adzab, meskipun bagi mereka yang berbuat dosa bisa jadi hukuman yang disegerakan di dunia, karena musibah itu hakikatnya rahmat bagi mukmin agar tidak mendapatkan hukuman berat (memperingan) di akhirat. Adanya musibah agar mukmin selalu ingat akhirat dan tidak terlena dengan dunia, karena nikmat yang kekal adalah akhirat.
Imam Hasan al-Bashri pernah memberi nasehat kepada khalifah,Sesungguhnya dunia adalah negeri rantauan dan bukan negeri tempat menetap. Dan Nabi Adam ‘alaihis salam diturunkan di dunia untuk menjalani hukuman. Karena itu, berhati-hatilah. (az-Zuhd, Ibnu Abi Dunya, no. 50).
Wallahu 'alam