1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-43 dalam seri Kajian Tematik yang membahas tentang bagaimana meraih umrah & haji mabrur, dan pengaruhnya dalam hidup. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bagaimana Meraih Umrah & Haji Mabrur, dan Pengaruhnya Dalam Hidup

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 20 Mei 2025

🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Yogyakarta

Allah سبحانه و تعالى menjelaskan bahwasanya surga yang luasnya seluas langit dan bumi, sebagaimana firmanNya;

۞ وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,[Surat Ali ‘Imran Ayat 133]

Sehingga tidak layak kita merasa sombong, maupun merasa pintar, justru malah sebaliknya seharusnya kita merasa kecil dan bodoh. Berapa banyak ilmu yang belum kita ketahui sehingga seharusnya kita tawadhu'.

Interaksi yang ideal antara mukmin dengan harta dunia antara lain membangun kesadaran akhirat, bahwa kelak kita akan dihisab di akhirat kelak, karena orang kafir tidak peduli tentang hisab akhirat, sebagaimana firmanNya;

نَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ ٱلْأَنْعَٰمُ وَٱلنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

Artinya: Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.[Surat Muhammad Ayat 12]

Mengambil harta yang haram saja susah apalagi harta yang halal, inilah realita akhir zaman sebagaimana Nabi ﷺ jauh-jauh hari sudah mengatakan,

يَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR. Bukhari no. 2083, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

Kondisi ini menunjukkan bahwasanya manusia hidup di dunia itu untuk menghadapi ujian, pada pikiran sebagian orang seolah-olah mukmin hidup di dunia itu sulit karena ada aturan halal haram, padahal Allah سبحانه و تعالى berfirman;
مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ

Artinya: Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;[Thaha Ayat 2]

Maka kita dilarang su'udzon kepada Allah karena syariat diturunkan untuk panduan hidup mukmin agar bahagia dunia akhirat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita: Di suatu siang atau malam, Rasulullah ﷺ pernah keluar rumah. Dan ternyata Abu Bakar dan Umar pun keluar.

.... Tatkala mereka kenyang dan lepas dahaga, Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abu Bakar dan Umar, “Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, kalian pasti akan ditanya tentang nikmat ini di hari kiamat, rasa lapar telah membuat kalian keluar dari rumah, dan belum kalian pulang dalam keadaan telah mendapatkan nikmat ini.”[H.R. Muslim [2038].

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."